Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Implementasi Kepemimpinan Visioner Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kinerja Guru Di SD Inpres Tiom Kabupaten Lanny Jaya Provinsi Papua Pegunungan Yaung, Ludia; Kurniawan, Diki; Gultom, Monika; Tanta, C.; Waromi, Juliana; Masreng, Robert
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 4 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i4.2359

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kepemimpinan visioner kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru di SD INPRES Tiom, Kabupaten Lanny Jaya, Provinsi Papua Pegunungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi proses pembelajaran, dan studi dokumentasi. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan Teknik, sedangkan Analisis data dilakukan dengan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan visioner telah diimplementasikan dengan cukup baik. Dalam kepemimpinan visioner akan meningkatkan kinerja jika (1) proses penyusunan visi yang melibatkan guru, visi yang ditentukan sesuai dengan kondisi sekolah dan tingkat kepercayaan warga sekolah yang tinggi dalam mewujudkan visi, sehingga meningkatkan kinerja guru, (2) penyampaian visi dilakukan di rapat rutin dan melalui pengumuman tertulis, ada kesesuian antara visi dan kebijakan, dan warga sekolah memiliki pemahaman terhadap visi, sehingga dapat meningkatkan kinerja guru, (3) kemampuan memotivasi guru, mendorong kerja sama guru, dan pembagian tugas dan tanggung jawab guru secara efektif, sehinngga dapat meningkatkan kinerja guru, (4) kemampuan mendorong kesadaran kolektif, memberikan arahan strategis dan memfasilitasi koordinasi dan kolaborasi antar guru, sehingga meningkatkan kinerja guru, (5) Faktor pendukung implementasi kepemimpinan visioner meliputi kemampuan mengarahkan, memberikan motivasi, dan memfasilitasi kerja sama guru, kerja sama atau kolaborasi antar guru, dan memiliki komitmen pada visi. Sedangkan faktor penghambat meliputi usaha dalam mengimplementasikan visi secara efektif, fasilitas yang belum memadai, menjaga konsistensi pelaksanaan, kurangnya pelatihan, dan perbedaan kesiapan dalam menerima perubahan pada guru, serta (6) Implementasi kepemimpinan visioner berdampak pada peningkatan pembuatan RPP atau modul ajar, peningkatan kedisiplinan dan tanggung jawab guru, adanya keterlibatan guru dalam program sekolah, serta terjadi peningkatan hasil belajar siswa. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian manajemen pendidikan dengan menegaskan bahwa kepemimpinan visioner kepala sekolah yang diimplementasikan secara kontekstual dan adaptif mampu menjadi strategi terwujudnya peningkatan kinerja guru, terutama pada satuan pendidikan dasar di wilayah 3T seperti Papua Pegunungan.
Implementasi Manajemen Pembelajaran Berbasis Literasi Dasar Pada Program Sekolah Sepanjang Hari Di SD YPPK ST. Michael Hepuba Kabupaten Jayawijaya Provinsi Papua Pegunungan Yikwa, Yunus; Wahyudin, Urip; Irianto, Petrus; Tanta, C.; Mataputun, Yulius; Gultom, Monika
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 4 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i4.2362

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi manajemen pembelajaran berbasis literasi dasar dalam program sekolah sepanjang hari di SD YPPK St. Michael Hepuba, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan. Tujuannya adalah menganalisis aspek perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, evaluasi, serta faktor pendukung dan penghambat program. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan melibatkan sembilan informan, yaitu kepala sekolah, guru, komite, siswa, dan orang tua. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta diuji keabsahannya dengan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan dilakukan berdasarkan kondisi kemampuan membaca siswa, disusun secara kolaboratif, dan terintegrasi dalam kurikulum serta dokumen resmi sekolah. Pengorganisasian dilakukan melalui pembentukan tim literasi dengan pembagian tugas yang jelas dan koordinasi yang melibatkan berbagai pihak. Pelaksanaan program diwujudkan melalui pembiasaan membaca, integrasi literasi dalam pembelajaran, serta pemanfaatan fasilitas baca. Evaluasi dilakukan melalui supervisi dan refleksi, meskipun belum menggunakan instrumen baku. Faktor pendukung meliputi komitmen dan kolaborasi, sedangkan hambatan berupa keterbatasan sarana dan kondisi sosial ekonomi. Program ini berdampak positif terhadap kemampuan membaca, pemahaman, dan partisipasi belajar siswa.