Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PERANCANGAN GALERI SENI RUPA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR MODERN DI BANDAR LAMPUNG Santoso, Imam Teguh; Murwadi, Haris; Fadilasari, Dewi
Jurnal Rekayasa Teknologi dan sains Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Rekayasa, Teknologi, dan Sains
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jrets.v5i1.4713

Abstract

ABSTRAKSeni merupakan bagian sangat penting dalam kehidupan manusia yang melekat dan tidak terpisahkan dalam kehidupan sehari hari. Oleh sebab itu diperlukannya fasilitas-fasilitas atau wadah yang mampu bertahan untuk menunjang pelaku kegiatan seni agar dapat dinikmati hingga sampai ke masa depan. Melalui konsep perancangan dengan pendekatan arsitektur modern bangunan ini diharapkan dapat menojolkan karya-karya yang ada di dalam bangunan tersebut menjadi daya tarik ataupun minat menjadi sarana rekreasi dan ruang interaksi pengunjung bagi masyarakat juga penikmat seni di Bandar Lampung dan sekitarnya. Selain itu dengan pendekatan arsitektur modern bangunan ini diharapkan dapat beradaptasi terhadap perkembangan zaman tanpa menghilangkan kearifan khas Bandar Lampung sehingga tetap menunjukkan identitas bangunan yang berfungsi sebagai galeri. Penelitian ini dilakukan melalui tinjauan tapak  meliputi, tinjauan lokasi, tinjauan tapak (geografi-rona lingkungan) dan tinjauan peraturan. analisis tapak meliputi, pencapaian tapak, rona lingkungan hidup, kondisi visual, topografi tapak, batasan tapak, zoning tapak dan tata ruang luar, orientasi matahari, orientasi angina, kebisingan, utilitas tapak, landscape. Analisis aspek manusia meliputi, pelaku kegiatan, analisis ruang dan analisi aktifitas. Analisis sistem dan pola kegiatan galeri seni berdasarkan lingkup kegiatan dan  Pelaku Kegiatan. Pengelompokkan kegiatan berdasarkan jenis kegiatan dan sifat kegiatan. Aspek bangunan meliputi, pengelompokan dan kebutuhan ruang, pola hubungan ruang, organisasi ruang dan analisis besaran ruang. Kriteria desain bangunan meliputi, bentuk arsitektur modern dan ruang arsitektur modern. Analisis preseden berdasarkan selasar sunaryo art space (Bandung) dan sangkring art space (Yogyakarta). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam proses perancangan perlu adanya suatu proses yang akan memudahkan perancang dalam mengembangkan ide pemikiran, yaitu proses perancangan yang dimulai dari ide/gagasan sampai dengan perumusan konsep perancangan.Kata kunci : Tinjauan tapak, Analisis Tapak, Analisis aspek, Analisis sistem dan pola, Pengelompokkan kegiatan, Kriteria desain bangunan, Analisis preseden.ABSTRACT Design Of A Fine Art Gallery With A Modern Architectural Approach In Bandar Lampung. Art is a very important part of human life that is inherent and inseparable in everyday life. Therefore, it is necessary to have facilities or containers that are able to survive to support the perpetrators of artistic activities so that they can be enjoyed until the future. Through the design concept with a modern architectural approach, this building is expected to highlight the works in the building as an attraction or interest in being a recreational facility and visitor interaction space for the community as well as art connoisseurs in Bandar Lampung and its surroundings. In addition, with a modern architectural approach, this building is expected to adapt to the times without losing the typical wisdom of Bandar Lampung so that it still shows the identity of the building that functions as a gallery This research was conducted through a site review including, site review, site review (geography-environmental baseline) and regulatory review. site analysis includes, site achievement, environmental hue, visual conditions, site topography, site boundaries, site zoning and outdoor layout, sun orientation, wind orientation, noise, site utility, landscape. Analysis of the human aspect includes activity actors, space analysis and activity analysis. Analysis of the system and pattern of art gallery activities based on the scope of activities and Actors of Activities. Grouping of activities based on the type of activity and nature of the activity. Building aspects include, grouping and space requirements, spatial relationship patterns, space organization and analysis of the amount of space. Building design criteria include, Architectural Forms Modern and Modern Architectural Space. Precedent analysis is based on the sunaryo art space (Bandung) and sangkring art space (Yogyakarta) corridors. The results of the study indicate that in the design process there is a need for a process that will facilitate the designer in developing ideas, namely the design process starting from the idea / idea to the formulation of the design concept.Keywords: Site review, Site Analysis, Aspect analysis, System and pattern analysis, Grouping activities, Building design criteria, Analysis of precedents.
Evaluasi Efektivitas Kinerja Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Kota Bandar Lampung Maulana, Andri; Murwadi, Haris; Tosulpa, M. Enriko
TEKNIKA SAINS Vol 8, No 2 (2023): TEKNIKA SAINS
Publisher : Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24967/teksis.v8i2.2757

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kinerja dan efektivitas Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Pusat Kota Bandar lampung. Saat ini sudah ada JPO di Kota Bandar Lampung namun fasilitas tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal. Pembangunan jembatan penyeberangan orang yang ada di kota Bandar Lampung ini salah satunya berada pada ruas jalan Raden Intan kota Bandar Lampung, di Jalan Raden Ajeng Kartini Kota Bandar Lampung, serta di pasar Bambu Kuning kota Bandar Lampung. Metode yang digunakan adalah dengan melakukan survey ke lokasi penelitian berupa survey geometric atau dimensi JPO, survey efektivitas kinerja JPO serta melakukan pengolahan data berdasarkan hasil survey. Berdasarkan dari hasil analisis evaluasi kinerja JPO di tiga titik berbeda dalam penelitian ini, dapat disimpulkan hasil JPO Mall Ramayana yaitu puncak penyeberang rata - rata per hari sebesar 71,60 persen, Jadi dapat disimpulkan bahwa JPO Mall Ramayana kota Bandar Lampung efektif digunakan meski kondisi jembatan perlu peremajaan ataupun perbaikan dari instansi terkait. JPO Bank Danamon kota Bandar Lampung yang didapatkan dari hasil penelitian selama empat hari berturut – turut didapatkan nilai rata – rata penyeberang sebesar 15,10 persen, jadi dapat disimpulkan bahwa fasilitas JPO yang ada di Bank Danamon ini tidak efektif. Karena penyeberang lebih memilih menggunakan median jalan untuk menyeberang dengan alasan lebih cepat dan tidak mudah lelah. JPO yang berada di Pasar Bambu Kuning kota Bandar Lampung yaitu puncak penyeberang rata - rata per hari sebesar 68,10 persen disimpulkan bahwa JPO pasar bambu kuning kota Bandar Lampung dinyatakan efektif.