Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KESULITAN BELAJAR MEMBACA PERMULAAN PADA SISWA KELAS I SDI BOBAWA KECAMATAN GOLEWA SELATAN KABUPATEN NGADA Alwisia Meo; Maria Patrisia Wau; Yosefina Uge Lawe
Jurnal Citra Pendidikan Vol 1 No 2 (2021)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.959 KB) | DOI: 10.38048/jcp.v1i2.247

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesuslitan membaca permulaan siswa kelas I SDI Bobawa. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas I SDI Bobawa berjumlah 5 siswa terdiri dari 3 perempuan dan 2 laki-laki yang dilakukan hanya pada kelompok belajar di lingkungan Bobabaru, Bobalama, dan Watutedo karena pandemi covid-19 yang sedang melanda dunia sedangkan obyek dalam penelitian ini aktivitas belajar kelas I SDI Bobawa. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes, observasi, dan dokumentasi. Seluruh siswa kelas I SDI Bobawa dengan jumlah 20 siswa, 5 siswa mengalami kesulitan membaca permulaan. Proses penelitian ini dimulai dengan memberikan tes membaca pada siswa, kemudian setelah aspek kesulitan diketahui, lalu diamati karakteristik siswa yang mengalami kesulitan membaca tersebut. Deskripsi hasil penelitian yaitu aspek siswa yang mengalami kesulitan belajar membaca permulaan yaitu tidak lancar dalam membaca, banyak kesalahan ketika membaca, sulit membedakan huruf yang mirip, memiliki kekurangan dalam memori visual, dan tidak mampu memahami simbol bunyi. Karakteristik kesulitan membaca permulaan siswa yaitu: kesulitan mengidentifikasi huruf dan merangkai susunan huruf, membalik huruf, mengubah kata, menghilangkan huruf dalam susunan kata, mengeja terbata-bata, mengucapkan kata salah, kurang memperhatikan tanda baca tidak memahami isi bacaan, dan sulit konsentrasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa aspek kesulitan belajar membaca permulaan yaitu siswa belum mampu menganalisis huruf, siswa belum mampu mengenali huruf atau kata secara global, siswa mengganggap bahwa huruf atau kata yang dihilangkan tidak diperlukan, siswa belum memahami kaitan antara huruf dan bunyi pada kata meliputi pengetahuan tentang semua huruf (konsonan, vocal, konsonan ganda, bunyi mati, bunyi sempurna, dan sebagainya), dan kekurangan dalam mengenal huruf, bunyi bahasa(fonik) dan bentuk kata.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING PADA TEMA INDAHNYA KEBERAGAMAN NEGERIKU PADA SISWA KELAS IV SDN SOBO KECAMATAN GOLEWA BARAT KABUPATEN NGADA Dionisius Tebu; Maria Patrisia Wau; Ermelinda Yosefa Awe
Jurnal Citra Pendidikan Vol 1 No 3 (2021)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.295 KB) | DOI: 10.38048/jcp.v1i3.280

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa kelas IV SDN Sobo. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan menggunakan desain Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri dari tiga tahap yaitu: perencanaan, pelaksanaan dan observasi. Penerapan model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SDN Sobo. Hal ini dapat diketahui berdasarkan hasil analisis data pada siklus I menunjukkan rata-rata hasil belajar 56,12 %, ketuntasan klasikal sebesar 25 %, dan kriteria penggolongan berada pada kategori kurang ( belum tuntas ). Sedangkan hasil analisis data pada siklus II menunujukkan rata-rata hasil belajar 79,75%, dan ketuntasan klasikal sebesar 100 %, dan kriteria penggolongan berada pada kategori baik (tuntas). Terjadi peningkatan rata-rata hasil belajar dari siklus I ke siklus II sebesar 23,62%, sedangkan peningkatan ketuntasan klasikal dari siklus I ke siklus II sebesar 75 %. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem Bassed Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar Tematik pada siswa kelas IV SDN Sobo Kecamatan Golewa Barat Kabupaten Ngada Tahun Ajaran 2019/2020.
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MELALUI PENERAPAN MODEL PROJECT BASED LEARNING TEMA DAERAH TEMPAT TINGGALKU PADA SISWA KELAS IV SDI WAEIA KECAMATAN GOLEWA KABUPATEN NGADA Rufina Menge; Ermelinda Yosefa Awe; Maria Patrisia wau
Jurnal Citra Pendidikan Vol 2 No 1 (2022)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.81 KB) | DOI: 10.38048/jcp.v2i1.293

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas IV SDI Waesia pada mata pelajaran tematik dengan menerapkan model Project Based Learning. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, dengan menggunakan desain Kemmis dan Mc. Taggar yang terdiri dari beberapa tahap yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan dan observasi dan tahap refleksi. Penelitian ini dilakukan di SDI Waesia yang dilaksanakan dalam kelompok belajar, hal ini karena situasi pandemi atau covid-19 yang melanda dunia saat ini, dengan subyek penelitian 8 orang siswa yang terdiri dari 5 orang perempuan dan 3 orang laki-laki, dan objek dalam penelitian ini adalah kemampuan berpikir kritis siswa kelas IV SDI Waesia. Metodepengumpulan data menggunakanmetodetes.Tes yang digunakanadalahtes uraian yang dilakukanpadasetiapakhirsiklus.Analisis data menggunakananalisisdeskripsikuantitatif. Berdasarkan hasil analisis data pada siklus I menunjukan rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa 47,37%, ketuntasan klasikal sebesar 12,5%, dan kriteria penggolongan berada pada kategori sangat rendah. Sedangkan hasil analisis data pada siklus II menunjukan bahwa rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa 80,5%, dan ketuntasan klasikalnya sebesar 100%, dan kriteria penggolongan berada pada kategori baik. Terjadi peningkatan rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa dari siklus I ke siklus II sebesar 33,2%, sedangkan peningkatan ketuntasan klasikalnya dari siklus I ke siklus II sebesar 75%. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Projec Based Learning dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada peseta didik SDI Waesia Kelas IV Tahun Ajaran 2019/2020.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR ELEKTRONIK BERBASIS KEARIFAN LOKAL NGADA PADA TEMA SELALU BERHEMAT ENERGI UNTUK SISWA SEKOLAH DASAR KELAS IV DI KABUPATEN NGADA Emilia Sariman Wendo; Maria Patrisia Wau; Maria Desi Daria Noge
Jurnal Citra Pendidikan Vol 2 No 1 (2022)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.03 KB) | DOI: 10.38048/jcp.v2i1.541

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : (1) menghasilkan bahan ajar elektronik berbasis kearifan lokal pada tema selalu berhemat energi yang sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar pada siswa kelas IV di Kabupaten Ngada, (2) mengetahui kualitas hasil uji produk pengembangan bahan ajar elektronik berbasis kearifan lokal pada tema selalu berhemat energi untuk siswa sekolah dasar kelas IV di Kabupaten Ngada. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Ngada Provinsi Nusa Tenggara Timur. Subjek dalam penelitian ini adalah kurikulum 2013 kelas IV dan siswa SD kelas IV di Kabupaten Ngada. Sedangkan objek yang diteliti adalah konten dan konteks kearifan lokal masyarakat Ngada yang relevan diintegrasikan dalam tema selalu berhemat energi kelas IV untuk dijadikan sebuah bahan ajar elektronik berbasis kearifan lokal Ngada. Bahan ajar elektronik ini dikembangkan dengan model ADDIE. Model ini terdiri atas lima langkah, yaitu: (1) analyze, (2) design, (3) development, (4) implementation, dan (5) evaluation. Hasil penelitian pengembangan bahan ajar elektronik berbasis kearifan lokal berdasarkan hasil uji coba ahli dan siswa sebagai pengguna produk adalah sebagai berikut. (1) Uji coba ahli konten/isi ada pada kategori sangat baik, skor tertinggi ada pada aspek kesesuaian materi dengan kompetensi inti dan kompetensi dasar(rata-rata 4,0), (2) Uji coba ahli desain pembelajaran ada pada kategori sangat baik, skor tertinggi ada pada aspek kekonsistenan pada penggunaan spasi,judul, sub judul, dan pengetikan materi, kelengkapan komponen-komponen, kejelasan penulisan atau pengetikan dan pengorganisasian aktifitas pembelajaran yang dirancang dalam pembelajaran berbasis budaya(rata-rata 4), (3) Uji coba ahli multimedia ada pada kategori baik, skor tertinggi ada pada aspek video(rata-rata 4,3), (4) Uji coba siswa sebagai pengguna produk ada pada kategori sangat baik, skor tertinggi ada pada aspek penggunaan warna teks, gambar, dan tampilan buku serta kemenarikan tampilan bahan ajar secara keseluruhan(rata-rata 4,3) . Dengan demikian, pengembangan bahan ajar elektronik berbasis kearifan lokal ini layak digunakan pada siswa sekolah dasar kelas IV
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR ELEKTRONIK BERMUATAN MULTIMEDIA PADA TEMA BENDA DI SEKITARKU UNTUK SISWA KELAS III DI SDI MALANUZA Dionisia Alfiana Jojon; Ermelinda Yosefa Awe; Maria Patrisia Wau
Jurnal Citra Pendidikan Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.051 KB) | DOI: 10.38048/jcp.v2i2.625

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mengembangkan dan menghasilkan bahan ajar elektronik bermuatan multimedia, (2) mengetahui kualitas hasil uji coba produk pengembangan bahan ajar elektronik bermuatan multimedia pada tema benda di sekitarku untuk siswa Sekolah Dasar kelas 3. Subyek uji coba dalam penelitian ini antara lain guru kelas 3 SDI Malanuza sebagai ahli materi/isi, dosen STKIP Citra Bakti sebagai ahli bahasa Indonesia, ahli desain dan ahli multimedia serta siswa sebagai pengguna produk. Sedangkan obyek yang diteliti adalah konten dan konteks budaya lokal etnis Ngada yang dapat diintegrasikan dengan materi kelas 3 SD pada benda di sekitarku untuk dijadikan bahan ajar elektronik bermuatan multimedia . Bahan ajar elektronik bermuatan multimedia ini dikembangkan menggunakan model ADDIE. Model ADDIE terdiri atas lima langkah, yaitu: (1) analyze, (2) design, (3) development, (4) implementation, dan (5) evaluation. Metode pengumpulan data antara lain sebagai berikut : (1) data mengenai kebutuhan sumber belajar dikumpulkan melalui analisis kurikulum 2013 dan melalui angket. Analisis kebutuhan dilakukan bersama antara peneliti dan guru SD ,(2) data mengenai potensi sekolah atau wilayah dan karakteristiknya yang relevan dengan kebutuhan sumber belajar tematik SD dalam bentuk bahan ajar elektronik, (3) data mengenai kualitas bahan ajar elektronik dilihat dari isi, penyajian, kebahasaan dan kelayakan penggunaan diperoleh dari guru dan siswa dalam uji coba terbatas menggunakan angket.Hasil penelitian pengembangan bahan ajar elektronik bermuatan multimedia pada tema benda di sekitarku berdasarkan hasil uji coba ahli adalah sebagai berikut. (1) Uji coba ahli konten/materi ada pada kategori “sangat baik” dengan nilai rata-rata 4,7, (2) Uji coba untuk ahli bahasa Indonesia ada pada kategori “sangat baik” dengan nilai rata-rata 4,8, (3) Uji coba ahli desain ada pada kategori “sangat baik” dengan rata-rata 4,1, (4) Uji coba ahli multimedia ada pada kategori “baik” dengan rata-rata 3,8 dan (5) Uji coba pada siswa sebagai pengguna produk ada pada kategori “sangat baik” dengan rata-rata 4,6. Dari hasil pengujian kepada beberapa ahli di atas maka dapat disimpulkan bahwa bahan ajar elektronik bermuatan multimedia pada tema benda di sekitarku untuk siswa kelas 3 sekolah dasar layak dan siap digunakan.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MULTILINGUAL BERBASIS BUDAYA LOKAL NGADA PADA TEMA PERKEMBANGAN TEKNOLOGI UNTUK SISWA KELAS III SD Daniela Densi Dhiku; Dek Ngurah Laba Laksana; Maria Patrisia Wau
Jurnal Citra Pendidikan Vol 3 No 1 (2023)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcp.v3i1.1055

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menghasilkan bahan ajar multilingual berbasis konten dan konteks budaya lokal etnis Ngada pada tema perkembangan teknologi. Subjek uji coba dalam penelitian ini antara lain guru kelas 3 SDI Malamude Were , dosen STKIP Citra Bakti, guru SMAN 1 Were, seorang tokoh penulis buku, dan dosen Universitas Nusantara PGRI Kediri. Sedangkan objek yang diteliti adalah konten dan konteks budaya lokal etnis Ngada. bahan ajar multilingual menggunakan model ADDIE yang terdiri dari lima langkah, yaitu: (1) analize, (2) design, (3) development, (4) implementation, (5) evaluation. Hasil penelitian pengembangan bahan ajar multilingual berdasarkan hasil uji coba ahli adalah (1) Uji coba ahli konten materi atau isi ada dalam kategori “Sangat Baik” dengan nilai rata-rata 4,4, (2) Uji coba dengan ahli bahasa Indonesia ada dalam kategori “Sangat Baik” dengan nilai rata-rata 4,7, (3) Uji coba dengan ahli bahasa daerah ada dalam kategori “Baik” dengan nilai rata-rata 3,4, (4) Uji coba dengan ahli bahasa Inggris ada dalam kategori “Baik” dengan nilai rata-rata 4,0,(5) Uji coba dengan ahli desain ada dalam kategori “Baik” dengan nilai rata-rata 3,7. Dari hasil pengujian kepada beberapa ahli diatas, maka dapat disimpulkan bahan ajar multilingual berbasis konten dan konteks budaya lokal etnis Ngada pada tema perkembangan teknologi untuk siswa kelas 3 sekolah dasar layak dan siap digunakan.
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJARSISWA KELAS IV SDN DIZI GEDHA, KECAMATAN GOLEWA BARAT KABUPATEN NGADA Maria Oktavia Wawo; Pelipus Wungo Kaka; Maria Patrisia Wau
Jurnal Citra Pendidikan Vol 3 No 1 (2023)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcp.v3i1.1089

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan menggunakan model Problem Based Learning dengan tema berbagai pekerjaan pada siswa kelas IV SDN Dizi Gedha. Subjek dalam penelitian adalah peserta didik kelas IV SDN Dizi Gedha, yang jumlah keseluruhan siswa 10 orang. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah hasil belajar siswa yang dikumpulkan melalui tes objektif yang dilaksanakan selama dua siklus. Berdasarkan hasil analisis data bahwa penerapan model Problem Based Learning diperoleh hasil data dari pembelajaran siklus I yaitu dari 10 siswa yang mengikuti tes terdapat tiga siswa yang mendapat nilai di atas KKM sedangkan 7 siswa lainnya belum mencapai KKM 75%. Dengan demikian nilai rata-rata pada siklus I mencapai 62,4%. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa hasil aktivitas siswa pada siklus I memperoleh persentase ketuntasan 62,4% dan siklus II memperoleh ketuntasan 92,3% pada siklus I dan siklus II sangat baik, hasil penelitian ini menunjukan dengan menerapkan model Problem Based Learing hasil belajar siswa kelas IV meningkat.
ANALISIS KESULITAN MEMBACA PERMULAAN PADA SISWA KELAS I SEKOLAH DASAR DI SDK ROWA KECAMATAN BOAWAE KABUPATEN NAGEKEO Vinsensia Theresia Hoo; Maria Patrisia Wau; Maria Desidaria Noge
Jurnal Citra Pendidikan Vol 3 No 1 (2023)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcp.v3i1.1105

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan membaca permulaan siswa kelas 1 SDK Rowa. Jenis penelitian yang ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. SubjeK dalam penelitian ini adalah siswa kelas I SDK Rowa berjumlah 6 siswa terdiri dari 3 perempuan dan 3 laki-laki. Dan objek dari penelitian ini adalah kesulitan membaca permulaan siswa kelas 1 sekolah dasar kecamatan Boawae kabupaten Nagekeo. Metode pengumpulan data dalam penelitian Ini adalah tes, observasi, dan dokumentasi. Seluruh siswa kelas I SDK Rowa dengan jumlah 21 siswa, 6 siswa mengalami kesulitan membaca permulaan. Pada proses penelitian terlebih dahulu dimulai dengan memberikan tes membaca pada siswa, Kemudian setelah aspek kesulitan diketahui, lalu diamati karakteristik siswa yang mengalami kesulitan membaca tersebut. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa aspek kesulitan belajar membaca permulaan yaitu siswa belum mampu menganalisis huruf, siswa belum mampu mengenali huruf.siswa belum memahami kaitan antara huruf dan bunyi.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MULTILINGUAL BERBASIS BUDAYA LOKAL NGADA PADA TEMA PERKEMBANGAN TEKNOLOGI UNTUK SISWA KELAS III SD Daniela Densi Dhiku; Dek Ngurah Laba Laksana; Maria Patrisia Wau
Jurnal Citra Pendidikan Vol 3 No 1 (2023)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcp.v3i1.1055

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menghasilkan bahan ajar multilingual berbasis konten dan konteks budaya lokal etnis Ngada pada tema perkembangan teknologi. Subjek uji coba dalam penelitian ini antara lain guru kelas 3 SDI Malamude Were , dosen STKIP Citra Bakti, guru SMAN 1 Were, seorang tokoh penulis buku, dan dosen Universitas Nusantara PGRI Kediri. Sedangkan objek yang diteliti adalah konten dan konteks budaya lokal etnis Ngada. bahan ajar multilingual menggunakan model ADDIE yang terdiri dari lima langkah, yaitu: (1) analize, (2) design, (3) development, (4) implementation, (5) evaluation. Hasil penelitian pengembangan bahan ajar multilingual berdasarkan hasil uji coba ahli adalah (1) Uji coba ahli konten materi atau isi ada dalam kategori “Sangat Baik” dengan nilai rata-rata 4,4, (2) Uji coba dengan ahli bahasa Indonesia ada dalam kategori “Sangat Baik” dengan nilai rata-rata 4,7, (3) Uji coba dengan ahli bahasa daerah ada dalam kategori “Baik” dengan nilai rata-rata 3,4, (4) Uji coba dengan ahli bahasa Inggris ada dalam kategori “Baik” dengan nilai rata-rata 4,0,(5) Uji coba dengan ahli desain ada dalam kategori “Baik” dengan nilai rata-rata 3,7. Dari hasil pengujian kepada beberapa ahli diatas, maka dapat disimpulkan bahan ajar multilingual berbasis konten dan konteks budaya lokal etnis Ngada pada tema perkembangan teknologi untuk siswa kelas 3 sekolah dasar layak dan siap digunakan.
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJARSISWA KELAS IV SDN DIZI GEDHA, KECAMATAN GOLEWA BARAT KABUPATEN NGADA Maria Oktavia Wawo; Pelipus Wungo Kaka; Maria Patrisia Wau
Jurnal Citra Pendidikan Vol 3 No 1 (2023)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcp.v3i1.1089

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan menggunakan model Problem Based Learning dengan tema berbagai pekerjaan pada siswa kelas IV SDN Dizi Gedha. Subjek dalam penelitian adalah peserta didik kelas IV SDN Dizi Gedha, yang jumlah keseluruhan siswa 10 orang. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah hasil belajar siswa yang dikumpulkan melalui tes objektif yang dilaksanakan selama dua siklus. Berdasarkan hasil analisis data bahwa penerapan model Problem Based Learning diperoleh hasil data dari pembelajaran siklus I yaitu dari 10 siswa yang mengikuti tes terdapat tiga siswa yang mendapat nilai di atas KKM sedangkan 7 siswa lainnya belum mencapai KKM 75%. Dengan demikian nilai rata-rata pada siklus I mencapai 62,4%. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa hasil aktivitas siswa pada siklus I memperoleh persentase ketuntasan 62,4% dan siklus II memperoleh ketuntasan 92,3% pada siklus I dan siklus II sangat baik, hasil penelitian ini menunjukan dengan menerapkan model Problem Based Learing hasil belajar siswa kelas IV meningkat.