Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Implementasi Keterampilan Dasar Konseling Guru BK SMK Kota Semarang Hindun Sri Rahmawati; Edy Purwanto; Mulawarman Mulawarman
Jurnal Consulenza : Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi Vol 3 No 1 (2020): Maret
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/jcbkp.v3i1.724

Abstract

The research aims: (1) to describe the level of understanding and application of basic counseling communication by school counselors, and (2) to propose an alternative to improve basic skills counseling. This research is a descriptive quantitative research. The data collection method by providing a questionnaire consisting of 30 statements on a Likert scale. Based on the test of reliability with cronbach's alpha calculation the questionnaire that was compiled had a reliability of 0.846. Analysis of the data used is descriptive statistics with quartile measurements. The study population was Semarang City Vocational School counselors, simple random sampling involving 104 people as samples. The results is the five lowest aspects of implementation are: (1) increasing the client's self-esteem; (2) planning for the final stages of counseling; (3) share what the client / counselee feels, feels and thinks with the client; (4) creating a comfortable atmosphere in the initial stages of counseling; and (5) challenge the counselee to see inconsistencies in words and actions. Increasing the professional competence of vocational school counselors in understanding and applying basic attending counseling is important. The next researcher is recommended to develop this research with different methods and more specifically on other aspects of counseling. Keywords: School Counselor,Basic Skill Counseling, Attending
Focused classroom meeting model of teaching for enhancing students’ achievement motivation Edy Purwanto; Sunawan Sunawan
Jurnal Cakrawala Pendidikan Vol 41, No 3 (2022): Cakrawala Pendidikan (October 2022)
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/cp.v41i3.49238

Abstract

There have been different models of achievement motivation models proposed in the literature. This article aims to examine the effectiveness of the Focused Classroom Meeting Model of Teaching (FCMMT) which is based on the Trisula Model of Achievement Motivation in English as a foreign language setting. The effectiveness of FCMMT was examined through experimental research with randomized pre-test post-test control group design. The subjects consisted of 40 students of 11th Grade who were randomly selected from a senior high school. They were, then, randomly assigned into two different groups, namely experimental and control groups. The experimental group received FCMMT of teaching model intervention, while the control group was given classroom management intervention by applying the experimental design of the control group pre-test multiple post-tests. Both experimental and control groups received teaching intervention for 12 sessions (90 minutes per session; twice per week). The achievement motivation scale used was adapted from the Motivated Strategies for Learning Questionnaire (MSLQ). The result of the experiment showed that FCMMT was effective in enhancing students’ achievement motivation. This study provides an alternative new model empirically found effective for increasing student achievement motivation, namely task value, self-efficacy, and goal orientation.
The Effectiveness of Motivational Interviewing in Reducing Student Smartphone Addiction Arif Setiawan; Dwi Yuwono Puji Sugiharto; Edy Purwanto
PSIKOPEDAGOGIA Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 11, No 1: June 2022
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/psikopedagogia.v11i1.22313

Abstract

This study examined the effectiveness of motivational interviewing in alleviating students' smartphone addiction. To this end,  an experimental study with a repeated pretest-posttest design was applied. This study involved six students recruited using a purposive sampling technique based on their high smartphone addiction level. The data were collected using Kwon et al.'s (2013) smartphone addiction scale -short version (SAS-SV) and analyzed using mixed ANCOVA repeated measure.  The motivational interviewing was conducted in four sessions for each participant, which was in the form of an individual counseling session. The study result showed that the mean score of T1 was 56.67 (SD =1.75) and dropped to 30.67 in T4 (SD = 0.82). In general, motivational interviewing is effective in reducing students' smartphone addiction. This study showed that motivational interviewing is recommended for school counselors in order to reduce students' smartphone addiction.
Analisis Implementasi Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) Pada Sektor Kesehatan Dalam E-Procurement Secara E-Catalog Guna Mendorong Utilisasi Produk Dalam Negeri Dan Mewujudkan Indonesia Yang Mandiri Edy Dwi Purwanto; Harsoyo Harsoyo; Aris Toening Winarni
Jurnal Media Administrasi Vol 6 No 2 (2021): Oktober : Jurnal Media Administrasi
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/jma.v6i2.472

Abstract

Dampak negative akibat pandemic COVID-19 mengakibatkan krisis global di segala aspek bidang kehidupan seluruh Negara salah satunya di Indonesia, dampak tersebut melemahkan sector perekonomian yaitu penurunan permintaan dunia terhadap barang-barang eksport asli produk Indonesia, sehingga menyebabkan ledakan besar pengangguran. Sedangkan Produk Dalam Negeri merupakan katup penyelamat bagi industri produk Usaha Mikro dan Usaha Kecil yang semula berorientasi eksport dan domestic, kini berbalik menjadi import alat kesehatan dan perbekalan farmasi berupa vaksin COVID-19. Selain dampak negative pandemic COVID-19 juga adanya dampak positife revolusi industri 4.0 atau yang dikenal dengan istilah “cyber physical system” yang melahirkan banyak perubahan hampir di semua sektor industri. Pengalihan dari cara konvensional menjadi serba internet dengan menekankan pada unsur kecepatan dan ketersediaan informasi yang dapat diakses bagi siapapun, kapanpun dan dimanapun yang membutuhkan serta memudahkan dalam jual beli barang/jasa. Era industrial 4.0 yang semakin cepat berkembang ini menjadi tantangan dan tuntutan bagi birokrasi untuk segera mereformasi mewujudkan e-government yang kreatif, inovatif, komunikatif dan transparan sehingga melahirkan berbagai layanan Pemerintah berbasis elektronik salah satunya adalah penerapan e-procurement atau yang dikenal sebagai Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah secara elektronik yang dapat dijadikan peluang bagi Produk Dalam Negeri dan bagi Usaha Mikro dan Usaha Kecil.
Model Konseling Kelompok Berbasis Nilai Akidah Islam Terhadap Coping Stress Anisatul Latifah; Anwar Sutoyo; Edy Purwanto
Jurnal Consulenza : Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi Vol 6 No 1 (2023): Maret
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/jcbkp.v6i1.1871

Abstract

Implementation of group counseling to increase the empathy of class VII students at SMP IT An Nahl. The type of research used is descriptive qualitative. The population in the study were all students of class VII at SMP IT An Nahl. The sampling method used simple random sampling technique as many as 8 students in class VII C. The results showed that the implementation of group counseling at the first meeting of students mostly did not respond to friends who were expressing opinions. There is only one student who is able to show empathy, such as respecting a friend who is talking by responding and giving feedback. This student is classified as an indicator of empathy. In the second meeting, there were six students who included indicators of empathy to think, understand, feel and communicate, such as students who actively asked questions, dared to express their opinions and were able to respond to their friends' responses. In the third meeting, all students actively argued and asked questions without being appointed by the group leader. This shows that empathy indicators have been realized by every student. Keywords: Coping stress; group counseling; islamic aqidah value  
Kolaborasi Bimbingan Orangtua, Guru, dan Tokoh Masyarakat dalam Kesuksesan Pembelajar Dasar di Era Digital Farida; Mungin Eddy Wibowo; Edy Purwanto; Sunawan Sunawan
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manusia lahir dengan seluruh potensi yang perlu untuk dikembangkan oleh lingkungan, diawali oleh orang tuanya (lembaga informal) dan dilanjutkan oleh guru (di lembaga pendidikan) serta masyarakat (lembaga non formal). Tulisan ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana kolaborasi bimbingan orang tua, guru, dan masyarakat dapat berkontribusi dalam kesuksesan pembelajar dasar di era digital dan faktor-faktor yang mempengaruhi hal tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sementara teknik analisis data dalam penelitian ini mengadaptasi pola yang digunakan oleh Miles dan Huberman, yaitu tahapan reduksi data, penyajian data, dan kemudian dilanjutkan dengan pengambilan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah : (1) Bentuk-bentuk kolaborasi dalam kesuksesan pembelajar di era digital seperti kolaborasi orang tua dapat dilakukan dengan cara membangun komunikasi yang harmonis dengan pembelajar dasar, kolaborasi guru dapat dilakukan dengan melakukan aktivitas yang beragam di luar kegiatan belajar mengajar dengan menyediakan waktu berkonsultasi dan kunjungan dengan pendekatan kekeluargaan, koaborasi dengan tokoh masyarakat dapat dilakukan dengan cara aktualisasi keteladanan sosial; (2) Faktor pendukung kesuksesan pembelajar di era digital, yaitu keterlibatan orangtua dalam memberikan ruang psikologis yang nyaman bagi pembelajar dasar ketika belajar bersama keluarga, kompetensi guru yang rata-rata sarjana memungkinkan guru memiliki wawasan luas dalam proses belajar maupun memanajemen kelas, serta tokoh masyarakat terlibat secara aktif maupun pasif pada jam belajar pembelajar dasar. Sementara faktor penghambat kesuksesan pembelajar di era digital yaitu kerjasama seluruh aspek pendidikan (orangtua, guru dan tokoh masyarakat) yang kurang integral.
Internalisasi Nilai Filosofi Tembang Lir Ilir dalam Layanan Bimbingan dan Konseling Diana Dewi Wahyuningsih; Mungin Eddy Wibowo; Edy Purwanto; Mulawarman Mulawarman
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tembang lir ilir dikenal sebagai kearifan lokal yang mendunia. Nilai filosofi tembang lir ilir dapat diterapkan dalam pembentukan karakter melalui layanan bimbingan dan konseling. Artikel ini membahas tentang makna nilai tembang lir ilir dalam pembentukan karakter. Internalisasi nilai tembang lir ilir memiliki makna yang dalam bila digunakan dalam pembentukan karakter dan dapat diterapkan dalam layanan bimbingan dan konseling. Penelitian ini menggunaan metode kualitatif, deskriptif dengan pengumpulan data dokumentasi kepustakaan serta analisis data dengan metode analisis isi. diartikan sebagai generasi muda yang masih memiliki waktu untuk berproses maju dan diharapkan memiliki tanggung jawab akan perilakunya, dengan harapan akan membangun dan memajukan bangsa. Makna dari setiap bait tembang lir ilir dapat digunakan sebagai dasar dari pendidikan karakter dan membangun nilai-nilai moral siswa. Layanan dalam bimbingan dan konseling menjadi salah satu cara untuk membentuk pendidikan karakter siswa, dengan menggunakan layanan bimbingan kelompok pendidikan karakter dapat diterapkan kepada siswa.
Peran Relasi Dalam Keluarga dalam Membentuk Konsep Self pada Wanita Pelaku Self-Injury Erna Agustina Yudiati; Dwi Yuwono Puji Sugiharto; Edy Purwanto; Sunawan Sunawan
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nonsuicidal Self-Injury (NSSI) yang lebih dikenal dengan self-injury atau self-harm, merupakan tindakan yang dilakukan dengan sengaja untuk melukai diri sendiri. Pelaku self-injury melukai dirinya tidak untuk menciptakan rasa sakit fisik, tetapi untuk menenangkan rasa sakit emosional yang mendalam. Sebuah tinjauan literatur menunjukkan bahwa kelompok-kelompok ini pernah melakukan self-injury : sekitar 18% remaja (usia 10-17 tahun) dan 13% orang dewasa awal (usia 18-24 tahun) telah melukai diri sendiri; sekitar 20% di antaranya adalah mahasiswa. Banyak orang yang melukai diri sendiri tumbuh dalam keluarga dimana ekspresi emosi dan kemarahan tidak ditoleransi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif studi kasus, pengumpulan datanya dengan wawancara semi terstruktur, observasi, dan studi documenter. Responden penelitian ini adalah : Ayah dan ibu pelaku self-injury, 5 pasang, dan bersedia menjadi responden. Analisis Data yang digunakan adalah Model Miles dan Huberman (1994). Hasilnya ada sembilan tema yang menggambarkan bahwa orangtua yang memberi pengaruh paling kuat dalam pembentukan konsep diri pada anak, kurang dapat menjalankan fungsi dan perannya sebagaimana mestinya. Peran keluarga, terutama orangtua sangat dibutuhkan untuk mengembangkan konsep diri anak menjadi lebih positif, agar dapat mengatasi tindakan NSSI.
Sinergi Antara Perguruan Tinggi-Pemerintah-Industri dengan Penyandang Disabilitas Esthi Rahayu; DYP Sugiharto; Edy Purwanto; Awalya Awalya
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil-hasil penelitian di negara barat, diketahui bahwa penyandang disabilitas mengalami kendala dalam memeroleh pekerjaan. Hal ini disebabkan masih ada diskriminasi untuk mereka. Pemberi kerja dan masyarakat masih beranggapan bahwa mereka kurang produktif dalam bekerja. Bagaimana dengan Indoensia ?. Metode penelitian yang digunakan adalah library research, yaitu menggali hasil-hasil penelitian di Indonesia yang mengangkat tentang karir dan disabilitas. Sumber diperoleh dari sinta.kemendikbud.goid. Jurnal yang dipilih adalah jurnal yang terakrditasi SINTA 1 dan 2. Melalui hasil-hasil penelitian tersebut, diketahui bahwa ada faktor internal dan eksternal yang menghambat penyadang disabilitas dalam mendapatkan pekerjaan. Penyandang disabilitas berminat untuk membuka wirausaha tetapi masih mengalami kebingungan. Untuk mengatasi hambatan tersebut perlu ada bantuan dari luar yang dapat mendukung penyandang disabilitas dalam berkembang. Sinergi antara perguruan tinggi dengan pemerintah dan industi diharapkan dapat membantu penyandang disabilitas dalam membuka wirasuaha.
Analisis bibliometrik: Trend riset mindfulness dan humility tahun 2012 – 2022 dan implikasinya pada konseling di sekolah Rohmatus Naini; Mungin Eddy Wibowo; Edy Purwanto; Mulawarman Mulawarman
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Pendidikan karakter di Indonesia perlu ditingkatkan di seting pendidikan melalui layanan bimbingan dan konseling. Salah satu virtue yang perlu ditingkatkan yakni humility sebagai dasar pengembangan kekuatan karakter dan moral. Upaya peningkatan humility melalui layanan konseling mindfulness untuk siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan trend riset mindfulness dan humility dengan fokus riset di tahun 2012 hingga 2022 dan penjelasan implikasi layanan konseling di sekolah. Selain itu, peneliti juga menganalisis penulis yang berfokus pada riset mindfulness dan humility. Studi ini menggunakan analisis bibliometrik dengan sampel data sebanyak 999 dokumen dari pencarian google schoolar berbantuan Publish or Perish (PoP). Data tersebut kemudian disimpan dalam bentuk CSV yang diinput pada VosViewer dengan hasil 41 kata kunci yang dibagi menjadi 8 kluster sesuai dari keyword pencarian yakni mindfulness dan humility. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sangat bervariasi topik yang relevan untuk diteliti berkaitan mindfulness dan humility berdasarkan sumber bacaan dari Google Scholar Search di tahun 2012-2022. Cultural humility menjadi hasil topik pencarian yang dominan dan memiliki keterhubungan dengan pembelajaran, pedagogi, traumatic, awareness dan juga cultural competence. Implikasi dari hasil studi ini menjadikan dasar pengembangan riset terkait layanan konseling di sekolah. Abstract. Character education in Indonesia needs to be improved in educational settings through guidance and counseling services. One of the virtues that need to be improved is humility as the basis for developing character and moral strength. Efforts to increase humility through mindfulness counseling services for students. This study aims to describe the trend of mindfulness and humility research with a focus on research in 2012 to 2022 and explain the implications of counseling services in schools. In addition, researchers also analyzed authors who focused on mindfulness and humility research. This study uses bibliometric analysis with a data sample of 999 documents from a google schoolar search assisted by Publish or Perish (PoP). The data is then stored in CSV form which is inputted into VosViewer with the results of 41 keywords which are divided into 8 clusters according to the search keywords, namely mindfulness and humility. The results of the study show that there are many relevant topics for research related to mindfulness and humility based on reading sources from Google Scholar Search in 2012-2022. Cultural humility is the dominant search topic and has links to learning, pedagogy, trauma, awareness and also cultural competence. The implications of the results of this study form the basis for developing research related to counseling services in schools. Further research recommendations will be discussed in this article.