Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Konseling Kelompok untuk Perbaikan Status Gizi pada Balita Gizi Kurang Usia 6- 59 Bulan di UPT Puskesmas Kampung dalam Kota Pontianak Iman Jaladri; Feny Febriani; Martinus Ginting; Suaebah Suaebah; Jurianto Gambir; Sudarto Sudarto
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.679 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i3.6521

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi pada balita erat kaitanya dengan kualitas sumber daya manusia. Mengatasi masalah stunting perlu cara dan pendekatan yang komprehensip. Penelitian ini ingin membantu mengatasi stunting dengan cara konseling kelompok. Telah dilakukan konseling kelompok pada anak stunting yang diberi makanan tambahan. Metode yang dilakukan adalah pre and post design without control. Sampel dalam penelitian ini adalah balita stunting yang berada di wilayah Puskesmas Kampung Dalam, Pontianak. Penelitian dilakukan selama tiga bulan, dengan 4 kali pengukuran antropometri dan 2 kali pengukuran food recall. Hasilnya adalah ada peningkatan status gizi dan peningkatan asupan energi dan protein.
LOMBA KREASI DIVERSIFIKASI OLAHAN PAKIS (Sthenochlaena Palustris) SEBAGAI SUMBER ANTIOKSIDAN PENCEGAHAN STUNTING DI TINGKAT RUMAH TANGGA: CREATION COMPETITION FOR DIVERSIFICATION OF PROCESSED FERNS (Sthenochlaena Palustris) AS AN ANTIOXIDANT FOR STUNTING PREVENTION AT THE HOUSEHOLD LEVEL Gambir, Jurianto; Jaladri, Iman; Mulyanita, Mulyanita; Indah Puspasari, Risa
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v5i2.1873

Abstract

Pakis (S. palustris) sering dianggap sebagai tanaman hutan dan hama pertanian, padahal merupakan sumber antioksidan yang potensial dan mudah ditemukan di Kalimantan Barat. Untuk mengatasi stunting, perlu keseimbangan radikal bebas dalam tubuh, yang bisa dibantu oleh antioksidan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertujuan mengedukasi masyarakat mengenai manfaat pakis sebagai sumber antioksidan, yang dapat diolah menjadi berbagai produk pangan untuk diversifikasi makanan dan meningkatkan nilai ekonomis pakis.Kegiatan dimulai dengan pemaparan kandungan gizi, senyawa kimia, dan manfaat pakis untuk kesehatan. Tim pengabdi juga menggali kreativitas ibu-ibu dalam mengolah pakis menjadi produk menarik yang bernilai jual. Tiga jenis olahan pakis dipersiapkan dan diuji cita rasanya oleh kader dan ibu PKK sebagai panelis. Penilaian dilakukan dengan menggunakan instrumen penilaian hedonik yang mencakup rasa, warna, aroma, tekstur, kreativitas, dan kelayakan jual. Hasil kegiatan menunjukkan 20 jenis olahan pakis yang dikreasikan oleh kader dan ibu PKK, dengan 10 di antaranya dinilai sangat baik dan berpotensi dijual. Kegiatan ini disambut antusias oleh masyarakat dan diharapkan dapat diulang di masa depan. Disarankan untuk melakukan pendampingan bagi ibu-ibu agar produk yang dihasilkan bisa dijadikan oleh-oleh khas desa dan mendukung pengembangan ekonomi lokal.
Karakteristik Kejadian Stunting pada Suku Serawai Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu Yuliantini, Emy; Kamsiah, Kamsiah; Dwinata, Vina; Susanti, Nila; Gambir, Jurianto
Jurnal Sains Kesehatan Vol 32, No 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.32.1.134-141

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia. Di Indonesia, prevalensi  stunting pada balita masih tinggi, termasuk di Provinsi Bengkulu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik kejadian stunting pada balita suku Serawai di Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu.. Pnelitian enggunakan pendekatan deskriptif analitik kuanlitatif dengan desain cross-sectional. Sampel  penelitian melibatkan 65 ibu balita sebagai responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan observasi buku KMS, lalu dianalisis secara univariat dan bivariate  dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia balita 24 bulan memiliki risiko lebih tinggi mengalami stunting (OR=1,29), dan balita dari suku Jawa memiliki kemungkinan 2,23 kali lebih besar mengalami stunting dibandingkan balita dari suku Serawai. Meskipun jenis kelamin dan riwayat penyakit menunjukkan hubungan yang signifikan, kekuatan hubungan relatif lemah. Pangan lokal, jika dimanfaatkan dengan optimal dan disesuaikan dengan budaya setempat, dapat menjadi pendekatan efektif dalam mencegah dan mengatasi stunting. Oleh karena itu, intervensi  dengan pendekatan budaya dapat dirancang untuk intervensi gizi yang sensitif terhadap konteks budaya masing-masing suku agar lebih mudah diterima masyarakat.Kata Kunci: balita, Bengkulu, karakteristik, stunting, status gizi, suku Serawai
Pengaruh Flashcard Terhadap Pengetahuan Gizi Dan Kecukupan Asupan Energi Pada Anak Remaja di Sekolah Lanjut Tingkat Pertama (SLTP) Kota Pontianak Dahliansyah, Dahliansyah; Karunia, Wiga; Gambir, Jurianto
Jurnal Bahana Kesehatan Masyarakat (Bahana of Journal Public Health) Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Bahana Kesehatan Masyarakat (Bahana of Journal Public Health)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35910/jbkm.v8i1.739

Abstract

Background: Adolescents are the next generation of the nation in the future, adolescents make up the majority of the world's population of 1.2 billion young people, nearly 90% of whom are in developing countries. The causes of nutritional problems in adolescence are direct factors such as food intake and infectious diseases. In addition, low knowledge of nutrition can lead to nutritional problems in adolescents, especially anemia and chronic undernutrition. Knowledge is the understanding of information about a particular topic, as well as the ability to receive, retain and use information. One of the media that can increase knowledge is flashcards, as one of the developments of visual media in the form of alternating cards that will be carried out by playing. Aim this research is to determine the effect of nutrition education through flashcards media on nutritional knowledge and adequacy of energy intake in Adolescent Children in Pontianak City Junior High School (SLTP). Methods: This study used quasy-experiment with pretest-posttest control group design. The subjects of this study were adolescents of MTsN 1 and SMPN 12 Pontianak. The population in this study were all adolescent IX students totaling 189 people at MTsN 1 Pontianak, the number of samples was 44 people consisting of 22 experimental samples and 22 control samples, which were selected using purposive sampling method. Data collection techniques with direct interviews. The treatment was conducted for 8 meetings within 1 month. Results: The results of the average nutritional knowledge score between before and after being given nutrition education in both groups showed a significant increase, namely p-value <0.05. While the average result of energy intake between before and after being given nutrition education in both groups is 0.05 which means there is no significant increase. Conclusion: Providing nutrition education using flashcards can improve nutritional knowledge.
FORMULASI BISKUIT LAKTOGENIK BERBASIS PANGAN LOKAL TEPUNG TALAS (Colocasia Esulenta L. Schott) DENGAN SUBSTITUSI TEPUNG DAUN KATUK (Sauropus Androgynus L. Merr) SEBAGAI ALTERNATIF PMT IBU MENYUSUI Mulyanita; Ayu Rafiony; Ismi Trihardiani; Dedi Satria; Jurianto Gambir
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 1 (2025): January
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i1.9016

Abstract

The study explores the potential of utilizing talas tuber flour (Colocasia Esculenta L. Schott) and katuk leaf flour (Sauropus androgynus L. Merr) in biscuit production to enhance nutritional value and promote lactation in breastfeeding mothers. Talas, rich in complex carbohydrates, fiber, minerals, and vitamins, and katuk leaves, high in protein, vitamins A and C, iron, and lactogenic active substances, were used to develop biscuits in three different formulations: F1 (95%: 5%), F2 (90%: 10%), and F3 (85%: 15%). The organoleptic test identified F1 as the best formulation, and proximate analysis showed that F1 contained 6.14% moisture, 2.52% ash, 27.04% fat, 8.59% protein, 50.3% carbohydrates, and 6.70% crude fiber. The biscuits also contained 0.209% phosphorus, 80.4 mg/kg iron (Fe), and 142 mg/kg calcium (Ca). These findings suggest that biscuits made from talas tuber and katuk leaf flour can be a valuable nutritional supplement, potentially aiding in the improvement of breast milk production.
Hubungan Tingkat Kepuasan Menu dan Asupan Gizi Remaja Putri SMPIT Al-Fityan School Kubu Raya Monic Ranisti; Sopiyandi Sopiyandi; Jurianto Gambir; Widyana Lakshmi Puspita; Suaebah Suaebah
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 9, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/pnj.v9i1.1628

Abstract

Latar belakang: Manajemen pondok pesantren harus memberikan layanan yang baik untuk memastikan kebutuhan gizi para santri terpenuhi. Hal ini dapat terwujud apabila institusi mampu menyajikan makanan yang mematuhi prinsip-prinsip dasar penyelenggaraan institusi. Prinsip-prinsip tersebut mencakup penyediaan makanan yang sesuai dengan kebutuhan konsumen baik dari segi jenis maupun jumlah zat gizi, disiapkan dengan cita rasa yang berkualitas tinggi, dan memenuhi standar kebersihan dan sanitasi yang diperlukan.Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan antara tingkat kepuasan menu dan asupan gizi pada remaja putri SMPIT Al-Fityan School Kubu Raya.Metode Penelitian: Jenis penelitian analitik observasional dengan desain penelitian cross sectional dengan pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan total sampling dengan total sampel 61 responden remaja putri. Data kepuasan menu diambil dengan menggunakan kuisioner yang diisi oleh masing-masing responden dan data asupan diambil dengan wawancara menggunakan form food recall 24 jam selama 2 hari.Hasil: Tingkat kepuasan menu remaja putri memiliki hasil puas dengan persentase 82,0%. Asupan gizi remaja putri memiliki hasil yang defisit dengan persentase energi 70,5%, protein 67,2%, lemak 73,8%, dan karbohidrat 68,9%.Simpulan: Tidak ada hubungan tingkat kepuasan menu dan asupan zat gizi energi, protei, lemak, dan karbohidrat. Hasil nilai chi square (p-value <0,05) tingkat kepuasan menu dengan asupan energi 1,000, tingkat kepuasan menu dengan asupan protein 0,1000, tingkat kepuasan menu dengan asupan lemak 0,259, tingkat kepuasan menu dengan asupan karbohidrat 0,726.  Kata Kunci: Tingkat kepuasan menu, Energi, Protein, Lemak, Karbohidrat
Analysis of Nutritional Substances and Acceptance of Tenggiri Fish Nugget Substitute of Moringa Leaf Flour as an Alternative for Preventing Anemia in Adolescent Women Suaebah; Widyana Lakshmi Puspita; Jurianto Gambir; Yanuarti Petrika
Jurnal teknologi Kesehatan Borneo Vol 3 No 2 (2022): Jurnal teknologi Kesehatan Borneo
Publisher : POLTEKKES KEMENKES PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jtkb.v3i2.100

Abstract

In Indonesia, some plants contain many benefits for public health and contain very high nutrients ranging from macronutrients to micronutrients. These plants include Moringa oleifera L, the Moringa tree, by Indonesian people. However, few people know about the Moringa tree's benefits, so its utilization still needs to improve in society. This study was a pure experimental study consisting of 3 three treatments of mackerel fish nuggets with different substitutions for moringa leaf flour: P1=5, P2=12.5, P3=25. The third step was an organoleptic test at the Pontianak Ministry of Health's Poletkkes Food Technology Laboratory consisting of 25 panelists. Then proceed with nutritional analysis in the Chemistry laboratory at Tanjung Pura Pontianak University. The research design used a completely randomized design (CRD) data and was analyzed using the Freedman statistical test. The results of the study are based on Friedman's statistical test, which is enhanced with Conover with a 95% confidence level, showing that the results of T count > T table (13.6 > 3.175) mean that there is a color difference in the nugget formula, there is a difference in the aroma of the nugget formula with T count > F table (6.03 > 3.175) there is a difference in taste for variations in taste with T count < F table (2.72 < 3.175) Based on test results Laboratory tests on nuggets of moringa leaf flour substitution showed an average protein content of 7.08%, average moisture content of 2.01% average ash content of 5.15%.