Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Manajemen Layanan Khusus dalam Membentuk Karakter Hidup Sehat Siswa Melalui Pendekatan Program Usaha Kesehatan Sekolah Suharmita, Mila; Haromain, Haromain; Hariawan, Rudi
Jurnal Visionary : Penelitian dan Pengembangan dibidang Administrasi Pendidikan Vol. 12 No. 1 (2024): April
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/vis.v12i1.12261

Abstract

Abstract: The purpose of this study is to describe the planning, implementation, and evaluation of the School Health Effort (UKS) program in shaping students' healthy living character in schools. The method used in this research is a qualitative approach with a case study design. Data collection used interview techniques, observation, and documentation. Data analysis uses single case data with an interactive model with stages starting from data collection, data condensation, data presentation, and conclusion drawing. Based on the results of the study, it can be described that special service management in shaping students' healthy living character through the UKS program approach, is carried out according to the management process, namely planning, implementation, and evaluation of the school UKS program, thus it can be concluded that (1) Planning is carried out by holding discussions or meetings in the context of program preparation, discussion of mechanisms, and budgets together with all school residents who are members of the UKS committee, after which the UKS program will be approved by the Principal and the program can be implemented in accordance with the implementation instructions and technical instructions with the approval of the principal, (2) The implementation of the UKS program in shaping students' healthy living character and familiarizing students in fostering a healthy environment is carried out through several programs, among others, namely; acculturation of drinking mineral water, healthy gymnastics, provision of blood enhancement tablets, healthy canteens, environmental coaching, health counselling, extracurricular UKS, provision of UKS Infrastructure and medicines, and (3) Evaluation of a UKS program is carried out by conducting supervision or supervision by the UKS supervising teacher and the Head of the and the Principal. Key Words: Special Service Management, UKSAbstrak: Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dalam membentuk karakter hidup sehat siswa di Sekolah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan data kasus tunggal dengan model interaktif dengan tahapan mulai dari pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dapat dideskripsikan bahwa manajemen layanan khusus dalam membentuk karakter hidup sehat siswa melalui pendekatan program UKS, dilaksanakan sesuai proses manajemen yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program UKS sekolah, dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa (1) Perencanaan dilakukan dengan mengadakan diskusi atau rapat dalam rangka penyusunan program, pembahasan mekanisme, dan anggaran bersama dengan seluruh warga sekolah yang tergabung dalam kepanitiaan UKS, setelah itu program UKS akan disahkan oleh Kepala Sekolah dan program tersebut dapat dilaksanakan sesuai dengan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis atas persetujuan kepala sekolah, (2) Pelaksanaan program UKS dalam membentuk karakter hidup sehat siswa dan membiasakan siswa dalam membina lingkungan sehat dilaksanakan melalui beberapa program antara lain, yaitu; pembudayaan minum air mineral, senam sehat, pemberian tablet penambah darah, kantin sehat, pembinaan lingkungan, penyuluhan kesehatan, ekstrakurikuler UKS, penyediaan Sarana Prasarana UKS dan obat-obatan, dan (3) Evaluasi suatu program UKS dilakukan dengan melakukan pengawasan atau supervisi oleh guru pembina UKS dan Kepala Sekolah.Kata Kunci: Manajemen Layanan Khusus, UKS
Analisis Kinerja Guru Terhadap Prestasi Belajar Siswa Safitri, Mirawati; Iqbal, Muhammad; Hariawan, Rudi
Jurnal Visionary : Penelitian dan Pengembangan dibidang Administrasi Pendidikan Vol. 12 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/vis.v12i2.12392

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the influence of teacher performance on student learning achievement. The type of research is quantitative with teacher performance as the independent variable (x), and student learning achievement as the dependent variable (y). This study uses a sample of 100 students from a population of 426 using proportional random sampling. Data collection techniques use questionnaires and documentation methods as supporting methods. Data analysis methods use descriptive statistical analysis and simple linear regression analysis. Based on the results of descriptive analysis, teacher performance with a good category is 45% of teachers, 53% of teachers with a sufficient category, and only 2% with a less category. While for student learning achievement with a category of minimum completion criteria value (KKM-75) in mathematics subjects, there are 82% of students, and around 18% of students with a category of not yet complete. Based on the results of the t-test which showed a significant value of 0.006 < 0.05 with a coefficient of determination R2 = 0.075, which means it can be concluded that there is a significant influence of teacher performance on student learning achievement in Senior High School 1 Sakra Timur Academic Year 2023/2024. In other words, it can be described that the better the performance of a teacher during the learning process can have a positive effect on improving student learning achievement.Key Words: Teacher Performance, Learning AchievementAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kinerja guru terhadap prestasi belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan kinerja guru sebagai variabel bebas (x) dan prestasi belajar siswa sebagai variabel terikat (y). Penelitian ini menggunakan penelitian sampel sebanyak 100 siswa dari 426 populasi dengan menggunakan teknik proportional random sampling. Teknik pengumpulan data primer menggunakan metode angket dan dokumentasi sebagai pendukung. Metode analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif, dan analisis regresi linier sederhana. Berdasarkan hasil analisis deskriptif bahwa kinerja guru dengan kategori baik yang berjumlah 45% guru, 53% guru dengan kategori cukup, dan hanya 2% katergori kurang. Sedangkan untuk prestasi belajar siswa dengan kategori nilai kriteria ketuntasan minimal (KKM-75 pada mata pelajaran matematika sebanyak 82% siswa, dan sekitar 18% siswa dengan kategori tidak tuntas. Berdasarkan hasil uji-t yang menunjukan nilai signifikan sebesar 0.006 < 0.05 dengan nilai koefisien determinasi R2 = 0.075 yang berarti dapat disimpulkan bahwa terdapat terdapat pengaruh positif yang signifikan kinerja guru terhadap prestasi belajar siswa di SMAN 1 Sakra Timur Tahun Pelajaran 2023/2024. Dengan kata lain dapat dideskripsikan bahwa semakin baik kinerja seorang guru selama proses pembelajaran dapat berpengaruh positif terhadap peningkatan prestasi belajar siswa.Kata Kunci: Kinerja Guru, Prestasi Belajar
Manajemen Layanan Mutu Perpustakaan Dalam Meningkatkan Minat Baca Siswa Rosiana, Rosiana; Hariawan, Rudi; Aryani, Menik
Jurnal Visionary : Penelitian dan Pengembangan dibidang Administrasi Pendidikan Vol. 12 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/vis.v12i2.12614

Abstract

Abstract: This study aims to; (1) describe a quality library collection management system that is relevant to students' learning needs, (2) describe library staff in providing satisfactory services to students, to find out how the principal's role is to increase students' reading interest in school libraries, and (3) to describe library strategies in increasing students' reading interest. This study uses a qualitative approach. The data sources in this study are key informants from the Principal, the Head of the Library, Library Staff, and students. Data collection uses interview, observation, and documentation techniques. Validity testing is carried out by triangulation of techniques and sources. Data analysis is qualitative with the Miles and Huberman interactive model. The results of the study show that: (1) In the management of library collections where the school discusses with subject teachers to find out teaching materials that are relevant to the academic year used and provides a collection of novel books to increase students' interest in reading. (2) The form of library services in providing satisfactory services to students, there are 4 things that library staff do, including the SMAN 1 Kuripan Library making library services an important thing such as helping students in borrowing, searching, returning books according to the needs of students' subjects, maintaining visitor comfort while in the library, providing satisfactory services to students, providing complete facilities and book collections and accuracy in borrowing and returning books. (3) The role of the principal in increasing students' interest in reading in the school library is carried out in several ways such as involving teachers in conducting learning in the library, plans to create a reading corner, plans for 24-hour digital library services and cooperation between the principal and teachers and library staff to realize plans to increase students' interest in reading.Keywords: Management, Library, Reading InterestAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk analisis manajemen perpustakaan dalam meningkatkan minat baca siswa di SMAN 1 Kuripan, dengan fokus (1) sistem pengelolaan koleksi perpustakaan yang berkualitas dan relevan untuk kebutuhan belajar siswa, (2) peran staf perpustakaan untuk memberikan layanan yang bermutu kepada siswa, dan (3) Peran kepala sekolah dalam meningkatkan minat baca siswa di perpustakaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data analisis secara kualitatif dengan model interaktif Miles dan Huberman. Uji keabsahan dilakukan dengan triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (a) pengelolaan koleksi perpustakaan oleh staf yang berkualifikasi akademik yang relevan, serta melibatkan guru mata pelajaran guna memberikan bahan ajaran yang relevan bagi siswa, serta menyediakan koleksi buku novel guna meningkatkan minat baca siswa. (b) peran kepala sekolah untuk pengelolaan layanan perpustakaan yang bermutu kepada siswa dilakukan dengan cara, antara lain; membantu siswa dalam peminjaman, pencarian, pengembalian buku sesuai kebutuhan mata pelajaran siswa, menjaga kenyamanan pengunjung selama di perpustakaan, menyediakan fasilitas dan koleksi buku yang lengkap, dan memberikan informasi tentang ketepatan dalam peminjaman dan pengembalian buku. (3) Peran kepala sekolah dalam meningkatkan minat baca siswa di perpustakaan sekolah dilakukan, yaitu dengan program guru mengadakan pembelajaran di perpustakaan, membuat program pojok baca, membuat program layanan perpustakaan digital 24 jam.Kata Kunci: Manajemen, Perpustakaan, Minat Baca
STRATEGI MANAJEMEN HUMAS DALAM PROSES OPTIMALISASI PEMBELAJARAN JARAK JAUH DI SMPN 1 LABUAPI Hariawan, Rudi; Fahmi, Agus; Wahyono, Raden Roro Ristu Wirastini
Jurnal Pengetahuan dan Pendidikan Vol 2 No 2 (2023)
Publisher : Yayasan Baru Haji Samsudin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi manajemen hubungan masyarakat dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh di SMPN 1 Labuapi. Ada tiga yang menjadi tujuan dalam penelitian ini yaitu (1) strategi perencanaan, (2) strategi pelaksanaan, dan (3) strategi pengawasan dalam pembelajaran jarak jauh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian kualitatif yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah studi kasus. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dari wawancara, sedangkan dokumentasi dan observasi digunakan untuk pengumpulan data pendukung penelitian terkait dengan manajemen hubungan masyarakat. Adapun penentuan informan dilakukan secara snowball sampling berdasarkan pertimbangan memiliki jabatan dan akses informasi yang memudahkan peneliti menjelajahi objek penelitian, yaitu kepala sekolah, wakil bidang hubungan masyarakat, wali kelas, wali murid, dan siswa. Hasil penelitian ini antara lain: pertama strategi manajemen hubungan masyarakat dalam merencanakan pembelajaran jarak jauh yaitu mengadakan rapat umum sesuai dengan surat edaran, menentukan metode pembelajaran baik online maupun offline, dan sosialisasi kepada orang tua siswa. Kedua strategi manajemen humas dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh terdiri dari pembelajaran online dan offline, dalam pelaksanaannya terdapat beberapa kendala seperti siswa yang belum merata dalam penggunaan gadget dan sinyal dalam pelaksanaan pembelajaran online kemudian kendala terkait siswa yang jarang mengikuti pembelajaran offline. Ketiga Strategi pengawasan hubungan masyarakat dalam supervisi pembelajaran jarak jauh dilakukan oleh wakil kepala sekolah melalui group-group kelas dan laporan setiap wali kelas dan guru mapel secara intensif. Orang tua juga mengawasi putra dan puteri mereka melalui pendampingan saat siswa melakukan proses pembelajaran secara daring dari rumah
ANALISIS TANTANGAN DAN PELUANG IMPLEMENTASI AI KE DALAM SISTEM MANAJEMEN PEMBELAJARAN PADA JENJANG PENDIDIKAN MENENGAH ATAS (SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW) Juanuari, Yovan; Hakim, Lukmanul; Hariawan, Rudi; Iqbal, Muhammad
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i1.9142

Abstract

ABSTRACT This study aims to systematically analyze the challenges and opportunities in implementing Artificial Intelligence (AI) within Learning Management Systems (LMS) at the senior high school level in Indonesia. Employing a qualitative approach through a Systematic Literature Review (SLR), the research followed the guidelines of Kitchenham & Charters and the PRISMA framework. Data were collected from peer-reviewed journal articles indexed in Sinta 1–3 published between 2024 and 2025, and screened using Rayyan.ai. The extracted data from 31 selected studies were synthesized through thematic and narrative analysis. The findings reveal that AI implementation in LMS for Indonesian high schools takes various forms, including adaptive learning systems, educational chatbots, learning analytics, and generative AI tools for personalized instruction. Major challenges identified include unequal technological infrastructure, limited digital literacy among teachers and students, policy and funding constraints, and ethical and data privacy issues. Conversely, key opportunities involve enhancing personalized and effective learning, automating assessment and administrative processes, improving learning analytics for pedagogical decision-making, and supporting the implementation of the Merdeka Curriculum. The study underscores that integrating AI into LMS holds significant potential to improve the quality and efficiency of education at the high school level, provided it is accompanied by inclusive implementation strategies, enabling policies, and capacity building for educational human resources. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis berbagai tantangan dan peluang implementasi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) ke dalam Sistem Manajemen Pembelajaran pada Sekolah Menengah Atas di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Studi Literatur Sistematis (Systematic Literature Review/SLR), yang dilaksanakan mengikuti pedoman Kitchenham & Charters serta pelaporan PRISMA. Sumber data penelitian diperoleh dari artikel-artikel terakreditasi Sinta 1–3 yang dipublikasikan pada periode 2024–2025, dan diseleksi menggunakan perangkat Rayyan.ai. Analisis dilakukan melalui sintesis tematik dan naratif terhadap data hasil ekstraksi dari 31 studi terpilih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) implementasi AI dalam LMS di SMA Indonesia mencakup berbagai bentuk, seperti sistem pembelajaran adaptif, chatbot pendidikan, analitik pembelajaran, dan dukungan AI generatif untuk personalisasi belajar; 2) Tantangan utama yang teridentifikasi meliputi keterbatasan infrastruktur dan konektivitas internet, kesiapan guru dan siswa dalam literasi digital, aspek kebijakan dan pendanaan, serta isu etika dan privasi data; dan 3) Peluang yang dapat dimanfaatkan antara lain peningkatan personalisasi dan efektivitas pembelajaran, otomatisasi penilaian dan administrasi, penguatan analitik pembelajaran untuk pengambilan keputusan pedagogis, serta dukungan terhadap implementasi Kurikulum Merdeka. Integrasi AI ke dalam LMS berpotensi besar untuk meningkatkan mutu dan efisiensi pendidikan di jenjang SMA, jika disertai dengan strategi implementasi yang inklusif, kebijakan pendukung, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia pendidikan.
Peningkatan Kompetensi Manajemen Kelas Berbasis PAKEM Melalui Experiential Learning Workshop Bagi Guru Haromain; Lukmanul Hakim; Rudi Hariawan
Jurnal Visionary : Penelitian dan Pengembangan dibidang Administrasi Pendidikan Vol. 13 No. 2 (2025): October
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/vis.v13i2.19325

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of experiential learning workshops in improving teachers' pedagogical competencies, particularly in terms of conceptual understanding, design skills, and PAKEM-based classroom management skills. This study uses an action research design with a mixed-method approach. There were 20 participants, all of whom were teachers at SDIT Banyumulek Lombok Barat. Data were collected through validated pre-tests and post-tests, semi-structured interviews, and documentation. Quantitative data were analyzed using descriptive and inferential statistical tests (Paired Sample t-test), while qualitative data were analyzed thematically. The results showed a significant increase in all three competency indicators: (1) Conceptual understanding of classroom management increased from 45% to 90% (p < 0.001); (2) The ability to design interactive learning increased from 60% to 80% (p < 0.01); (3) Simulation skills in classroom management increased from 65% to 85% (p < 0.01). Thus, the learning workshop proved to be effective in holistically improving teachers' classroom management competencies. This study recommends a continuous teacher professional development program based on concrete experiences and supported by post-training mentoring to ensure the sustainability of the impact. Keywords: Classroom Management, PAKEM, Teachers Professional Development, Experiential Learning. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas experiential learning workshop dalam meningkatkan kompetensi pedagogik guru, khususnya pada aspek pemahaman konseptual, kemampuan merancang, dan keterampilan praktik manajemen kelas berbasis PAKEM. Penelitian ini menggunakan desain action research dengan pendekatan mixed-method. Partisipan berjumlah 20 orang guru SDIT Banyumulek Lombok Barat. Data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test yang divalidasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data kuantitatif menggunakan uji statistik deskriptif dan inferensial (Paired Sample t-test), sedangkan data kualitatif dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan pada ketiga indikator kompetensi: (1) Pemahaman konseptual manajemen kelas meningkat dari 45% menjadi 90% (p < 0.001); (2) Kemampuan merancang pembelajaran interaktif meningkat dari 60% menjadi 80% (p < 0.01); (3) Keterampilan simulasi pengelolaan kelas meningkat dari 65% menjadi 85% (p < 0.01). Dengan demikian learning workshop terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi manajemen kelas guru secara holistik. Studi ini merekomendasikan program pengembangan profesi guru yang berkelanjutan, berbasis pengalaman konkret, dan didukung pendampingan pasca-pelatihan untuk memastikan keberlanjutan dampak Kata kunci: Manajemen Kelas, PAKEM, Pengembangan Profesi Guru, Experiential Learning.
Peningkatan Kompetensi Metodologi Kualitatif: Pelatihan Terpadu Manajemen Penelitian, Analisis Data, dan Triangulas Hariawan, Rudi; Haromain, Haromain; Rohiyatun, Baiq; Najwa, Lu'luin; Suhardi, Muhammad
Jurnal Dedikasi Madani Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Dedikasi Madani, Desember 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jdm.v4i2.18625

Abstract

Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan oleh Tim Dosen Program Studi Administrasi Pendidikan Universitas Pendidikan Mandalika untuk meningkatkan kapasitas akademik dalam penelitian kualitatif, khususnya terkait manajemen penelitian, analisis data, dan validasi temuan. Latar belakang kegiatan ini didasari oleh kebutuhan untuk memperkuat kredibilitas dan ketelitian penelitian kualitatif di kalangan dosen dan mahasiswa, yang sering menghadapi tantangan dalam pengelolaan data kompleks serta validasi hasil penelitian. Melalui metode pelatihan interaktif, kegiatan ini berhasil: (1) membangun pemahaman komprehensif tentang manajemen penelitian kualitatif (perencanaan, pengorganisasian, dan pengendalian); (2) menguasai teknik analisis data studi kasus (pengumpulan, kondensasi, penyajian, dan penarikan kesimpulan); serta (3) menerapkan triangulasi (sumber, teknik, waktu) untuk memvalidasi data. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam kompetensi peserta, dengan indikator antusiasme tinggi (1.000 peserta webinar) dan diskusi aktif terkait aplikasi metode tersebut. Berdasarkan temuan, disarankan: (1) institusi pendidikan perlu mengembangkan program berkelanjutan untuk pendalaman metodologi kualitatif; (2) peneliti wajib mengadopsi teknik triangulasi dalam studi lapangan; dan (3) kolaborasi antars-takeholder (akademisi, praktisi, pemerintah) perlu ditingkatkan untuk mendukung riset yang rigor. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan sistematis dalam manajemen dan validasi penelitian kualitatif mampu menghasilkan temuan yang kontekstual dan akademis.