Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (SMK3) Pada Pelaksanaan Proyek Pembangunan Overpass Pagedangan BSD Barat Tahap II-3 Sataruno, Vanesha F. R.; Pratasis, Pingkan A. K.; Dundu, Ariestides K. T.
TEKNO Vol. 23 No. 91 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i91.61156

Abstract

Abstrak Pembangunan infrastruktur, khususnya jembatan layang atau overpass, merupakan bagian penting dalam upaya meningkatkan mobilitas dan mengurangi kemacetan di area perkotaan. Overpass yang berfungsi untuk memisahkan arus lalu lintas kendaraan dari jalur lainnya, dapat mempercepat perjalanan dan meningkatkan keselamatan di persimpangan atau area dengan volume lalu lintas yang tinggi. Namun, meskipun memiliki manfaat besar dalam meningkatkan kelancaran lalu lintas, pembangunan overpass juga menghadirkan tantangan signifikan, terutama dalam hal keselamatan kerja bagi para pekerja konstruksi yang terlibat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Pelaksanaan Proyek Pembangunan Overpass Pagedangan BSD Barat Tahap II-3. Penelitian ini dilakukan dengan cara observasi langsung dilapangan selama kegiatan magang berlangsung, wawancara, pembagian kuesioner, serta pengambilan dokumentasi di lapangan. Hasil dari penelitian bahwa penerapan SOP SMK3 pada proyek Pembangunan Overpass Pagedangan BSD Barat Tahap II-3 telah berjalan dengan baik, yang tercermin dari rata-rata keseluruhan variabel sebesar 89% dan termasuk klasifikasi sangat baik. Kata kunci: SOP, SMK3, overpass
Analisis Pasang Surut Menggunakan Metode Least Square Di Pantai Karang Ria Kota Manado Wendur, Deviyanti Amanda; Jasin, Muhammad I.; T, Arthur H.; Dundu, Ariestides K. T.; Mamoto, Jeffry D.; Supit, Cindy J.
TEKNO Vol. 23 No. 94 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i94.66104

Abstract

Pantai Karang Ria di Kota Manado merupakan kawasan pesisir strategis yang memiliki potensi besar dalam bidang perikanan dan pariwisata, serta direncanakan menjadi target reklamasi oleh Pemerintah Kota Manado. Pemahaman terhadap karakteristik pasang surut sangat krusial untuk mendukung kegiatan pesisir dan perencanaan infrastruktur, termasuk reklamasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik pasang surut dan elevasi muka air laut menggunakan metode harmonik Least Square berbasis program MOD-LSQ.Data pasang surut sekunder selama 15 hari dari Badan Informasi Geospasial (BIG) diolah untuk mendapatkan konstanta harmonik dan bilangan Formzahl (F). Hasil analisis mendapatkan 10 komponen harmonik utama, termasuk M2 (5.839), S2 (4.624), K1 (2.402), dan O1 (1.609). Nilai bilangan Formzahl (F) yang diperoleh adalah 0.383. Nilai ini berada dalam rentang $0.25 < F < 1.5$, yang mengklasifikasikan tipe pasang surut di Pantai Karang Ria sebagai Campuran Condong ke Harian Ganda (Mixed Tide, prevailing semi-diurnal). Nilai elevasi muka air rata-rata (MSL) adalah 0.0021, dengan elevasi muka air tertinggi (HHWL) mencapai 16.7500 dan terendah (LLWL) mencapai -14.0351. Hasil ini penting sebagai acuan teknis dalam pekerjaan perencanaan reklamasi kawasan pesisir Boulevard II/Karang Ria. Kata kunci: pasang surut, metode Least Square, Formzahl, Pesisir Boulevard II
Penerapan Metode PERT Pada Proyek Pembangunan GPdI Nazareth Pattynama Primalie, Yonathan T.; Tjakra, Jermias; Dundu, Ariestides K. T.
TEKNO Vol. 23 No. 94 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i94.66299

Abstract

Infrastruktur berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Keberhasilan proyek konstruksi bergantung pada perencanaan dan manajemen yang efektif untuk mencegah keterlambatan akibat koordinasi yang kurang, keterbatasan sumber daya, dan ketidakpastian. Metode Program Evaluation and Review Technique (PERT) membantu mengidentifikasi jalur kritis dan memperkirakan potensi keterlambatan, meskipun penerapannya menghadapi kendala seperti ketidakpastian estimasi waktu. Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada proyek Pembangunan GPdI Nazareth Pattynama, Manado, metode PERT berhasil mengidentifikasi jalur kritis yang terdiri dari berbagai aktivitas, seperti Pekerjaan Cor Pondasi Bor Pile (A1), Pekerjaan Cor Pondasi Poer Beton (B1), Pekerjaan Cor Sloof Lantai 1 (C1), Pekerjaan Cor kolom Lantai 1 (D1), Pekerjaan Cor Balok Lantai 1 (F1), Pekerjaan Cor Sloof Lantai 2 (G1), Pekerjaan Cor kolom Lantai 2 (H1), Pekerjaan Cor Balok Lantai 2 (I1), Pekerjaan Cor Plat Lantai 2 (J1), Pekerjaan Cor Listplank 2 (L), Pekerjaan Cor Sloof Lantai 3 (M1), Pekerjaan Cor Kolom Lantai 3 (N1), Pekerjaan Cor Balok Lantai 3 (O1), Pekerjaan Cor Plat Lantai 3 (P1), Pekerjaan Cor Lantai Tangga 3 (Q1), Pekerjaan Cor ListPlank 3 (R). Jalur kritis yang panjang menunjukkan tingkat sensitivitas proyek terhadap keterlambatan. Analisis PERT juga menunjukkan bahwa proyek memiliki deviasi standar sebesar 0.76, dan berdasarkan tabel distribusi normal, peluang penyelesaian proyek dalam 280 hari adalah 77.64%. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa metode PERT dapat digunakan secara efektif dalam perencanaan waktu proyek, namun diperlukan strategi tambahan untuk meningkatkan akurasi estimasi dan mitigasi risiko keterlambatan. Kata kunci: manajemen proyek, penjadwalan, Program Evaluation and Review Technique, jalur kritis, proyek konstruksi
Perencanaan Pengadaan Material Struktur Atas Bangunan Pada Proyek Pembangunan Gedung Cable Landing Station Bifrost Di Manado Dayoh, Agnesia I.; Dundu, Ariestides K. T.; Tjakra, Jermias
TEKNO Vol. 23 No. 94 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i94.66359

Abstract

Struktur atas bangunan merupakan bagian penting yang berfungsi menahan dan menyalurkan beban bangunan, sehingga memerlukan perencanaan pengadaan material yang tepat agar pelaksanaan proyek dapat berjalan efektif dan efisien. Fokus penelitian ini dibatasi pada perhitungan kebutuhan material semen sebagai bahan utama penyusun beton bertulang pada elemen struktur atas, meliputi kolom, balok, dan pelat lantai. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus melalui pengumpulan data primer berupa observasi lapangan serta data sekunder berupa gambar kerja struktur, Rencana Anggaran Biaya (RAB), Analisa Harga Satuan Pekerjaan (AHSP), dan kurva S proyek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total kebutuhan material semen untuk pekerjaan struktur atas sebesar 200.856 kg atau setara dengan 4.017 sak semen yang diperoleh dari perhitungan volume beton seluruh elemen struktur atas dengan mutu beton K-350, di mana kebutuhan terbesar berasal dari pekerjaan pelat lantai dan balok struktur, sedangkan kebutuhan terkecil berasal dari elemen balok sekunder. Berdasarkan kurva S proyek, pekerjaan struktur atas dilaksanakan pada minggu ke-11 hingga minggu ke-21 sehingga pengadaan material semen direncanakan secara bertahap sesuai bobot pekerjaan mingguan, dengan kebutuhan tertinggi terjadi pada saat pelaksanaan pekerjaan struktur lantai atas dan atap. Perencanaan pengadaan material semen yang terintegrasi dengan kurva S proyek ini terbukti mampu mendukung kelancaran pelaksanaan pekerjaan struktur atas, mengurangi risiko keterlambatan pekerjaan, serta meminimalkan pemborosan material di lapangan. Kata kunci: pengadaan material, struktur atas, kebutuhan semen, kurva S, proyek konstruksi
Analisis Perubahan Garis Pantai Berbasis Model Numerik Di Pantai Batu Putih Kecamatan Ranowulu Kota Bitung Biasa, Jenifer; Mamoto, Jeffry D.; Jasin, Muhammad I.; Dundu, Ariestides K. T.; Thambas, Arthur H.
TEKNO Vol. 23 No. 94 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i94.66438

Abstract

Perubahan garis pantai merupakan proses dinamis yang dipengaruhi oleh interaksi faktor hidrodinamika laut, seperti gelombang, pasang surut, dan transport sedimen, yang dapat menyebabkan abrasi maupun akresi pantai. Pantai Batu Putih Atas di Kecamatan Ranowulu, Kota Bitung, merupakan kawasan pesisir yang mengalami perubahan garis pantai dan berpotensi mengancam keberlanjutan lingkungan serta pemanfaatan wilayah pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan garis pantai dan mengidentifikasi besaran area abrasi dan akresi menggunakan pendekatan model numerik. Metode yang digunakan adalah pemodelan perubahan garis pantai berbasis one-line theory dengan perangkat lunak CEDAS modul NEMOS. Data yang digunakan merupakan data sekunder meliputi data angin untuk hindcasting gelombang, data pasang surut, batimetri, serta peta garis pantai. Simulasi dilakukan untuk periode prediksi 10 tahun, yaitu dari tahun 2025 hingga 2035. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa perubahan garis pantai di lokasi penelitian bersifat tidak seragam, dengan kecenderungan abrasi pada beberapa segmen pantai dan akresi pada segmen lainnya. Pola perubahan tersebut terutama dipengaruhi oleh karakteristik gelombang dominan dan distribusi transport sedimen sejajar pantai. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar teknis dalam perencanaan pengelolaan dan perlindungan pantai secara berkelanjutan di pantai Batu Putih Atas, Kota Bitung. Kata kunci: perubahan garis pantai, model numerik, CEDAS NEMOS, abrasi, akresi, pantai Batu Putih
Metode Pelaksanaan Konstruksi Pekerjaan Atap Dan Ring Balk Lantai 4 Pada Proyek Rumah Susun Kejaksaan Tinggi Tower II Sulawesi Utara Maningkas, Violeta E.; Dundu, Ariestides K. T.; Pratasis, Pingkan A. K.
TEKNO Vol. 23 No. 94 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i94.66522

Abstract

Proyek adalah suatu aktivitas atau kegiatan yang direncanakan sebelumnya dalam waktu dan biaya yang sudah ditentukan. Metode pelaksanaan konsrtuksi ini merupakan kunci untuk dapat mewujudkan seluruh perencanaan menjadi bangunan fisik. Perencanaan metode pelaksanaan pekerjaan atap dan ring balk didasarkan atas desain, situasi, dan kondisi proyek. Atap dan ring balk menjadi salah satu elemen penting dalam sebuah bangunan.Struktur atap bagian bangunan yang menahan/mengalirkan beban-beban dari atap. Pada tempat penelitian yang penulis lakukan menggunakan atap dak, yang dimana atap dak adalah plat yang terbuat dari bahan beton atau beton betulang. Ring balk adalah ikat pinggang bagian teratas bangunan yang membuat struktur atas bangunan lebih kokoh dan stabil, atau bisa dikatakan ring balk ini digunakan untuk tumpuan konstruksi atap. Persyaratan melaksanakan pekerjaan: - Bahan atap yang dipakai sesuai dengan kualitas standar SNI. Persyaratan bahan: - Bahan yang digunakan adalah lantai cor beton dengan ketebalan 120 mm. - Campuran beton sama seperti persyaratan lantai beton yang telah disyaratkan dalam pekerjaan struktur yaitu Fc 25 MPa (K-300). Dari mulai pekerjaan atap dan ring balk pada lantai 4 di rusun ini, metode pelaksaan yang dilakukan sudah dirancang secara sistematis yang sudah sesuai dengan standar konstruksi yang berlaku, atau bisa disebut juga sudah sesuai dengan SNI yang ada. Pelaksanaan konstruksi ini berhasil dilakukan dan diselesaikan secara efisien karena pemilihan material dan langkah kerja yang tepat. Kata kunci: metode pelaksanaan, atap, ring balk, standar SNI, rumah susun
Metode Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi Struktur Atas Pada Proyek Pembangunan GMIM Paulus Kota Manado Harianja, Kristin A. N.; Dundu, Ariestides K. T.; Pratasis, Pingkan A. K.
TEKNO Vol. 24 No. 95 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i95.66672

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menjelaskan secara mendetail metode pelaksanaan pekerjaan konstruksi struktur atas pada Proyek Pembangunan GMIM Paulus di Manado. Penelitian ini menitikberatkan pada tahapan pekerjaan kolom, balok, dan pelat lantai. Metode penelitian yang digunakan meliputi studi literatur, survei tempat, pengumpulan data primer melalui wawancara dan dokumentasi, serta data sekunder yang terdiri dari gambar rencana kerja. Hasil dari studi ini akan menguraikan tahapan pelaksanaan yang benar, mencakup persiapan sebelum pengecoran, penempatan, pemadatan, serta tahap terakhir dan perawatan beton. Dengan kata lain, penelitian ini memberikan pemahaman yang mendetail tentang pelaksanaan teknis dan manajerial dari pekerjaan struktur utama dalam proyek ini. Kata kunci: metode pelaksanaan, struktur atas, kolom, balok, pelat lantai, GMIM Paulus
Model Numerik Perubahan Garis Pantai Tuturuga Kecamatan Kombi Larenaung, Ireine A.; Mamoto, Jeffry D.; Dundu, Ariestides K. T.
TEKNO Vol. 24 No. 95 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i95.66869

Abstract

Kawasan pesisir merupakan salah satu aspek kehidupan yang berperan penting terutama untuk kehidupan yang ada di sekitarnya. Perubahan garis pada wilayah pesisir pantai menjadi salah satu masalah yang kerap terjadi dan harus mendapatkan langkah mitigasi untuk mengurangi resiko kerusakan di sekitarnya. Penelitian ini dilakukan untuk meramalkan perubahan garis pantai yang terjadi dalam kurun waktu 10 tahun kedepan dengan bantuan perangkat lunak CEDAS-NEMOS. Dilakukan pengambilan data-data untuk menjalankan pemodelan perubahan garis pantai Tuturuga, seperti data tapografi bathimetri, data kecepatan angin, data pasang surut dan data garis pantai data angin 5 tahun terakhir dari NASA POWER, data pasang surut dari SRGI-BIG. Hasil penelitian menunjukkan tinggi gelombang berkisar antara 1.5274 sampai 1.6746 m pada kedalaman 1-25 meter, dengan tinggi gelombang pecah 1.5274 m pada kedalaman 1.337 m. Pemodelan perubahan garis pantai mengindikasikan terjadinya penambahan maksimum 2.75 m dengan rata-rata volume sedimen yang ter-transport akibat abrasi sebanyak 1.42 m³, sementara tidak terjadi abrasi di lokasi penelitian. Penelitian ini menunjukkan Pantai Tuturuga mengalami akresi signifikan yang memerlukan penanganan untuk pengelolaan wilayah pesisir berkelanjutan. Kata kunci: Pantai Tuturuga, perubahan garis pantai, CEDAS-NEMOS
Perencanaan Bangunan Pengaman Pantai Di Pantai Mokupa Kabupaten Minahasa Wenur, Rafael C.; Thambas, Arthur H.; Dundu, Ariestides K. T.; Mamoto, Jeffry D.; Jasin, Muhammad I.; Supit, Cindy J.
TEKNO Vol. 24 No. 95 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i95.66956

Abstract

Pantai Mokupa di Kecamatan Tombariri, Kabupaten Minahasa, merupakan kawasan strategis yang dilalui Jalan Trans Sulawesi serta dimanfaatkan sebagai lokasi aktivitas perikanan nelayan. Kedekatan infrastruktur jalan dengan garis pantai menyebabkan kawasan ini rentan terhadap dinamika pesisir, terutama abrasi yang berlangsung secara berkelanjutan. Perubahan garis pantai yang terus mengarah ke daratan menunjukkan perlunya perencanaan bangunan pengaman yang mampu mengendalikan pergerakan sedimen sesuai karakteristik hidrodinamika setempat. Penelitian ini bertujuan merencanakan bangunan pengaman pantai berupa groin tipe T sebagai upaya menstabilkan garis pantai dan mengurangi dampak abrasi di Pantai Mokupa. Metode penelitian meliputi analisis gelombang rencana, pasang surut, serta perhitungan transport sedimen sejajar pantai sebagai dasar penentuan dimensi dan tata letak bangunan. Hasil analisis menunjukkan bahwa transport sedimen sejajar pantai mencapai 5689,428 m³/tahun, yang mengindikasikan dominasi pergerakan material sepanjang pantai sehingga pendekatan pengendalian menggunakan groin tipe T dinilai paling sesuai. Berdasarkan hasil perencanaan diperoleh dimensi groin tipe T dengan elevasi mercu 7,4 m, lebar puncak 4,6 m, lebar toe protection 7,84 m, dan tinggi toe protection 3,217 m. Dimensi tersebut dirancang untuk mampu menahan perpindahan sedimen dan mendorong terbentuknya akumulasi material di sekitar bangunan. Penerapan groin tipe T diharapkan dapat meningkatkan stabilitas garis pantai, melindungi keberadaan Jalan Trans Sulawesi, serta mendukung keberlanjutan aktivitas masyarakat pesisir di Pantai Mokupa. Kata kunci: groin tipe T, abrasi pantai, transport sedimen sejajar pantai, stabilitas garis pantai, bangunan pengaman pantai
Model Numerik Perubahan Garis Pantai Di Pantai Tanjung Labuo Kecamatan Bolang Itang Timur Nadeak, Alvin G.; Thambas, Arthur H.; Dundu, Ariestides K. T.
TEKNO Vol. 24 No. 95 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i95.67029

Abstract

Garis pantai merupakan batas dinamis antara daratan dan lautan yang terus mengalami perubahan akibat pengaruh gelombang, arus, dan transport sedimen. Perubahan ini dapat menyebabkan abrasi maupun akresi yang berdampak pada lingkungan pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis serta memprediksi perubahan garis pantai menggunakan model numerik CEDAS dengan modul NEMOS. Lokasi penelitian berada di Pantai Tanjung Labuo, Kecamatan Bolang Itang Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Data yang digunakan meliputi data angin, gelombang, pasang surut, topografi, dan batimetri. Simulasi dilakukan untuk periode prediksi 10 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan garis pantai didominasi oleh proses akresi dengan nilai maksimum 10,04 m dan rata-rata perubahan sebesar 6,28 m. Tidak ditemukan indikasi abrasi signifikan pada periode simulasi. Hasil ini menunjukkan bahwa wilayah penelitian cenderung mengalami penambahan daratan akibat proses sedimentasi, sehingga dapat menjadi dasar dalam perencanaan pengelolaan wilayah pesisir secara berkelanjutan. Kata kunci: perubahan garis pantai, akresi, abrasi, CEDAS NEMOS, GENESIS
Co-Authors Albugis, Irah Safirah Apriyanto, Yuda Pratama Asrini Novita Rompas Biasa, Jenifer Butarbutar, Samuel Cindy J. Supit Damo, Lula R. Damopolii, Olivia Dayoh, Agnesia I. Deane R. O. Walangitan, Deane R. O. Debby Willar, Debby Dungus, Olvia Fabian J. Manoppo Grace Y Malingkas Harianja, Kristin A. N. Huibert Tarore Hursepuny, Ariel A. Jantje B. Mangare Jasin, M. Ihsan Jeffry D. Mamoto Jermias Tjakra Kalalo, Brando Gabriel Kiling, Rendy C. E. Koessoehardiman, Nadya Koilam, Fabiola E. Koilam, Vania T. A. Kopalit, Theo Nugraha Kuhu, Vikaristi G. Kumendong, William Melkisedek Lalenoh, Leonardo Larenaung, Ireine A. Liany Amelia Hendratta Liunsanda, Moses Lumempow, Omega Ester Malifa, Yusuf Mamanua, Injilia Christy Mamoto , Jeffry D. Manabung, Novrita Manalip, Eunike H. Manansang, Merry Kristin Maningkas, Violeta E. Massie, Frensy Yuliani Maury, Jonathan Michael Stiven Goni Mochtar Sibi Mongkau, Franco Z. H. Moningka, Agnes K. Muhammad I. Jasin Nadeak, Alvin G. Palisungan, Alfianus Pangalila, Fiska Chintya Ezra Pingkan A. K. Pratasis Pokay, Gerry J. J. Pontoh, Michell J. Porajow, Tania G. Primalie, Yonathan T. Rantung, Bares Toar Rantung, Christofel C. Robert J. M. Mandagi Rolangon, Aprilia A. Rorimpandey, Natania Rotinsulu, Finny N. C. Rumengan, Michael R. Sanaky, Amanda Triselya Sataruno, Vanesha F. R. Shirly Susanne Lumeno Silvia Hermina Stevania Untu Siska Riris Manullang Soplanit, Priscilla P. G. Sual, Gina Sumanti, Febrina P. Y. Suoth, Aprilia Supit, Raja M. P. T, Arthur H. Tengker, Andryes Leonard Thambas, Arthur H. Tigri Cicilia Runtuwarow Tinus Kogoya, Tinus Tisano Tj. Arsjad Tommy Jansen, Tommy Tulandi, Gloria P. Virginia M. Sorongan Wakkary, Anggi Cindy Walean, Paul V. M. Wendur, Deviyanti Amanda Wenur, Rafael C.