p-Index From 2021 - 2026
8.989
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Sosiohumaniora KOM & REALITAS SOSIAL Professional : Jurnal Komunikasi dan Administrasi Publik Jurnal Kebijakan dan Pelayanan Publik Visionist J-IKA : Jurnal Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas BSI Bandung Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan At-Tadbir : jurnal ilmiah manajemen JURNAL CEMERLANG: Pengabdian pada Masyarakat JIKE : Jurnal Ilmu Komunikasi Efek JURNAL PERSPEKTIF PENDIDIKAN PERSPEKTIF BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat INCARE Jurnal Komunikasi dan Media Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Jurnal Pengabdian Masyarakat Tapis Berseri Aurelia: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Dharmawangsa: International Journal of the Social Sciences, Education and Humanitis Jurnal Cyber PR Jurnal Ilmiah Teknik Informatika dan Komunikasi MABUSS: Journal of Management, Business and Social Sciences Journal of Communication and Social Sciences Journal of Innovative and Creativity Jurnal Pengabdian UMKM Engagement: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat INTERACTION Communication Studies Journal Kontekstual: Jurnal Ilmu Komunikasi CONVERSE Journal Communication Science International Journal of Education, Vocational and Social Science Momentum Matrix: International Journal of Communication, Tourism, and Social Economic Trends Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi Jurnal Ragam Pengabdian Dynamics Social : International Journal of Social Sciences and Communication Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi International Journal of Multidisciplinary Reseach J-IKA : Jurnal Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas BSI Bandung Cangkal : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora
Claim Missing Document
Check
Articles

Efektivitas Pemanfaatan Pesan Sosial Berbasis Pemberdayaan Penyandang Disabilitas dalam Komunikasi Pemasaran Digital Batik Siger Adelia Dwi Safitri; Budhi Waskito; Noning Verawati
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 4 (2026): EduTIK : Agustus 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i4.521

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas pesan sosial berbasis pemberdayaan penyandang disabilitas dan pesan komersial dalam komunikasi pemasaran digital terhadap perilaku konsumen UMKM Batik Siger. Latar belakang penelitian didasari oleh semakin meluasnya penggunaan media sosial sebagai platform pemasaran, namun kajian kuantitatif mengenai pengaruh pesan sosial berbasis isu disabilitas terhadap perilaku konsumen masih sangat terbatas. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui kuesioner skala Likert 1–4 yang disebarkan kepada 175 responden (95 Instagram, 80 TikTok) menggunakan purposive sampling. Variabel independen terdiri dari pesan sosial (X1) dan pesan komersial (X2), sedangkan variabel dependen adalah perilaku konsumen (Y) yang mencakup minat beli dan keputusan pembelian. Analisis data menggunakan regresi linear sederhana dan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesan sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku konsumen (β=0,545; Sig.=0,000), begitu pula pesan komersial (β=0,591; Sig.=0,000). Secara simultan, kedua variabel menjelaskan 71% variasi perilaku konsumen (R²=0,710). Pesan komersial terbukti lebih dominan dibandingkan pesan sosial pada kedua platform. Indikator penawaran promosi (β=0,565) merupakan faktor pesan komersial paling berpengaruh, sementara daya tarik emosional (β=0,538) menjadi indikator pesan sosial terkuat, khususnya di TikTok. Implikasi penelitian ini mendukung strategi komunikasi pemasaran digital yang mengintegrasikan pesan komersial sebagai strategi utama dengan pesan sosial berbasis pemberdayaan disabilitas sebagai strategi pendukung untuk membangun citra positif dan kedekatan emosional dengan konsumen. ABSTRACT This study aims to analyze the effectiveness of social messages based on the empowerment of persons with disabilities and commercial messages in digital marketing communication on consumer behavior of UMKM Batik Siger. The study is motivated by the growing use of social media as a marketing platform, while quantitative research on the impact of disability-themed social messages on consumer behavior remains scarce. A quantitative approach using survey method was employed, with data collected through Likert 1–4 scale questionnaires distributed to 175 respondents (95 Instagram, 80 TikTok) using purposive sampling. Independent variables consist of social messages (X1) and commercial messages (X2), while the dependent variable is consumer behavior (Y) comprising purchase intention and purchase decision. Data were analyzed using simple and multiple linear regression with SPSS 27. Results indicate that social messages positively and significantly influence consumer behavior (β=0.545; Sig.=0.000), as do commercial messages (β=0.591; Sig.=0.000). Simultaneously, both variables explain 71% of consumer behavior variance (R²=0.710). Commercial messages prove more dominant than social messages on both platforms. The promotional offer indicator (β=0.565) is the most influential commercial message factor, while emotional appeal (β=0.538) is the strongest social message indicator, particularly on TikTok. The findings support an integrated digital marketing communication strategy that positions commercial messages as the primary strategy and disability-empowerment social messages as a supporting strategy to build a positive brand image and emotional closeness with consumers.
Efektivitas Strategi Komunikasi Pemasaran Word of Mouth terhadap Peningkatan Keputusan Konsumen dalam Pembelian Stik Biliar di Billiard Consignment Inzagie Angsana; Budhi Waskito; M Denu Poyo
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 4 (2026): EduTIK : Agustus 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i4.527

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh strategi komunikasi pemasaran melalui Word of Mouth (WOM), Instagram, dan Live TikTok terhadap keputusan pembelian stik billiard di Billiard Consignment, Kota Tangerang. Latar belakang penelitian didasari oleh ketatnya persaingan penjualan stik billiard antar toko di Kota Tangerang, serta terbatasnya kajian kuantitatif mengenai efektivitas integrasi WOM dan media sosial digital secara bersamaan dalam mendorong keputusan pembelian pada segmen olahraga rekreasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui kuesioner skala Likert 1–4 kepada 62 responden member Billiard Consignment yang pernah membeli stik billiard, menggunakan teknik purposive sampling dari populasi 73 orang. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji asumsi klasik, serta regresi linear sederhana dan berganda dengan SPSS 29. Hasil analisis deskriptif menunjukkan seluruh variabel berada pada kategori tinggi: WOM (3,17), Instagram (3,16), Live TikTok (3,15), dan keputusan pembelian (3,20). Secara parsial, ketiga variabel berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian dengan nilai t hitung masing-masing: WOM (5,498), Instagram (4,721), dan Live TikTok (3,475), seluruhnya signifikan pada p<0,001. Secara simultan, ketiga variabel mampu menjelaskan 58,9% variasi keputusan pembelian (R²=0,589; F=27,662; p<0,001). Word of Mouth merupakan variabel paling dominan dengan Standardized Beta tertinggi (β=0,477), diikuti Instagram (β=0,403) dan Live TikTok (β=0,305). Temuan ini mengimplikasikan bahwa strategi komunikasi pemasaran terpadu yang menempatkan WOM sebagai tulang punggung, didukung Instagram untuk informasi produk dan Live TikTok untuk interaksi real-time, merupakan pendekatan paling efektif dalam meningkatkan keputusan pembelian di industri perlengkapan olahraga billiard. ABSTRACT This study aims to analyze the influence of Word of Mouth (WOM), Instagram, and Live TikTok marketing communication strategies on consumer purchasing decisions for billiard cues at Billiard Consignment, Tangerang City. The study is motivated by intense competition among billiard cue retailers in Tangerang and the limited quantitative research examining the integrated effectiveness of WOM and digital social media simultaneously in driving purchasing decisions in the recreational sports segment. A quantitative survey approach was employed using Likert 1–4 scale questionnaires distributed to 62 respondents who are Billiard Consignment members and have purchased billiard cues, selected through purposive sampling from a population of 73 people. Data were analyzed using descriptive statistics, classical assumption tests, and simple and multiple linear regression with SPSS 29. Descriptive analysis results show all variables at a high category: WOM (3.17), Instagram (3.16), Live TikTok (3.15), and purchasing decision (3.20). Partially, all three variables have a positive and significant effect on purchasing decisions with t-values of: WOM (5.498), Instagram (4.721), and Live TikTok (3.475), all significant at p<0.001. Simultaneously, the three variables explain 58.9% of the variance in purchasing decisions (R²=0.589; F=27.662; p<0.001). Word of Mouth is the most dominant variable with the highest Standardized Beta (β=0.477), followed by Instagram (β=0.403) and Live TikTok (β=0.305). These findings imply that an integrated marketing communication strategy positioning WOM as the backbone, supported by Instagram for product information and Live TikTok for real-time interaction, is the most effective approach for increasing purchasing decisions in the billiard sports equipment industry.
Makna Banten Pejati sebagai Sarana Ritual Ibadah Umat Hindu (Studi pada Masyarakat Hindu di Kelurahan Labuhan Dalam) Niluh Shinta Arda Naresuari; M. Denu Poyo; Budhi Waskito
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 4 (2026): EduTIK : Agustus 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i4.530

Abstract

ABSTRAK  Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan modernisasi dan kehidupan perkotaan di Desa Labuhan Dalam, Bandar Lampung, yang memengaruhi pemaknaan Banten Pejati di kalangan umat Hindu Bali. Studi ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam makna simbolis, fungsi, dan dinamika pewarisan Banten Pejati sebagai sarana peribadatan ritual. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologis serta menggunakan alat analisis teori interaksionisme simbolik Herbert Mead. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Banten Pejati merupakan sarana komunikasi spiritual yang sarat dengan simbol-simbol kosmologis Hindu. Meskipun terjadi pergeseran praktis dari pembuatan mandiri ke pembelian banten siap pakai akibat tuntutan ritme kehidupan kota, komodifikasi ini tidak mengurangi kesakralannya. Umat Hindu perkotaan melakukan negosiasi terhadap kesucian banten tersebut melalui ritual penyucian diri menggunakan air suci. Sebagai simpulan, esensi spiritual Banten Pejati sebagai simbol ketulusan (jati) tetap lestari dan adaptif di tengah arus modernitas perkotaan.  ABSTRACT  This research is motivated by the challenges of modernization and urban life in Labuhan Dalam Village, Bandar Lampung, which influence the interpretation of Banten Pejati among Balinese Hindus. This study aims to analyze in-depth the symbolic meaning, function, and dynamics of the inheritance of Banten Pejati as a means of ritual worship. The method used is qualitative, with a phenomenological approach and the analytical tools of Herbert Mead's symbolic interactionism theory. The research findings indicate that Banten Pejati is a medium of spiritual communication imbued with Hindu cosmological symbols. Despite a practical shift from self-production to the purchase of ready-made banten due to the demands of urban rhythms, this commodification does not degrade its sacredness. Urban Hindus negotiate the sanctity of the banten through self-purification rituals using holy water. In conclusion, the spiritual essence of Banten Pejati as a symbol of sincerity (jati) remains sustainable and adaptive amidst the currents of urban modernity.
Makna Budaya Motif Sulam Jelujur Lampung (Studi Kasus pada Sekura Art Lampung) Vanesa Amanda; Wawan Hernawan; Budhi Waskito
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 4 (2026): EduTIK : Agustus 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i4.531

Abstract

ABSTRAK  Penelitian ini bertujuan menganalisis makna budaya yang terkandung dalam motif Sulam Jelujur Lampung melalui studi kasus pada Sekura Art Lampung. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pelestarian nilai – nilai budaya yang tercermin dalam motif kain tradisional di tengah perkembangan industri kreatif yang mendorong lahirnya berbagai inovasi produk. Pendekatan yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap pemilik Sekura Art serta para pengrajin yang dipilih menggunakan teknik purposive dan snowball sampling. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan menggunakan Teori Interaksi Simbolik Herbert Mead yang meliputi konsep mind, self, dan society. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif Sulam Jelujur Lampung mengandung makna budaya yang berkaitan dengan sejarah transmigrasi masyarakat Jawa di Kabupaten Pesawaran, proses adaptasi budaya, solidaritas sosial, ketekunan, serta identitas daerah. Setiap motif tidak hanya berfungsi sebagai unsur dekoratif, tetapi juga sebagai simbol yang merepresentasikan pengalaman sejarah dan nilai – nilai budaya masyarakat. Makna tersebut terus dipertahankan melalui interaksi sosial antara pemilik Sekura Art dan para pengrajin sehingga tetap terjaga meskipun Sulam Jelujur berkembang menjadi berbagai produk industri kreatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa makna budaya motif Sulam Jelujur dibentuk dan dilestarikan melalui proses interaksi simbolik yang melibatkan aspek kognitif, kesadaran individu, dan hubungan sosial dalam masyarakat. ABSTRACT  This study aims to analyze the cultural meanings embedded in the motifs of Sulam Jelujur Lampung through a case study at Sekura Art Lampung. The study is motivated by the importance of preserving the cultural values reflected in traditional textile motifs amidst the rapid development of the creative industry, which has encouraged various product innovations. A qualitative approach with a case study method was employed. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation involving the owner of Sekura Art and artisans selected using purposive and snowball sampling techniques. Data were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing using Herbert Mead’s Symbolic Interaction Theory, focusing on the concepts of mind, self, and society. The findings reveal that the motifs of Sulam Jelujur Lampung embody cultural meanings related to the history of Javanese transmigration in Pesawaran Regency, cultural adaption, social solidarity, perseverance, and regional identity. Each motif functions not only as a decorative element but also as a cultural symbol representing the historical experiences and values of the community. These meanings continue to be preserved through social interactions between the owner of Sekura Art and the artisans, despite the development of Sulam Jelujur into various creative industry products. The study concludes that the cultural meanings of Sulam Jelujur motifs are constructed and maintained through symbolic interaction involving cognitive interpretation, individual awareness, and continuous social interaction within the community.
Rancangan Pesan Komunikasi Publik dalam Penanganan Keluhan Pelanggan Pemadaman Listrik pada Instagram @PLNDisLampung Desy Anggraini; Noning Verawati; Budhi Waskito
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 4 (2026): EduTIK : Agustus 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i4.532

Abstract

ABSTRAK  Komunikasi publik memiliki peran penting dalam membangun hubungan antara organisasi dengan masyarakat, terutama ketika terjadi gangguan pelayanan publik seperti pemadaman listrik. Akun instagram @plndislampung dimanfaatkan sebagai media komunikasi publik untuk menyampaikan informasi  sekaligus merespons keluhan pelanggan. Namun, hasil observasi menunjukkan bahwa respons yang diberikan masih menggunakan bentuk pesan yang relatif seragam, sementara karakteristik keluhan pelanggan yang disampaikan beragam. Penelitian ini bertujuan  menyusun rancangan pesan komunikasi publik dalam penanganan keluhan pelanggan terkait pemadaman listrik melalui akun instagram @plndislampung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui observasi terhadap komentar pelanggan selama Januari-Desember 2025, wawancara dengan pihak PLN Unit Induk Distribusi Lampung dan pelanggan, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelanggan PLN memiliki karakteristik yang heterogen serta menghasilkan enam klasifikasi jenis keluhan, yaitu keluhan pemadaman listrik, pertanyaan pelanggan, keluhan kurangnya informasi, keluhan penanganan, keluhan dampak pemadaman, dan gangguan teknis kelistrikan. Berdasarkan temuan tersebut disusun rancangan pesan komunikasi publik berupa pengembangan template respons sesuai karakteristik setiap jenis keluhan serta rancangan flyer informasi pemadaman listrik. Rancangan yang diusulkan diharapkan dapat menjadi alternative penyempurnaan komunikasi publik PLN dalam penyampaian informasi penanganan keluhan pemadaman listrik melalui instagram. ABSTRACT  Public communication plays an important role in maintaning relationships between organization and the public, particularly during public service disruptions such as power outages. The instagram account @plndislampung is utilized as a public communication platform to disseminate information while responding to customer complaints. However, the observation results indicate that the responses provided still employ relatively uniform message formats, despite the diverse characteristics of customer complaints. This study aims to develop a public communication message design for handling customer complaints related to power outages through the instagram account @plndislampung. The research employed a qualitative approach using a case study method. Data were collected through observations of customer comments posted from January to December 2025, in-depth interviews with PLN Lampung Distribution Main Unit personnel and customers, as well as documentation. Data were analyzed using the interactive model of Miles and Huberman, which consists of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that PLN customers have heterogeneous characteristics and can be classified into six categories of complaints, namely power outage complaints, customer inquiries, lack of information complaints, complaint handling issues, outage impact complaints, and technical electrical problems. Based on these findings, the study proposes a public communication message design consisting of response templates tailored to the characteristics of each type of complaint, as well as an informational flyer regarding power outages. The proposed communication message design is expected to serve as an alternative for improving PLN's public communication in delivering information related to handling power outage complaints through instagram.
Perubahan Perilaku Ibu Rumah Tangga melalui Pemberdayaan Membatik Tulis di Deandra Batik Lampung Dini Ocktavia; Noning Verawati; Budhi Waskito
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 4 (2026): EduTIK : Agustus 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i4.533

Abstract

ABSTRAK  Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya program pemberdayaan perempuan melalui pengembangan keterampilan berbasis budaya lokal sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup ibu rumah tangga. Salah satu bentuk pemberdayaan tersebut dilakukan oleh Deandra Batik Lampung melalui pelatihan membatik tulis. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perubahan perilaku ibu rumah tangga setelah mengikuti pemberdayaan membatik tulis di Deandra Batik Lampung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma post-positivisme. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap pemilik usaha, para pembatik, serta informan pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan membatik tulis mampu menghasilkan perubahan perilaku pada ibu rumah tangga yang ditandai dengan meningkatnya pengetahuan dan keterampilan membatik, tumbuhnya rasa percaya diri, meluasnya hubungan sosial, serta perubahan cara pandang terhadap kemampuan diri. Perubahan tersebut terjadi melalui proses pelatihan, pendampingan, dan interaksi yang dilakukan secara berkelanjutan sehingga mendorong peserta menjadi lebih mandiri dan produktif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemberdayaan berbasis keterampilan membatik tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis, tetapi juga membentuk perubahan perilaku positif pada aspek pengetahuan, sikap, dan tindakan ibu rumah tangga. ABSTRACT  This study is motivated by the importance of women's empowerment through local culture-based skill development to improve the quality of life of housewives. One of these empowerment programs is implemented by Deandra Batik Lampung through hand-drawn batik training. This study aims to describe the behavioral changes experienced by housewives after participating in the empowerment program. The research employed a qualitative approach with a post-positivist paradigm. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation involving the business owner, batik artisans, and supporting informants. The findings indicate that the empowerment program has led to significant behavioral changes among participants, including improved knowledge and batik-making skills, increased self-confidence, broader social relationships, and a more positive self-perception. These changes occurred through continuous training, mentoring, and interaction, encouraging participants to become more independent and productive. The study concludes that empowerment through hand-drawn batik training not only improves technical skills but also promotes positive behavioral changes in the cognitive, affective, and behavioral aspects of housewives.
Analisis Umpan Balik Pesan Promosi pada Media Sosial (Studi Kasus di Pringsewu Ranch and Resto (PRINCHSTO)) Liniya Jihan Azzahra; Hanindyalaila Pienrasmi; Budhi Waskito
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 4 (2026): EduTIK : Agustus 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i4.544

Abstract

ABSTRAK               Penelitian ini mengkaji umpan balik audiens terhadap pesan promosi yang di sampaikan melalui media social Pringsewu Ranch and Resto (Princhsto). Media sosial telah menjadi media promosi yang penting karena memungkinkan pelaku usaha pariwisata tidak hanya menyebarkan informasi, tetapi juga menerima umpan balik secara langsung dari audiens. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respon audiens terhadap pesan promosi yang disampaikan melalui Instagram, TikTok, dan Facebook. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi yang melibatkan satu informan utama, satu informan kunci, dan enam informan pendukung yang merupakan pengikut akun media sosial Princhsto. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umpan balik audiens terhadap pesan promosi Princhsto cenderung positif. Pesan informatif mengenai fasilitas, aktivitas, event, dan promo dinilai mudah dipahami, sedangkan pesan visual yang menampilkan aktivitas berkuda, memanah, pengalaman pengunjung, serta suasana lokasi menjadi bentuk pesan yang paling menarik perhatian audiens. Konten promosi aktivitas berkuda menjadi pesan yang paling dominan memperoleh umpan balik karena dianggap unik dan menjadi daya tarik utama Princhsto. Secara keseluruhan, media sosial memiliki peran penting dalam menyampaikan pesan promosi dan membangun umpan balik positif dari audiens terhadap Princhsto. ABSTRACT               This study examines audience feedback on promotional messages delivered through the social media platforms of Pringsewu Ranch and Resto (Princhsto). Social media has become an important promotional medium that enables tourism businesses not only to disseminate information but also to receive direct feedback from audiences. This research aims to analyze audience responses to promotional messages conveyed through Instagram, TikTok, and Facebook. The study employed a qualitative descriptive approach. Data were collected through interviews, observation, and documentation involving one key informant, one main informant, and six supporting informants who follow Princhsto’s social media accounts. The findings indicate that audience feedback toward Princhsto’s promotional messages was generally positive. Horse-riding promotional content emerged as the most dominant message receiving audience feedback because it was perceived as unique and represented the main attraction of Princhsto. Overall, social media plays a significant role in delivering promotional messages and fostering positive audience feedback toward Princhsto.
Intrapersonal Communication of Gen Z Women Who Choose to Marry Below the Ideal Age Justine Terence Putri; M. Denu Poyo; Budhi Waskito
Interaction Communication Studies Journal Vol. 3 No. 2 (2026): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/interaction.v3i2.6194

Abstract

This study aims to analyze the intrapersonal communication of Generation Z women who choose to marry before the ideal age. This phenomenon is interesting because, amidst the tendency of Gen Z to delay marriage due to education, career, and economic considerations, some women still choose to marry before the age of 21. The study used a qualitative approach with phenomenological methods. Informants consisted of Gen Z women who married before the ideal age and supporting informants from the DAMAR Lampung Association. Data collection techniques were conducted through in-depth interviews, observation, and documentation. Data analysis used thematic analysis. The results indicate that the decision to marry is formed through the process of decoding experiences, integrating information, utilizing past memories, encoding the meaning of marriage, feedback from the social environment, and various distractions that influence thought processes. Intrapersonal communication is a key factor that helps informants define their own readiness and build confidence in their decision to marry. This research contributes to the development of intrapersonal communication studies in the context of young women's decision-making.
PERAN PAMONG BUDAYA DALAM PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK BERBASIS PELESTARIAN BUDAYA DAERAH LAMPUNG DI UPTD MUSEUM LAMPUNG Fauzi, Zaidan; Waskito, Budhi
Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi Vol. 3 No. 7 (2026): Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi (Juli 2026)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/jurmie.v3i7.2462

Abstract

This study examines the quality of public services at the UPTD Museum Lampung based on local cultural preservation and its impact on visitor satisfaction. It also analyzes the role of Cultural Facilitators in improving service quality, identifies obstacles encountered in delivering public services and cultural information, and explores strategies to strengthen their role. Using a qualitative research approach, data were collected through observation, interviews, and documentation. Data analysis followed an interactive model consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that the quality of public services at the UPTD Museum Lampung has not been optimal in enhancing visitor satisfaction. This is evident in the predominantly one-way service delivery, limited structured educational guidance, and insufficient interactive media, which result in visitors’ limited understanding of local cultural values. The role of Cultural Facilitators has been carried out through reliability, responsiveness, empathy, and communication; however, their implementation remains unstructured, inconsistent, and insufficient in encouraging active visitor participation. Several constraints hinder effective service delivery, including limited human resources, inadequate facilities and infrastructure, poorly organized service systems, and weak coordination among staff. To improve public service quality, it is necessary to strengthen the role of Cultural Facilitators through adaptive service strategies, reinforcement of the museum’s educational function, and enhanced coordination and communication, thereby supporting sustainable local cultural preservation.
Co-Authors Ade Irma Pertiwi Adelia Dwi Safitri Afrizal Nilwan Agastia Pramesti Regita Cahyani P Agus Tina Simanjuntak Agus Wahyudi Agustina Zawitri Agustuti Handayani Akasah Kurniawan Alya Ulfa Dwi Asri Aminah Aminah Anastasia Luliani Frelisia Andala Rama Putra Barusman Andoni Fornio Barusman Anggalana Anggewa, Dava Anggraini Saputri Appin Purisky Redaputri Ardianto, Hendri Arie Purnama Ayu Wulandari Azura, Tabitha Rahma Cika Adil Tavia Desma Silvira Desy Anggraini Dewa Putu Wipayana Kusuma Dhollinca Cornikova SA Dini Ocktavia Dora Rinova Ephytania Malau Fanesa Melifika Fauzi, Zaidan Ferina Aisah Fikri Alkatiri Fitriandini, Ragil Gede Ari Pratama Putra Gesta Rallimo Pratiasa Gregorius Manuel Jaya Pardamean Hanindyalaila Pienrasmi Haninun Hartabela, Dadang Hendri Ardianto Hendri Dunan Ida Farida Inzagie Angsana Iqbal Hasan J T Yuhono Joko Setiadi Justine Terence Putri Kamila Yuniarti Khujaji, Afie Khotimil Kurniawan, Dea Lestari S, Meidianty Liniya Jihan Azzahra M Amsyar Riendika M. Denu Poyo M. Denu Proyo M. Yusuf S. Barusman Maulia, Mita Nainggolan, Asnirut Naomika Naswa Rahmadita Nika Mareta Ramadani Niki Agus Santoso Niluh Shinta Arda Naresuari Noning Verawati Nurhidayah, Indah Obed Ebenezer Oktaviani, Anisa Putri Poyo, M. Probo Raharjo Putri Sugiati RISWAN, Riswan ROYNALDO SIMANULANG Sahri, Dilla Revira Sapto Yowono Saputra, M.Hafiz Salas Satria Astana Selviani Saputri Setiawan, Adrian Pujangga Sigit Riyadi Soewito Soewito Soewito Sri Mina Ginting Sugito - Susilowati Susilowati Taufik Farhansyah Tesalonica, Veren Tina Miniawati Barusman Trenggono Pujo Sakti Tri Hardiansyah tri my indah Valloma, Fernando Vanesa Amanda Viata, Sony Vinolia Agustin Vonny Tiara Narundana Wawan Hernawan Wawan Hernawan Wayan Landre Weni Safitri William Djunizar Wisnu, Laras Yanuarius Yanu Dharmawan Yasmine Nabila Putri Zawitri, Agustina