Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Strategi Budaya Literasi Mempersiapkan Studi Lanjut Ke SMA Pada SMP Negeri 2 Tiom Kabupaten Lanny Jaya Provinsi Papua Pegunungan Mendien Kogoya; Robert Masreng; Monika Gultom; C. Tanta; Ewendi W. Mangolo; Ida M. Hutabarat
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 4 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i4.2324

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi budaya literasi mempersiapkan studi lanjut ke SMA pada SMP Negeri 2 Tiom. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan sebanyak 8 orang terdiri dari kepala Sekolah, 4 orang guru dan 3 orang eksternal dari Dinas Pendidikan dan Pengajaran, pegiat literasi dna tokoh masyarakat. Teknik pengumpulan data yang dilakukan menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi melalui keabsahandata. Teknik analisis data menggunakan teori interaktif dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMP Negeri 2 Tiom dalam strategi membangun budaya literasi melalui tahapan pembiasaan yaitu sekolah telah menerapkan kegiatan rutin membaca 15 menit sebelum pembelajaran sebagai bentuk pembiasaan literasi. Pembiasaan ini berhasil menumbuhkan minat membaca siswa, meningkatkan pemahaman awal terhadap teks, dan mempersiapkan siswa untuk kegiatan literasi lebih lanjut. Namun, konsistensi pelaksanaan dan pemanfaatan pojok baca di tiap kelas masih bervariasi, sehingga dampak pembiasaan belum merata di seluruh siswa. Kegiatan pengembangan literasi dilakukan melalui tindak lanjut setelah membaca, seperti meringkas, menulis tanggapan, dan diskusi buku. Strategi ini mendorong kemampuan berpikir kritis, pemahaman isi buku, serta keberanian siswa dalam mengekspresikan ide secara lisan dan tulisan. Tantangan utama terletak pada keterbatasan sarana dan prasarana, variasi bahan bacaan, serta pengembangan kreativitas menulis siswa yang masih perlu perhatian lebih. Tahap pembelajaran dengan mengntegrasikan literasi ke dalam pembelajaran di semua mata pelajaran dilakukan melalui penggunaan strategi sebelum, selama, dan setelah membaca, serta melalui pemberian tugas menulis dan penggunaan berbagai genre teks. Pelatihan literasi menulis bagi guru dan kolaborasi antar guru memperkuat implementasi strategi ini, sehingga kualitas pembelajaran meningkat dan siswa lebih kreatif dalam menulis. Kendala yang dihadapi mencakup keterbatasan sarana/prasarana, manajemen waktu pembelajaran, serta variasi materi bacaan yang belum optimal.
Implementasi Kepemimpinan Visioner Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kinerja Guru Di SD Inpres Tiom Kabupaten Lanny Jaya Provinsi Papua Pegunungan Ludia Yaung; Diki Kurniawan; Monika Gultom; C. Tanta; Juliana Waromi; Robert Masreng
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 4 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i4.2359

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kepemimpinan visioner kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru di SD INPRES Tiom, Kabupaten Lanny Jaya, Provinsi Papua Pegunungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi proses pembelajaran, dan studi dokumentasi. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan Teknik, sedangkan Analisis data dilakukan dengan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan visioner telah diimplementasikan dengan cukup baik. Dalam kepemimpinan visioner akan meningkatkan kinerja jika (1) proses penyusunan visi yang melibatkan guru, visi yang ditentukan sesuai dengan kondisi sekolah dan tingkat kepercayaan warga sekolah yang tinggi dalam mewujudkan visi, sehingga meningkatkan kinerja guru, (2) penyampaian visi dilakukan di rapat rutin dan melalui pengumuman tertulis, ada kesesuian antara visi dan kebijakan, dan warga sekolah memiliki pemahaman terhadap visi, sehingga dapat meningkatkan kinerja guru, (3) kemampuan memotivasi guru, mendorong kerja sama guru, dan pembagian tugas dan tanggung jawab guru secara efektif, sehinngga dapat meningkatkan kinerja guru, (4) kemampuan mendorong kesadaran kolektif, memberikan arahan strategis dan memfasilitasi koordinasi dan kolaborasi antar guru, sehingga meningkatkan kinerja guru, (5) Faktor pendukung implementasi kepemimpinan visioner meliputi kemampuan mengarahkan, memberikan motivasi, dan memfasilitasi kerja sama guru, kerja sama atau kolaborasi antar guru, dan memiliki komitmen pada visi. Sedangkan faktor penghambat meliputi usaha dalam mengimplementasikan visi secara efektif, fasilitas yang belum memadai, menjaga konsistensi pelaksanaan, kurangnya pelatihan, dan perbedaan kesiapan dalam menerima perubahan pada guru, serta (6) Implementasi kepemimpinan visioner berdampak pada peningkatan pembuatan RPP atau modul ajar, peningkatan kedisiplinan dan tanggung jawab guru, adanya keterlibatan guru dalam program sekolah, serta terjadi peningkatan hasil belajar siswa. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian manajemen pendidikan dengan menegaskan bahwa kepemimpinan visioner kepala sekolah yang diimplementasikan secara kontekstual dan adaptif mampu menjadi strategi terwujudnya peningkatan kinerja guru, terutama pada satuan pendidikan dasar di wilayah 3T seperti Papua Pegunungan.
Implementasi Manajemen Pembelajaran Berbasis Literasi Dasar Pada Program Sekolah Sepanjang Hari Di SD YPPK ST. Michael Hepuba Kabupaten Jayawijaya Provinsi Papua Pegunungan Yunus Yikwa; Urip Wahyudin; Petrus Irianto; C. Tanta; Yulius Mataputun; Monika Gultom
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 4 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i4.2362

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi manajemen pembelajaran berbasis literasi dasar dalam program sekolah sepanjang hari di SD YPPK St. Michael Hepuba, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan. Tujuannya adalah menganalisis aspek perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, evaluasi, serta faktor pendukung dan penghambat program. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan melibatkan sembilan informan, yaitu kepala sekolah, guru, komite, siswa, dan orang tua. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta diuji keabsahannya dengan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan dilakukan berdasarkan kondisi kemampuan membaca siswa, disusun secara kolaboratif, dan terintegrasi dalam kurikulum serta dokumen resmi sekolah. Pengorganisasian dilakukan melalui pembentukan tim literasi dengan pembagian tugas yang jelas dan koordinasi yang melibatkan berbagai pihak. Pelaksanaan program diwujudkan melalui pembiasaan membaca, integrasi literasi dalam pembelajaran, serta pemanfaatan fasilitas baca. Evaluasi dilakukan melalui supervisi dan refleksi, meskipun belum menggunakan instrumen baku. Faktor pendukung meliputi komitmen dan kolaborasi, sedangkan hambatan berupa keterbatasan sarana dan kondisi sosial ekonomi. Program ini berdampak positif terhadap kemampuan membaca, pemahaman, dan partisipasi belajar siswa.
PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENGEMBANGKAN KOMUNITAS BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KINERJA GURU DI SD NEGERI 2 WAISAI Jackline Tifani Lamia; Robert Masreng; Monika Gultom
LOKAKARYA Vol 5, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/lokakarya.v5i1.5487

Abstract

This study aims to analyze the role of the principal in improving teacher performance through the development of learning communities at SD Negeri 2 Waisai, Raja Ampat Regency. This research is motivated by the importance of the principal’s leadership as instructional leadership in building a collaborative and reflective school culture. This study employs a qualitative approach with a descriptive research design. The research informants consist of the principal, teachers, the head of the learning community, school supervisors, and students. Data collection techniques were conducted through in-depthinterviews, participatory observation and documentation. Data analysis used the interactive model of Miles, Huberman, and Saldana, which includes data reduction, data display and conclusion drawing. Data validity was ensured through source and method triangulation. The results of the study show that principal performs leadership roles based on the EMASLIM theory, particularly as an educator, supervisor, leader and innovator in developing learning communities. Tehse roles encourage teacher collaboration, learning reflection and innovation in teaching practices. This study concludes that professional learning communities significantly contribute to improving teacher performance and strengthening a collaborative.
Analysis of Authentic Assessment Practices in Project-Based English Learning at the Secondary School Level Monika Gultom
Asian Journal of Applied Education (AJAE) Vol. 5 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/ajae.v5i1.15932

Abstract

Authentic assessment is a key component of project-based learning in English education, supporting the development of real-world communication, collaboration, creativity, and problem-solving skills. This qualitative study examines authentic assessment practices in project-based English learning at the secondary school level, focusing on teacher strategies, student experiences, and institutional support. Using purposive sampling, data were collected from two English teachers, eight students, and two curriculum staff in a secondary school in Jayapura through classroom observations, in-depth interviews, and document analysis, and analyzed thematically. The findings show that teachers employ authentic assessments such as performance-based rubrics, project portfolios, and presentations, but face challenges related to unclear assessment indicators, time limitations, and varying student readiness. The study concludes that while authentic assessment enhances 21st-century language competencies, its effectiveness depends on more consistent assessment design, clearer rubrics, and stronger school policy support, contributing to improved project-based learning and assessment models in English language education.
KERJASAMA SEKOLAH DAN ORANG TUA DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA Tiwena Wenda; Petrus Irianto; Mingsep Rante Sampebua; Robert Masreng; Monika Gultom; Ewendi W. Mangolo
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i2.10499

Abstract

The implementation of education policies in underdeveloped regions of Papua faces geographical barriers, digital limitations, and highly complex sociocultural dynamics. This study aims to analyze in-depth the collaboration mechanisms between schools and parents at SMP Negeri 1 Tiom, Lanny Jaya, to improve student achievement. Using a qualitative approach with a case study design, data was collected from eleven key informants through purposive sampling and validated using a triangulation strategy and sources. The research steps included participant observation at committee meetings, in-depth interviews regarding parenting patterns, and an analysis of the achievement information system. The research findings revealed that integrating WhatsApp communication with traditional methods such as home visits and contact books was highly effective in breaking down distance barriers and strengthening student discipline. Furthermore, family education through religious forums was proven to increase parents' understanding of the importance of daily learning support. The implementation of an informal talent mapping strategy also stimulated the intrinsic motivation of indigenous Papuan students. Quantitative results showed a tangible impact in the form of an increase in students' average academic scores from 70 to 78 and a significant decrease in absenteeism. The main conclusion confirms that a flexible, transparent partnership model based on the local wisdom of the Lani community is a strategic key in maintaining the sustainability of education services while breaking the chain of poverty in the interior of the Papua Highlands. ABSTRAK Penerapan kebijakan pendidikan di wilayah tertinggal Papua menghadapi hambatan geografis, keterbatasan digital, serta dinamika sosiokultural yang sangat kompleks. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara mendalam mekanisme kolaborasi antara pihak sekolah dan orang tua di SMP Negeri 1 Tiom, Lanny Jaya, untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, data dihimpun dari sebelas informan kunci melalui teknik purposive sampling dan divalidasi menggunakan strategi triangulasi teknik serta sumber. Langkah penelitian mencakup observasi partisipatif pada rapat komite, wawancara mendalam terkait pola asuh, dan analisis sistem informasi prestasi. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa integrasi komunikasi media WhatsApp dengan metode tradisional seperti kunjungan rumah dan buku penghubung sangat efektif meruntuhkan kendala jarak serta memperkuat disiplin siswa. Selain itu, edukasi keluarga melalui forum keagamaan terbukti meningkatkan pemahaman wali murid mengenai pentingnya pendampingan belajar harian. Penerapan strategi pemetaan bakat secara informal juga mampu membangkitkan motivasi intrinsik siswa asli Papua. Hasil kuantitatif menunjukkan dampak nyata berupa kenaikan rata-rata nilai akademik siswa dari skor 70 menjadi 78 serta penurunan angka absensi secara signifikan. Simpulan utama menegaskan bahwa model kemitraan yang fleksibel, transparan, dan berbasis kearifan lokal masyarakat Lani merupakan kunci strategis dalam menjaga keberlanjutan layanan pendidikan sekaligus memutus rantai kemiskinan di pedalaman Papua Pegunungan. Â