Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Kepuasan Followers Atas Pemberitaan RUU TNI di Instagram @narasinewsroom Periode 13-20 Maret 2025 Shilvia Yulianti Sumarna; Henny Sri Mulyani; Maimon Herawati
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 6 No. 1 (2026): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v6i1.4004

Abstract

The growth of social media has positioned Instagram as one of the primary sources of information for Indonesian society (Habibah & Irwansyah, 2021). This study aims to examine the level of satisfaction among followers of @narasinewsroom regarding coverage of the Revision of the Indonesian National Armed Forces Law (RUU TNI) during March 13–20, 2025. Employing the Uses and Gratifications theory through Palmgreen's Gratifications Sought (GS) and Gratifications Obtained (GO) model, this study used a descriptive quantitative approach with a survey questionnaire distributed to 100 active followers who had accessed RUU TNI-related content. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed Ranks Test and mean score comparison. The findings reveal a significant difference between GS and GO (sig. 2-tailed = 0.001 ≤ 0.1), with a total mean GS of 426.6 exceeding the GO mean of 418.0. This indicates that followers have not yet reached satisfaction across the four dimensions examined: information, personal identity, social integration and interaction, and entertainment. The largest gap was found in the entertainment dimension, while the smallest appeared in social integration and interaction. These findings suggest that although information needs were relatively met, limitations in content format and the complexity of the issue affected overall audience satisfaction. Audiences expect more varied, interactive, and accessible content, particularly when covering politically sensitive policy issues such as the RUU TNI. These results underscore the importance of innovation in digital news content presentation to more optimally meet audience expectations.
Pengaruh Tuntutan Pekerjaan dan Sumber Daya Pekerjaan Terhadap Performa Kerja Jurnalis Media Online di Kota Bandung Kalila Shessa Krisadiva Basara; Ika Merdekawati Kusmayadi; Henny Sri Mulyani Rohayati
Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 3 (2026): July
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/emak.v7i3.4007

Abstract

Lahirnya media online membawa terhadap pola kerja redaksi dan beban kerja jurnalis. Jurnalis diwajibkan untuk bekerja dengan dedikasi dan integritas guna memenuhi target pemberitaan yang cepat sesuai dengan tuntutan pekerjaan yang diberikan oleh redaksi. Di satu sisi, penyediaan sumber daya oleh perusahaan dibutuhkan untuk mengimbangi tuntutan pekerjaan jurnalis. Tuntutan pekerjaan yang tidak diimbangi dengan sumber daya pekerjaan yang baik dapat beresiko pada tingkatan performa kerja jurnalis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis seberapa besar pengaruh tuntutan pekerjaan dan sumber daya pekerjaan secara signifikan terhadap performa kerja jurnalis media online. Metode yang digunakan adalah survei kuantitatif eksplanatif dan analisis regresi linier berganda terhadap 104 responden jurnalis media online di Bandung menggunakan model Job Demands-Resources. Teknik analisis yang digunakan adalah uji validitas, reliabilitas, dan asumsi klasik terdiri dari normalitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas. Uji hipotesis dilakukan dengan melalui tahapan uji parsial (uji-t), simultan (uji-f), koefisien determinasi, dan korelasi. Hasil penelitian ini menunjukkan: 1) Tuntutan pekerjaan tidak berpengaruh signifikan terhadap performa kerja jurnalis; 2) Sumber daya pekerjaan merupakan prediktor terbesar yang selanjutnya berpengaruh signifikan terhadap performa kerja jurnalis; 3) Secara simultan, tuntutan pekerjaan sumber daya pekerjaan berpengaruh signifikan terhadap performa kerja jurnalis. Temuan penelitian ini menegaskan meskipun tuntutan pekerjaan dapat menimbulkan tekanan kerja, keberadaan sumber daya pekerjaan yang memadai mampu mengubah tuntutan tersebut menjadi tantangan yang konstruktif sehingga tetap berkontribusi pada peningkatan performa. Oleh karena itu, keseimbangan antara tuntutan pekerjaan dan sumber daya pekerjaan menjadi faktor kunci dalam menjaga performa kerja jurnalis.
MODEL PENDAMPINGAN OPTIMALISASI PERPUSTAKAAN KOMUNITAS PEREMPUAN KEPALA KELUARGA SEBAGAI SARANA PEMBERDAYAAN BERKELANJUTAN Saleha Rodiah; Henny Sri Mulyani Rohayati; Pandu Watu Alam; Rahman Muhammad Yusuf; Jean Meigrete Rosmini; Tita Nursari
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 6 (2025): Vol. 6 No. 6 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i6.53770

Abstract

Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) adalah pilar ketahanan keluarga, namun kelompok ini seringkali menghadapi keterbatasan akses pada sumber daya pendidikan dan sarana pemulihan psikososial. Perpustakaan komunitas di Serikat PEKKA Kabupaten Cianjur memiliki potensi signifikan sebagai pusat pemberdayaan, tetapi kondisinya masih pasif, cenderung menjadi 'gudang buku', dan belum mampu menyediakan layanan relevan seperti mengatasi stres dan kejenuhan anggota. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mendeskripsikan model pendampingan sistematis yang mengoptimalkan fungsi perpustakaan sebagai pusat pemberdayaan dan layanan biblioterapi yang berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR), melibatkan mitra secara aktif dalam setiap tahapan program. Model pendampingan yang diterapkan, yaitu "Karya Puspa" (Komunitas Aktif Perpustakaan Partisipatif), terdiri dari lima tahap: Sosialisasi, Pelatihan (manajemen perpustakaan dan teknis biblioterapi), Pendampingan (optimalisasi fisik dan implementasi layanan), Penerapan Teknologi (otomasi perpustakaan) dan Evaluasi partisipatif. Hasilnya menunjukkan bahwa Model Karya Puspa efektif mentransformasi perpustakaan menjadi pusat layanan yang fungsional. Peningkatan kapasitas kader terbukti signifikan, dibuktikan dengan meningkatnya skor rata-rata 1,54 (sangat tidak mampu) menjadi 3,01 (cukup mampu). Pendekatan PAR dan pelatihan yang intensif menumbuhkan sense of ownership yang tinggi pada mitra, memastikan perpustakaan dikelola secara mandiri dan berkelanjutan oleh kader internal PEKKA. Keberhasilan program ini menegaskan peran strategis perpustakaan komunitas sebagai social-hub yang berdampak langsung pada kesejahteraan sosial dan psikologis anggota kelompok rentan.
Pengaruh Support Group dan Self Disclosure Terhadap Peristiwa Gangguan Kecemasan Penerima Beasiswa LPDP RI Persiapan Keberangkatan (PK 208) Tahun 2023 Ismaliyah Yusuf Rangkuti; Kunto Adi Wibowo; Henny Sri Mulyani
JUSTICE: Journal of Social and Political Science Vol 5 No 1 (2026): JUSTICE: Journal of Social and Political Science
Publisher : JUSTICE Journal Of Social and Political Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51792/cyefx992

Abstract

Penelitian ini bertujun untuk mengetahui pengaruh support group dan self-disclosure terhadap gangguan kecemasan penerima beasiswa LPDP RI Angkatan Persiapan keberangkatan (PK 208) tahun 2023.  Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan cara membagikan kuesioner kepada 74 responden terpilih yang diperoleh melalu teknik probability sampling dan random sampling. Hasil dari penelitian ini adalah 1) support group berpengaruh terhadap gangguan kecemasan yang dialami oleh penerima beasiswa LPDP RI Angkatan Persiapan keberangkatan (PK 208) tahun 2023 berdasarkan hasil dari nilai Thitung > Ttabel yaitu 7,211 > 2,6468, dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 atau 0,000 < 0,01; dan 2) self-disclosure tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap gangguan kecemasan yang dialami oleh penerima beasiswa LPDP RI Angkatan Persiapan keberangkatan (PK 208) tahun 2023 berdasarkan hasil dari nilai Thitung < Ttabel yaitu 1,326 < 2,6468, dengan nilai signifikansi sebesar 0,189 atau 0,189 > 0,01.
Penerapan Pagar Api pada Female Daily Network Manik, Cristine; Mulyani, Henny Sri; Kusmayadi, Ika Merdekawati
Jurnal Kajian Jurnalisme Vol 4, No 2 (2021): KAJIAN JURNALISME
Publisher : Journalism Study Program, Faculty of Communication Sciences, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkj.v4i2.27156

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses produksi advertorial pada website dan YouTube media gaya hidup Female Daily Network, apa kebijakan yang diterapkan untuk mengatur iklan, dan bagaimana prinsip pagar api diterapkan pada konten advertorial. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masifnya pertumbuhan iklan internet di Indonesia.  Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus intrinsik Robert E. Stake. Peneliti menggunakan studi kasus intrinsik karena terdapat keunikan yang jelas mengenai cara Female Daily Network memproduksi iklan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumen kualitatif, materi audiovisual, studi literatur, dan penelusuran data online. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Female Daily Network memproduksi advertorial dalam dua tahap, yaitu proses penjualan dan proses produksi (running campaign). Female Daily Network tidak memiliki ketentuan yang ketat dalam penerimaan kerja sama iklan sehingga harus selalu melakukan negosiasi terlebih dahulu dengan calon pengiklan. Tim redaksi bertugas untuk menulis editorial dan advertorial. Negosiasi dengan pengiklan mempengaruhi aktivitas jurnalistik hingga menimbulkan bias batasan antara advertorial dan editorial di Female Daily Network, meskipun prinsip pagar api mulai diterapkan. Peneliti menyarankan agar Female Daily Network memperjelas batasan pagar api antara editorial dan advertorial dengan cara membuat segmen khusus untuk video advertorial dan kanal khusus untuk artikel; memisahkan alur kerja sumber daya manusianya; dan mengatur kebijakan mengiklan yang tegas terhadap pengiklan.
Kepuasan Khalayak dalam Mendengarkan Insert Berita The Highlights Radio Prambors Jakarta Kurniawan, Wicaksono Tri; Mulyani, Henny Sri; Al-Faqih, Muhammad Zen
Jurnal Kajian Jurnalisme Vol 5, No 2 (2022): KAJIAN JURNALISME
Publisher : Journalism Study Program, Faculty of Communication Sciences, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkj.v5i2.32802

Abstract

Di tengah gempuran perkembangan teknologi, radio tetap mengalami pertumbuhan pendengar. Di Indonesia, Jakarta menjadi kota dengan pertumbuhan pendengar paling tinggi dalam satu tahun terakhir. Selain mengutamakan siaran hiburan, radio di Jakarta kini mulai konsisten menggarap siaran jurnalistik berupa kilas berita dalam bentuk insert. Di antara puluhan stasiun radio di Jakarta, ada delapan radio besar yang rutin menyiarkan kilas berita. Salah satunya Prambors, di mana insert kilas beritanya, The Highlights yang disiarkan di dua program prime time disebarluaskan siarannya ke delapan kota jaringan Prambors. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepuasan pendengar program Sunset Trip di Radio Prambors Jakarta setelah mendengarkan The Highlights berdasarkan empat motif pengonsumsian media menurut Dennis McQuail, yakni motif informasi, identitas pribadi, kepuasan integrasi dan interaksi sosial, dan hiburan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dan teori Uses and Gratifications dengan turunan konsep Gratifications Sought dan Gratifications Obtained menurut Philip Palmgreen. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada 100 responden yang merupakan pendengar Sunset Trip berusia 15-29 tahun berdomisili di DKI Jakarta dan sekitarnya. Hasil penelitian menunjukkan dari keempat motif yang diteliti, motif informasi dan motif hiburan merupakan dua motif terbesar yang dimiliki pendengar dalam mendengarkan The Highlights. Namun, dari keempat motif tidak ada satupun motif yang dapat terpuaskan. Hasil pengukuran tingkat kepuasan berupa perbandingan mean skor Gratifications Sought dan Gratifications Obtained menunjukkan pendengar tidak terpuaskan setelah mendengarkan The Highlights.
MANAJEMEN REDAKSI REPUBLIKA PADA LIVE STREAMING “BERITAIN AJA!” DI TIKTOK @REPUBLIKAONLINE Rizki Alif Al-Hikam; Henny Sri Mulyani; Ika Merdekawati Kusmayadi
RELASI Vol 6 No 03 (2026): ILMU KOMUNIKASI
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/relasi.v6i03.2991

Abstract

Pergeseran pola konsumsi informasi masyarakat ke platform digital, khususnya TikTok yang tercatat sebagai media sosial paling sering diakses di Indonesia pada 2026 dengan persentase 31,8%, mendorong media arus utama untuk mengadaptasi format produksi kontennya. Republika merespons hal ini dengan menghadirkan program live streaming "Beritain Aja!" di TikTok sejak Mei 2025. Penelitian ini mengkaji bagaimana manajemen redaksi Republika dijalankan dalam produksi program tersebut melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus deskriptif (Yin, 2018) dan paradigma konstruktivisme (Denzin & Lincoln, 2009). Teori yang digunakan adalah fungsi manajemen POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) dari George R. Terry (1954) yang dioperasionalkan pada tiga tahapan produksi siaran menurut Morissan (2018). Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan tujuh informan dari tim produksi, observasi tayangan program, studi literatur, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehadiran program ini dilatarbelakangi oleh kekhawatiran institusional terhadap citra Republika yang dianggap identik dengan pembaca generasi tua, serta dorongan strategis dari pihak TikTok sendiri. Penerapan POAC pada “Beritain Aja!” menunjukkan karakter yang berbeda dari redaksi media berbasis teks, yakni keempat fungsi manajemen berlangsung berhimpitan akibat tuntutan siaran langsung, batas peran antar tim bersifat cair, dan kendali redaksi dibatasi oleh kebijakan platform pihak ketiga. Hambatan yang dihadapi mencakup gangguan teknis berulang, pembatasan kebijakan komunitas TikTok, dan keterbatasan sumber daya manusia.