Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

THE APPLICATION OF THE VALUES OF THE PROFIL PELAJAR PANCASILA IS CONCEPT OF KURIKULUM MERDEKA IN THE SUBJECT OF IPAS Syarifuddin Syarifuddin; De Isya; Abdussahid Abdussahid; Yayuk Kusumawati
eL-Muhbib jurnal pemikiran dan penelitian pendidikan dasar Vol. 8 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/el-muhbib.v8i2.3844

Abstract

This study aims to determine the application of the profil pelajar Pancasila is concept kurikulum merdeka in IPAS subjects at SDN 55 Bima City. This research uses a qualitative descriptive method with the subject of the principal, IPAS subject teacher and grade IV students. The data collection techniques used by researchers to obtain the necessary data are; interviews, observation and documentation. The results of this study indicate that SDN 55 Kota Bima has implemented the values of the Pancasila learner profile at school well, both in the IPAS subject in grade IV and applied to habituation and school culture. The values of the Pancasila learner profile in question are faith, devotion to God Almighty and noble character, global diversity, cooperation, independence, creativity, and critical reasoning.
Teachers' Creativity in Science Education Through Play-Based Learning to Foster Students' Naturalist Intelligence Prety Febriyanti; Abdussahid Abdussahid; Syahru Ramadhan
Journal of Education and Teacher Training Innovation Vol. 4 No. 1 (2026): Journal of Education and Teacher Training Innovation
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/x2qv1112

Abstract

This study was motivated by the low level of student engagement and the suboptimal development of naturalistic intelligence in science education in elementary schools, which is still dominated by conventional methods. This study aims to describe the creativity of teachers in implementing game-based learning methods as an effort to foster students' naturalistic intelligence at SDN Kamunti. This study used a qualitative approach with a descriptive research design. Data sources included teachers, principals, and students, as well as relevant learning documents. Data collection techniques were carried out through observation, in-depth interviews, and documentation, while data analysis techniques involved the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results showed that teachers creatively developed learning through game-based activities, such as environmental exploration, mini-experiments, outdoor exploration games, the use of recycled materials, and role-playing based on local projects. Observational data showed that students actively observed, classified, and interacted directly with natural objects. Interview results revealed that teachers deliberately designed lessons so that students could learn through games and direct experiences. Field notes confirmed the findings that students showed high enthusiasm, collaborated in groups, and were able to explain their observations in their own words. Thus, the implementation of play-based learning has been proven effective in creating meaningful learning experiences, increasing student engagement, and optimally fostering naturalistic intelligence.
PENGARUH KELANGKAAN PUPUK BERSUBSIDI TERHADAP PRODUKSI HASIL PADA PETANI JAGUNG DALAM PRESPEKTIF EKONOMI ISLAM (STUDI KASUS DI KELURAHAN NTOBO) Nurhayati Nurhayati; Muhammad Rasyad Al Fajar; Abdus Sahid
J-ESA (Jurnal Ekonomi Syariah) Vol. 7 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/jesa.v7i1.3243

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pengaruh kelangkaan pupuk bersubsidi terhadap produksi hasil pada petani jagung dalam prespektif ekonomi islam di kelurahan Ntobo Kecamatan Raba Kota bima. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan cara pembagian kuesioner (angket) sebagai bahan penggumpulan datanya. Adapun tujuan dari penelian ini adalah untuk mengetahui kelangkaan pupuk bersubsidi berpengaruh terhadap produksi hasil pada petani jagung dalam prespektif ekonomi islam. Berdasarkan hasil penelitian, dan hasil analisis yaitu hasil regresi linear sederhana menunjukan ada pengaruh kelangkaan pupuk bersubsidi terhadap produksi hasil pada petani jagung di kelurahan Ntobo Kota Bima dengan nilai signifikan sebesar 0,000 dan nilai thitung > ttabel (9,290 > 2,010). Hal ini menunjukan bahwa terdapat pengaruh kelangkaan pupuk bersubsidi terhadap produksi hasil pada petani jagung di kelurahan Ntobo kota Bima sebesar 64,3% dan sisanya 35,7% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
METODE PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN BAHASA DALAM PENGUATAN TUJUAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD) Sukrin HT; Abdussahid Abdussahid
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol. 1 No. 2 (2019): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v1i2.343

Abstract

Metode Pengembangan Pembelajaran Bahasa Dalam Penguatan Tujuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yakni: menggunakan metode dan tekhnis yang terukur dalam pembelajaran dan pengajaran Pendidikan Anak Usia Dini yang perlu diterapkan dalam proses pengembangan bahasa adalah: Metode pengembangan Pembelajaran Bahasa di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), dengan metode: (1) Metode Berdialog atau bercakap-cakap, (2) Metode Bercerita, (3) Metode Tanya Jawab, Sedangkan Penguatan Pengajaran Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), yakni: “bermain sambil belajar”, sedangkan untuk memacu kecerdasan bahasan (linguistik) pada pendidikan anak usia dini: (1) kecerdasan kebahasaan merupakan kecerdasan yang paling universal. Ada dua tipe perkembangan kebahasaan (berbicara) yaitu (1) egosentric speech terjadi ketika anak berusia 2 sampai 3 tahun, karena anak mulai berbicara pada dirinya sendiri, (2) Socialized speech ketika anak berinteraksi dengan teman atau lingkungannya mngembangkan adaptasi sosial anak yakni saling bertanya, bertukar informasi.
DAMPAK NIKAH SIRI ORANGTUA TERHADAP POLA ASUH ANAK USIA DINI Lukman Lukman; Abdussahid Abdussahid
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol. 3 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v3i1.646

Abstract

Nikah siri masih menjadi fenomena sosial yang cukup marak sekaligusmenjadi ajang perdebatan di masyarakat. Praktik nikah siri dilakukanoleh masyarakat awam yang tidak paham akan hukum, walaupun tidakmenutup kemungkinan bahwa pernikahan siri dilakukan oleh orangorangyang memahami hukum. Bagi sebagian masyarakat yang masih awamhukum menganggap bahwa nikah siri sebagai jalan keluar terbaik dantidak ada unsur dosa di dalamnya karena telah dilakukan menurutagama, hanya saja tidak dicatatkan melalui pegawai pencatat nikah olehkantor urusan agama sehingga tidak mempunyai bukti otentik. Padahaljika ditelusuri secara akibat hukum, maka pernikahan siri berdampakpada persoalan-persoalan yang akan terjadi tidak hanya pada isteritetapi terhadap status anak. Meskipun nikah siri merupakan pernikahanyang meski telah memenuhi syarat rukun nikah, tetapi karena alasantertentu, tidak dicatatkan di kantor urusan agama. Problem mendasaryang dirasakan oleh para perempuan pelaku nikah sirih seperti; problempsikis dan tekanan batin sebagai akibat dari ketidakpastian hukumtentang status pernikahannya. Beban psikis tersebut juga terjadi karenastereotype masyarakat terhadap perempuan pelaku nikah siri yangdianggap sebagai isteri simpanan, hamil di luar nikah, selingkuhan dansebagainya, dan akan berpengaruh terhadap pendidikan dan yang palingutama sekali adalah pendidikan agamanya. Penelitian ini menggunakanpenelitian pustaka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalahmetode penelitian yuridis normatif.Penelitian yuridis normatif adalahsuatu penelitian hukum yang dilakukan dengan cara meneliti bahanpustaka atau sekunder. Dalam metode penelitian kepustakaan, penulismenggunakan data sekunder yaitu data yang diperoleh dari bahan-bahanpustaka, seperti; buku-buku, jurnal, dan lainnya.
PENINGKATAN KEMAMPUAN SAINS MELALUI BAHAN ALAM Retno Ningsih; Abdussahid Abdussahid; Wiwin Sari
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2022): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v4i2.1062

Abstract

Penelitian ini mengambil sampel sebanyak 15 peserta didik di TK Aisyiah 2 Kota Bima. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Tindakan Kelas mengacu pada model Kemmis dan Taggart dengan satu siklus tiga pertemuan. Data kualitatif merupakan hasil belajar yang menunjukkan perkembangan kemampuan sains yang dianalisis secara satistik deskriptif. Hasil penelitian adalah proses pembelajaran sains melalui strategi pembelajaran sentra bahan alam dapat menunjukkan adanya lima komponen proses sains meliputi mengamati, membandingkan, mengklasifikasi dan mengukur,srategi pembelajaran sentra bahan alam dapat meningkatkan kemampuan sains peserta didik dari pertemuan ke 1 sampai pertemuan ke 3 dengan nilai rata-rata rata-rata 2,70,2,80 dan 3,00 dalam kategori peserta didik berkembang dan persentase ketentuan juga meningkat dari pertemuan ke 1 sampai pertemuan ke 3 dengan nilai rata-rata 54,8 %, 77,6 % dan 100%.
KIPRAH TUAN GURU HAJI ABUBAKAR HUSAIN DALAM PENGEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM DI BIMA-NTB Irwan Irwan; Ihwan P Syamsuddin; Abdussahid Abdussahid; Umar Umar
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 5 No. 1 (2021): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v5i1.633

Abstract

Bima merupakan daerah dengan basis mayoritas penduduknya beragama Islam yang berada di wilayah Propinsi Nusa Tenggara Barat. Dalam konteks keagamaan, sejak dahulu masyarakat Bima dikenal dengan kelompok masyarakat yang taat beragama dan ahli dalam ilmu agama. Sehingga telah memunculkan berbagai tokoh dan ulama Nusantara di antaranya Syaikh Abdul Ghoni Bima (Guru Besar Madrasah al- Haramain) yang menjadi guru para tokoh- tokoh ulama ternama di Indonesia seperti KH. Hasyim Asy’ari. Meksipun demikian, pendidikan Islam tidak begitu berkembang di wilayah ini, sampai pada saat munculnya TGH. Abubakar Husain sebagai salah satu tokoh yang menginspirasi pengembangan pendidikan Islam di Bima. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif dalam hal ini adalah data deskriptif tentang tokoh dengan pendekatan phenomenologist, pendekatan ini digunakan karena segala aspek yang berupa ide, gagasan dan kiprah TGH. Abubakar Husain dalam pengembangan pendidikan Islam dapat diteliti dan dicermati secara utuh. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi, interview in-depth, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis secara berkesinambungan, yaitu mereduksi data, menyajikan data, dan penarikan kesimpulan. Pada penelitian ini untuk menguji keabsahan data menggunakan satu teknik yaitu triangulasi, peneliti menggunakan dua teknik triangulasi yaitu; teknik triangulasi sumber dan teknik triangulasi metode. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) bentuk-bentuk pengembangan dilakukan oleh TGH. Abubakar Husain yaitu; (a) Membentuk Pengajian di rumah (b) membentuk lembaga/yayasan pendidikan Islam (c) membangun pondok pesantren (d) membangun madrasah dan sekolah (e) membangun majelis taklim al-Qur’an dan (f) membangun TPQ/BSTQ.
ETIKA KOMUNIKASI DI MEDIA SOSIAL MELALUI PRINSIP 3A (KAJIAN SURAH AN-NAHL AYAT 125) Nasaruddin Nasaruddin; Abdul Munir; Abdussahid Abdussahid; Fathani Mubarak
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 7 No. 2 (2023): Oktober
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v7i2.2274

Abstract

Artikel ini difokuskan untuk membahas tentang etika komunikasi di media sosial melalui prinsip 3A yang berlandaskan pada QS. An-Nahl ayat 125 yang dapat diterapkan dalam bermedia sosial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, dengan jenis penelitian library research. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam berkomunikasi di media sosial perlu untuk menerapkan dan menggunakan prinsip 3A, yakni: Al-Hikmah yang artinya kebijaksanaan, dalam hal ini kita ajarkan untuk bijaksana dalam berkomunikasi dalam artian kita bisa bijak dalam memberikan arahan atau berkomentar, tetapi harus melihat kondisi dan situasi. Al-Wal Mauidhatil Khasanah artinnya Nasehat yang baik, Wajadilhum Bil Lati Hiya Ahsan yang artinya berdebat dengan cara yang baik, mengajarkan kita untuk berdebat dengan munggunakan raut wajah yah ramah, perkataan yang baik serta lemah lembut dalam bertutur kata.
PELATIHAN PERSONAL BRANDING DAN PENINGKATAN DIGITAL LITERCY BAGI MAHASISWA EKONOMI SYARIAH Rafiuddin Rafiuddin; Abdussahid Abdusahid; Lukman Lukman; Syahril Ramadhan
Taroa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2022): Januari
Publisher : LPPM IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/taroa.v1i1.736

Abstract

Program pelatihan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas pemahaman personal branding dan literacy digital bagi mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAI Muhammadiyah Bima dalam memanfaatkan pesatnya perkembangan teknologi inforamsi secara maksiamal. Hasil pengabdian menunjukan bahwa pemahaman mahasiswa terhadap personal branding dan literacy digital masih dikategorikan rendah, hal itu dapat dilihat dari hasil pre test yang diberikan kepada mahasiswa yang menjadi peserta pengabdian. Selanjutnya diberikan pelatihan yang komphrensif terkait personal brandaing dan literasi digital oleh tutor dan pemateri yang dianggap memiliki kemampuan dalam bidang pencipataan personal branding dan literacy digital. Untuk mengetahui kemampuan dan pemahaman peserta maka dilakukan post test. Hasil post tes menunjukan bahwa peserta memahmi secara signifikan tentang personal branding dan literci digital dilihat dari hasil perkembangan pemahaman peserta cukup signifikan dari sebelum disampaikan materi dan setelah disampaikan materi. Perubahan pemahaman yang paling menonjol adalah pemahaman tentang literacy digital dan aspek aspek yang berhubungan dengan digital. Pada saat dilakukan pre test, peserta hanya bisa menjawab dengan benar berkisar 10%, setelah dilakukan post test naik secara signifikan menjadi 75%.
METODE PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN BAHASA DALAM PENGUATAN TUJUAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD) Sukrin HT; Abdussahid Abdussahid
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol. 1 No. 2 (2019): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v1i2.343

Abstract

Metode Pengembangan Pembelajaran Bahasa Dalam Penguatan Tujuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yakni: menggunakan metode dan tekhnis yang terukur dalam pembelajaran dan pengajaran Pendidikan Anak Usia Dini yang perlu diterapkan dalam proses pengembangan bahasa adalah: Metode pengembangan Pembelajaran Bahasa di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), dengan metode: (1) Metode Berdialog atau bercakap-cakap, (2) Metode Bercerita, (3) Metode Tanya Jawab, Sedangkan Penguatan Pengajaran Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), yakni: “bermain sambil belajar”, sedangkan untuk memacu kecerdasan bahasan (linguistik) pada pendidikan anak usia dini: (1) kecerdasan kebahasaan merupakan kecerdasan yang paling universal. Ada dua tipe perkembangan kebahasaan (berbicara) yaitu (1) egosentric speech terjadi ketika anak berusia 2 sampai 3 tahun, karena anak mulai berbicara pada dirinya sendiri, (2) Socialized speech ketika anak berinteraksi dengan teman atau lingkungannya mngembangkan adaptasi sosial anak yakni saling bertanya, bertukar informasi.