Claim Missing Document
Check
Articles

Peran dukungan sosial orangtua dan persepsi siswa mengenai kompetensi pedagogik guru terhadap motivasi belajar siswa SMA di Kota Denpasar Putu Avril Katleyana; Ni Made Swasti Wulanyani
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus: Psikologi Pendidikan (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/

Abstract

Motivasi belajar diartikan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri individu yang menimbulkan, menjamin kelangsungan, serta memberikan arah kegiatan belajar, sehingga diharapkan dapat mencapai tujuan tertentu. Terwujudnya motivasi belajar siswa dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti dukungan sosial orangtua dan persepsi siswa mengenai kompetensi pedagogik guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dukungan sosial orangtua dan persepsi siswa mengenai kompetensi pedagogik guru terhadap motivasi belajar siswa SMA di Kota Denpasar. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa dari SMA Negeri 1 Denpasar dan SMA Dwijendra berjumlah 266 orang. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Motivasi Belajar, Skala Dukungan Sosial Orangtua, dan Skala Persepsi Siswa mengenai Kompetensi Pedagogik Guru. Teknik analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah regresi berganda. Hasil uji regresi berganda menunjukkan koefisien regresi sebesar 0,540 dan koefisien determinasi sebesar 0,292, dengan signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa dukungan sosial orangtua dan persepsi siswa mengenai kompetensi pedagogik guru secara bersama-sama berperan terhadap motivasi belajar dengan memberikan pengaruh sebesar 29,2%. Dukungan sosial orangtua berperan terhadap motivasi belajar, begitu pula persepsi siswa mengenai kompetensi pedagogik guru berperan terhadap motivasi belajar. Kata kunci: Dukungan sosial orangtua, motivasi belajar, persepsi siswa mengenai kompetensi pedagogik guru
Pengaruh problematic internet use dan regulasi diri terhadap prokrastinasi akademik mahasiswa Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Muhammad Aditiantoro; Ni Made Swasti Wulanyani
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus: Psikologi Pendidikan (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/

Abstract

Permasalahan yang biasa dihadapi mahasiswa dalam menempuh studinya adalah disiplin waktu yang kurang baik. Disiplin waktu yang kurang baik tercermin dalam penundaan atau dalam istilah psikologi adalah prokrastinasi. Pada era digital ini, penggunaan internet menjadi semakin mudah dan menjadi salah satu faktor yang kuat memengaruhi perilaku penundaan. Problematic internet use (PIU) dapat menyebabkan mahasiswa melakukan prokrastinasi akademik. Prokrastinasi akademik juga dipengaruhi oleh faktor internal individu yaitu regulasi diri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh PIU dan regulasi diri terhadap prokrastinasi akademik mahasiswa Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Subjek dalam penelitian ini adalah 110 orang mahasiswa Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Generalized Problematic Internet Use Scale 2yang dibuat oleh Caplan (2010) dan telah di translasi ke Bahasa Indonesia, Skala Regulasi Diri, dan Skala Prokrastinasi Akademik(Verdiwati, 2012) yang telah dimodifikasi. Teknik analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah regresi berganda. Hasil uji regresi berganda menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05).Hasil ini menunjukkan bahwa PIU dan regulasi diri berpengaruh terhadap prokrastinasi akademik mahasiswa.Koefisien beta terstandarisasi variabel PIU sebesar 0,267dan signifikansi 0,002 (p<0,05) menunjukan PIU berpengaruh secara signifikan terhadap prokrastinasi akademik. Koefisien beta terstandarisasi variabelregulasi diri sebesar -0,420 dan signifikansi 0,000 (p<0,05) menunjukkan regulasi diri berpengaruh secara signifikan terhadap prokrastinasi akademik. Kata kunci: mahasiswa, problematic internet use, prokrastinasi akademik, regulasi diri
Pengaruh kepuasan kerja dan keadilan organisasional terhadap keterikatan karyawan hotel swasta X di Bali Made Trivikrama Dewantara; Ni Made Swasti Wulanyani
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 6 No. 2 (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2019.v06.i02.p10

Abstract

Seorang karyawan yang sudah merasa terikat dengan pekerjaannya akan memiliki motivasi bekerja yang lebih tinggi, kinerja yang lebih baik, dapat mengembangkan dirinya serta jabatan yang dimilikinya, dan cenderung loyal terhadap perusahaan tempatnya bekerja. Hal-hal tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap kinerja perusahaan. Keterikatan kerja karyawan dapat dibentuk oleh faktor-faktor yang terjadi di lingkungan perusahaan seperti perlakuan adil dan setara yang didapat dari perusahaan dan sikap atau perasaan berdasarkan penilaian karyawan terhadap pekerjaannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kepuasan kerja dan keadilan organisasional terhadap keterikatan kerja karyawan Hotel Swasta X di Bali. Subjek dalam penelitian ini adalah 115 orang karyawan Hotel Swasta X di Bali. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala Kepuasan Kerja, Skala Keadilan Organisasional dan Skala Keterikatan Kerja. Teknik analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah regresi berganda. Hasil uji regresi berganda menunjukkan nilai koefisien regresi sebesar 0,821, nilai koefisien determinasi sebesar 0,675, nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05), nilai koefisien beta terstandarisasi variabel Kepuasan Kerja sebesar 0,363 dan nilai koefisien beta terstandarisasi variabel Keadilan Organisasional sebesar 0,502. Hasil ini menunjukkan bahwa kepuasan kerja dan keadilan organisasional berpengaruh dalam meningkatkan tingkat keterikatan kerja karyawan. Keadilan organisasional memiliki pengaruh yang lebih besar dalam meningkatkan tingkat keterikatan kerja dibandingkan dengan kepuasan kerja. Kata kunci: Kepuasan kerja, keadilan organisasional, karyawan hotel, keterikatan kerja.
Hubungan antara problem focused coping dengan stres dalam menyusun skripsi pada mahasiswa psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Kadek Ayu Dwi Saputri; Ni Made Swasti Wulanyani
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 6 No. 2 (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2019.v06.i02.p19

Abstract

Mahasiswa yang sedang menyusun skripsi cenderung mengalami stres. Stres tersebut banyak disebabkan oleh sulitnya menentukan judul, susahnya mencari literatur atau buku acuan serta banyaknya revisi dari dosen penguji. Ketika stres, seseorang akan segera melakukan coping, khususnya coping model Problem Focused Coping. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauhmana hubungan antara tingkat problem focused coping dengan tingkat stres pada mahasiswa yang sedang menyusun skripsi pada mahasiswa program studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Berdasarkan karakteristik permasalahannya, penelitian ini termasuk dalam penelitian korelasional. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian mahasiswa program studi Psikologi yang sedang menyusun Skripsi lebih dari 2 semester. Sedangkan metode pengumpulan data dari kedua variabel menggunakan kuesioner yang disusun dalam bentuk skala Likert. Untuk mengukur Problem Focused Coping dan Stres dengan menggunakan pilihan jawaban SS (Sangat Setuju), S (Setuju), TS (Tidak Setuju), STS (Sangat Tidak Setuju). Data dari kedua variabel diolah dengan teknik statistik korelasi Product Moment dengan taraf signifikansi 5 %. Dapat diketahui bahwa r = 0,109, p = 0,409; p > 0,05. Karena taraf signifikasi p lebih besar dari 0,05, maka Ho diterima. Jadi ada hubungan yang signifikan antara problem focused coping dengan stres dalam menyusun skripsi pada mahasiswa. Kata kunci: Problem focused coping, stres menyusun skripsi.
Analisis faktor komitmen organisasional tim pada perusahaan rintisan (startup) dengan pendanaan bootstrapping di Bali Dwi Laksono Abdullah; Ni Made Swasti Wulanyani
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus: Kesehatan Mental dan Budaya 1 (2020)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/

Abstract

Komitmen organisasional penting untuk menjaga keberlangsungan organisasi. Anggota tim yang memiliki komitmen organisasional yang tinggi sangat diperlukan oleh perusahaan rintisan (startup) yang didirikan dengan pendanaan bootstrapping, karena keterbatasan dana yang dimiliki seringkali tidak dapat membayar gaji anggota tim. Komitmen organisasional yang tinggi di dalam tim akan menciptakan tim yang kuat untuk mencapai tujuan perusahaan rintisan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat memengaruhi komitmen organisasional tim pada perusahaan rintisan dengan pendanaan bootstrapping di Bali. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan teknik sampling jenuh dengan jumlah sampel sebanyak 61 orang. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis faktor eksploratori. Hasil analisis menunjukkan ada 11 faktor yang memengaruhi komitmen organisasional tim pada perusahaan rintisan dengan pendanaan bootstrapping di Bali, yaitu: (1) atasan mendukung pengembangan karir (33,208), (2) pekerjaan yang menyenangkan dan kebebasan berekspresi (8,205), (3) rekan kerja yang kompeten (5,612), (4) semangat kerja yang tinggi (5,560), (5) pengembangan karir dan kualitas diri (4,285), (6) rasa memiliki terhadap perusahaan rintisan (3,902), (7) kemampuan komunikasi atasan (3,437), (8) tugas yang menarik (2,908), (9) perasaan terikat dengan pekerjaan (2,659), (10) atasan memberi contoh bekerja (2,460), dan (11) detail tugas yang jelas (2,396).
Peran fasilitas belajar dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar pada mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi di Universitas Udayana Adixie Axell Arrixavier; Ni Made Swasti Wulanyani
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 7 No. 1 (2020)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2020.v07.i01.p09

Abstract

Prestasi belajar merupakan indikator utama keberhasilan sebuah proses pendidikan, utamanya bagi remaja akhir. Program beasiswa bidikmisi membantu mahasiswa yang kurang mampu dalam segi ekonomi namun terkendala oleh faktor ekonomi. Beasiswa bidikmisi mengharuskan mahasiswa untuk mendapatkan prestasi belajar yang baik. Prestasi belajar dapat dipengaruhi oleh faktor internal yaitu motivasi belajar dan faktor eksternal yaitu fasilitas belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran fasilitas belajar dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar mahasiswa bidikmisi Universitas Udayana. Subjek dalam penelitian adalah 112 orang mahasiswa bidikmisi Universitas Udayana. Pengumpulan data menggunakan skala fasilitas belajar, skala motivasi belajar, dan nilai IPK sampai semester terakhir. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi berganda. Hasil uji regresi berganda menunjukkan nilai koefisien regresi sebesar 0,240 dan nilai koefisien determinasi sebesar 0,058, dengan nilai signifikansi sebesar 0,040 (p<0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa fasilitas belajar dan motivasi belajar secara bersama-sama berperan terhadap prestasi belajar yaitu sebesar 5,8%, dan 94,2% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteiti. Nilai koefisien beta tidak terstandarisasi pada variabel fasilitas belajar sebesar -0,160 dengan signifikansi 0,368 (p>0,05) dan motivasi belajar sebesar 0,342 dengan signifikansi 0,011 (p<0,05). Motivasi belajar berperan signifikan terhadap prestasi belajar namun fasilitas belajar saja tidak berperan signifikan terhadap prestasi belajar. Dengan demikian untuk meningkatkan prestasi belajar mahasiswa dengan beasiswa bidikmisi diperlukan dukungan fasilitas belajar dan motivasi belajar, bukan hanya fasilitas belajar saja. Bidikmisi scholarship is one of the government programs for students who have a problem with their economic. The Bidikmisi scholarship requires the students to get good learning achievements. Learning achievement is the main indicator of a successful educational, especially for teens. Learning achievements are influenced by internal factor namely learning motivation and external factor which is learning facilities. This study aims at finding out the role of learning facilities and learning motivation toward learning achievement in Bidikmisi Students at Udayana University. The subjects in the study were 112 Bidikmisi students at Udayana University. The data was collected through a scale of learning facilities, a scale of learning motivation, and GPA scores until the last semester. The technique used to analyzed data was a multiple regression test. The results showed a regression coefficient of 0.240 and a coefficient of determination of 0.058, with a significance value of 0.040 (p <0.05). These results indicate that learning facilities and learning motivation contribute to learning achievement in the amount of 5,8%, and 94,2% are influenced by other variables that are not examined. The coefficient value of beta unstandardized in the learning facilities variable of -0.160 with a significance of 0.368 (p> 0.05) and learning motivation of 0.342 with a significance of 0.011 (p <0.05). Learning motivation influence to the learning achievement, however learning facilities play a not significant role in learning achievement. Thus to improve student learning achievement with Bidikmisi scholarships it is necessary to support learning facilities and learning motivation, not just learning facilities.
Peran kekuatan karakter harapan, spiritualitas dan kebaikan terhadap resiliensi penduduk di pemukiman kumuh di Denpasar Barat Made Ayu Dyah Indriana Sari; Ni Made Swasti Wulanyani
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus: Kesehatan Mental dan Budaya 2 (2020)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/

Abstract

Studi pendahuluan menunjukkan bahwa salah satu faktor psikologis yang dimiliki oleh penduduk di pemukiman kumuh Denpasar Barat untuk bertahan hidup adalah resiliensi. Resiliensi adalah kemampuan individu untuk mengatasi dan meningkatkan ketahanan diri terhadap situasi yang menekan dan traumatis dalam kehidupannya. Karakteristik personal yang membentuk resiliensi adalah kekuatan karakter. Kekuatan karakter adalah proses dan mekanisme yang mendasari dan menggambarkan nilai kebajikan dalam diri manusia yang memungkinkan individu berkembang dan memiliki kehidupan yang baik. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui apakah ada peran Kekuatan karakter Harapan, Spiritualitas dan Kebaikan terhadap resiliensi penduduk di pemukiman di Denpasar Barat. Subjek penelitian adalah 110 penduduk pemukiman kumuh yang berusia 25-60 tahun. Kekuatan karakter Harapan, Spiritualitas, dan Kebaikan diukur dengan skala VIA-Character Strength milik Peterson dan Seligman. Metode regresi berganda digunakan untuk menganalisa data penelitian. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa Kekuatan karakter Harapan, Spiritualitas, dan Kebaikan secara bersama-sama berperan terhadap resiliensi . Artinya secara bersama-sama ketiga variabel memberikan pengaruh sebesar 56%. Kekuatan karakter Harapan dan Spiritualitas masing-masing berperan terhadap resiliensi secara signifikan (p<0.05) namun tidak demikian halnya dengan Kekuatan karakter Kebaikan (p>0.05). Temuan ini dapat diaplikasikan untuk meningkatkan resiliensi penduduk dalam berbagai komunitas.
Co-Authors Abdullah, Dwi Laksono Aditiantoro, Muhammad Adixie Axell Arrixavier Aisyah, Aireen Rhammy Kinara Anak Agung Istri Via Aristyawati Anak Agung Ketut Agung Cahyawan Anak Agung Ketut Agung Cahyawan Wiranatha Angela Oktavia Suryani Aristyawati, Anak Agung Istri Via Arrixavier, Adixie Axell Auliani, Rizka Desak Made Wihandani Devapramod Dewantara, Made Trivikrama Dewi, Ni Putu Santika Dewi, Nyoman Ayu Trisa Mustika Dewita Anjani, I Gusti Mutiara Dwi Laksono Abdullah Edwin Adrianta Surijah Ekawati, Ni Komang Hendriks, Marc P. H. Herista Novia Widanti Hestyanti, Yohana Ratrin I A Md Dwi Purwitasari I Made Ady Wirawan I Made Krisna Dinata I Made Sudarmaja I Made Sukarsa I Nyoman Angga Wirama I Wayan Weta Ida Bagus Ananda Paramartha Immanuel, Aria Saloka Indra Lesmana Isza Gita Susanti Kadek Ayu Dwi Saputri Kadek Suar Wibawa Katleyana, Putu Avril Ketut Tirtayasa Lestari, Ni Komang Ayu Indah Luh Made Indah Sri Handari Adiputra Luh Putu Ratna Sundari Made Ayu Dyah Indriana Sari Made Diah Lestari Made Trivikrama Dewantara Maharani, Ni Luh Putu Devita Maulida Rohmah Fauziah Muhammad Aditiantoro Muhammad Irfan Nahya Qisthi Buchari Ni Komang Ekawati Ni Luh Indah Desira Swandi Ni Luh Putu Devita Maharani Ni Made Ari Suartini Ni Made Ayu Yulia Raswati Teja Ni Made Tisnawati Ni Nyoman Ayu Dewi Ni Nyoman Ayu Dewi Ni Putu Santika Dewi Ni Wayan Wisswani Nurwijayanti Nyoman Ayu Trisa Mustika Dewi Pratama, Putu Yoga Sukma Prihandhani, I Gusti Agung Ayu Sherlyna Putu Avril Katleyana Putu Cintya Denny Yuliyatni Putu Gede Arya Sumertha Yasa Putu Gede Arya Sumertha Yasa Putu Yoga Sukma Pratama Putu Yuris Audia Mahadyasa Rizka Auliani Saputri, Kadek Ayu Dwi Sari, Made Ayu Dyah Indriana Shaheen, Shabeena Sunyoto, Rivaldi Suryonugroho Susanti, Isza Gita Swasti, Ni Kadek Candra van Luijtelaar, Gilles Wahyuddin, Wahyuddin Widari, Ni Nyoman Tri Puspa Widhianingtanti, Lucia Trisni Widiastuti, Ni Nyoman Eri Wirama, I Nyoman Angga