Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : AQUATIC SCIENCE

CLIMATE PHENOMENON OF LA NIñA AND EL NIñO ADVANCES ON VARIATION IN SEA WATER LEVEL OF LEMBEH STRAIT AND SANGIHE WATERS ., Riyadi; Tarumingkeng, Adri A; Djamaluddin, Rignolda; Mamuaya, Gybert E
AQUATIC SCIENCE & MANAGEMENT Edisi Khusus 1 (2013): Mei
Publisher : Graduate Program of Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jasm.0.0.2013.2273

Abstract

Coastal Waters of Lembeh Strait characterizes by small waves and bathymetry undulation. While Sangihe waters have big waves, coastal bays with gently sloping beaches and flawless beaches that are generally steep headlands or cliffs on the shoreline. Differences in these two characters are interesting to watch, especially the value of the Mean Sea Level (MSL). The Least square method is the method of calculating the tidal harmonic constants which are the amplitude and phase lag. Formzahl number calculation is used to determine the type of the tidal in these two waters. The Formzahl numbers of these two waters ranged from 0.26-1.5, so there was no difference in the tidal type. The type of tidal of these two waters was catagorised as Mixed Tide Prevailing Semidiurnal, which is generally in eastern Indonesia waters. Comparison of the fluctuation of Mean Sea Level (MSL) in Lembeh Strait waters in normal climatic conditions, lanina and elnino showed the difference in height. In elnino condition, the MSL value was 87 mm lower (5.9%) than in normal operating condition (1387 mm), and in lanina condition, the average of MSL was higher 51 mm (3.46%) of the normal condition (1525 mm). While in normal climatic conditions, the MSL was 1474 mm© Perairan laut di Selat Lembeh mempunyai karakteristik gelombang kecil dan batimetri berundulasi.  Sedangkan di perairan Sangihe memiliki gelombang besar, pantai teluk berparas pantai landai dan pantai tanjung yang umumnya terjal atau bertebing pada garis pantai. Perbedaan dua karakter ini menjadi hal yang menarik untuk diamati, terutama muka air laut rerata (MLR). Metode least square adalah metode perhitungan pasang surut yang digunakan untuk menghitung konstanta harmonik yaitu amplitude dan kelambatan fase. Dengan perhitungan bilangan Formzahl akan mengetahui tipe pasang surut di kedua perairan tersebut. Diperoleh bilangan Formzahl perairan tersebut berkisar antara 0,26-1,5, sehingga tidak ada perbedaan tipe pasang surutnya. Tipe pasang surut antara kedua perairan ini adalah tipe pasang surut campuran condong ke harian ganda. Pasang surut jenis ini banyak terdapat di perairan Indonesia bagian timur.  Perbandingan fluktuasi muka laut rerata (MLR) di perairan Selat Lembeh pada kondisi iklim normal, El Niño dan La Niña menunjukkan perbedaan ketinggian. Di mana pada kondisi El Niño mempunyai muka laut rerata (MLR) lebih rendah 87 mm (5,9%) dari kondisi normalnya yaitu 1387 mm dan pada kondisi La Niña mempunyai muka laut rerata (MLR) lebih tinggi 51 mm (3,46%) dari kondisi normalnya yaitu 1525 mm. Sedangkan pada kondisi iklim normal muka laut rerata (MLR) adalah 1474 mm©
Analisis kesesuaian lahan dan daya dukung ekologis untuk wisata rekreasi pantai di kawasan ekowisata pesisir Deaga, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Analysis of land suitability and ecological carrying capacity for beach recreation in the coastal ecotourism area of Deaga, southern Bolaang Mongondow Regency) Rauf, Aprianto; Djamaluddin, Rignolda; Wantasen, Adnan S
AQUATIC SCIENCE & MANAGEMENT Vol 8, No 1 (2020): APRIL
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jasm.8.1.2020.31311

Abstract

Coastal tourism industry grows very fast, so it is very potential to be used as an alternative business to increase the income and welfare of coastal communities. The development of an optimal tourism area requires good planning and management. This study assesses the suitability of land for coastal recreational tourism activities in Deaga Village, Southern Bolaang Mongondow Regency, by measuring the biophysical and supporting parameters at 8 observation stations on Deaga Beach, as well as the ecological carrying capacity of the environment calculated by considering the ecological potential of visitors. The results of the analysis of the suitability of tourism in Deaga Village are categorized as ‘very suitable’ for beach recreation activities with ecological carrying capacity that can accommodate 113 visitors per day. Thus, the coastal recreation tourism business in Deaga Village is very potential to be developed; and by paying attention to the ecological carrying capacity, this can be sustainable.---Pertumbuhan industri pariwisata pesisir berlangsung sangat cepat sehingga sangat potensial dijadikan alternatif usaha untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat pesisir. Pengembangan kawasan wisata yang optimal memerlukan perencanaan dan pengelolaan yang baik. Penelitian ini menilai kesesuaian lahan untuk kegiatan wisata rekreasi pantai di Desa Deaga, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, dengan mengukur parameter biofisik dan penunjang di 8 (delapan) stasiun pengamatan di Pantai Deaga serta daya dukung ekologis lingkungan, yang dihitung dengan mempertimbangkan potensi ekologis pengunjung. Hasil analisis menunjukkan, kesesuaian lahan wisata di Desa Deaga dikategorikan ‘sangat sesuai’ untuk kegiatan rekreasi pantai dengan daya dukung ekologis yang dapat menampung wisatawan 113 orang/hari. Dengan demikian, usaha wisata rekreasi pantai di Desa Deaga sangat potensial dikembang; dan dengan memperhatikan daya dukung ekologis, maka usaha ini dapat berkelanjutan.
Characteristics of sea surface current during the second transitional monsoon in the Bangka strait, North Sulawesi, Indonesia Kusumawardani, Niken; Djamaluddin, Rignolda; Angmalisang, Ping Astony; Manu, Lusia; Pelle, Wilmy Etwil
JASM Vol. 12 No. 1 (2024): APRIL
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jasm.v12i1.55445

Abstract

Understanding the dynamics of surface currents in the Bangka Strait is crucial for various maritime and coastal activities. This strait connects Likupang, a super-priority tourism destination, with other islands in North Sulawesi. These activities include navigation safety, inter-island transportation, fisheries, search and rescue operations, and marine pollution control. This study investigated the characteristics of currents in the strait using a hydrodynamic model called Delft3D. The result revealed that the currents exhibit a tidal pattern, with dominant westward flow during floods and eastward flow during ebb. Maximum sea current velocity during spring tide in the second transition monsoon occurred in September 2022, with an average speed of 102.67 cm/s. Current ellipse analysis confirmed the tidal type of the currents.
Co-Authors Adnan Wantasen Adri A Tarumingkeng Adrie A. Tarumingkeng Agung B. Windarto, Agung B. Agung Windarto Alex D. Kambey Angmalisang, Ping Astony Antonius P. Rumengan Antonius P. Rumengan Ari Berty Rondonuwu Azani, Audia Azizah Bataragoa, Nego Buamona, Dedi Calvyn F. A. Sondak, Calvyn F. A. Carolus P. Paruntu Darus S. Paransa Dien, Heffry Veibert Edwin L.A. Ngangi Esry T Opa Esther D. Angkouw Gabriel F. Tulung Gaspar D. Manu, Gaspar D. Glorima J. A. Tijow Godwin Parulian Tindaon Gybert E Mamuaya Gybert E. Mamuaya Gybert E. Mamuaya Hermanto W. K. Manengkey Hermanto W. K. Manengkey Hermanto W.K. Manengkey Indri Manembu Inneke F. M Rumengan Irfan Sirajudin Jane M. Mamuaja Joice R.T.S.L Rimper Joshian N. W. Schaduw Joudy R. R. Sangari Kumampung, Deislie R. H. Kusumawardani, Niken Lahimade, Melisa Mamuaya, Gybert E. Manengkey, Hermanto Manengkey, Hermanto W.K. Mantiri, Desy M. H Manu, Lusia Marpaung, Renaldy Alexander Modalo, Robert Natalie D. C. Rumampuk Nurfitriani Nurfitriani, Nurfitriani Opa, Esri T. Opa, Esry P. Astony Angmalisang Pelle, Wilmy Etwil Ping A. Angmalisang Priyobudi Priyobudi Rampengan, Royke Rauf, Aprianto Rene C. Kepel Reynaldo Mangore Richard R. Mumu Ridwan Lasabuda Riyadi . Robert A. Bara Robert A. Bara Robert Owen Wahyu Royke M Rampengan Royke M. Rampengan Royke M. Rampengan Salaki, Meiske Sofie Salvatore a’Paulo Narahawarin Sandy Nur Eko Wibowo Sandy Nur Eko Wibowo Sangari, Joudy R. R. Sapsuha, Jufran Simboh, Reyvalentin Sinyal, Hengky J Situmorang, Ezra Monika Suria Darwisito, Suria Tatok Yatimantoro Wilmy E. Pelle Windarto, Firmansyah Candra Yatimantoro, Tatok Yongky W. Bawangun