Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN PERMAINAN ULAR TANGGA PADA MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM DAN SOSIAL (IPAS) SISWA KELAS V SDN PEGADUNGAN 07 JAKARTA BARAT Boy Dorahman; Yayah Huliatunisa; Khilda Jumhadi Putri; Arry Patriasurya Azhar
Indonesian Journal of Elementary Education (IJOEE) Vol. 7 No. 1 (2025): Indonesian Journal Of Elementary Education (IJOEE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/ijoee.v7i1.14626

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini untuk mengembangkan media pembelajaran permainan ular tangga pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) dengan fokus materi mengenal organ pernapasan manusia untuk siswa kelas V-B SDN Pegadungan 07 Jakarta Barat, agar minat dan pemahaman siswa terhadap materi meningkat. Menggunakan metode Research and Development (R&D) model Borg and Gall, melalui teknik pengumpulan data observasi, wawancara, angket, dan tes. Hasil validasi menunjukkan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan berada dalam kategori baik dan layak digunakan. Validasi ahli materi memperoleh skor 85%, ahli media 79%, dan guru kelas 93%. Uji coba kelompok besar menghasilkan skor rata-rata 4,74. Media ini terdiri atas komponen kartu pertanyaan, kartu kesempatan, kartu hukuman, dan buku panduan. Hasil penelitian menunjukkan media permainan ular tangga efektif meningkatkan minat dan pemahaman siswa terhadap materi organ pernapasan manusia, serta menjadi alternatif sumber belajar menyenangkan, interaktif, serta mendukung pembelajaran aktif di sekolah dasar.Kata Kunci: Media Pembelajaran, Permainan Ular Tangga, IPAS AbstractThe purposes of this study was to develop a snakes and ladders game learning media in the Natural and Social Sciences 9IPAS) subject with a focus on the materila of recognizing human respiratory organs for grade V-B students of SDN pegadungan 07 West jakarta, so that students’ interest and understanding of the Borg and Gall model, through observation, interview, questionnaire, and test data collection techniques. The validation results showed that the developed learning media was in the good category and was suitable for use. The validation of the material expert obtained a score of 85%, media experts 79%, and class teachers 93%. Large group trials produced an average score of 4,74. This media consists of components of question cards, opprotunity cards, punisment cards, and guidebooks. The result showed that the snakes and ladders game media was effective in increasing students’interestand understanding of the material of humanb respiratory organs, as well as being an alternative learning resource that is fun, interactive, and supports active learning in elementary schools. Keywords: Learning Media, Snakes and Ladders Game, IPAS
HUBUNGAN ANTARA MINAT BACA DENGAN KETERAMPILAN MENULIS NARASI SISWA KELAS V SDN CIKOKOL 4 KOTA TANGERANG Tiara Handayani; Yayah Huliatunisa; Ino Budiatman
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.3827

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari hubungan antara minat membaca dengan keterampilan menulis narasi pada siswa kelas V SDN Cikokol 4 Kota Tangerang. Latar belakang masalah menunjukkan bahwa minat baca siswa masih rendah, yang berdampak pada kesulitan mereka dalam menulis narasi, seperti menentukan tema, merancang alur, dan menggambarkan tokoh atau latar belakang. Oleh karena itu, penelitian ini diupayakan untuk membuktikan apakah minat membaca memiliki pengaruh terhadap keterampilan menulis narasi . Penelitian ini menggunakan metode korelasi kuantitatif. Sampel yang digunakan adalah 32 siswa kelas VB, dipilih menggunakan teknik Random Sampling. Data dikumpulkan melalui angket dan tes. Analisis data meliputi analisis deskriptif dan analisis statistik, termasuk uji normalitas dan linearitas. Uji hipotesis dilakukan menggunakan korelasi Momen Produk Pearson Minat membaca siswa dikategorikan baik, dengan 93,8%. Keterampilan menulis narasi siswa berada dalam kategori yang rendah, dengan frekuensi mencapai 34,3%. Ada hubungan yang signifikan dan positif antara minat baca dan keterampilan menulis narasi siswa. Hal ini dibuktikan dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,553, yang lebih besar dari tabel r (0,349)  Ini menunjukkan bahwa hipotesis ???????? diterima dan hipotesis ????o ditolak.
ANALISIS PERAN GURU DALAM PENDIDIKAN KARAKTER PADA PEMBELAJARAN PKN SISWA KELAS III SD ISLAM SWASTA ASDU KAB. TANGERANG Lutfia Safitri; Asih Rosnaningsih; Yayah Huliatunisa
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4128

Abstract

Penelitian ini berjudul Peran Guru dalam Menanamkan Pendidikan Karakter Cinta Tanah Air pada Pembelajaran PPKn Siswa Kelas III di SD Islam Swasta ASDU Kabupaten Tangerang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana peran guru dalam menanamkan nilai-nilai cinta tanah air melalui pembelajaran PPKn yang berbasis penguatan karakter budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru kelas III dan siswa kelas III di SD Islam Swasta ASDU Kabupaten Tangerang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menjalankan perannya secara optimal dalam menanamkan karakter cinta tanah air melalui pembelajaran PPKn. Peran guru sebagai demonstrator terlihat dari kemampuannya menjelaskan materi budaya dengan cara yang mudah dipahami siswa. Sebagai pengelola kelas, guru menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan kondusif. Peran guru sebagai mediator dan fasilitator ditunjukkan melalui penggunaan media pembelajaran visual dan teknologi yang mendukung keterlibatan siswa. Sebagai evaluator, guru melakukan penilaian secara menyeluruh dan memberikan umpan balik yang membangun. Terakhir, guru sebagai motivator memberikan dorongan positif agar siswa menghargai budaya dan semangat kebangsaan. Secara keseluruhan, guru berhasil menumbuhkan karakter cinta tanah air melalui pendekatan yang interaktif, menyenangkan, dan kontekstual.