Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Analisa Pola Kegagalan Balok Beton Menggunakan GFRP Bar Tanpa Selimut Beton Husein, Saddam -; Djamaluddin, Rudy; Irmawaty, Rita; Kusnadi, Kusnadi
Jurnal Penelitian Enjiniring Vol 24 No 1 (2020)
Publisher : Center of Techonolgy (COT), Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25042/jpe.052020.02

Abstract

SADDAM HUSEIN. Analisa Pola Kegagalan Balok Beton Menggunakan GFRP Bar Tanpa Selimut Beton (dibimbing oleh Rudi Djamaluddin dan Rita Irmawaty) Struktur beton bertulang yang menggunakan tulangan baja pada daerah korosif, menjadi rawan terhadap kerusakan atau penurunan kekuatannya akibat korosi.Korosi pada tulangan baja merupakan salah satu faktor penyebab menurunnya kekuatan struktur beton bertulang. Salah satu material yang dikembangkan mengatasi korosi adalah penggunaan material tulangan GFRP (Glass Fiber Reinforced Polymer). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kapasitas lentur dan pola kegagalan balok beton tanpa selimut dengan menggunakan material tulangan GFRP bar. Desain penelitian merupakan eksperimental laboratorium dengan rekapitulasi sebanyak 6 sampel yang terdiri dari 2 Balok beton menggunakan tulangan baja dengan selimut beton, 2 balok beton menggunakan tulangan GFRP bar dengan selimut beton, 2 balok beton menggunakan GFRP bar tanpa selimut beton. Metode pengujian dilakukan dengan dengan pengujian lentur statik monotonik dan Analisis data menggunakan uji kondisi retak awal dan kondisi ultimit. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kapasitas lentur pada balok dengan tulangan GFRP bar lebih besar dibandingkan dengan balok tulangan baja dan mampu meningkatkan kapasitas lentur balok dalam menahan beban sebesar 39.76 %, pola kegagalan beton yang terjadi pada balok tulangan baja mengalami kegagalan lentur tekan ditandai dengan retakan yang terjadi pada sisi tertekan dan membentuk retakan tegak dengan sumbu netral beton yang tertekan, sedangkan pada balok beton tulangan GFRP tanpa selimut mengalami kegagalan keruntuhan tekan geser dengan kondisi tulangan berdeformasi (bi-linear) dengan retak miring dan secara tiba-tiba menjalar menuju sumbu netral beton yang tertekan sehingga terjadilah keruntuhan secara tiba-tiba. SADDAM HUSEIN.Failure mode analysis of concrete Beams Using GFRP rebar Without concrete cover (supervised by Rudi Djamaluddin and Rita Irmawaty) Reinforced concrete that uses rebar steel in corrosive areas, are prone to damage or decreased strength due to corrosion. Corrosion in the steel reinforcement is one of the factors that decreasing strength of reinforced concrete. One of the materials developed to overcome corrosion is the use of GFRP (Glass Fiber Reinforced Polymer) reinforcement material. This study aims to analyze the flexural capacity and failure mode of concrete beams without concrete cover using material GFRP bar as reinforcement. The research design was an experimental laboratory with a recapitulation of 6 samples consisting of 2 beams using steel reinforcement with concrete cover.2 concrete beams using reinforcement GFRP bar with concrete cover, 2 beams using GFRP bars without concrete cover. The research method uses the monotonic static flexure and analyzing the data using the initial crack condition and ultimate conditions test. The results of the research indicate the flexural capacity of the beams with GFRP bar reinforcement is higher than steel reinforcement beams and can increase 39.76% of the flexural capacity of the beams in holding loads , the failure mode analysis occurs in steel reinforcing beam experiences compressive failure. Failure was characterized by cracks that occur on the depressing side and form an upright crack with the neutral axis of the compressed concrete, whereas in GFRP reinforced concrete beams without concrete cover, failure of shear compression with conditions of deformed reinforcement (bi-linear) with sloping cracks and suddenly spread towards the neutral axis of the compressed concrete so that there was a sudden collapse.
Analisis Pola Kegagalan Balok Sistem Rangka dengan Perkuatan di Daerah Tumpuan Darwis, Mardis; Djamaluddin, Rudy; Irmawaty, Rita; Amir, Astiah
Jurnal Penelitian Enjiniring Vol 24 No 1 (2020)
Publisher : Center of Techonolgy (COT), Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25042/jpe.052020.03

Abstract

The previous research of using truss system reinforcement in the beam without concrete (BTR) in the tension zone causes a decrease in flexural capacity due to the failure in the area near the support. Therefore, it is necessary to add tensile reinforcement in the support zone. This study aims to analyze the ultimate capacity of the truss system concrete beam strengthened with tensile reinforcement and to analyze the effect of tensile reinforcement in support zone due to crack pattern. This study was conducted experimentally in the laboratory. The dimension of truss reinforced concrete specimens are 15 cm x 20 cm x 330 cm that added tensile reinforcement with three types of length, they are BTRP 40D, BTRP 50D, and BTRP 60D, where D (13 mm) is diameter of tensile reinforcement. The flexural test is carried out by monotonic static loading. The results showed that tensile reinforcement in BTRP 40D was not able to carry the ultimate capacity due to premature failure in the support zone. while BTRP 50D and BTRP 60D specimens can enhance the ultimate capacity without facing premature failure in the support zone. The tensile reinforcement of 60D has the highest ultimate capacity because it can carry the biggest loads and minimum crack pattern.
Peningkatan Kualitas Hidup dan Resiliensi Masyarakat Bontoa Melalui Sosialisasi Rumah Layak Huni, Sehat dan Tahan Gempa ., Fakhruddin; Parung, Herman; Tjaronge, Wihardi; Djamaluddin, Rudy; Irmawaty, Rita; Caronge, Muhammad Akbar; Bakri, Bambang; Mushar, Pratiwi; Harusi, Nurul Masyiah Rani
JURNAL TEPAT : Teknologi Terapan untuk Pengabdian Masyarakat Vol 8 No 1 (2025): Community Empowerment through Higher Education Community Service Programs
Publisher : Faculty of Engineering UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25042/jurnal_tepat.v8i1.576

Abstract

Permasalahan kualitas hunian di Desa Pajukukan, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, menjadi isu krusial yang memerlukan perhatian segera karena banyaknya rumah tidak layak huni dengan konstruksi lemah, sanitasi buruk, dan ventilasi tidak memadai. Kondisi ini tidak hanya membahayakan kesehatan dan keselamatan penghuni, tetapi juga meningkatkan risiko kerusakan dan korban saat terjadi bencana, seperti banjir dan gempa bumi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya rumah layak huni, sehat, dan tahan gempa melalui sosialisasi yang melibatkan metode ceramah, demonstrasi, dan diskusi kelompok. Subjek kegiatan terdiri dari 25 peserta yang mencakup perwakilan keluarga dan pemangku kepentingan di Kecamatan Bontoa. Observasi dilakukan untuk mengukur pemahaman awal dan akhir peserta serta efektivitas sosialisasi dalam menyampaikan informasi terkait teknik pembangunan rumah aman, pemilihan bahan bangunan lokal, dan perawatan berkala. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta, dengan skor pre-test sebesar 40% yang meningkat menjadi 82% pada post-test. Hal ini mengindikasikan bahwa peserta memiliki pemahaman yang baik mengenai prinsip dasar konstruksi rumah tahan gempa serta pentingnya ventilasi dan sanitasi yang optimal. Dampak positif lainnya adalah munculnya inisiatif dari beberapa peserta untuk memperbaiki rumah mereka dengan menerapkan prinsip-prinsip yang diajarkan. Selain meningkatkan kesadaran, kegiatan ini juga mendorong pemanfaatan bahan bangunan lokal sebagai langkah untuk mendukung ekonomi masyarakat setempat. Dengan pendekatan edukasi dan pemanfaatan sumber daya lokal, kegiatan ini diharapkan memberikan dampak berkelanjutan dalam upaya menciptakan hunian yang lebih layak, sehat, dan tahan gempa, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat di daerah rawan bencana.
DEBONDING FAILURE PADA BALOK BETON BERTULANG DENGAN PERKUATAN LEMBAR GFRP YANG DIPENGARUHI BEBAN BERULANG DAN RENDAMAN AIR LAUT Tata, Arbain; Raffel, Anthonius Fredirik; Djamaluddin, Rudy
JURNAL SIPIL SAINS Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/sipilsains.v8i16.870

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis model kegagalan pada balok beton bertulang denganperkuatan lembar GFRP yang dipengaruhibeban berulang dan rendaman air laut. Benda uji yang digunakan adalah balok beton bertulang dengan mutu beton f’c 25 MPa. Benda uji dengan perkuatan lembaran GFRP direndam dalam kolam yang berisi air laut dengan variasi waktu masing-masing hingga 12 (dua belas) bulan. Pengujian dilakukan dengan beban berulang hingga gagal. Dalam penelitian ini, dibuat benda uji balok dengan panjang tiga meter dan penampang 200 mm x 150 mm. Beton Normal (BN)jenis balok sebagai balok control, Balok beton normal yang telah diperkuat dengan GFRP (BFK) yang masing-masing dibebani dengan monotonic. Balok utamadengan perkuatan(BF) balok beton yang telah diperkuat dengan GFRP direndam dengan air laut dalam kolam perendaman, lalu masing-masing dibebani beban fatik. Pengujian beban fatik diterapkan pada beban minimum 4 kN dan beban maksimum 24 kN. Beban berulang pada balok beton dengan frekuensi 1,5 Hz. Pengujian ini menunjukan balok BN mengalami kegagalan setelah 800.000 sedangkan BF mengalami kegagalan setelah 1.200.000 siklus. Kondisi tersebut menunjukkan terjadi peningkatan umur fatik yang signifikan akibat penguatan GFRP. Terjadi peningkatan kapasitas lentur pada benda uji yang diperkuat GFRP hingga 60% BFterhadapBN.Namun setelah adanya perendaman satu tahun terjadi penurunan kekuatan hingga 2%. Hal ini diindikasikan oleh melemahnya kapasitas rekatan GFRP-S yang dipengaruhi oleh rendaman air laut dan beban fatik.Terindikansi adanya penurunan kapasitas rekatanyang menyebabkan proses debonding pada benda uji dan mempercepat terjadi kegagalan struktur.
Beban Ultimit Balok Beton Bertulang Hasil Perbaikan dan Perkuatan Menggunakan FRP Mansur, Achmad Zultan; Djamaluddin, Rudy; Parung, Herman; Irmawaty, Rita
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2022: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.285 KB)

Abstract

Struktur beton bertulang memiliki potensi sebagai konstruksi yang tahan lama, elastis dan kuat terhadap berbagai beban dan mampu menahan berbagai kondisi lingkungan yang merugikan. Namun, kegagalan dalam struktur masih dominan terjadi akibat korosi pada tulangan sehingga masa layan konstruksi menjadi berkurang. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penggunaan GFRP dan sika grout 215 bagi kondisi balok spalling. Metode yang dilakukan adalah metode eksperimental yang dilakukan di laboratorium dengan membuat 6 benda uji balok 3,3x0,15x0,2 m. Hasil penelitian menunjukkan bahwa balok dengan perkuatan GFRP mampu meningkatkan kapasitas beban maksimum terhadap balok kontrol yaitu sebesar 8.08%. Kondisi beton variasi yang tidak monolith serta kaku sangat mempengaruhi nilai kapasitas balok lentur. Mode kegagalan yang terjadi pada balok GFRP adalah kegagalan lekatan antara beton dan GFRP.
Pengaruh Variasi Jarak Baut Terhadap Perilaku Geser Balok Beton Bertulang yang diperkuat dengan Panel Mortar Geopolimer Fakhruddin, Fakhruddin; Irmawaty, Rita; Djamaluddin, Rudy; Wardhana, Radix Dwi
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 13 No. 2 (2023): Volume 13 Nomor 2, September 2023
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v13i2.873

Abstract

Abstrak Penelitian ini menyajikan perilaku balok beton bertulang yang diperkuat dengan panel mortar geopolimer dan serat Polyvinyl Alcohol  (PVA). Benda uji terdiri atas 3 buah balok dengan dimensi 150x300 mm dan panjang 2300 mm. Panel mortar geopolimer dipasang pada bentang geser balok beton bertulang dengan variasi jarak antar baut 200 mm (GM-200) dan 300 mm (GM-300). Hasil penelitian dibandingkan berdasarkan pendekatan beban-lendutan, beban maksimum, perilaku beban regangan tulangan dan beton, dan pola retak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas geser balok meningkat sebesar 34.98% (GM-W-200) dan 28.81% (GM-W-300) dibandingkan dengan balok kontrol (CB). Selain itu, variasi jarak baut juga berpengaruh signifikan terhadap pola kegagalan balok. Balok dengan jarak antar baut 200 mm menunjukan pola kegagalan lentur dan daktail, sementara balok dengan jarak antar baut 300 mm menunjukan pola kegagalan geser yang getas. Kata kunci: beton bertulang, jarak antar baut , mortar geopolimer, perkuatan   Abstract This study presents the behavior of reinforced concrete (RC) beams strengthened with geopolymer mortar panels and Polyvinyl Alcohol (PVA) fibers. fibers. The specimens consist of three RC beams with dimensions of 150x300 mm and length of 2300 mm. Geopolymer mortar panels are installed on shear spans of RC beams with variations in the distance between the bolts of 200 mm (GM-W-200) and 300 mm (GM-W-300). The study results were compared with the control beam (CB) without strengthening. The shear behavior of the beams was discussed based on the load-deflection behavior, the maximum load, the reinforcement and concrete stress-strain behavior, and the crack pattern. The results indicated that the shear capacity of the strengthened beams increased by 34.98% (GM-W-200) and 28.81% (GM-W-300) compared to the control beam (CB). In addition, differences in bolt spacing had a significant influenceon beam failure patterns. Beams with a bolt sapcing of 200 mm exhibited ductile bendingfailure, whereas beams with a bolt spacing of 300 mm showed brittle shear failure. Keywords: bolt spacing, mortar geopolymer, reinforced concrete, reinforcement
Pengaruh Karakteristik Agregat Terhadap Kuat Tekan Beton Mutu Tinggi Amir, Andi Ahdan; Parung, Herman; Djamaluddin, Rudy
FROPIL (Forum Profesional Teknik Sipil) Vol 11 No 1 (2023): FROPIL (Forum Profesional Teknik Sipil)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/fropil.v11i1.4100

Abstract

The aggregate's quality, geology, geography, climatic conditions, and the technique used to manufacture aggregate all have an effect on the quality of high-strength concrete. In this study, the characteristics of the fine and coarse aggregate from the three sources the Jeneberang, Maros, and Pangkajene rivers—were examined, as well as their effects on the compressive strength of high-strength concrete. The research was conducted in stages, which included the testing of coarse and fine aggregate characteristics, composition of concrete, creat of concrete specimens, compressive strength test, and analysis of aggregate characteristics effect on the compressive strength of high-strength concrete. The results showed that that the fine aggregate characteristics of the Jeneberang River as a whole are better than those of the Maros River and Pangkajene River. While the coarse aggregate properties of the main Lekopancing River are greater than the coarse aggregate characteristics of the Pangkajene River and Jeneberang River. The compressive strength varies based on the fine and coarse aggregates used. Results of the linear regression study of the correlation of aggregate features to fine aggregate compressive strength showed a considerable influence contribution; Organic content 99.6%, water content 86.7%, specific gravity 98.2%, volume weight 98%, absorption 98.8%, and fine modulus 90.3%. Sludge content has an approximate 7% impact. Similarly, the coarse aggregate of parameters showed effect: wear 99.8%, water content 99.8%, specific gravity 99.2%, volume weight 92.6%, and absorption 76.2%, with exception of sludge content, which is only 33.2% 33.2%, and fine modulus 29.8%.