Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search
Journal : tekno

Analisis Data Pasang Surut Di Pelabuhan Torosik Bolaang Mongondow Selatan Menggunakan Metode Least Square Otay, Gloria N.; Mamoto, Jeffry D.; Dundu, Ariestides K. T.; Jasin, Muhammad I.; Thambas, Arthur H.; Supit, Cindy J.
TEKNO Vol. 24 No. 95 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i95.67526

Abstract

Pelabuhan Torosik adalah aset pemerintah pusat yang berada di wilayah Bolsel. Direncanakan peresmian pelabuhan dibuka langsung oleh Bupati Hi Herson Mayulu (H2M). Kehadiran transportasi laut akan meningkatkan perekonomian rakyat, dimana seluruh masyarakat akan dipermudah melakukan perjalan laut. Selain itu terinformasi dengan beroperasinya Pelabuhan Torosik, kedepan Pemerintah Pusat lewat Kementrian Perhubungan (Kemenhub), setelah beroperasinya pelabuhan yang selesai di bangun pada tahun 2014 ini, akan memberikan manfaat bagi daerah, terlebih khusus bagi masyarakat. Apalagi beroperasinya pelabuhan tersebut sudah dinanti lama oleh masyarakat Bolsel. Pelabuhan Torosik dibangun lewat Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sejak tahun 2011. Proses penganggaran dilakukan secara bertahap selama tiga tahun sampai 2014.Pelabuhan Torosik secara resmi telah dihibahkan Pemkab Bolsel kepada Pemerintah Pusat. Kata kunci: pasang surut, Metode Least square, Pelabuhan Torosik
Metode Pelaksanaan Pembangunan Hunian Tetap (Huntap) Menggunakan Risha Di Desa Modisi Bolaang Mongondow Selatan Lahope, Dean A. E.; Dundu, Ariestides K. T.; Ticoh, Jack H.
TEKNO Vol. 24 No. 95 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i95.67776

Abstract

Bencana Erupsi Gunung Ruang terjadi pada tanggal 16 April 2024 Mengakibatkan kerusakan dan kerugian yang cukup besar bagi masyarakat disana. Sebagai tindakan perbaikan dan penyusunan pasca bencana, pemerintah membangun Hunian Tetap (HUNTAP) bagi masyarakat yang terkena musibah. Terletak di Desa Modisi, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Provinsi Sulawesi Utara. Hunian Tetap ialah tempat tinggal permanen yang dibangun bagi masyarakat, Hunian Tetap didesain kuat, aman, dan nyaman untuk di tinggal, lokasinya berada di tempat yang tidak rawan terhadap bencana. Juga dilengkapi fasilitas mendukung seperti air bersih, listrik dan saranan umum lainnya. Hunian tetap dibangun menggunakan metode RISHA yang kualitas baik serta memenuhi standar keselamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pelaksanaan RISHA mampu mempercepat proses pembangunan dengan penggunaan tenaga kerja yang lebih efisien serta mutu struktur yang memenuhi ketentuan teknis. Sistem perakitan panel pracetak memberikan kemudahan dalam pelaksanaan konstruksi dan mendukung ketahanan bangunan terhadap beban gempa. Namun, pelaksanaan di lapangan masih dipengaruhi oleh keterbatasan desain modular dan kebutuhan tenaga kerja yang memahami sistem RISHA. Secara keseluruhan, metode RISHA dinilai efektif sebagai solusi pembangunan Hunian Tetap pasca bencana dan berpotensi diterapkan pada wilayah rawan bencana lainnya. Kata kunci: hunian, Metode pelaksanaan RISHA, pasca bencana, konstruksi modular
Analisis Data Pasang Surut Menggunakan Metode Least Square Di Pantai Batu Putih Kecamatan Ranowulu Tanamal, Jonathan I.; Jasin, Muhammad I.; Supit, Cindy J.; Thambas, Arthur H.; Dundu, Ariestides K. T.; Mamoto, Jeffry D.
TEKNO Vol. 24 No. 95 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i95.67777

Abstract

Permukaan air laut yang berbatasan dengan pantai tidak pernah memiliki nilai ketinggian yang tetap melainkan bergerak naik turun dengan periode siklus yang berbeda. Hal ini disebabkan pengaruh gaya tarik benda-benda langit terutama gaya tarik bulan dan matahari terhadap bumi. Meskipun massa matahari jauh lebih besar dari massa bulan, namun gaya pembangkit yang dihasilkan bulan jauh lebih besar, yakni sebesar 53% dari total gaya keseluruhan sebagai akibat jaraknya yang lebih dekat. Faktor non astronomi seperti bentuk garis pantai dan topografi dasar perairan juga menentukan jenis pasang surut disuatu perairan. Secara administratif daerah pantai Batu Putih berada pada koordinat 1°34'29.1" N - 125°09'42.5" E, dengan Kecamatan Ranowulu. Keterbatasan informasi terkait pasang surut di perairan Batu Putih dapat dipenuhi menggunakan metode least square dalam hal penentuan karakteristik pasang surut seperti mencari tipe pasang surut, elevasi muka air laut dan peramalan pasang surut yang ada di sekitar perairan Ranowulu. Penelitian ini menggunakan data pasang surut selama 15 hari yaitu pada bulan Mei tahun 2025 dari website Badan Informasi Geospasial. Dengan menguraikan 10 komponen harmonik pasang surut menggunakan program MOD-LSQ (metode least square) akan di dapat amplitudo, elevasi muka air laut dan mencari bilangan formzahl untuk menentukan tipe pasang surut. Hasil penelitian mendapatkan elevasi muka air dengan nilai HHWL (11.60), MHWS (8.60), MHWL (3.54), MSL (0.0032), MLWL (-3.46), MLWS (-7.00), LLWL (-12.50). Nilai F dalam penelitian ini yaitu 0,123 dimana hal ini memenuhi klasifikasi pasang surut F<=0.25 yang menunjukan bahwa Pantai Batut Putih memiliki tipe pasang surut Pasang harian ganda (semi diurnal). Yakni Dalam 1 hari terjadi 2 kali air pasang dan 2 kali air surut dengan ketinggian yang hampir sama dan terjadi berurutan secara teratur. Periode pasang surut rata-rata adalah 12 jam24 menit. Kata kunci: pasang surut, Perairan Batu Putih, Metode Least Square
Pemodelan Numerik Alternatif Bangunan Pengaman Pantai Dalam Pengendalian Abrasi Di Pantai Mahembang Kaunang, Daniel I.; Mamoto, Jeffry D.; Jasin, Muhammad I.; Dundu, Ariestides K. T.; Thambas, Arthur H.; Supit, Cindy J.
TEKNO Vol. 24 No. 95 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i95.67807

Abstract

Pantai Mahembang yang terletak di Desa Mahembang, Kecamatan Kakas, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, mengalami permasalahan abrasi yang signifikan akibat paparan energi gelombang tinggi dari perairan Laut Maluku. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik hidrodinamika dan pola transport sedimen di Pantai Mahembang melalui pemodelan numerik menggunakan perangkat lunak MIKE21, serta merumuskan rekomendasi alternatif bangunan pengaman pantai yang efektif. Simulasi dilakukan menggunakan tiga modul utama MIKE21, yaitu Flow Model (FM), Spectral Wave (SW), dan Sand Transport (ST), dengan data input berupa batimetri dari BATNAS, pasang surut dari Badan Informasi Geospasial, dan data angin dari NASA POWER periode Februari 2020. Hasil simulasi gelombang kondisi eksisting menunjukkan tinggi gelombang signifikan (Hs) berkisar 1,6-1,7 m di perairan lepas dan turun hingga 0,4 m di zona dangkal. Kecepatan arus eksisting mencapai lebih dari 0,90 m/s dengan arah dominan menuju barat daya, menyebabkan defisit sedimen masif dan penurunan elevasi dasar laut hingga -0,56 m. Berdasarkan analisis tersebut, struktur Breakwater direkomendasikan sebagai solusi mitigasi, karena mampu mereduksi Hs hingga 0,4-0,7 m di area terlindung, menurunkan kecepatan arus sebesar 66-90%, serta mendorong akresi sedimen hingga +0,24 m. Struktur ini juga tidak mengganggu estetika kawasan wisata karena posisinya di bawah permukaan air. Kata kunci: abrasi pantai, MIKE21, pemodelan numerik, bangunan pengaman, transport sedimen
Co-Authors Albugis, Irah Safirah Apriyanto, Yuda Pratama Asrini Novita Rompas Biasa, Jenifer Butarbutar, Samuel Cindy J. Supit Damo, Lula R. Damopolii, Olivia Dayoh, Agnesia I. Deane R. O. Walangitan, Deane R. O. Debby Willar, Debby Dungus, Olvia Fabian J. Manoppo Grace Y Malingkas Harianja, Kristin A. N. Huibert Tarore Hursepuny, Ariel A. Jack H. Ticoh Jantje B. Mangare Jasin, M. Ihsan Jeffry D. Mamoto Jermias Tjakra Kalalo, Brando Gabriel Kaunang, Daniel I. Kiling, Rendy C. E. Koessoehardiman, Nadya Koilam, Fabiola E. Koilam, Vania T. A. Kopalit, Theo Nugraha Kuhu, Vikaristi G. Kumendong, William Melkisedek Lahope, Dean A. E. Lalenoh, Leonardo Larenaung, Ireine A. Liany Amelia Hendratta Liunsanda, Moses Lumempow, Omega Ester Malifa, Yusuf Mamanua, Injilia Christy Mamoto , Jeffry D. Manabung, Novrita Manalip, Eunike H. Manansang, Merry Kristin Maningkas, Violeta E. Massie, Frensy Yuliani Maury, Jonathan Michael Stiven Goni Mochtar Sibi Mongkau, Franco Z. H. Moningka, Agnes K. Muhammad I. Jasin Nadeak, Alvin G. Otay, Gloria N. Palisungan, Alfianus Pangalila, Fiska Chintya Ezra Pingkan A. K. Pratasis Pokay, Gerry J. J. Pontoh, Michell J. Porajow, Tania G. Primalie, Yonathan T. Rantung, Bares Toar Rantung, Christofel C. Robert J. M. Mandagi Rolangon, Aprilia A. Rorimpandey, Natania Rotinsulu, Finny N. C. Rumengan, Michael R. Sanaky, Amanda Triselya Sataruno, Vanesha F. R. Shirly Susanne Lumeno Silvia Hermina Stevania Untu Siska Riris Manullang Soplanit, Priscilla P. G. Sual, Gina Sumanti, Febrina P. Y. Suoth, Aprilia Supit, Raja M. P. T, Arthur H. Tanamal, Jonathan I. Tengker, Andryes Leonard Thambas, Arthur H. Tigri Cicilia Runtuwarow Tinus Kogoya, Tinus Tisano Tj. Arsjad Tommy Jansen, Tommy Tulandi, Gloria P. Virginia M. Sorongan Wakkary, Anggi Cindy Walean, Paul V. M. Wendur, Deviyanti Amanda Wenur, Rafael C.