Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Pengaruh Meremas Squishy Terhadap Tingkat Kecemasan Pada Pasien Pre Operasi Dengan General Anestesi Di Instalasi Bedah Rumah Sakit Wava Husada Karmelia Dwi Maharani; Rudi Hamarno; Imam Subekti; Erlina Suci Astuti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.382

Abstract

Kecemasan pra operasi merupakan masalah psikologis yang umum dialami pasien, khususnya pada tindakan dengan general anestesi, yang dapat berdampak negatif terhadap kondisi fisiologis pasien selama operasi. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang sederhana untuk mengurangi kecemasan adalah teknik relaksasi meremas squishy yang memberikan efek menenangkan melalui stimulasi sensorik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intervensi meremas squishy terhadap tingkat kecemasan pasien pre operasi dengan general anestesi di Instalasi Bedah RS Wava Husada. Penelitian menggunakan desain quasi-eksperimen dengan pendekatan Non-Equivalent Group Pre-test dan Post-test pada 36 responden yang mengalami kecemasan sedang hingga berat. Kelompok perlakuan diberikan intervensi meremas squishy selama 2–5 menit pada 30–60 menit sebelum operasi, sedangkan tingkat kecemasan diukur menggunakan kuesioner Amsterdam Preoperative Anxiety and Information Scale (APAIS). Hasil analisis Mann-Whitney menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara skor kecemasan pre-test dan post-test dengan nilai p = 0,000 (<0,05). Hasil ini membuktikan bahwa teknik meremas squishy efektif dalam menurunkan kecemasan pra operasi. Intervensi ini dapat direkomendasikan sebagai alternatif sederhana dalam asuhan keperawatan untuk meningkatkan kenyamanan pasien sebelum tindakan pembedahan.
Pengaruh Pemberian Hot Pack Terhadap PONV (Post Operative Nausea and Vomitus) Pada Pasien Post Operasi Dengan General Anestesi Di IHC Rumah Sakit Lavalette Malang Fadghom Febrian Dharma Rodansyah; Rudi Hamarno; Nurul Hidayah; Erlina Suci Astuti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.405

Abstract

Post Operative Nausea and Vomiting (PONV) merupakan salah satu efek samping yang sering muncul setelah tindakan pembedahan dengan anestesi umum dan dapat memperlambat proses pemulihan pasien. Salah satu pendekatan non-farmakologis yang berpotensi menurunkan PONV adalah pemberian hot pack, yang diharapkan mampu menstimulasi kembali gerak peristaltik usus yang menurun pasca operasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian hot pack terhadap tingkat PONV pada pasien pasca operasi dengan anestesi umum di RS IHC Lavalette Kota Malang. Desain penelitian menggunakan quasi experimental dengan pendekatan pre-test post-test control group. Sebanyak 68 responden dipilih menggunakan rumus Slovin dan dibagi menjadi kelompok intervensi serta kontrol sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Intervensi dilakukan dengan pemberian hot pack pada area abdomen region 7–9 selama 15 menit pada suhu 40°C. Intensitas PONV diukur menggunakan Nausea Vomiting Scale (NVS) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan penurunan tingkat PONV yang signifikan pada kelompok intervensi, dari rata-rata 2,53 menjadi 1,59 (penurunan sebesar 0,94; p<0,05), sedangkan hasil uji Mann-Whitney menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antara kelompok intervensi dan kontrol setelah perlakuan (p=0,321). Hal ini mengindikasikan bahwa hot pack berpengaruh terhadap penurunan PONV dalam kelompok intervensi, namun belum menunjukkan perbedaan nyata dibandingkan kelompok kontrol. Intervensi hot pack dapat dipertimbangkan sebagai alternatif non-farmakologis untuk mendukung pemulihan pasien pasca operasi, meskipun penelitian lanjutan dengan kontrol variabel lebih ketat disarankan.
Sholawat Listening Therapy Reduces Anxiety of Preoperative Patients Undergoing General Anesthesia Oktavia, Devi Ayu; Arif, Taufan; Hamarno, Rudi; Supono
Journal of Ners and Midwifery Vol 13 No 1 (2026)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk..v13i1.ART.p083-092

Abstract

Anxiety experienced by pre-general anesthesia patients increases respiratory frequency and heart rate, potentially leading to surgery cancellation. This study aims to evaluate the effect of listening to sholawat on anxiety of pre general anesthesia patients at Karsa Husada Hospital Batu, East Java, in March 2024. Quasi-experimental method. Non-Equivalent Group Pre and Post Test design and purposive sampling. The sample consisted of 20 patients divided into control and treatment groups. The independent variable is listening, with anxiety as the dependent variable. Therapy was given before surgery for 5-10 minutes. Data analysis used paired t test and independent t test. The study showed a significant difference between the pre-test and post-test results of the control group (p-value: 0.000). However, the post-test results in the control group showed a non-significant difference (p-value: 0.083). Independent t-test confirmed the effect between the two variables, with the significance value of the post-test of both groups <0.05. Ear stimulation, the pituitary gland and the right brain release endorphins that lower blood levels of stress hormones such as adrenocorticotropic hormone and increase feelings of happiness. It is expected that health workers apply non-pharmacological therapy listening to sholawat to reduce the anxiety of pre general anesthesia patients. Keywords: listening to prayers, anxiety, pre operative general anasthesia.