Claim Missing Document
Check
Articles

IDENTIFIKASI BAKTERI Salmonella Sp. PADA CEKER AYAM DALAM MAKANAN SOTO AYAM DARI PEDAGANG KAKI LIMA DI KOTA DENPASAR I Dewa Ayu Made Dian Lestari; Made Agus Hendrayana; Ni Nengah Dwi Fatmawati; Ni Nyoman Sri Budayanti
E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 10 (2020): Vol 9 No 10(2020): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2020.V09.i10.P10

Abstract

Salmonellosis merupakan infeksi oleh karena Salmonella sp. dengan transmisi melalui makanan (food-borne disease), lalat, feses, jari-jari dan benda mati. Salmonella sp. memiliki kemampuan hidup pada periode waktu lama pada air, saluran dan pembuangan serta dapat bertahan pada proses pengolahan yang tidak sesuai. Soto ayam merupakan produk makanan yang bahan utama nya daging ayam sehingga rawan terkontaminasi oleh Salmonella sp. jika tidak memerhatikan higienitas selama proses pengolahan, pemasaran dan penyimpanan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya kontaminasi Salmonella sp. pada sampel ceker ayam yang dijual oleh pedagang kaki lima di Kota Denpasar. Penelitian ini ialah penelitian potong lintang deskriptif dengan teknik cluster purposive sampling didapatkan 12 sampel yang memenuhi kriteria inklusi. Pengambilan sampel dengan teknik aseptik dilakukan di pedagang kaki lima dari 4 wilayah kota Denpasar. Kemudian, dilakukan uji keberadaan Salmonella sp. di Laboratorium Mikrobiologi FK Unud dengan cara kultur pada media SSA, pewarnaan gram, uji katalase, uji oksidase dan identifikasi bakteri di Laboratorium Nikki Medika Denpasar dengan uji konfirmasi menggunakan Tes KIT API 20E. Hasil penelitian menunjukkan dari 12 sampel ceker dalam makanan soto ayam, tidak terdapat satupun sampel yang teridentifikasi Salmonella sp. (0%) tetapi ditemukan bakteri Proteus mirabilis. Hasil negatif kontaminasi Salmonella sp. karena ceker ayam disimpan dalam suhu yang tidak baik untuk pertumbuhan bakteri. Sedangkan, kontaminasi Proteus mirabilis pada 1 sampel terjadi ketika pedagang melakukan proses pengolahan dan pemasaran dengan higienitas serta sanitasi yang kurang baik. Kata kunci: ceker ayam, Salmonella sp. , tingkat cemaran Salmonella sp.
Studi Molekuler Gen Penyandi Enzim Extended Spectrum ?-Lactamase (ESBL), ?-Lactamase AmpC, dan Karbapenemase pada Isolat Klinis Multi-drug Resistant (MDR) Klebsiella pneumoniae di RSUP Sanglah, Denpasar GNR Suwardana; NMA Tarini; NND Fatmawati
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.23 KB)

Abstract

Klebsiella pneumoniae adalah salah satu bakteri penyebab hospital acquired infections (HAIs) dengan angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Tingginya beban kesehatan akibat infeksi K. pneumoniae utamanya diakibatkan oleh sifat resistensi terhadap banyak golongan antibiotik (multi-resisten), termasuk resistensi terhadap antibiotik golongan mutakhir seperti sefalosporin generasi ketiga dan karbapenem. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengonfirmasi keberadaan gen penyandi enzim Extended Spectrum ?-Lactamase (ESBL), ?-Lactamase AmpC, dan karbapenamase pada isolat klinis multi-resisten K. pneumoniae. Lima isolat klinis multi-resisten K. pneumoniae terdeteksi secara fenotip menggunakan uji Vitek Compact 2 (Biomereux®), kemudian teknik polymerase chain reaction (PCR) digunakan untuk mendeteksi adanya gen blaSHV, blaTEM, blaCTX-M sebagai gen penyandi ESBL, blaFOX sebagai gen penyandi AmpC, dan blaKPC serta blaNDM-1 sebagai gen penyandi karbapenamase. Penelitian ini menemukan bahwa 4 dari 5 sampel positif memiliki gen penyandi ESBL, yakni 2 sampel dengan blaCTX-M, sedangkan 2 sampel lainnya didapatkan dual gen blaSHV dan blaTEM. Tidak ditemukan adanya gen penyandi AmpC maupun karbapenemase pada semua sampel. Sifat multi-resistensi pada isolat klinis K. pneumoniae kemungkinan diakibatkan karena adanya gen penyandi ?-lactamase, sedangkan resistensi terhadap karbapenem kemungkinan besar terjadi bukan karena adanya gen penyandi karbapenemase, namun dimungkinkan adanya mekanisme resistensi yang lain. Kata kunci : K. pneumoniae, multi-resistensi, ESBL, AmpC, karbapenemase
PREVALENSI ISOLAT KLINIS Pseudomonas aeruginosa YANG MEMILIKI GEN lasI dan lasR DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH DENPASAR TAHUN 2013 – 2016 I G. A. Ngurah Aswin Panji Sanjaya; Ni Nengah Dwi Fatmawati; Made Agus Hendrayana
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.945 KB)

Abstract

Pseudomonas aeruginosa adalah kuman patogen oportunistik yang dapat menyebabkan infeksi yang invasif pada pasien dengan penyakit kritis maupun pasien yang memiliki tingkat imunitas yang sangat rendah seperti pasien neutropenia, luka bakar, atau cystic fibrosis.P. aeruginosa memiliki beberapa faktor virulensi yang berperan menimbulkan patogenitas. Salah satunya adalah biofilm. Biofilm membantu bakteri untuk bertahan hidup dalam kondisi yang buruk termasuk di permukaan alat medis dan resisten terhadap antibiotik. Pembentukan biofilm dipengaruhi oleh suatu sistem yang disebut sistem Quorum Sensing (QS). Sistem QS P. aeruginosa terdiri dari dua sistem yaitu sistem las (lasIR) dan rhl (rhlIR). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui prevalensi isolat klinis P. aeruginosa yang memiliki Gen lasI dan lasR di RSUP Sanglah Denpasar tahun 2013 – 2016. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan menggunakan 25 sampel yang diambil dari sputum (n=4; 16%), urin (n=8; 32%), pus (n=10; 40%) dan darah (n=3; 12%). Sebanyak 24 (96%) dari 25 isolat klinis P. aeruginosa memiliki gen lasI dan sebanyak 25 (100 %) isolat klinis memiliki gen lasR. Berdasarkan prevalensinya, dapat ditarik kesimpulan bahwa gen lasI dan lasR merupakan faktor virulensi mayor pada bakteri ini. Kata kunci: Pseudomonas aeruginosa, biofilm, Quorum Sensing,lasI, lasR, PCR
KARAKTERISTIK PASIEN ANAK DENGAN DENGUE SHOCK SYNDROME DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH Putu Agung Satvika Pradnyadevi; Agus Eka Darwinata; Made Agus Hendrayana; Ni Nengah Dwi Fatmawati
E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 12 (2021): Vol 10 No 12(2021): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2021.V10.i12.P13

Abstract

Dengue shock syndrome (DSS) adalah salah satu manifestasi klinis dari infeksi virus dengue. DSS ditandai dengan kegagalan sirkulasi berupa bagian ujung ekstremitas yang dingin, terlihat gelisah, nadi yang cepat dan lemah serta penurunan tekanan darah. DSS sering terjadi pada anak usia diatas 5 tahun dengan beberapa kecenderungan yang ditemukan seperti status nutrisi gizi lebih, pendarahan pada awal infeksi yang disebabkan karena adanya trombositopenia, peningkatan kadar hematokrit 20% dari kadar normal serta infeksi virus sekunder. Karakteristik dari pasien yang mengalami DSS sangat penting untuk diketahui agar seorang klinisi dapat lebih waspada dalam menangani pasien dengan infeksi virus dengue yang mempunyai karakteristik yang sesuai untuk berkembang menjadi DSS, oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik usia, jenis kelamin, status nutrisi, kadar trombosit, kadar hematokrit dan serologis IgG dan IgM anti-dengue pada pasien anak dengan DSS di RSUP Sanglah dalam periode tahun 2018-2019. Penelitian ini bersifat deskriptif retrospektif dengan metode cross-sectional. Data yang digunakan adalah data sekunder yang didapatkan dari rekam medis pasien dengan DSS di RSUP Sanglah dalam periode tahun 2018-2019. Terkumpul sebanyak 21 sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pasien anak dengan DSS mempunyai rentang usia 8 hingga 16 tahun, jenis kelamin dominan adalah laki-laki, status nutrisi gizi baik, kadar trombosit rerata adalah 52.800/mm3, kadar hematokrit rerata adalah 44,6% serta dominan pasien mengalami infeksi virus dengue sekunder yang ditandai dengan serologis IgG anti dengue yang positip. Kata kunci : DSS, Infeksi Virus Dengue, Karakteristik Pasien
DETEKSI MOLEKULER GEN ampC PADA ISOLAT KLINIS Klebsiella pneumoniae PENGHASIL ESBL DI RSUP SANGLAH DENPASAR I Gusti Ngurah Krishna Priyaka; Ni Made Adi Tarini; Ni Nengah Dwi Fatmawati
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.725 KB)

Abstract

Sifat resistensi yang dimiliki oleh bakteri merupakan salah satu masalah pada kasus - kasus Healthcare Associated Infections (HAIs). Klebsiella pneumoniae dapat bersifat resistenterhadap antibiotik jenis cephalosporin akibat diproduksinya enzim AmpC yang dikode oleh genampC. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi gen ampC dari isolat klinis K.pneumoniae penghasil ESBL di RSUP Sanglah tahun 2013. Penelitian ini menggunakan metodedeskriptif cross-sectional. K. pneumoniae diisolasi dari spesimen klinis di Instalasi MikrobiologiRumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah selama tahun 2013. Uji fenotif DDST dilakukan padasampel untuk mendeteksi enzim ESBL. Selanjutnya uji genotif PCR dan sequencing dilakukanuntuk mendeteksi gen ampC. Dalam penelitian ini ditemukan hasil PCR 4 sampel positif denganpanjang pita yang tidak sesuai. Salah satu sampel lalu di-sequencing untuk mengidentifikasi genyang terdeteksi tersebut. Uji sequencing menemukan gen yang terdeteksi adalah fragmen genyang mengkode enzim alpha—amylase pada K. pneumoniae. Penelitian ini menunjukan genampC pada K. pneumoniae belum berhasil teramplifikasi melalui uji genotif PCR. Empat sampelterdeteksi memiliki fragmen gen yang mengkode enzim alpha-amylase dari hasil sequencing dananalisis. Perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan menggunakan primer dengan target genpengkode AmpC lainnya. Kata Kunci: Klebsiella pneumoniae, HAIs, AmpC, ESBL, PCR
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK ETIL ASETAT DAUN KAMBOJA (Plumeria rubra var. acutifolia) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI METHICILLIN RESISTANT Staphylococcus aureus SECARA IN VITRO Ni Luh Made Rasmawati; Ni Nengah Dwi Fatmawati
E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.802 KB) | DOI: 10.24843/MU.2020.V09.i4.P09

Abstract

ABSTRAKPenggunaan antibiotik yang kurang bijaksana dapat memicu terjadinya resistensi bakteri terhadapantibiotik. Salah satu bakteri yang kini mengalami resistensi terhadap berbagai macam antibiotikadalah Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA). Kandungan flavonoid dan alkaloidyang dilaporakan pada daun tanaman kamboja (Plumeria rubra var. acutifolia) memiliki aktivitasanti bakteri sehingga penelitian lebih mendalam terkait efikasi senyawa tersebut akan menarik untukdikaji. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ekstrak etil asetat daun kamboja(Plumeria rubra var. acutifolia) dapat menghambat pertumbuhan bakteri Methicillin-ResistantStaphylococcus aureus (MRSA) secara in vitro. Metode yang digunakan adalah metode difusi agar.Rerata diameter zona hambat kontrol negatif dengan etil asetat (K1)= 0 mm, konsentrasi 10% (P1)= 0 mm, 20% (P2) = 0 mm, 40% (P3)= 7,25 mm, dan 60% (P4) = 7,75 mm. Secara statistik ekstraketil asetat daun kampoja (Plumeria rubra var. acutifolia) konsentrasi 40% dan 60% mampumenghambat pertumbuhan bakteri MRSA jika dibandingkan dengan kontrol negatif. Perlunyadilakukan penelitian lebih lanjut untuk fraksinasi ekstrak sehingga dapat diketahui senyawa manakahyang paling berperan sebagai antibakteri. Kata Kunci: MRSA, daun kamboja, fitokimia
DETEKSI GEN PspC PADA ISOLAT KLINIS BAKTERI Streptococcus pneumoniae DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH DENPASAR DARI JANUARI 2012 – MARET 2017 DENGAN MENGGUNAKAN POLYMERASE CHAIN REACTION (PCR) Kadek Anggie Wigundwipayana; Ni Nyoman Sri Budayanti; i Nengah Dwi Fatmawati
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.864 KB)

Abstract

Bakteri Streptococcus pneumoniae merupakan penyebab berbagai penyakitnon-invasif sepertiotitis media, maupun penyakit invasif seperti meningitis, bakteremia, dan pneumonia.S. pneumoniaememiliki beberapa faktor virulensi, salah satunya PspC yang merupakan CBP dengan karakteristikadhesin yang berinteraksi dengan vitronectin, laminin receptor, polymeric immunoglobulin receptor(plgR), dan penghambat komplemen faktor H dan C4b-binding protein. Adapun tujuan dari penelitianini adalah untuk mendeteksi gen PspC pada isolat klinis bakteri S. pneumoniae di RSUP SanglahDenpasar dengan menggunakan PCR.Penelitian ini menggunakan desain cross sectional denganmenggunakan 21sampel yang diambil dari sputum (42,9%), luka (23,8%), dan darah (33,3%).Sebanyak 10 (47,6%) dari 21 isolat klinis S. pneumoniae memiliki gen PspC. Kata Kunci: Streptococcus pneumoniae, faktor virulensi, PspC, PCR
IDENTIFIKASI BAKTERI Streptococcus suis SEROTIPE 2 DENGAN METODE POLYMERASE CHAIN REACTION PADA DARAH BABI DI RUMAH POTONG HEWAN KOTA DENPASAR I Gede Pradnya Wisnu Murthi; Made Agus Hendrayana; Ni Nengah Dwi Fatmawati; Ni Nyoman Sri Budayanti
E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 4 (2021): Vol 10 No 04(2021): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2021.V10.i4.P11

Abstract

ABSTRAK Kebiasaan masyarakat Bali yang mengkonsumsi olahan daging babi mentah seperti lawar merah dan komoh dapat meningkatkan resiko infeksi bakteri Streptococcus suis. Pada tahun 2017 di Bali, ditemukan kasus meningitis dengan 7 kasus dan sudah diambil sampel darahnya serta didapatkan 2 sampel darah yang positif terkena MSS (Meningitis Streptococcus suis). Strain yang paling umum menyebabkan meningitis dan paling ganas yaitu Streptococcus suis serotipe 2. Kasus infeksi bakteri Streptococcus suis banyak ditemukan pada pasien yang pekerjaannya kontak langsung dengan babi, seperti peternak babi dan pekerja rumah potong hewan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah darah babi di tempat pemotongan babi di kota Denpasar terkontaminasi bakteri Streptococcus suis, berapa persentase darah babi yang terkontaminasi Streptococcus suis, dan berapa persentase kontaminasi bakteri Streptococcus suis serotipe 2 dari sampel darah yang sudah positif terkontaminasi bakteri Streptococcus suis. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional deskriptif dengan rancangan penelitian potong lintang (cross sectional) yang variabel nya diukur pada waktu tertentu dalam penelitian dan diambil dalam jangka waktu sekali penelitian. Penelitian ini menggunakan metode polymerase chain reaction ( PCR) untuk mengidentifikasi bakteri. Hasil dari penelitin ini yaitu tidak ditemukan adanya kontaminasi bakteri Streptococcus suis pada 24 sampel darah babi yang diambil di rumah potong hewan Kota Denpasar, atau persentasenya 0 %. Kontaminasi bakteri Streptococcus suis serotipe 2 juga ditemui hasil yang sama yaitu 0 %. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu tidak ada kontaminasi bakteri Streptococcus suis dan Streptococcus suis serotipe 2 pada sampel darah babi yang di ambil di rumah potong hewan Kota Denpasar. Hasil ini didapatkan karena faktor tingginya tingkat higenitas di rumah potong hewan tersebut, dan sedikitnya persentase bakteri ini di darah babi sehat. Kata kunci: Streptococcus suis, Streptococcus suis serotipe 2, polymerase chain reaction.
AMPLIFIKASI SEKUEN IS6110 DENGAN EKSTRAKSI DNA MENGGUNAKAN METODE PEMANASAN (RAPID BOILING) UNTUK IDENTIFIKASI Mycobacterium tuberculosis I Gede Raka Adhyatma; Agus Eka Darwinata; Made Agus Hendrayana; Ni Nengah Dwi Fatmawati
E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2020.V09.i2.P16

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Indonesia merupakan salah satu negara denga insiden Tuberkulosis tertinggi didunia. Diagnosis yang cepat dan tepat dapat membantu penanganan dan menuntaskan tuberkulosis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keberhasilan dan waktu optimal metode pemanasan (rapid boiling) dalam mengekstraksi DNA untuk identifikasi Mycobacterium tuberculosis. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental diagnostik yang menggunakan isolat Mycobacterium tuberculosis H37Rv dan tiga isolat klinis. Sampel dibagi menjadi kelompok kontrol negatif, kelompok kontrol positif hasil ekstraksi DNA menggunakan kit komersial dan kelompok perlakuan yaitu pemanasan sampel dengan suhu 100±1oC berdasarkan waktu: P1n(5 menit), P2n(10 menit), P3n(15 menit) dan P4 (30 menit). Hasil isolasi DNA kemudian diamplifikasi dengan PCR pada sekuen IS6110. Rerata intensitas pita DNA meningkat seiring waktu pemanasan yang meningkat. Pemanasan dengan waktu 5 menit, 10 menit, 15 menit dan 30 menit secara berurutan memiliki rerata intensitas pita DNA yaitu 12724,35±4559,64; 14448,17 ± 5743,03; 15398,90 ± 6355,67; dan 21199,02 ± 10385,21. Berdasarkan uji statistik tidakbditemukan perbedaan yang signifikan antara rerata intensitas pita DNA hasil ekstraksi menggunakan metode pemanasan dibandingkan dengan rerata intensitas pita DNA pada kontrol positif. Metode pemanasan (rapid boiling) dengan suhu 100oC dapat digunakan untuk mengekstraksi genom DNA Mycobacterium tuberculosis sebagai template PCR untuk amplifikasi sekuen IS6110. Waktu optimal pemanasan adalah 10-30 menit. Penelitian lebih lanjut dengan ukuran sampel yang lebih besar dapat menjadi pengembangan penelitian selanjutnya. Kata kunci: Amplifikasi Sekuen IS6110, Ekstraksi DNA, Metode Pemanasan, Identifikasi Mycobacterium tuberculosis.
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK ETANOL KULIT BATANG CEMPAKA KUNING (MICHELIA CHAMPACA L.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS DAN ESCHERICHIA COLI SECARA IN VITRO I Gede Agus Darsana Palgunadi; Agus Eka Darwinata; Made Agus Hendrayana; Ni Nengah Dwi Fatmawati
E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 11 (2021): Vol 10 No 11(2021): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2021.V10.i11.P07

Abstract

Infeksi masih merupakan masalah kesehatan berbagai negara, terutama negara berkembang seperti Indonesia. Belakangan ini banyak dilakukan penelitian untuk mengembangkan obat baru sebagai alternatif pilihan antibiotika untuk mengatasi infeksi. Perkembangan penelitian mengarah pada pengembangan bahan alam. Kulit batang cempaka kuning(Michelia champaca L.) merupakan salah satu bahan alam yang dapat dimanfaatkan. Penelitian ini adalah studi dengan desain true experimental post test only group design. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak kulit batang cempaka dengan konsentrasi 25%, 50%, dan 75% terhadap pertumbuhan S. aureus ATCC 25923 dan E. coli ATCC 8739 dengan metodi difusi cakram. Hasil penelitian menunjukan ekstrak etanol kulit cempaka kuning konsentrasi 25%, 50%, dan 75% memiliki aktivitas antibakteri terhadap S. aureus dengan rerata diameter zona hambat masing-masing yaitu 17,4 mm, 18,3 mm, dan 20 mm. Uji komparabilitas menggunakan Dunn's multiple comparisons test. Hasil uji antara kelompok kontrol positif dengan kelompok konsentrasi 25% memiliki perbedaan yang bermakna (p<0,05). Hasil uji antara kelompok kontrol positif dengan kelompok konsentrasi 50% dan kelompok konsentrasi 75% menunjukan tidak terdapat perbedaan yang bermakna (p>0,05). Sedangkan pada bakteri E. coli, ekstrak etanol kulit cempaka kuning pada berbagai konsentrasi tidak menunjukan adanya aktivitas antibakteri. Kata kunci : Uji daya hambat; ekstrak kulit batang cempaka kuning; Staphylococcus aureus; Escherichia coli
Co-Authors Adhy Candra, I Kadek Bayu Agus Eka Darwinata Andi Yasmon Anggita Ratri Pusporini Aviana, Felicia Bagus Ngurah Putu Arhana Bryan Setiawan Budiman Bela Cynthia Dewi Sinardja Dave Gerald Oenarta Dea Antariksa Dharmika, Ida Ayu Gde Wahyudevi Dhyana Ratmaja, I Gusti Agung Ngurah Dwijastuti, Ni Made Sri F. S. Wignall Fera Ibrahim Gema Zakharian GNR Suwardana I Dewa Agung Gede Meisha Dhanam I Dewa Ayu Made Dian Lestari I Dewa Made Sukrama I G. A. Ngurah Aswin Panji Sanjaya I G. R. M. TEMAJA I Gede Agus Darsana Palgunadi I Gede Gita Sastrawan I Gede Pradnya Wisnu Murthi I Gede Raka Adhyatma I Gede Sathya Agastya I Gede Wikania Wira Wiguna I Gusti Agung Dyah Ambarawati I Gusti Agung Istri Gladys Elsyaningrat I Gusti Ayu Agung Praharsini I Gusti Ayu Janadewi I Gusti Ngurah Kade Mahardika I Gusti Ngurah Krishna Priyaka I Kadek Jaya Santika I Made Sathya Vijayananda I Made Sutha Saskara I Nengah Sujaya I Putu Bayu Mayura I Putu Bayu Mayura I Wayan Agus Gede Manik Saputra I Wayan Aryabiantara, I Wayan I Wayan Gustawan I Wayan Muda Suta Arta I Wayan Suranadi I. B. P. Dwija I.D.P.K. Pratiwi Ichlazul Ma’ruf Ida Ayu Andhira Dewi Suarisavitra Ida Bagus Gede Adiguna Wibawa Ida Sri Iswari Indramawan Setyojatmiko K. Subrata K. Wirasandhi Kadek Anggie Wigundwipayana Kadek Tresna Yuwana Ketut Tuti Parwati Komang Aditya Arya Prayoga KOMANG AYU NOCIANITRI Komang Januartha Putra Pinatih Luh Gede Melia Puspita Sari Made Agus Hendrayana Made Gede Dwi Lingga Utama Made Widianantara Marvin Giantoro N. K. Susilarini N.W.A. Utami Ni Kadek Seri Mahayanti Ni Luh Made Rasmawati Ni Made Adi Tarini Ni Made Mertaniasih Ni Made Susilawathi Ni Nyoman Sri Budayanti Ni Putu Wirantari Ni Wayan Eka Putri Gayatri Kastawa NMRP Dewi Prisela Zharaswati Prisillia Brigitta Putu Agung Satvika Pradnyadevi Putu Ayu Utami Prajawaty Putu Yoska Arya Harindana Rachmy Hamdiyati Raka-Sudewi A. A. Reny Rosalina Rian Ka Praja Saputra, Darmawan Jaya Saputra, I Wayan Agus Gede Manik Saraswati, I Gusti Ayu Agung Putri Indria Sonia Elvira Salim Surya Putra, I Gusti Agung Utama Wahyu Hidayati Wahyu Hidayati Wahyu Hidayati Yan Ramona