Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Promoting Anti-Bullying Behavior in Elementary Schools Through Storybooks Based on Living Values Education Aulizha Suciatiningrum Inggaswana; Maelina Maelina; Najma Dhiya Ulhaq; Endang Herawan; Auliya Aenul Hayati
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 4 (2025): DECEMBER 2025
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v17i4.7863

Abstract

Bullying among elementary school students remains a significant issue that hampers social and emotional development. This study investigates the effectiveness of a picture storybook titled “Masalah Rambut”, developed based on the Living Values Education (LVE) approach, in promoting anti-bullying behavior and enhancing civic competence among young learners. A quasi-experimental design with a non-equivalent control group was employed. Participants were 68 third-grade students from SDN Ciremai Giri, Cirebon, divided equally into experimental and control groups. The experimental group received learning using the storybook and role-play activities, while the control group followed conventional instruction. Data were collected through pre-tests and post-tests on civic knowledge, civic skills, and civic disposition. Statistical analysis included paired t-tests and Cohen’s d to assess effectiveness. The experimental group showed significant improvements in civic competence, with p-values 0.001 across all dimensions. Effect size analysis indicated very large impacts: civic knowledge (d = 1.91), civic skills (d = 2.08), and civic disposition (d = 2.26). These gains outperformed those of the control group. Findings suggest that integrating LVE-based storybooks with interactive methods like role-play is highly effective in instilling empathy, tolerance, and responsibility. The emotional engagement offered by narratives and experiential learning fosters deeper internalization of anti-bullying values. Storybooks rooted in LVE present a promising pedagogical tool for character and citizenship education at the elementary level. Further research is needed to examine long-term impacts and broader applicability.
Pembelajaran Kontekstual Melalui Drama Dalam Menanamkan Nilai Demokrasi Siswa Kelas 5 Sekolah Dasar Akbar Maulana Al Maarij; Arfan Tri Prahamadya; Rio Renaldi; Auliya Aenul Hayati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1991

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi efektivitas pembelajaran kontekstual melalui drama dalam menanamkan nilai-nilai demokrasi pada siswa kelas V sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, yang dilakukan melalui observasi dan penyebaran angket berbasis Living Values Education di SDN Jabangbayi. Kegiatan pembelajaran berupa simulasi pemilihan ketua kelas memungkinkan siswa merasakan langsung proses demokrasi seperti kampanye, debat, dan pemungutan suara. Siswa secara aktif mengambil peran sebagai calon, pemilih, dan panitia pemilihan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terhadap prinsip-prinsip demokrasi seperti saling menghormati, kerja sama, dan pengambilan keputusan yang adil. Kegiatan ini juga mendorong perkembangan emosional dan sosial, termasuk empati dan sportivitas. Hasil angket menunjukkan tingkat kepuasan dan keterlibatan siswa yang tinggi. Meskipun waktu latihan terbatas, siswa tetap menunjukkan antusiasme dan semangat kebersamaan. Pendekatan ini sejalan dengan Kurikulum Merdeka dan Profil Pelajar Pancasila karena mendorong nilai-nilai persatuan, partisipasi, dan keberagaman. Drama terbukti menjadi strategi yang efektif dan menarik dalam pendidikan karakter pada pembelajaran kewarganegaraan
Penggunaan Papan Tempel Peran Untuk Menanamkan Nilai Tanggung Jawab Siswa Kelas III Siti Farikhah; Zahrotun Nisa; Alifah Nurfaidah; Neila Febri Khaerunnisa; Naufan Ibnu Fatahillah; Auliya Aenul Hayati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2050

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas media papan tempel peran dalam menanamkan nilai tanggung jawab pada siswa kelas III sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan subjek sebanyak 37 siswa di SD Negeri 1 Astanamukti, Cirebon. Hasil observasi dan angket menunjukkan adanya peningkatan perilaku tanggung jawab siswa setelah diterapkannya media pembelajaran. Siswa menjadi lebih aktif dalam menyelesaikan tugas, menjaga kebersihan, dan terlibat dalam kegiatan kelas. Media papan tempel yang bersifat visual dan partisipatif terbukti menarik minat siswa serta mempermudah mereka memahami peran dan tanggung jawab secara kontekstual. Hasil penelitian ini mendukung integrasi media sejenis dalam pembelajaran karakter, khususnya mata pelajaran PPKn di tingkat sekolah dasar
TANTANGAN GURU DALAM MENANAMKAN NILAI-NILAI PANCASILA PADA PESERTA DIDIK KELAS 1 SD Syifa Mulia Fadilah; Dini Nadia; Salsabila Nur Syahidah; Auliya Aenul Hayati
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 01 (2026): Volume 12 No. 01, Maret 2026 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i01.11127

Abstract

Penanaman Nilai-Nilai Pancasila pada Peserta Didik Kelas I Sekolah Dasar merupakan fondasi penting pembentukan karakter, namun pelaksanaannya masih menghadapi beragam hambatan di lingkungan sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bentuk-bentuk tantangan yang dialami guru dalam menginternalisasikan nilai Pancasila kepada siswa kelas I, menelaah faktor-faktor penyebabnya, serta menyusun rekomendasi strategis untuk penguatan pendidikan nilai. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis deskriptif, dilaksanakan di SDN 1 Karanganyar dengan responden guru dan siswa kelas I. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang disusun menggunakan skala penilaian terhadap beberapa indikator, yaitu sikap religius, toleransi dan gotong royong, disiplin dan tanggung jawab, serta kesantunan dalam interaksi sehari-hari. Data kemudian dianalisis menggunakan persentase dan skor rata-rata untuk menggambarkan kecenderungan setiap indikator. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa indikator sikap religius berada pada kategori lemah, sedangkan sikap toleransi dan gotong royong, disiplin dan tanggung jawab, serta kesopanan siswa tergolong kuat hingga cukup kuat. Temuan ini menunjukkan bahwa latar belakang sosial dan budaya keluarga serta lingkungan sekitar sangat memengaruhi keberhasilan guru dalam menanamkan nilai Pancasila, terutama pada aspek religiusitas. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama yang sinergis antara guru, orang tua, dan masyarakat, disertai pengembangan variasi metode dan media pembelajaran yang kontekstual dan menarik untuk memperkuat internalisasi Nilai-Nilai Pancasila pada Siswa Sekolah Dasar.
UPAYA PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA MELALUI PENDIDIKAN PANCASILA DISEKOLAH DASAR Siva Septiani; Rahmawati; Nur Aulia Sabhrina; Auliya Aenul Hayati
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 01 (2026): Volume 12 No. 01, Maret 2026 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i01.11197

Abstract

This study aims to describe both the process and outcomes of implementing Pancasila Education in developing primary school students’ character. It employs a descriptive quantitative approach, utilizing online surveys completed by fifth and sixth-grade students at SDN 1 Pasawahan, Cirebon Regency. The research instrument was validated by experts and passed a limited trial phase. The results indicate that students’ understanding and application of Pancasila values are in the high category, with an average score of 75 for aspects such as respectful attitude, discipline, independence, responsibility, and national pride. The implementation of Pancasila Education has proven effective in promoting positive behaviors and reducing negative behaviors among students. Major challenges in the Pancasila character-building program include fluctuating learning motivation and limited teacher training, making innovative experiential and technology-based learning crucial. The research recommends active collaboration among schools, teachers, parents, and the community to strengthen the character education environment, alongside the optimization of the Merdeka Curriculum and the Pancasila Student Profile, to nurture a future generation with strong character, creativity, and integrity in societal life.
Integrasi Nilai-Nilai Kearifan Lokal Untuk Pembentukan Karakter Nasionalis dan Adaptif Bagi Siswa Auliya Aenul Hayati; Alyda Maqriz An-Nahwa; Salsa Nur Aidila; Wafianda Zulfa; Wandea Hinggil Nuda
Jurnal Edukasi Vol 14 No 1 (2026): EDUKASI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Indragiri (UNISI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61672/judek.v14i1.3416

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana nilai kebijaksanaan lokal diintegrasikan ke dalam kurikulum sekolah dasar serta bagaimana hal ini dapat mempengaruhi perkembangan karakter anak pada abad ke-21. Data dikumpulkan di SDN Kartini 5 melalui observasi, wawancara, dan pencatatan melalui metode kualitatif deskriptif. Hasil dari penelitian menunjukkan penerapan prinsip kebijaksanaan lokal seperti kerja sama, tanggung jawab, empati, dan toleransi memiliki dampak positif terhadap perkembangan karakter moral dan sosial siswa. Dengan menghubungkan ide-ide akademik dengan nilai-nilai budaya, pendekatan pembelajaran kontekstual seperti etnomatematika dan program Profil Siswa Pancasila (P5) dapat menumbuhkan rasa nasionalisme dan kecintaan terhadap warisan budaya.  Kerja sama antara pendidik, orang tua, dan masyarakat dapat meningkatkan internalisasi nilai-nilai ini meskipun menghadapi hambatan seperti ketimpangan ekonomi-sosial dan rendahnya keterlibatan orang tua. Dengan mempertimbangkan segala hal, memasukkan pengetahuan lokal ke dalam kelas membantu mengembangkan siswa yang berbudaya, patriotik, dan fleksibel dalam menghadapi tantangan global. Kata Kunci: Kearifan lokal, Pendidikan karakter, Sekolah dasar, Profil Siswa Pancasila, Nasionalisme.   ABSTRACT The purpose of this study is to describe how local wisdom values are integrated into the elementary school curriculum and how this affects the development of 21st-century character in children.  Data were collected at SDN Kartini 5 through observation, interviews, and recording using descriptive qualitative methods.  The results show that the application of local wisdom principles such as cooperation, responsibility, empathy, and tolerance has a positive impact on students' moral and social character development. By connecting academic ideas with cultural values, contextual learning approaches such as ethnomathematics and the Pancasila Student Profile (P5) program can foster a sense of nationalism and love for cultural heritage.  Cooperation between educators, parents, and the community can enhance the internalization of these values despite obstacles such as socioeconomic inequality and low parental involvement. All things considered, incorporating local knowledge into the classroom helps develop students who are cultured, patriotic, and flexible in facing global challenges. Keywords: Local wisdom, Character education, Elementary school, Pancasila Student Profile, Nationalism.  
Dinamika Kepemimpinan dan Kolaborasi Siswa dalam Pembelajaran Berbasis Proyek di Sekolah Dasar Tiara Gianti; Dini Fasha Ghaliba; Rahmah Dwi Indriyanti; Priska Riyani Agustin; Auliya Aenul Hayati
Edukasi Tematik: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Vol. 7 No. 1 (2026): EDUKASI TEMATIK: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/edukasitematik.v7i1.743

Abstract

Pembelajaran berbasis proyek menyediakan ruang bagi siswa sekolah dasar untuk mengembangkan kepemimpinan dan kolaborasi melalui kegiatan kelompok yang menuntut pembagian tugas, pengambilan keputusan, dan tanggung jawab bersama. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dinamika kepemimpinan dan kolaborasi siswa kelas V selama penerapan Project-Based Learning (PjBL) di SDN Kartini IV. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas 32 siswa kelas V, sedangkan wali kelas berperan sebagai informan utama. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi lembar kerja serta hasil proyek. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan, dengan keabsahan data diperiksa melalui triangulasi teknik dan ketekunan pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan muncul melalui inisiatif, pembagian tugas, pengarahan kegiatan, dan tanggung jawab terhadap pekerjaan kelompok. Kolaborasi terlihat melalui pertukaran gagasan, saling membantu, dan penyatuan hasil kerja. Namun, kontribusi siswa belum merata karena beberapa siswa cenderung dominan, sedangkan siswa lain lebih pasif. PjBL berfungsi sebagai ruang untuk memfasilitasi sekaligus mengenali karakter siswa, dengan peran guru sangat penting dalam mengelola kelompok dan memastikan pemerataan partisipasi.
Effect of Think Pair Share on Fourth Graders Communication Skills at SDN 1 Panongan Adang Setiawan; Vina Fitria Rahmah; Shahira Wanda Vebrianty; Melati Simbolon; Auliya Aenul Hayati
Juwara: Jurnal Wawasan dan Aksara Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Pengembangan Harapan Ananda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58740/juwara.v5i2.685

Abstract

The low level of students’ communication skills in Civic Education remains a major concern, largely due to the dominance of conventional teaching methods that limit active student participation. This study aimed to examine the effectiveness of the Think Pair Share (TPS) learning model in improving the communication skills of fourth-grade students at SDN 1 Panongan. A quantitative approach with a quasi-experimental nonequivalent control group design was employed. The sample consisted of two fourth-grade classes: class IVA as the experimental group receiving TPS instruction and class IVB as the control group using conventional teaching methods. Data were collected through communication skills tests administered before and after the intervention. The results indicated that the experimental group achieved a higher mean posttest score (80.32) than the control group (67.14). The t-test analysis revealed a significant difference between the two groups (t = 18.020, p < 0.05). In addition, the N-Gain analysis showed a moderate improvement in the experimental group (0.53) and a low improvement in the control group (0.25). These findings demonstrate that the Think Pair Share model is an effective instructional approach for enhancing students’ communication skills in elementary Civic Education.
Improving Locomotor Skills Through the Bentengan Traditional Game Based on Living Values Education Rika Fauziyah Saprudin; Rahmad Khodari; Auliya Aenul Hayati
ACTIVE: Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreation Vol. 15 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/active.v15i2.50011

Abstract

This study aims to test the effectiveness of the Bentengan traditional game, based on Living Values Education (LVE), in improving the locomotor skills of Year 4 pupils at SDN Kanggraksan. A mixed-methods approach with an explanatory sequential design was employed. The quantitative component used a quasi-experimental One Group Pre-test-Post-test design involving 28 pupils. Locomotor skills were measured using the TGMD-2 locomotor subtest, whilst LVE value inter-nalisation was observed using a structured observation sheet. The intervention consisted of 4 sessions (2×35 minutes). Quantitative analysis included the Wil-coxon Signed-Rank Test and N-Gain; qualitative analysis utilised the Miles & Hu-berman model. Results showed an increase in average locomotor skills from 22.29 to 37.79 (69.57% gain), with a highly significant difference (Z = -4.631; p < 0.001). The average N-Gain was 0.60 (moderate to high) and all students im-proved. Qualitative data revealed that LVE value internalisation (cooperation, responsibility, respect) occurred progressively, with observation scores develop-ing from 22/60 (Insufficient) to 59/60 (Very Good). The Bentengan traditional game based on LVE is effective in improving locomotor skills whilst internalising character values, recommended as a holistic approach for Physical Education teachers.
Kecerdasan Emosional sebagai Fondasi Pembentukan Karakter Abad ke-21 pada Siswa Sekolah Dasar Galih Pangestu; Allyssa Maheswari Muttaqin; Dewi Pauziah; Shaffa Azzahra; Auliya Aenul Hayati
Jurnal Lensa Pendas Vol 11 No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jlp.v11i1.5414

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kecerdasan emosional (EQ) dengan pembentukan karakter abad ke-21 pada siswa sekolah dasar. Penelitian dilakukan menggunakan metode kuantitatif deskriptif-korelasional dengan elemen mixed methods melalui survei kuesioner dan wawancara guru. Data dikumpulkan dari 30 siswa kelas 3 sekolah dasar dengan dua variabel utama: indikator kecerdasan emosional (kesadaran diri, regulasi diri, motivasi, empati, dan keterampilan sosial) serta indikator karakter abad ke-21 (kolaborasi, kreativitas, tanggung jawab, dan pemikiran kritis). Hasil analisis menunjukkan bahwa dimensi empati dan keterampilan sosial memiliki korelasi paling kuat terhadap karakter kolaboratif dan tanggung jawab siswa . Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan kecerdasan emosional menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter siswa yang relevan dengan tuntutan abad ke-21. Penelitian ini merekomendasikan integrasi pembelajaran berbasis EQ dalam Kurikulum Merdeka melalui aktivitas reflektif dan pembelajaran kolaboratif.