Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Representasi Pesan Moral Pada Film Rumah Masa Depan Mariza, Khairunnisa; Irwanto, Irwanto; Hariatiningsih, Laurensia Retno
Jurnal Media Penyiaran Vol. 4 No. 2 (2024): Desember (2024)
Publisher : LPPM UBSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jmp.v4i2.7483

Abstract

Film merupakan audio visual dan juga media komunikasi yang cukup terkenal dijaman sekarang, serta film telah menjadi salah satu media komunikasi yang cukup berpengaruh dalam masyarakat. Film dapat mempengaruhi pandangan dan sikap penonton terhadap berbagai isu moral. Pesan moral yang terdapat dalam film tidak hanya mencerminkan pandangan pembuat film tetapi dapat mempengaruhi dan membentuk nilai masyarakat. Film yang kaya akan pesan moral dapat digunakan sebagai media pendidikan, pembentuk karakter, dan refleksi sosial. Karena film dapat membangkitkan emosi ataupun mempengaruhi tindakan penonton dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu film yang mengandung pesan moral yaitu Film Rumah Masa Depan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan cara pesan moral direpresentasikan pada film Rumah Masa Depan. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan analisis semiotika John Fiske melalui level realitas, level representasi, dan level ideologi. Dari hasil penelitian menunjukkan representasi pesan moral dalam film Rumah Masa Depan yang dilihat dari tiga level yang dikemukakan John Fiske. Pada level realitas, pesan moral dapat dilihat dari aspek penampilan, perilaku, cara berbicara, ekspresi, dan riasan. Pada level representasi, yang menggambarkan pesan moral tercermin melalui aspek kamera, pencahayaan, dialog, dan backsound. Level ideologi dapat disimpulkan, penggambaran pesan moral yang ada pada film Rumah Masa Depan adalah ideologi individual yang positif.
Membongkar Resistensi Digital: Analisis Gerakan #KaburAjaDulu Sebagai Kritik Pada Platform X Irwanto; Tommi Parnando; Laurensia Retno Hariatiningsih
Jurnal Public Relations (J-PR) Vol. 6 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jpr.v6i2.9568

Abstract

Gerakan #KaburAjaDulu di media sosial, khususnya platform X, telah menjadi fenomena yang mencerminkan ketidakpuasan warganet Indonesia terhadap kinerja dan kebijakan pemerintah pada awal 2025, terutama di era kepemimpinan Prabowo Subianto. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk resistensi warganet terhadap pemerintah melalui gerakan tersebut, dengan fokus pada dinamika komunikasi politik digital. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan menerapkan analisis tematik. Data dikumpulkan melalui observasi dan telaah terhadap konten yang menggunakan tagar #KaburAjaDulu, dokumen terkait serta studi Pustaka. Dengan analisis tematik terungkap bahwa  resistensi warganet terhadap pemerintah memiliki beragam bentuk, yaitu resisten-solutif, resisten-satir, resisten-frontal namun negosiatif. Resistensi solutif terlihat pada cuitan Anies Baswedan yang mengajak diaspora berkontribusi sambil tetap mencintai Indonesia, sementara resistensi satir muncul melalui unggahan @ARSIPAJA  yang menyindir Prabowo sebagai “#KaburAjaDulu batch pertama.” Resistensi frontal dan negosiatif ditemukan pada cuitan @wagimandeep212  yang menantang pernyataan Bahlil Lahadalia tentang nasionalisme pekerja migran dengan menyandingkan narasi tandingan. Penelitian ini mengungkap bahwa media sosial menjadi ruang penting untuk ekspresi resistensi, sekaligus memperkuat wacana kritis terhadap kebijakan pemerintah, meskipun berisiko memicu polarisasi di kalangan audiens digital.
Representasi Pesan Moral dalam Film Bila Esok Ibu Tiada Rahayu, Iva Nurtiana; Leliana, Intan; Hariatiningsih, Laurensia Retno
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4736

Abstract

Film merupakan media komunikasi massa yang kuat dan mampu merepresentasikan nilai serta pesan moral kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana representasi pesan moral seorang ibu ditampilkan dalam film drama keluarga "Bila Esok Ibu Tiada" (2024). Studi ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode analisis semiotika Roland Barthes melalui pendekatan penelitian kualitatif. Data-data penelitian ini bersumber dari data primer berupa observasi dan data sekunder berupa dokumentasi, Analisis difokuskan pada tiga tingkatan makna—denotasi, konotasi, dan mitos—yang diterapkan pada adegan-adegan yang menampilkan tokoh utama, Rahmi, untuk membedah tanda-tanda visual dan dialog yang ada.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tingkat denotasi, film secara harfiah menggambarkan potret seorang ibu bernama Rahmi yang menghadapi kesepian dan kondisi kesehatan yang menurun di tengah kesibukan anak-anaknya. Pada tingkat konotasi, adegan-adegan tersebut menyiratkan makna yang lebih dalam tentang kasih sayang ibu yang tulus tanpa batas, ketegaran, keikhlasan dalam menghadapi takdir, serta penyesalan anak-anak yang menyadari nilai kehadiran seorang ibu setelah kehilangannya. Pada tingkat mitos, film ini memperkuat dan melanggengkan gagasan budaya dominan mengenai sosok ibu, terutama mitos "Ibu sebagai sosok yang rela berkorban tanpa pamrih dan menyembunyikan penderitaannya demi kebahagiaan anak-anaknya.