Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Promoting Anti-Bullying Behavior in Elementary Schools Through Storybooks Based on Living Values Education Aulizha Suciatiningrum Inggaswana; Maelina Maelina; Najma Dhiya Ulhaq; Endang Herawan; Auliya Aenul Hayati
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 4 (2025): DECEMBER 2025
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v17i4.7863

Abstract

Bullying among elementary school students remains a significant issue that hampers social and emotional development. This study investigates the effectiveness of a picture storybook titled “Masalah Rambut”, developed based on the Living Values Education (LVE) approach, in promoting anti-bullying behavior and enhancing civic competence among young learners. A quasi-experimental design with a non-equivalent control group was employed. Participants were 68 third-grade students from SDN Ciremai Giri, Cirebon, divided equally into experimental and control groups. The experimental group received learning using the storybook and role-play activities, while the control group followed conventional instruction. Data were collected through pre-tests and post-tests on civic knowledge, civic skills, and civic disposition. Statistical analysis included paired t-tests and Cohen’s d to assess effectiveness. The experimental group showed significant improvements in civic competence, with p-values 0.001 across all dimensions. Effect size analysis indicated very large impacts: civic knowledge (d = 1.91), civic skills (d = 2.08), and civic disposition (d = 2.26). These gains outperformed those of the control group. Findings suggest that integrating LVE-based storybooks with interactive methods like role-play is highly effective in instilling empathy, tolerance, and responsibility. The emotional engagement offered by narratives and experiential learning fosters deeper internalization of anti-bullying values. Storybooks rooted in LVE present a promising pedagogical tool for character and citizenship education at the elementary level. Further research is needed to examine long-term impacts and broader applicability.
Implementation of Collaborative Learning Model to Develop Critical Thinking Character and Learning Initiative in Elementary School Students Muhammad Arifudin Husin; Widya Utami; Lebie Diefa Salsabila; Ghifar Ghaniyu Rizka; Auliya Aenul Hayati
Jurnal Multidisiplin Sahombu Vol. 6 No. 02 (2026): Jurnal Multidisiplin Sahombu, 2026
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study discusses the effectiveness of collaborative learning models in shaping elementary students' character, focusing on critical thinking and learning initiative. Employing a mixed methods design, the research involved 30 sixth-grade students at SDN 1 Patalagan, evaluated through classroom observation, teacher interviews, and questionnaires. The results indicate that collaborative learning significantly improves students' critical thinking, teamwork, questioning skills, and argumentation. Students were more active in discussions, providing feedback, and solving problems collaboratively; however, challenges remain regarding low independent learning initiative and information literacy limitations. This research provides empirical evidence for curriculum development and recommendations for strengthening character-based teaching in elementary schools. Project-based collaborative learning is effective in developing 21st-century student character but requires ongoing strategies to optimally foster student initiative
Pembelajaran Kontekstual Melalui Drama Dalam Menanamkan Nilai Demokrasi Siswa Kelas 5 Sekolah Dasar Akbar Maulana Al Maarij; Arfan Tri Prahamadya; Rio Renaldi; Auliya Aenul Hayati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1991

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi efektivitas pembelajaran kontekstual melalui drama dalam menanamkan nilai-nilai demokrasi pada siswa kelas V sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, yang dilakukan melalui observasi dan penyebaran angket berbasis Living Values Education di SDN Jabangbayi. Kegiatan pembelajaran berupa simulasi pemilihan ketua kelas memungkinkan siswa merasakan langsung proses demokrasi seperti kampanye, debat, dan pemungutan suara. Siswa secara aktif mengambil peran sebagai calon, pemilih, dan panitia pemilihan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terhadap prinsip-prinsip demokrasi seperti saling menghormati, kerja sama, dan pengambilan keputusan yang adil. Kegiatan ini juga mendorong perkembangan emosional dan sosial, termasuk empati dan sportivitas. Hasil angket menunjukkan tingkat kepuasan dan keterlibatan siswa yang tinggi. Meskipun waktu latihan terbatas, siswa tetap menunjukkan antusiasme dan semangat kebersamaan. Pendekatan ini sejalan dengan Kurikulum Merdeka dan Profil Pelajar Pancasila karena mendorong nilai-nilai persatuan, partisipasi, dan keberagaman. Drama terbukti menjadi strategi yang efektif dan menarik dalam pendidikan karakter pada pembelajaran kewarganegaraan
Penggunaan Papan Tempel Peran Untuk Menanamkan Nilai Tanggung Jawab Siswa Kelas III Siti Farikhah; Zahrotun Nisa; Alifah Nurfaidah; Neila Febri Khaerunnisa; Naufan Ibnu Fatahillah; Auliya Aenul Hayati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2050

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas media papan tempel peran dalam menanamkan nilai tanggung jawab pada siswa kelas III sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan subjek sebanyak 37 siswa di SD Negeri 1 Astanamukti, Cirebon. Hasil observasi dan angket menunjukkan adanya peningkatan perilaku tanggung jawab siswa setelah diterapkannya media pembelajaran. Siswa menjadi lebih aktif dalam menyelesaikan tugas, menjaga kebersihan, dan terlibat dalam kegiatan kelas. Media papan tempel yang bersifat visual dan partisipatif terbukti menarik minat siswa serta mempermudah mereka memahami peran dan tanggung jawab secara kontekstual. Hasil penelitian ini mendukung integrasi media sejenis dalam pembelajaran karakter, khususnya mata pelajaran PPKn di tingkat sekolah dasar
TANTANGAN GURU DALAM MENANAMKAN NILAI-NILAI PANCASILA PADA PESERTA DIDIK KELAS 1 SD Syifa Mulia Fadilah; Dini Nadia; Salsabila Nur Syahidah; Auliya Aenul Hayati
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 01 (2026): Volume 12 No. 01, Maret 2026 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i01.11127

Abstract

Penanaman Nilai-Nilai Pancasila pada Peserta Didik Kelas I Sekolah Dasar merupakan fondasi penting pembentukan karakter, namun pelaksanaannya masih menghadapi beragam hambatan di lingkungan sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bentuk-bentuk tantangan yang dialami guru dalam menginternalisasikan nilai Pancasila kepada siswa kelas I, menelaah faktor-faktor penyebabnya, serta menyusun rekomendasi strategis untuk penguatan pendidikan nilai. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis deskriptif, dilaksanakan di SDN 1 Karanganyar dengan responden guru dan siswa kelas I. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang disusun menggunakan skala penilaian terhadap beberapa indikator, yaitu sikap religius, toleransi dan gotong royong, disiplin dan tanggung jawab, serta kesantunan dalam interaksi sehari-hari. Data kemudian dianalisis menggunakan persentase dan skor rata-rata untuk menggambarkan kecenderungan setiap indikator. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa indikator sikap religius berada pada kategori lemah, sedangkan sikap toleransi dan gotong royong, disiplin dan tanggung jawab, serta kesopanan siswa tergolong kuat hingga cukup kuat. Temuan ini menunjukkan bahwa latar belakang sosial dan budaya keluarga serta lingkungan sekitar sangat memengaruhi keberhasilan guru dalam menanamkan nilai Pancasila, terutama pada aspek religiusitas. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama yang sinergis antara guru, orang tua, dan masyarakat, disertai pengembangan variasi metode dan media pembelajaran yang kontekstual dan menarik untuk memperkuat internalisasi Nilai-Nilai Pancasila pada Siswa Sekolah Dasar.
UPAYA PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA MELALUI PENDIDIKAN PANCASILA DISEKOLAH DASAR Siva Septiani; Rahmawati; Nur Aulia Sabhrina; Auliya Aenul Hayati
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 01 (2026): Volume 12 No. 01, Maret 2026 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i01.11197

Abstract

This study aims to describe both the process and outcomes of implementing Pancasila Education in developing primary school students’ character. It employs a descriptive quantitative approach, utilizing online surveys completed by fifth and sixth-grade students at SDN 1 Pasawahan, Cirebon Regency. The research instrument was validated by experts and passed a limited trial phase. The results indicate that students’ understanding and application of Pancasila values are in the high category, with an average score of 75 for aspects such as respectful attitude, discipline, independence, responsibility, and national pride. The implementation of Pancasila Education has proven effective in promoting positive behaviors and reducing negative behaviors among students. Major challenges in the Pancasila character-building program include fluctuating learning motivation and limited teacher training, making innovative experiential and technology-based learning crucial. The research recommends active collaboration among schools, teachers, parents, and the community to strengthen the character education environment, alongside the optimization of the Merdeka Curriculum and the Pancasila Student Profile, to nurture a future generation with strong character, creativity, and integrity in societal life.