Claim Missing Document
Check
Articles

POLA MIKROBA PASIEN YANG DIRAWAT DI INTENSIVE CARE UNIT (ICU) SERTA KEPEKAANNYA TERHADAP ANTIBIOTIK DI RSUP SANGLAH DENPASAR BALI AGUSTUS - OKTOBER 2013 Rachmy Hamdiyati; Komang Januartha Putra Pinatih; Ni Nengah Dwi Fatmawati
E-Jurnal Medika Udayana Vol 5 No 4 (2016): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.453 KB)

Abstract

MICROBES AND THEIR SUSCEPTIBILITY PATTERN TO ANTIBIOTICS IN INTENSIVE CARE UNIT (ICU) SANGLAH HOSPITAL DENPASAR BALI AT AUGUST 2013 UNTIL OCTOBER 2013 Background: Hospital is a place where people seek medical attention, but also a reservoir for some microorganism. Expecially in ICU, because ICU often soiled by microorganism and also the patient is in immunocompromised state, invasife monitoring and treatment, and contact with health workers, can induced nosocomial infection. High usage of antibiotic also induced resistance in those microorganism. Microorganism pattern and the sensisitivity is essential in each hospital to control the usage of antibiotic, and give more accurate treatment. Method: This research use cross-sectional method. The samples are clinical specimen which received by Department of Clinical Microbiology RSUP Sanglah and. Susceptibility test conducted to 50 sample which fulfill inclusion criteria. Result and conclusion: Most frequent microorganism in those sample is Pseudomonas aeruginosa (18%), Acinetobacter baumanii (18%), Staphylococcus koagulase negatif (12%), Candida spp. (10%), and Staphylococcus aureus (8%). Gram positive bacteria resist to tetracycline dan erythromycin. Gram negatif resist to cefotaxime, amikacin, cefuroxime, cephalothin and chloramphenicol. Suggestion: This kind of research can be done continuously with better sample and method.
DETEKSI METHICILLIN-SENSITIVE STAPHYLOCOCCUS AUREUS DAN METHICILLIN-RESISTANT STAPHYLOCOCCUS AUREUS PADA LINGKUNGAN INTENSIVE CARE UNIT RUMAH SAKIT UMUM PURI RAHARJA Made Widianantara; Ni Nyoman Sri Budayanti; Ni Nengah Dwi Fatmawati; Made Agus Hendrayana
E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 12 (2021): Vol 10 No 12(2021): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2021.V10.i12.P17

Abstract

Health care-associated infections (HAIs) merupakan infeksi yang disebabkan oleh mikroorganisme yang terdapat di pusat layanan kesehatan. Pasien yang dirawat di Intensive Care Unit (ICU) merupakan populasi yang paling sering terjangkit HAIs. Salah satu mikroorganisme penyebab HAIs yang paling umum adalah bakteri Staphylococcus aureus. Methicillin-resistant Staplylococcus aureus (MRSA) adalah strain dari Staphylococcus aureus yang resisten terhadap antibiotika golongan ?-laktam. Kontaminasi Methicillin-sensitive Staphylococcus aureus (MSSA) dan MRSA pada peralatan medis, termasuk di ICU, merupakan salah satu penyebab terjadinya HAIs. Oleh karena itu, diperlukan penelitian untuk menentukan tingkat kontaminasi bakteri tersebut pada peralatan medis dan benda-benda pada ruang perawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi MSSA dan MRSA pada lingkungan ICU Rumah Sakit Umum (RSU) Puri Raharja. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan rancangan penelitian observasional. Populasi penelitian adalah benda yang berada di lingkungan RSU Puri Raharja. Sampel pada penelitian ini adalah permukaan benda yang ada pada ruangan ICU RSU Puri Raharja berupa bed rail, meja, gorden, gagang pintu, dan stetoskop yang memenuhi kriteria penelitian. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 30 sampel yang dipilih dengan teknik total sampling. Sampel kemudian diambil menggunakan lidi kapas steril kemudian diinokulasikan pada Staphylococcus medium. Koloni yang terbentuk kemudian diuji biokimia dengan uji katalase dan koagulase untuk identifikasi S. aureus. Uji skrining cefoxitin kemudian dilakukan dengan cefoxitin disk diffusion test dan didapatkan 1 dari 30 (3,33%) sampel menunjukkan hasil MRSA positif. Penelitian ini menunjukkan terdapat kontaminasi MRSA pada satu bed rails ICU RSU Puri Raharja. Kata kunci : Methicillin-resistant staphylococcus aureus, Intensive care unit, Health care-associated infections
IDENTIFIKASI BAKTERI Salmonella Sp. PADA CEKER AYAM DALAM MAKANAN SOTO AYAM DARI PEDAGANG KAKI LIMA DI KOTA DENPASAR I Dewa Ayu Made Dian Lestari; Made Agus Hendrayana; Ni Nengah Dwi Fatmawati; Ni Nyoman Sri Budayanti
E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 10 (2020): Vol 9 No 10(2020): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2020.V09.i10.P10

Abstract

Salmonellosis merupakan infeksi oleh karena Salmonella sp. dengan transmisi melalui makanan (food-borne disease), lalat, feses, jari-jari dan benda mati. Salmonella sp. memiliki kemampuan hidup pada periode waktu lama pada air, saluran dan pembuangan serta dapat bertahan pada proses pengolahan yang tidak sesuai. Soto ayam merupakan produk makanan yang bahan utama nya daging ayam sehingga rawan terkontaminasi oleh Salmonella sp. jika tidak memerhatikan higienitas selama proses pengolahan, pemasaran dan penyimpanan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya kontaminasi Salmonella sp. pada sampel ceker ayam yang dijual oleh pedagang kaki lima di Kota Denpasar. Penelitian ini ialah penelitian potong lintang deskriptif dengan teknik cluster purposive sampling didapatkan 12 sampel yang memenuhi kriteria inklusi. Pengambilan sampel dengan teknik aseptik dilakukan di pedagang kaki lima dari 4 wilayah kota Denpasar. Kemudian, dilakukan uji keberadaan Salmonella sp. di Laboratorium Mikrobiologi FK Unud dengan cara kultur pada media SSA, pewarnaan gram, uji katalase, uji oksidase dan identifikasi bakteri di Laboratorium Nikki Medika Denpasar dengan uji konfirmasi menggunakan Tes KIT API 20E. Hasil penelitian menunjukkan dari 12 sampel ceker dalam makanan soto ayam, tidak terdapat satupun sampel yang teridentifikasi Salmonella sp. (0%) tetapi ditemukan bakteri Proteus mirabilis. Hasil negatif kontaminasi Salmonella sp. karena ceker ayam disimpan dalam suhu yang tidak baik untuk pertumbuhan bakteri. Sedangkan, kontaminasi Proteus mirabilis pada 1 sampel terjadi ketika pedagang melakukan proses pengolahan dan pemasaran dengan higienitas serta sanitasi yang kurang baik. Kata kunci: ceker ayam, Salmonella sp. , tingkat cemaran Salmonella sp.
Studi Molekuler Gen Penyandi Enzim Extended Spectrum ?-Lactamase (ESBL), ?-Lactamase AmpC, dan Karbapenemase pada Isolat Klinis Multi-drug Resistant (MDR) Klebsiella pneumoniae di RSUP Sanglah, Denpasar GNR Suwardana; NMA Tarini; NND Fatmawati
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.23 KB)

Abstract

Klebsiella pneumoniae adalah salah satu bakteri penyebab hospital acquired infections (HAIs) dengan angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Tingginya beban kesehatan akibat infeksi K. pneumoniae utamanya diakibatkan oleh sifat resistensi terhadap banyak golongan antibiotik (multi-resisten), termasuk resistensi terhadap antibiotik golongan mutakhir seperti sefalosporin generasi ketiga dan karbapenem. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengonfirmasi keberadaan gen penyandi enzim Extended Spectrum ?-Lactamase (ESBL), ?-Lactamase AmpC, dan karbapenamase pada isolat klinis multi-resisten K. pneumoniae. Lima isolat klinis multi-resisten K. pneumoniae terdeteksi secara fenotip menggunakan uji Vitek Compact 2 (Biomereux®), kemudian teknik polymerase chain reaction (PCR) digunakan untuk mendeteksi adanya gen blaSHV, blaTEM, blaCTX-M sebagai gen penyandi ESBL, blaFOX sebagai gen penyandi AmpC, dan blaKPC serta blaNDM-1 sebagai gen penyandi karbapenamase. Penelitian ini menemukan bahwa 4 dari 5 sampel positif memiliki gen penyandi ESBL, yakni 2 sampel dengan blaCTX-M, sedangkan 2 sampel lainnya didapatkan dual gen blaSHV dan blaTEM. Tidak ditemukan adanya gen penyandi AmpC maupun karbapenemase pada semua sampel. Sifat multi-resistensi pada isolat klinis K. pneumoniae kemungkinan diakibatkan karena adanya gen penyandi ?-lactamase, sedangkan resistensi terhadap karbapenem kemungkinan besar terjadi bukan karena adanya gen penyandi karbapenemase, namun dimungkinkan adanya mekanisme resistensi yang lain. Kata kunci : K. pneumoniae, multi-resistensi, ESBL, AmpC, karbapenemase
PREVALENSI ISOLAT KLINIS Pseudomonas aeruginosa YANG MEMILIKI GEN lasI dan lasR DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH DENPASAR TAHUN 2013 – 2016 I G. A. Ngurah Aswin Panji Sanjaya; Ni Nengah Dwi Fatmawati; Made Agus Hendrayana
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.945 KB)

Abstract

Pseudomonas aeruginosa adalah kuman patogen oportunistik yang dapat menyebabkan infeksi yang invasif pada pasien dengan penyakit kritis maupun pasien yang memiliki tingkat imunitas yang sangat rendah seperti pasien neutropenia, luka bakar, atau cystic fibrosis.P. aeruginosa memiliki beberapa faktor virulensi yang berperan menimbulkan patogenitas. Salah satunya adalah biofilm. Biofilm membantu bakteri untuk bertahan hidup dalam kondisi yang buruk termasuk di permukaan alat medis dan resisten terhadap antibiotik. Pembentukan biofilm dipengaruhi oleh suatu sistem yang disebut sistem Quorum Sensing (QS). Sistem QS P. aeruginosa terdiri dari dua sistem yaitu sistem las (lasIR) dan rhl (rhlIR). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui prevalensi isolat klinis P. aeruginosa yang memiliki Gen lasI dan lasR di RSUP Sanglah Denpasar tahun 2013 – 2016. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan menggunakan 25 sampel yang diambil dari sputum (n=4; 16%), urin (n=8; 32%), pus (n=10; 40%) dan darah (n=3; 12%). Sebanyak 24 (96%) dari 25 isolat klinis P. aeruginosa memiliki gen lasI dan sebanyak 25 (100 %) isolat klinis memiliki gen lasR. Berdasarkan prevalensinya, dapat ditarik kesimpulan bahwa gen lasI dan lasR merupakan faktor virulensi mayor pada bakteri ini. Kata kunci: Pseudomonas aeruginosa, biofilm, Quorum Sensing,lasI, lasR, PCR
KARAKTERISTIK PASIEN ANAK DENGAN DENGUE SHOCK SYNDROME DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH Putu Agung Satvika Pradnyadevi; Agus Eka Darwinata; Made Agus Hendrayana; Ni Nengah Dwi Fatmawati
E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 12 (2021): Vol 10 No 12(2021): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2021.V10.i12.P13

Abstract

Dengue shock syndrome (DSS) adalah salah satu manifestasi klinis dari infeksi virus dengue. DSS ditandai dengan kegagalan sirkulasi berupa bagian ujung ekstremitas yang dingin, terlihat gelisah, nadi yang cepat dan lemah serta penurunan tekanan darah. DSS sering terjadi pada anak usia diatas 5 tahun dengan beberapa kecenderungan yang ditemukan seperti status nutrisi gizi lebih, pendarahan pada awal infeksi yang disebabkan karena adanya trombositopenia, peningkatan kadar hematokrit 20% dari kadar normal serta infeksi virus sekunder. Karakteristik dari pasien yang mengalami DSS sangat penting untuk diketahui agar seorang klinisi dapat lebih waspada dalam menangani pasien dengan infeksi virus dengue yang mempunyai karakteristik yang sesuai untuk berkembang menjadi DSS, oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik usia, jenis kelamin, status nutrisi, kadar trombosit, kadar hematokrit dan serologis IgG dan IgM anti-dengue pada pasien anak dengan DSS di RSUP Sanglah dalam periode tahun 2018-2019. Penelitian ini bersifat deskriptif retrospektif dengan metode cross-sectional. Data yang digunakan adalah data sekunder yang didapatkan dari rekam medis pasien dengan DSS di RSUP Sanglah dalam periode tahun 2018-2019. Terkumpul sebanyak 21 sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pasien anak dengan DSS mempunyai rentang usia 8 hingga 16 tahun, jenis kelamin dominan adalah laki-laki, status nutrisi gizi baik, kadar trombosit rerata adalah 52.800/mm3, kadar hematokrit rerata adalah 44,6% serta dominan pasien mengalami infeksi virus dengue sekunder yang ditandai dengan serologis IgG anti dengue yang positip. Kata kunci : DSS, Infeksi Virus Dengue, Karakteristik Pasien
DETEKSI MOLEKULER GEN ampC PADA ISOLAT KLINIS Klebsiella pneumoniae PENGHASIL ESBL DI RSUP SANGLAH DENPASAR I Gusti Ngurah Krishna Priyaka; Ni Made Adi Tarini; Ni Nengah Dwi Fatmawati
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.725 KB)

Abstract

Sifat resistensi yang dimiliki oleh bakteri merupakan salah satu masalah pada kasus - kasus Healthcare Associated Infections (HAIs). Klebsiella pneumoniae dapat bersifat resistenterhadap antibiotik jenis cephalosporin akibat diproduksinya enzim AmpC yang dikode oleh genampC. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi gen ampC dari isolat klinis K.pneumoniae penghasil ESBL di RSUP Sanglah tahun 2013. Penelitian ini menggunakan metodedeskriptif cross-sectional. K. pneumoniae diisolasi dari spesimen klinis di Instalasi MikrobiologiRumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah selama tahun 2013. Uji fenotif DDST dilakukan padasampel untuk mendeteksi enzim ESBL. Selanjutnya uji genotif PCR dan sequencing dilakukanuntuk mendeteksi gen ampC. Dalam penelitian ini ditemukan hasil PCR 4 sampel positif denganpanjang pita yang tidak sesuai. Salah satu sampel lalu di-sequencing untuk mengidentifikasi genyang terdeteksi tersebut. Uji sequencing menemukan gen yang terdeteksi adalah fragmen genyang mengkode enzim alpha—amylase pada K. pneumoniae. Penelitian ini menunjukan genampC pada K. pneumoniae belum berhasil teramplifikasi melalui uji genotif PCR. Empat sampelterdeteksi memiliki fragmen gen yang mengkode enzim alpha-amylase dari hasil sequencing dananalisis. Perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan menggunakan primer dengan target genpengkode AmpC lainnya. Kata Kunci: Klebsiella pneumoniae, HAIs, AmpC, ESBL, PCR
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK ETIL ASETAT DAUN KAMBOJA (Plumeria rubra var. acutifolia) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI METHICILLIN RESISTANT Staphylococcus aureus SECARA IN VITRO Ni Luh Made Rasmawati; Ni Nengah Dwi Fatmawati
E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.802 KB) | DOI: 10.24843/MU.2020.V09.i4.P09

Abstract

ABSTRAKPenggunaan antibiotik yang kurang bijaksana dapat memicu terjadinya resistensi bakteri terhadapantibiotik. Salah satu bakteri yang kini mengalami resistensi terhadap berbagai macam antibiotikadalah Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA). Kandungan flavonoid dan alkaloidyang dilaporakan pada daun tanaman kamboja (Plumeria rubra var. acutifolia) memiliki aktivitasanti bakteri sehingga penelitian lebih mendalam terkait efikasi senyawa tersebut akan menarik untukdikaji. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ekstrak etil asetat daun kamboja(Plumeria rubra var. acutifolia) dapat menghambat pertumbuhan bakteri Methicillin-ResistantStaphylococcus aureus (MRSA) secara in vitro. Metode yang digunakan adalah metode difusi agar.Rerata diameter zona hambat kontrol negatif dengan etil asetat (K1)= 0 mm, konsentrasi 10% (P1)= 0 mm, 20% (P2) = 0 mm, 40% (P3)= 7,25 mm, dan 60% (P4) = 7,75 mm. Secara statistik ekstraketil asetat daun kampoja (Plumeria rubra var. acutifolia) konsentrasi 40% dan 60% mampumenghambat pertumbuhan bakteri MRSA jika dibandingkan dengan kontrol negatif. Perlunyadilakukan penelitian lebih lanjut untuk fraksinasi ekstrak sehingga dapat diketahui senyawa manakahyang paling berperan sebagai antibakteri. Kata Kunci: MRSA, daun kamboja, fitokimia
DETEKSI GEN PspC PADA ISOLAT KLINIS BAKTERI Streptococcus pneumoniae DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH DENPASAR DARI JANUARI 2012 – MARET 2017 DENGAN MENGGUNAKAN POLYMERASE CHAIN REACTION (PCR) Kadek Anggie Wigundwipayana; Ni Nyoman Sri Budayanti; i Nengah Dwi Fatmawati
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.864 KB)

Abstract

Bakteri Streptococcus pneumoniae merupakan penyebab berbagai penyakitnon-invasif sepertiotitis media, maupun penyakit invasif seperti meningitis, bakteremia, dan pneumonia.S. pneumoniaememiliki beberapa faktor virulensi, salah satunya PspC yang merupakan CBP dengan karakteristikadhesin yang berinteraksi dengan vitronectin, laminin receptor, polymeric immunoglobulin receptor(plgR), dan penghambat komplemen faktor H dan C4b-binding protein. Adapun tujuan dari penelitianini adalah untuk mendeteksi gen PspC pada isolat klinis bakteri S. pneumoniae di RSUP SanglahDenpasar dengan menggunakan PCR.Penelitian ini menggunakan desain cross sectional denganmenggunakan 21sampel yang diambil dari sputum (42,9%), luka (23,8%), dan darah (33,3%).Sebanyak 10 (47,6%) dari 21 isolat klinis S. pneumoniae memiliki gen PspC. Kata Kunci: Streptococcus pneumoniae, faktor virulensi, PspC, PCR
IDENTIFIKASI BAKTERI Streptococcus suis SEROTIPE 2 DENGAN METODE POLYMERASE CHAIN REACTION PADA DARAH BABI DI RUMAH POTONG HEWAN KOTA DENPASAR I Gede Pradnya Wisnu Murthi; Made Agus Hendrayana; Ni Nengah Dwi Fatmawati; Ni Nyoman Sri Budayanti
E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 4 (2021): Vol 10 No 04(2021): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2021.V10.i4.P11

Abstract

ABSTRAK Kebiasaan masyarakat Bali yang mengkonsumsi olahan daging babi mentah seperti lawar merah dan komoh dapat meningkatkan resiko infeksi bakteri Streptococcus suis. Pada tahun 2017 di Bali, ditemukan kasus meningitis dengan 7 kasus dan sudah diambil sampel darahnya serta didapatkan 2 sampel darah yang positif terkena MSS (Meningitis Streptococcus suis). Strain yang paling umum menyebabkan meningitis dan paling ganas yaitu Streptococcus suis serotipe 2. Kasus infeksi bakteri Streptococcus suis banyak ditemukan pada pasien yang pekerjaannya kontak langsung dengan babi, seperti peternak babi dan pekerja rumah potong hewan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah darah babi di tempat pemotongan babi di kota Denpasar terkontaminasi bakteri Streptococcus suis, berapa persentase darah babi yang terkontaminasi Streptococcus suis, dan berapa persentase kontaminasi bakteri Streptococcus suis serotipe 2 dari sampel darah yang sudah positif terkontaminasi bakteri Streptococcus suis. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional deskriptif dengan rancangan penelitian potong lintang (cross sectional) yang variabel nya diukur pada waktu tertentu dalam penelitian dan diambil dalam jangka waktu sekali penelitian. Penelitian ini menggunakan metode polymerase chain reaction ( PCR) untuk mengidentifikasi bakteri. Hasil dari penelitin ini yaitu tidak ditemukan adanya kontaminasi bakteri Streptococcus suis pada 24 sampel darah babi yang diambil di rumah potong hewan Kota Denpasar, atau persentasenya 0 %. Kontaminasi bakteri Streptococcus suis serotipe 2 juga ditemui hasil yang sama yaitu 0 %. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu tidak ada kontaminasi bakteri Streptococcus suis dan Streptococcus suis serotipe 2 pada sampel darah babi yang di ambil di rumah potong hewan Kota Denpasar. Hasil ini didapatkan karena faktor tingginya tingkat higenitas di rumah potong hewan tersebut, dan sedikitnya persentase bakteri ini di darah babi sehat. Kata kunci: Streptococcus suis, Streptococcus suis serotipe 2, polymerase chain reaction.
Co-Authors Adhy Candra, I Kadek Bayu Agus Eka Darwinata Andi Yasmon Anggita Ratri Pusporini Aviana, Felicia Bagus Ngurah Putu Arhana Bryan Setiawan Budiman Bela Cynthia Dewi Sinardja Dave Gerald Oenarta Dea Antariksa Dharmika, Ida Ayu Gde Wahyudevi Dhyana Ratmaja, I Gusti Agung Ngurah Dwijastuti, Ni Made Sri F. S. Wignall Fera Ibrahim Gema Zakharian GNR Suwardana I Dewa Agung Gede Meisha Dhanam I Dewa Ayu Made Dian Lestari I Dewa Made Sukrama I G. A. Ngurah Aswin Panji Sanjaya I G. R. M. TEMAJA I Gde Raka Widiana I Gede Agus Darsana Palgunadi I Gede Gita Sastrawan I Gede Pradnya Wisnu Murthi I Gede Raka Adhyatma I Gede Sathya Agastya I Gede Wikania Wira Wiguna I Gusti Agung Dyah Ambarawati I Gusti Agung Istri Gladys Elsyaningrat I Gusti Ayu Agung Praharsini I Gusti Ayu Janadewi I Gusti Ngurah Kade Mahardika I Gusti Ngurah Krishna Priyaka I Kadek Jaya Santika I Ketut Suastika I Made Sathya Vijayananda I Made Sutha Saskara I Nengah Sujaya I Putu Bayu Mayura I Putu Bayu Mayura I Wayan Agus Gede Manik Saputra I Wayan Aryabiantara, I Wayan I Wayan Gustawan I Wayan Muda Suta Arta I Wayan Suranadi I. B. P. Dwija I.D.P.K. Pratiwi Ichlazul Ma’ruf Ida Ayu Andhira Dewi Suarisavitra Ida Bagus Gede Adiguna Wibawa Ida Sri Iswari Indramawan Setyojatmiko K. Subrata K. Wirasandhi Kadek Anggie Wigundwipayana Kadek Tresna Yuwana Ketut Tuti Parwati Komang Aditya Arya Prayoga KOMANG AYU NOCIANITRI Komang Januartha Putra Pinatih Kusuma, Anak Agung Ngurah Jaya Luh Gede Melia Puspita Sari Made Agus Hendrayana Made Gede Dwi Lingga Utama Made Widianantara Marvin Giantoro N. K. Susilarini N.W.A. Utami Ni Kadek Seri Mahayanti Ni Luh Made Rasmawati Ni Made Adi Tarini Ni Made Mertaniasih Ni Made Susilawathi Ni Nyoman Sri Budayanti Ni Putu Wirantari Ni Wayan Eka Putri Gayatri Kastawa NMRP Dewi Prisela Zharaswati Prisillia Brigitta Putu Agung Satvika Pradnyadevi Putu Ayu Utami Prajawaty Putu Yoska Arya Harindana Rachmy Hamdiyati Raka-Sudewi A. A. Reny Rosalina Rian Ka Praja Saputra, Darmawan Jaya Saraswati, I Gusti Ayu Agung Putri Indria Sonia Elvira Salim Suastika, Arresta Vitasatria Surya Putra, I Gusti Agung Utama Wahyu Hidayati Wahyu Hidayati Wahyu Hidayati Yan Ramona