Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Pengaruh Pengetahuan terhadap Penggunaan Obat Parasetamol yang Rasional dalam Swamedikasi (Studi pada Ibu Rumah Tangga di Desa Sumberpoh Kecamatan Maron Kabupaten Probolinggo) Elys Oktaviana; Ika Ratna Hidayati; Liza Pristianty
JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 4 No. 2 (2017): Jurnal Farmasi dan Ilmu Kefarmasian Indonesia
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.146 KB) | DOI: 10.20473/jfiki.v4i22017.44-50

Abstract

Pendahuluan: Obat yang paling banyak digunakan untuk swamedikasi adalah parasetamol. Parasetamol digunakan untuk meredakan nyeri ringan atau sedang dan kondisi demam ringan. Tujuan: Mengetahui pengaruh pengetahuan  terhadap penggunaan obat parasetamol yang rasional dalam swamedikasi pada ibu rumah  tangga di Desa Sumberpoh Kecamatan Maron Kabupaten Probolinggo. Metode: Penelitian ini menggunakan metode observasi analitik dengan pendekatan studi cross-sectional. Jumlah sampel adalah 84 responden yang dipilih menggunakan purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner tertutup. Analisis ini menggunakan metode regresi linier deskriptif dan sederhana. Hasil: Hasil penelitian yaitu ibu rumah tangga yang memiliki pengetahuan baik (39%), cukup baik (51%), kurang baik dan tidak baik masing-masing (5%). Ibu rumah tangga dengan tindakan positif (58%), sedangkan dengan tindakan negatif (42%). Analisis regresi linier nilai signifikan 0,029 < 0,05, nilai t-hitung 2,217 > 1,663. Nilai Rsquare 0,057, nilai R (0,238), persamaan regresi Y = 16,898 + 0,800x. Kesimpulan:  Pengetahuan berpengaruh  terhadap penggunaan obat parasetamol rasional dalam swamedikasi  pada ibu rumah tangga  di Desa Sumberpoh Kecamatan Maron Kabupaten Probolinggo. Untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat, khususnya ibu rumah tangga di desa Sumberpoh, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo disarankan dilakukan penyuluhan tentang penggunaan obat parasetamol yang rasional dalam swamedikasi.
Analisis Kolaborasi Apoteker dan Dokter di Puskesmas Surabaya dari Pespektif Dokter Fransisca Gloria; Liza Pristianty; Abdul Rahem
JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 8 No. 2 (2021): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfiki.v8i22021.132-138

Abstract

Pendahuluan: Diabetes melitus adalah penyakit yang kompleks, suatu penyakit kronis yang membutuhkan perawatan medis terus menerus (kontinyu). Untuk meningkatkan hasil klinis pasien dan keberhasilan dalam terapi diperlukan suatu kolaborasi interprofesi. Tujuan: Penelitian ini menganalisis kolaborasi dokter dan apoteker di Puskesmas se-kota Surabaya khususnya dalam menangani terapi pasien  diabetes melitus dari perspektif dokter. Metode: Desain penelitian cross sectional. Penelitian dilakukan dalam waktu 3 bulan di 63 Puskesmas kota Surabaya dengan responden 63 dokter. Instrumen yang digunakan "Kuesioner Kolaborasi Dokter” yang meliputi variabel bebas (karakteristik pertukaran dengan domain kepercayaan, hubungan inisiasi dan peran spesifikasi) dan variabel terikat (praktik kolaborasi). Analisis data menggunakan analisis nonparametric dengan korelasi Rank Spearman Test untuk mengetahui hubungan antara variabel karakteristik pertukaran. Hasil: Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan (p = 0,000) antara masing-masing dari ketiga domain dengan praktik kolaborasi (collaborative practice) dokter dan apoteker. Hubungan inisiasi dokter merupakan domain yang memiliki pengaruh yang paling kuat terhadap praktik kolaborasi, diikuti domain peran spesifikasi dan kepercayaan. Kesimpulan: Ketiga domain dalam CWR memengaruhi praktik kolaborasi, namun dibutuhkan informasi lebih lanjut mengenai implementasi kolaborasi antara dokter dan apoteker di Puskesmas dalam penanganan pasien diabetes melitus serta perspektif apoteker mengenai praktik kolaborasi dengan dokter.
Cost of Illness Type 2 Diabetes Mellitus Outpatient BPJS on Malang City Health Center Ika Ratna Hidayati; Aniza Oktaviana; Liza Pristianty
JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 9 No. 1 (2022): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfiki.v9i12022.1-7

Abstract

Background: Type 2 diabetes mellitus is a progressive illness that impacts the costs borne by patients. The Cost of Illness method can be used further to analyze the medical expenses for type 2 diabetes mellitus. Objective: Determine the annual total cost of type 2 diabetes mellitus outpatients in Indonesia Health Insurance (BPJS) participants and treated with metformin-glibenclamide. Methods: This study applied the non-probability sampling technique and the purposive sampling method to the cross-sectional approach. The research was conducted in the Mulyorejo Health Care of Malang City, using 58 patients as samples. The research instrument involves a systematic interview that has been tested for its validity. The data were analyzed using Microsoft Excel. Results: The direct medical cost per patient is IDR 173,560.00 – IDR 1,266,240.00. Non-medical direct cost is IDR 0.00 – IDR 240,000,00. The indirect cost is IDR 0.00 – IDR 1,920.000,00. Conclusion: The estimated annual total medical expenses of diabetes mellitus type 2 Indonesia Health Insurance (BPJS) outpatients employing metformin-glibenclamide therapy at Mulyorejo Health Center in Malang is IDR 173,560.00 – IDR 3,426,240.00.
EFEKTIVITAS PERENCANAAN KEBUTUHAN OBAT DENGAN METODE MORBIDITAS TERHADAP KETERSEDIAAN OBAT KEMOTERAPI Nina Puspitawati; Liza Pristianty; Abdul Rahem; Widawaty Hartono
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 6 No 1 (2021): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.562 KB) | DOI: 10.36387/jiis.v6i1.650

Abstract

One cycle of chemotherapy does not eliminate all cancer cells, therefore it takes a repeated cycle (Williams, et al, 2016), so the guarantee the availability of chemotherapy drugs is needed. An effective drug requirement planning is required to ensure the availability of chemotherapy drug. This study was intended to determine the effectiveness of planning the need for chemotherapy drugs using the morbidity method on the availability of chemotherapy drugs in Dr. Ramelan Navy Hospital. This study was an observational study with a cross sectional study design. The instrument used in this study was the data collection sheet with data sources prescription sheets and sheets of chemotherapy drug reconstitution during 2015-2017. Descriptive data analysis and to determine effective planning methods using indicators of drug availability. The results showed that the planning of drug needs with the morbidity method can better guarantee the availability of chemotherapy drugs and can minimize drug shortages compared to the consumption method that has been done so far in Dr. Ramelan Navy Hosptal. So it can be concluded that in this study, the morbidity method is effective in meeting the needs of chemotherapy drugs.
Korelasi Iklan Obat Demam di Televisi Terhadap Pemilihan Obat pada Swamedikasi Liza Pristianty; Mufarrihah Mufarrihah
Jurnal Sains Farmasi & Klinis Vol 8, No 3 (2021): J Sains Farm Klin 8(3), Desember 2021
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.795 KB) | DOI: 10.25077/jsfk.8.3.271-278.2021

Abstract

Swamedikasi dilakukan masyarakat untuk mengobati penyakit yang dapat dikenali sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh iklan obat demam di televisi terhadap pemilihan obat dalam swamedikasi pada ibu rumah tangga di wilayah Surabaya Utara. Penelitian ini merupakan penelitian analitis, berdasarkan waktu pengambilan data adalah crosssectional. Subyek penelitian ibu rumah tangga yang biasa menonton televisi di wilayah Surabaya Utara. Penentuan area penelitian menggunakan metode cluster random sampling dengan teknik sampling accidental sampling. Variabel yang diteliti adalah iklan obat demam di televisi dan pemilihan obat demam oleh ibu rumah tangga di Surabaya Utara, data yang terkumpul dianalisis menggunakan Spearman correlation untuk mengetahui adanya korelasi antar variabel. Hasil penelitian diperoleh sampel ibu rumah tangga sebanyak 118 orang, terbanyak berusia 41-50 tahun 42 (35,6%). Pendidikan terbanyak SMA/sederajat sebesar 67 (56,7%), dan kebanyakan ibu rumah tangga tidak bekerja 38 (32,2%). Obat demam yang terbanyak dipilih adalah parasetamol baik dalam bentuk tablet atau sirup. Uji korelasi Spearman dilakukan untuk mengetahui korelasi antara iklan obat di televisi dengan pemilihan obat demam oleh ibu rumah tangga. Hasil analisis menunjukkan nilai signifikansi korelasi p = 0,000 < 0,05. Hal ini menunjukkan terdapat korelasi antara iklan obat di televisi terhadap pemilihan obat demam oleh ibu rumah tangga. Besarnya nilai korelasi adalah 0,333 artinya korelasi iklan obat di televisi dan pilihan obat demam oleh ibu rumah tangga sebesar 33,3% sedangkan 66,7% dipengaruhi oleh faktor lain di luar iklan obat di televisi seperti pendidikan, pendapatan, pengalaman, bertambahnya usia, informasi dan kepercayaan terhadap obat tertentu yang belum ditelitiSwamedikasi dilakukan masyarakat untuk mengobati penyakit yang dapat dikenali sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh iklan obat demam di televisi terhadap pemilihan obat dalam swamedikasi pada ibu rumah tangga di wilayah Surabaya Utara. Penelitian ini merupakan penelitian analitis, berdasarkan waktu pengambilan data adalah crosssectional. Subyek penelitian ibu rumah tangga yang biasa menonton televisi di wilayah Surabaya Utara. Penentuan area penelitian menggunakan metode cluster random sampling dengan teknik sampling accidental sampling. Variabel yang diteliti adalah iklan obat demam di televisi dan pemilihan obat demam oleh ibu rumah tangga di Surabaya Utara, data yang terkumpul dianalisis menggunakan Spearman correlation untuk mengetahui adanya korelasi antar variabel. [A1] [A2] Hasil penelitian diperoleh sampel ibu rumah tangga sebanyak 118 orang, terbanyak berusia 41-50 tahun 42 (35,6%). Pendidikan terbanyak SMA/sederajat sebesar 67 (56,7%), dan kebanyakan ibu rumah tangga tidak bekerja 38 (32,2%). Obat demam yang terbanyak dipilih adalah parasetamol baik dalam bentuk tablet atau sirup. Uji korelasi Spearman dilakukan untuk mengetahui korelasi antara iklan obat di televisi dengan pemilihan obat demam oleh ibu rumah tangga. Hasil analisis menunjukkan nilai signifikansi korelasi p= 0,000 < 0,05. Hal ini menunjukkan terdapat korelasi antara iklan obat di televisi terhadap pemilihan obat demam oleh ibu rumah tangga. Besarnya nilai korelasi adalah 0,333artinya korelasi iklan obat di televisi dan pilihan obat demam oleh ibu rumah tangga sebesar 33,3%sedangkan 66,7% dipengaruhi oleh faktor lain di luar iklan obat di televisi seperti pendidikan, pendapatan, pengalaman, bertambahnya usia, informasi dan kepercayaan terhadap obat tertentu yang belum diteliti [A1]Bagaimana menjelaskan hasil analisis dari korelasi spearman [A2]Sudah direvisi
Validitas dan Reliabilitas Kuesioner Kepatuhan Pengobatan Pasien Lansia dengan Hipertensi berdasarkan Teori Health Belief Model Nurhidayati Rusmadi; Liza Pristianty; Elida Zairina
Jurnal Sains Farmasi & Klinis Vol 8, No 1 (2021): J Sains Farm Klin 8(1), April 2021
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.372 KB) | DOI: 10.25077/jsfk.8.1.60-68.2021

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur validitas dan reliabilitas kuesioner kepatuhan penggunaan obat pada lansia dengan hipertensi berdasarkan teori Health Belief Model (HBM). Kuesioner dibuat berdasarkan studi literatur dan diskusi dengan para ahli. Dikarenakan pandemi COVID-19, penyebaran kuesioner dilakukan secara daring di media sosial dan secara luring pada pasien hipertensi yang berkunjung di Puskesmas Pekauman, Kota Banjarmasin. Kuesioner terdiri dari enam dimensi untuk mengukur HBM, yaitu kerentanan, keparahan, manfaat, hambatan, dan kepercayaan diri yang dirasakan, serta isyarat untuk bertindak. Sejumlah 30 peserta berumur 60–79 tahun & sedang mengonsumsi obat kaptopril dan/atau amlodipin minimal dalam 3 bulan terakhir terlibat dalam penelitian ini. Pada uji validitas, hasilnya menunjukkan bahwa dari 45 item pertanyaan dalam kuesioner, terdapat 8 item yang tidak valid sedangkan 37 item lainnya dinyatakan valid berdasarkan nilai Pearson Correlation (> r tabel 0,361; p <0,05). Selanjutnya, 37 item yang valid, setiap dimensi diuji reliabilitasnya pada tingkat signifikansi 0,05 dan hasilnya masing-masing dimensi memiliki nilai Cronbach's Alpha >0,7, dengan skor keseluruhan 0,927 yang menunjukkan bahwa semua dimensi dalam kuesioner reliabel. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa kuesioner berdasarkan teori Health Belief Model merupakan instrumen yang valid dan reliabel untuk mengukur kepatuhan penggunaan obat pada lansia dengan hipertensi.
Influence of Family Support for Antipsychotic Treatment Adherence in Schizophrenic Patients Ika Ratna Hidayati; Lina Fitrianidiah; Liza Pristianty
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 18 No. 01 Juli 2021
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v18i1.9344

Abstract

Schizophrenia is a psychosis disorder characterized by confusion in mind and personality in form of regression, hallucinations, delusions and withdrawal from the environment. One of the managements of schizophrenia is antipsychotic treatment. Antipsychotic treatment must be regular and given for long-term to provide a therapeutic effect and prevent relapses. This study used an analytic observational method with cross-sectional approach, questionnaire was used as an instrument. Sampling was done by purposive sampling method based on inclusion criteria, then the data were analyzed using the Chi-Square method to determine the influence of family support and treatment adherence by SPSS program. The results showed from 30 respondents, 21 respondents (70%) obtained good support and 9 respondents (30%) had poor support. And the result on adherence, 16 respondents (53.33%) adherent, while 14 respondents (46.67%) did non-adherent. Based on the results of this study, it was concluded that there was an influence between family support and adherence to antipsychotic treatment in schizophrenic patients at Bantur Health Center, Malang Regency. The results of the Chi-Square test analysis with a df value of 3,841 (df = 1) obtained P - Value 10,049> 3,841 or a significance value of 0.004 <0.05 (5%).
Pendekatan Health Belief Model (HBM) untuk Menganalisis Kepatuhan Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 dalam Menggunakan Insulin Yunti Fitriani; Liza Pristianty; Andi Hermansyah
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 16 No. 02 Desember 2019
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v16i2.5427

Abstract

Ketidakpatuhan penggunaan insulin pada pasien Diabetes Melitus (DM) dapat mengakibatkan kegagalan terapi. Pada pasien DM tipe 2, tingkat kegagalan berpotensi meningkat karena dipengaruhi oleh perilaku pasien yang awam dalam menggunakan insulin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepatuhan pasien DM tipe 2 dalam menggunakan insulin yang benar dengan pendekatan teori Health Belief Model (HBM). Metode yang digunakan adalah survei kepada pasien DM Rawat Jalan di suatu Rumah Sakit (RS) di Surabaya dengan responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis dengan uji regresi linier berganda untuk mengukur pengaruh lima komponen HBM yaitu (1) perceived susceptibility, (2) perceived severity, (3) perceived benefit, (4) perceived self-efficacy, dan (5) perceived barrier terhadap kepatuhan pasien dalam menggunakan insulin yang benar. Hasil penelitian menunjukkan lima komponen memiliki pengaruh yang simultan terhadap kepatuhan penggunaan insulin. Empat komponen awal (1-4) memiliki pengaruh positif (semakin tinggi semakin patuh) sedangkan komponen 5 memiliki pengaruh negatif (semakin rendah semakin patuh). Perlu adanya upaya terstruktur dan berkelanjutan dari pihak RS untuk meningkatkan komponen 1-4 dan menurunkan komponen 5.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN PERILAKU SWAMEDIKASI OBAT NATRIUM DIKLOFENAK DI APOTEK Dwi Ajeng Eli Ananda; Liza Pristianty; Hidajah Rachmawati
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 10 No. 02 Desember 2013
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v10i2.795

Abstract

ABSTRAK Swamedikasi adalah perilaku manusia yang biasanya dilakukan masyrakat untuk mendapatkan solusi terkait masalah kesehatan, untuk alasan ini swamedikasi harus diawasi oleh apoteker. Masyarakat membutuhkan pengetahuan yang sesuai untuk mendapatkan perilaku yang tepat dalam swamedikasi. Sodium diklofenak adalam salah satu obat analgesik dari golongan NSAID yang termasuk dalam obat wajib apotik (OWA) No. 2 dan No. 3. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hubungan antara pengetahuan dan perilaku swamedikasi dari sodium diklofenak di apotik. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan metode cross sectional. Pengambilan sampel secara accidental. Sampel yang digunakan sebanyak 100 responden. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni 2013. Hasil penelitian ini menunjukkan dimana 36% responden mempunyai pengetahuan yang bagus, 52% responden memepunyai pengetahuan yang cukup dan 12% responden pengetahuannya kurang. Perilaku swamedikasi sodium diklofenak menunjukkan 52% responden mempunyai perilaku positif dan 48% reponden mempunyai perilaku negative. Terdapat korelasi yang signifikan antara pengetahuan dan perilaku swamedikasi, dengan nilai signifikansi 0,000 (
Analysis of Pharmacists and Doctors Collaboration in Handling Diabetes Mellitus Patients: Pharmacists Perspective Fransisca Gloria; Liza Pristianty; Abdul Rahem
Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik Vol 19, No 2 (2022): Jurnal Ilmu Farmasi & Farmasi Klinik
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/jiffk.v19i2.5598

Abstract

Background: Diabetes mellitus is a complex disease, a chronic disease which requires continuous medical care. To improve patient clinical outcomes and success in therapy requires an inter professional collaboration. Objective: This study was aimed to analyse the collaboration of physicians and pharmacists in community healthcare centers throughout Surabaya, especially in dealing with diabetes mellitus patients from pharmacist's perspective. Method: This was a cross sectional study that was conducted within 3 months in 63 community healthcare centers in Surabaya with 63 pharmacists as respondents. The instrument used was the “Pharmacists Collaboration Questionnaire” which contained independent variables from Collaborative Working Relationship (CWR) models including exchange characteristics with trust domain, initiation relationship and role specifications. The Dependent variable was collaborative practice. Data analysis used was non-parametric analysis with Rank Spearman Test correlation to determine the relationship between the exchange characteristics variable. Result: The results of data analysis showed that there was a significant relationship (p = 0.000) between each of the three domains and collaborative practice of physician and pharmacist. The initiation relationship pharmacists was a domain that had strongest influence on collaboration practice followed by specification role and trust. Conclusion:  Despite the result that all three domains in CWR had correlation with collaborative practice, further information about the real implementation of collaborative practice.  Keywords: collaboration, diabetes mellitus, intervention, pharmacist and doctor
Co-Authors Abdul Rahem Abdul Rahem Abdul Rahem, Abdul Ade Dwiki Lusiana Afifatuzzahroh Agustina, Pipin Eri Aisyah Imran Alvira Titis Sari Amanda Fikriyatul Fadhilah Ana Yuda Anak Agung Freda Suksma Carira Anak Agung Istri Yuliandani Andi Hermansyah Angkasa Megistra Ulvan Ani Zukhruf Amalia Anissah Insyirah Idris Aniza Oktaviana Annisa Mutiara Nandasari Hartono Apriliana, Nur Ghina Arie Sulistyarini Artian Putra Pratama Ramadhan Azzalia Firdanthi Badrunada, Muhamad Bayu Prasaja, Bayu Briline Steffy Laurent Bunga Izzatul Lutfiyah Carolyn Wijaya Salim Chaerini Rizkyah Cinta Muna Budiman Clarisa Dian Cahyani Davin Mahendra Duwiri Devy Andarini Dhea Anansya Siammita Dhela Martina Salsabila Didy Pratama Maylana Susanto Dwi Abirlina Fitri Aldina Dwi Ajeng Eli Ananda Dwi Ajeng Eli Ananda, Dwi Ajeng Eli Elda Yuliana Dwi Lestari Elida Zairina Ellen Jelita Dewantari Elys Oktaviana Emirsyalnuary Emirsyalnuary Emy Siauwono Ermawati Dwi Agustin Ersalia Susetyo Ester Adelia Mianing Eunike Christiane Hartanto Faridatus Sholikah Felicia Alice Putri Ferri Febriansyah Firdha Julianty Sukma Fransisca Gloria Fransisca Gloria Galina Meldaviati Gede Aditya Dananjaya Suparta Gerry Yahya Suryanto Gesnita Nugraheni Ghina Rosyida Gladyza Nanda Mega Silvana Grishelda Putri Fitria Arifin Gusti Noorrizka V Gusti Noorrizka Veronika Ahmad Hefti Ari Fransiska Hermansyah, Andi Hidajah Rachmawati Hikma Urwatil Wusqo Hurindina Hanuni Husniar, Witri Rochaeni I Nyoman Wijaya I NYOMAN WIJAYA Ida Wayan Gede Bima Astawa Ika Ratna Hidayati Irma Nurtiana Syafitri Izzatul Afifah Jamilatul Fardha Julian Dwi Susanto Khairunnisa Andini Laras Hadyaning Tias Lina Fitrianidiah Linda Wiwid Kurniasari Maharani Dwi Pratiwi Martadina Dwi Cahyani Maulidia Inayah Meiza Orchid Dewani Suhanto Mia Etika Rahayu Mufarrihah, Mufarrihah Mufarrihah, Mufarrihah Muhammad Pramudya Pangestu Mutiara Titani Nadia Dewi Febiana Naila Azka Fikriyah Nina Puspitawati Nurhidayati Rusmadi Oudrey Addriana Pipin Eri Agustina Priyandani, Yuni Putri Artika Sari Rafiqa Amalia Chasanah Rahayu, Titik Puji Rana Rana Retno Iradian Rischi Nur Meilia Rizka Aulia Rahma Rusmadi, Nurhidayati Salsabila Aprilia Rizqi Salsabila Salsabila Sausan Syahira Arsyie Sukorini, Anila Impian Taufik Haldi Thinni Nurul Rochmah Trisiyana Sholika Sari Umi Athiyah Umi Athiyah, Umi Wahyu Utami Wahyu Utami, Wahyu Widawaty Hartono Wikal Rizky Yudheansyah Yehezkiel Alfa Ludji Leo Yuni Priyandani Yunti Fitriani Zulfia Almas Rizqulloh