Claim Missing Document
Check
Articles

Found 78 Documents
Search
Journal : Interaksi Online

HUBUNGAN PARASOSIAL DENGAN ANGGOTA KEYAKIZAKA46 Dio Bagus Rudita Ahmad; Hapsari Dwiningtyas Sulistyani
Interaksi Online Vol 10, No 3: Juli 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Idol group merupakan subkultur unik di Jepang yang mengkomodifikasikan hubungan parasosial dengan mendorong perilaku konsumtif dari penggemarnya demi mendukung anggota terfavoritnya (oshi). Keyakizaka46 merupakan salah satu idol group terpopuler di Jepang karena konsep unik yaitu menggunakan permasalahan sosial sebagai tema lagu – lagunya. Beberapa penggemar Keyakizaka46 juga berasal dari Indonesia. Hubungan parasosial unik yang dibangun oleh penggemar asal Indonesia dengan anggota Keyakizaka46 menjadi fenomena unik karena fans tidak memiliki banyak kesempatan untuk bertemu dengan idolanya yang merupakan salah satu konsep yang dipromosikan oleh idol group. Tujuan dan keinginan yang dicapai dari penelitian ini adalah untuk memahami proses komunikasi hubungan parasosial dimulai dari pembentukan hubungan hingga hubungan tersebut berakhir. Hubungan parasosial yang terbentuk dimulai ketika penggemar memilih anggota Keyakizaka46 terfavorit, dipertahankan melalui konsumsi media, dan berakhir saat idola meninggalkan grup. Berdasarkan alasan tersebut, penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dan pendekatan fenomenologi. Hasil dari penelitian mengindikasikan bahwa penggemar tertarik karena konsep unik yang diperkenalkan oleh Keyakizaka46 karena mereka merasa terhubung dengan konsep tersebut. beberapa kasus menunjukkan penggemar memiliki kedekatan emosional terhadap idola yang juga memengaruhi kehidupan nyata mereka. Penggemar juga berfantasi tentang memiliki hubungan dekat dengan idolanya seperti merasa bahwa idolanya sebagai kekasih atau sosok teman dekat. Perasaan yang kuat dan koneksi kepada idola juga memiliki beberapa konsekuensi, seperti pada beberapa penggemar tidak suka lagi mengakses konten Keyakizaka46 setelah idolanya meninggalkan grup, dan pada kasus lain adalah penggemar menghindari konsekuensi negatif dengan menjaga ekspektasi mereka rendah.
MEMAHAMI PENGALAMAN PENDAMPINGAN KOMUNIKASI ORANG TUA TUNGGAL TERHADAP ANAK PENYINTAS PERUNDUNGAN Riesma Laylinisa; Hapsari Dwiningtyas Sulistyani; Primada Qurrota Ayun
Interaksi Online Vol 10, No 3: Juli 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In reality, there are various forms of family. Unfortunately, society has not been able to appreciate the diversity of family forms. In fact, children raised by single parents, such as single mothers, are bullied due to their parents' divorce. This research aims to understand the experience of single-parent communication assistance to child survivors of bullying. This research uses a descriptive phenomenological approach, with four informants participating in the study. The four informants are single mothers and have children who have experienced bullying due to their parents' divorce. The theory developed in this research is a theory that explains dialogic communication, namely Dialogic Communication Theory, and a theory that explains relationship maintenance or Relationship Maintenance Theory. Based on the findings in the study, Speech Act Theory was added. Through this research, we can understand that communication assistance by single mothers is carried out with various efforts, not only by words but also by taking concrete actions, such as maintaining emotions when interacting with children, listening to children carefully, providing advice and direction, utilizing applications chat, as well as the role of other family members in giving attention. Single mothers also offer communication assistance by strengthening their children and not becoming authoritarian parents. Single mothers provide confidence to their children to grow selfconfidence. Communication assistance makes the child grow up more confident, independent, not easily giving up, and able to better understand the situation. Thus, the communication assistance carried out by single mothers is an integration of giving attention, strengthening, and trusting.
Narasi Komunikasi Pemimpin Perempuan Untuk Mencapai Posisi Puncak Dalam Dunia Kerja Rosa Yuli Anggraini; Hapsari Dwiningtyas Sulistyani
Interaksi Online Vol 10, No 3: Juli 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adanya bias gender dalam masyarakat menyebabkan perempuan kesulitan untuk mencapai posisi kepemimpinan, mengingat posisi kepemimpinan lebih sering dikaitkan dengan karakter-karakter maskulin yang diasosiasikan dengan laki-laki. Namun walau begitu perempuan-perempuan yang menempati posisi manjerial terutama dalam perusahaan masih terus bermunculan, dan kejadian inilah yang dirasa penting untuk dikaji sebagai pembelajar tentang bagaimana kisah keberhasilan seorang pemimpin perempuan tersebut. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kisah keberhasilan para perempuan yang menempati posisi manajerial dalam perusahaan terutama dalam segi komunikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan kesulitan untuk memenuhi dua ekspektasi masyarakat, pertama ekspektasi tentang perempuan dan kedua ekspektasi tentang pemimpin. Ketika perempuan berperilaku maskulin sejak awal maka dia akan mendapat evaluasi negatif dari masyarakat karena dianggap menyalahi standar sosial yang berlaku, sehingga perempuan harus mengubah atau menyesuaikan gaya komunikasinya menjadi lebih feminin agar dapat diterima oleh masyarakat. Walaupun gaya komunikasi maskulin lebih cenderung diasosiasikan kepada karakter ideal pemimpin, namun perempuan tidak akan mendapat respon positif jika dirinya terlalu bersifat maskulin maka dari itulah ia harus menegosiasikan antara gaya komunikasi maskulin dan feminin.
ANALISIS RESEPSI KONSEP BODY POSITIVITY DALAM UNGGAHAN INSTAGRAM TARA BASRO Danastri Janitra Seruni; Hapsari Dwiningtyas Sulistyani; Triyono Lukmantoro
Interaksi Online Vol 10, No 3: Juli 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pemaknaan khalayak terhadap konsep body positivity yang terkandung dalam unggahan Instagram Tara Basro Bulan Maret 2020. Tara Basro sebagai sosok public figure mengunggah dua buah foto yang menampilkan dirinya dalam balutan pakaian underwear. Pada bagian keterangan, Tara Basro menceritakan proses menerima diri yang ia rasakan sebagai perempuan. Unggahan tersebut menuai banyak komentar dari masyarakat Indonesia. Beberapa setuju dengan pernyataan Tara basro, sementara sebagian yang lain mengecam tindakan tersebut. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode analisis semiotika Roland Barthes untuk menemukan makna dominan yang muncul serta analisis resepsi milik Stuart Hall untuk mengetahui posisi pemaknaan khalayak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima informan memiliki pandangan terhadap konsep body positivity yang sejalan dengan konstruksi Tara Basro dalam unggahan tersebut. Body positivity mengajak semua orang untuk menerima diri mereka apa adanya. Harapannya orang-orang tidak lagi membandingkan diri dengan orang lain, mematahkan standar kecantikan yang berkembang di masyarakat, serta memunculkan penilaian positif terhadap diri sendiri.
STRATEGI PEMUTUSAN HUBUNGAN PACARAN YANG ABUSIVE Obed Cahya Putra; Hapsari Dwiningtyas Sulistyani
Interaksi Online Vol 10, No 3: Juli 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak kasus dimana perempuan kesulitan untuk memutuskan hubungan kekerasan dalam pacaran (KDP) karena adanya dominasi dari pasangan. CATAHU Komnas Perempuan, LRC-KJHAM, dan SPHPN mencatat bahwa KDP menempati peringkat kedua kasus kekerasan terhadap perempuan dan pacar menempati peringkat pertama sebagai pelaku kekerasan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana strategi pemutusan hubungan pacaran yang abusive. Paradigma intepretif dan pendekatan fenomenologi dipakai untuk menjelaskan bagaimana pemutusan hubungan dilakukan melalui pengalaman informan yang didapat dari wawancara. Peneliti menggunakan Relational Dissolution Theory, Strategi Pemutusan Hubungan Romantis, Dyadic Power Theory dan Argumentativeness, Assertiveness, and Verbal Aggresiveness Theory untuk menjelaskan alur pemutusan hubungan, strategi yang digunakan serta menjelaskan bagaimana dominasi membuat informan kesulitan memutuskan hubungan kekerasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa informan kesulitan untuk memutuskan hubungannya karena terjebak dalam siklus kekerasan. Siklus kekerasan menyebabkan informan masuk dalam kondisi helplessness (tidak berdaya) yang membuatnya takut untuk melakukan perlawanan. Beberapa strategi yang dapat digunakan untuk memutuskan hubungan, yaitu nada positif (mengungkapkan penyesalan dan berusaha untuk tidak menyakiti pasangan), strategi penarikan diri/penghindaran, strategi manipulatif (memanipulasi pasangan untuk mengakhiri hubungan), justifikasi (menjelaskan ketidakpuasan dan alasan mengapa ingin putus) dan strategi konfrontasi terbuka (konfrontasi langsung untuk mengakhiri hubungan). Selain itu ada satu strategi yang dapat ditambahkan melalui penelitian ini, yaitu strategi dengan bantuan jejaring sosial. Penelitian ini menunjukkan bahwa strategi tersebut dapat mempercepat proses pemutusan hubungan kekerasan karena ada dukungan dari jejaring sosial yang mendorong informan jadi berani melawan pasangan mereka. Keuntungan lainnya adalah penyelamatan citra diri untuk menyelamatkan informan jika pasangan menyebarkan rumor atau aib.
RELASI KOMUNIKASI PADA PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEREMPUAN DENGAN JABATAN PEMIMPIN Maerel Dhalia Arumnisa; Hapsari Dwiningtyas Sulistyani; Wiwid Noor Rakhmad
Interaksi Online Vol 10, No 4: Oktober 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sosialisasi peran gender di masyarakat Indonesia yang menganggap bahwa lelaki harus menjadi pemimpin dalam hubungan personal kerap mengakibatkan tidak seimbangnya relasi komunikasi dalam proses pengambilan keputusan pada konteks hubungan personal. Bahkan, jika perempuan menempati jabatan pemimpin di ranah publik, masih terdapat narasi yang mendukung perempuan tersebut untuk tetap menjadi yang nomor dua dari pasangannya. Maka, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan relasi komunikasi yang terjadi pada proses pengambilan keputusan dalam hubungan personal perempuan dengan jabatan pemimpin. Penelitian ini menjadikan pemimpin perempuan yang tengah menjalin hubungan personal dalam tahap berkencan (dating) sebagai fokus penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan Interpretive Phenomenological Analysis (IPA). Terdapat dua teori yang digunakan sebagai panduan yaitu Dyadic Power Theory serta Knapp Stage Model of Relationship. Penelitian ini menemukan bahwa relasi komunikasi dalam proses pengambilan keputusan dapat berubah-ubah, Dominasi laki-laki dapat terlihat pada awal hubungan, untuk kemudian terjadi proses tarik-menarik yang menunjukkan upaya penolakan dari perempuan dalam penelitian ini terhadap dominasi pasangannya. Proses tarik menarik tidak terbatas pada proses adu argumentasi, namun juga strategi komunikasi afeksi yang dilakukan pemimpin perempuan sebagai strategi untuk tetap menjaga perasaan pasangannya, ketika hubungan personal mengarah ke pernikahan, terjadi proses dimana pemimpin-pemimpin perempuan ini menyerap narasi yang beredar di masyarakat bahwa secara esensial, jika sudah mengarah ke pernikahan, perempuan harus lebih mengikuti suaminya. Sehingga pada akhirnya dapat disimpulkan bahwa, terlepas dari telah terjadi perubahan di masyarakat, dimana perempuan dapat menduduki jabatan kepemimpinan di ranah publik, tetapi, di ranah privat pada konteks hubungan personal, bahkan pemimpin perempuan sekalipun masih harus berusaha untuk mendapatkan suara yang seimbang dalam proses pengambilan keputusan dengan pasangannya.
The Influence of Perceived Ease of Use, Perceived Price Value of Bundling Promotion, and Perceived Attractiveness of Original Contents on Disney+ Hotstar Subscription Intention Muhammad Fadhel Raditya; Tandiyo Pradekso; Hapsari Dwiningtyas Sulistyani
Interaksi Online Vol 10, No 4: Oktober 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Disney+ Hotstar as a technology-based paid movie streaming service, of course, is required to have and create a feeling of ease while using the services offered for its users. The experience in question is that the application can be used easily and can meet the expectations of convenience for its users, as well as being able to access available content without network or advertising barriers. In addition, Disney+ Hotstar also uses several strategies to increase sales and build buyer interest to then subscribe to Disney+ Hotstar. One of them is Disney+ Hotstar in collaboration with Telkomsel to create a bundling product, where buyers can purchase packages that include a Disney+ Hotstar subscription, as well as quotas to enjoy the available services. Disney+ Hotstar also then produces original content that is considered to be able to attract the attention of potential Disney+ Hotstar customers. These original contents are only available on Disney+ Hotstar, and can only be enjoyed by Disney+ Hotstar subscribers. However, several surveys conducted in 2021 show that Disney+ Hotstar is still behind its competitors in the SVOD market. This study aims to explain the effect of perceived ease of use, perceived price value of bundling promotions, and perceived interest in original content on interest in subscribing to Disney+ Hotstar. The theory used in this study is the Extended Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT2), with a sampling technique in the form of non-probability sampling. The sample is 100 people with 1 characteristics of active SVOD users and Telkomsel users aged 18-34 years, and have never subscribed to Disney+ Hotstar before. The results of hypothesis testing with multiple regression techniques show that there is no effect of perceived ease of use, perceived price value, and perceived content interest on buying interest with a significance value of (0.083). This shows that perceived ease of use, perceived price value, and perceived content interest have no simultaneous effect on respondents' intention to subscribe to Disney+ Hotstar.
PEMAKNAAN KHALAYAK TERHADAP PERAN PEREMPUAN DALAM FILM SELESAI Renata Wardani; Hapsari Dwiningtyas Sulistyani; Hedi Pudjo Santosa
Interaksi Online Vol 11, No 1: Januari 2023
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Selesai movie had uncovered controversy in the middle of 2021 because it was considered problematic for 3 female roles simultaneously. This study aims to understand and describe how the audience interprets the role of women as wife, mother and mistress in the Selesai movie. This study uses Stuart Hall's Audience Reception Theory. John Fiske's The Codes of Television is used to analyze the dominant meaning and Stuart Hall's reception analysis method is used to determine the meaning position of the audience. Data collection was carried out using in-depth interviews with the subjects in this study, male or female viewers who had watched the film Finish at least once. The results of the study show that in Preferred Reading, the Dominant Ideology is shown in this film is Patriarchal Ideology. Women are portrayed as guilty, selfish, weak and sexual objects. The informant brought it up. However, in the diversity of meanings there are alternative meanings that emerge, the wife is interpreted as a partner and complement of the family that still depend on the husband but it is also found that the meaning of the wife is interpreted as being able to choose differences including in the sphere of sexuality and the economy. The diversity of meanings related to mother is still dominant in child marriage, some see this as having good intentions or even disturbing their child's marriage. Mistresses are interpreted as having the right to fulfill what is not owned by a legal wife, there are those who interpret it only in the sexual sphere or in all aspects including emotional support. This study found that the dominant ideological films were not always followed by informants. Informants who reject the construction of women in the film are motivated by life experiences, new knowledge and the environment of the informants.
Audience Reception of the Issue of Mental Disability in the Korean Drama It’s Okay to Not be Okay Revana Meylani; Hapsari Dwiningtyas Sulistyani; Tandiyo Pradekso
Interaksi Online Vol 11, No 1: Januari 2023
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Drama Korea It’s Okay to Not be Okay merupakan sebuah drama yang membahas mengenai isu kesehatan mental dengan menampilkan beragam variasi karakter gangguan jiwa. Selain itu, drama ini juga berusaha dalam menampilkan pembinaan hubungan yang dilakukan oleh antar tokoh difabel mental. Oleh karena itu, peneliti melakukan penelitian ini untuk melihat pemaknaan khalayak terkait representasi posisi kelompok difabel sebagai bagian dari kelompok minoritas dan representasi pembinaan hubungan sosial yang dilakukan oleh kelompok difabel mental. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan teknik analisis data semiotika dari John Fiske dan analisis resepsi milik Stuart Hall. Paradigma penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah paradigma interpretif dan menggunakan Teori Representasi dari Stuart Hall, Teori Social Model of Disability milik Oliver Barnes and Abberly, serta Teori Khalayak Aktif dan Teori Encoding- Decoding miliki Stuart Hall. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa kelompok difabel mental yang ditampilkan dalam drama Korea It’s Okay to Not be Okay digambarkan dengan menggunakan konstruksi stigma yang telah melekat pada masyarakat. Namun, peneliti juga menemukan bahwa pemaknaan khalayak sebagai informan dalam penelitian ini tidak hanya memaknai kelompok difabel dengan perspektif stereotip saja namun juga menggunakan perspektif medis untuk melihat keterbatasan yang dimiliki oleh kelompok difabel mental. Pada hasil keberagaman pemaknaan yang muncul menunjukan bahwa secara garis besar informan sudah berada pada posisi negosiasi. Artinya, sebagian besar khalayak yang menjadi informan peneliti ini mulai menunjukan kesadaran dan pemahaman terkait isu difabel mental, karena tidak hanya menerima konstruksi terkait isu difabel mental dari drama ini saja. Tetapi, para informan juga mulai menegosiasikan atau mengkompromikan teks yang ditawarkan oleh media dengan menggunakan pemahaman, pengetahuan, kepercayaan, pengalaman dari masing-masing informan.
Produksi Program Feature “Jawa Tengah Hari Ini” di Stasiun TVRI Jawa Tengah (Peran : Reporter) Muhammad Fazer Mileneo; Nurul Hasfi; Hapsari Dwiningtyas Sulistyani
Interaksi Online Vol 11, No 1: Januari 2023
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

TVRI Jawa Tengah adalah lembaga penyiaran publik yang bertugas menyiarkan informasi dengan nilai edukasi kepada masyarakat. Sebagai salah satu wujud tanggung jawab dalam menjadi sarana pelestarian budaya dan nilai-nilai kearifan lokal, TVRI Jawa Tengah memiliki salah satu program berita yaitu Jawa Tengah Hari Ini. Program ini memuat salah satu segmen Mini Feature yang berisi informasi berita ringan. Feature sendiri merupakan liputan berita yang sifatnya informatif, edukatif, menghibur, meyakinkan, serta memberi nilai-nilai kemanusiaan (human interest) sehingga bisa membuat simpati atau empati yang menontonnya tergugah dan tidak terikat waktu (timeless). Pelaksanaan karya bidang ini hadir untuk mengisi segmen Mini Feature tersebut dengan konten yang mengangkat tema besar tentang budaya sesuai dengan tugas TVRI sebagai lembaga penyiaran publik. Adapun tema besar tersebut dibagi dalam beberapa kategori meliputi kesenian, wisata, kuliner, sejarah, dan ritual/tradisi. Pelaksanaan karya bidang ini berlangsung dengan memproduksi sebanyak 48 konten liputan dengan durasi rata-rata 5-7 menit penayangan. Konten liputan ini tayang di Stasiun TVRI Jawa Tengah pada bulan April-Juli 2022 dan ditayangkan ulang melalui kanal YouTube “Karbid TVRI”. Dalam pelaksanaannya, terdapat 4 jobdesk utama dalam proses praproduksi, produksi, hingga pascaproduksi : produser, director, reporter, dan juru kamera.
Co-Authors Adi Nugroho Afriyani . Agustina Rahmawati Agustinus Mega Kurniatmastria Aldana, Dava Alif Hibatullah Almanda Prinarenti, Aurelia Alya Azma Fazira Alya Purnomo, Fahrina Amida Yusriana Anastasya Yuca Venina Andrio, Bimo Anjani Salim, Siti Amira Aqila Nur Iswahyudi, Shima Ardani, Fransisca Asy’ary, M. Rizki Azzahra, Nabila Bayu Satwika, Jonathan Bayu Widagdo, Muhammad Bayu Wira Handyan Bela Nagari, Kaninda Bethsheba Graciella Jacinda Bizanti Ayuri Ganis Daulay Dameria Cathrine Danastri Janitra Seruni Dany Dwi Saputra Debora Gracia Deta Indira Puspita Diandra Pratisthita Indraswar, Ni Luh Ayu Dio Bagus Rudita Ahmad Dipa Wirayatama Diva Sinar Rembulan Djoko Setyabudi DR Sunarto Ernest Wuri Indri Penny Faiz Syarafullana, Mirwa Fendardi Yudha Pratama Geralda Mewengkang, Rafaela Hasibuan, Anra Muliasih Sah Bakti Hedi Pudjo Santosa Hedi Pudjo Santosa Ika Putri Hanafi Isabela Laras Anindyo Joyo Nur Suyanto Gono Kezia Dewi Fortuna, Dominica Khoirunnisa Nur Fithria Kusdwianti, Eviana Larassati Setiawan, Zahwa Lintang Ratri Rahmiaji Lintang Ratri Rahmiaji Lusia Kusumaratih Pramudyawardani M Bayu Widagdo Maerel Dhalia Arumnisa Much. Yulianto Muchamad Yuliyanto Muhammad Bayu Widagdo Muhammad Fadhel Raditya Muhammad Fazer Mileneo Muhammad Rizki Mayrendra Muliawati, Ditha Nadhila Prisca Anjani M Nadia Tateanna Najla Assyifa Asayanda Gunawan Nandya Finandika Narayani Aberdeen, Avi Niken Siregar Nikolas Prima Ginting Nur Fauzi, Fikrii Nur Hasanah, Anisa Nurfindra Triembong Heningadi Nurul Hasfi Nurul Hidayah Nurwasilah Rizqan Zakiyah, Obed Cahya Putra Pratiwi, Silvi Primada Qurrota Ayun Putri Ariyani, Destria Raihan Muhammad, Athar Renata Wardani Retnaningtyas Niken Hapsari Revana Meylani Revi Andrean Siregar Riesma Laylinisa Riris Arianti Rosa Humaira, Almira Rosa Yuli Anggraini S Rouli Manalu Salsabila Alfi Rizq Putri Salsabilla Nadhira, Alifya Samuel Anderson Setya Putri, Larasati Shafa Amira Rezkananda Shafira Fairuuz Hasnaa, Elza Silas Hamenyimana Sri Budi Lestari Sunarto Sunarto Syifa Salsabila, Astrid Tandiyo Pradekso Taufik Suprihartini Taufik Suprihatini Tia Nanda Dwi Hernawati Triyono Lukmantoro Triyono Lukmantoro Turnomo Rahardjo Utami Putri, Rizky Via Oktarina, Rafida Wiwid Noor Rakhmad Yanuar Luqman Yudi Agung Kurniawan Yusriana, Amida Zidni Auliya Hanifa