Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PENGARUH KUALITAS PEMERINTAHAN TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI ASEAN Wibowo, Edy; Prasetya, Ferry
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 1 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh kualitas pemerintahan terhadap pertumbuhan ekonomi di ASEAN. Upaya peningkatan pertumbuhan ekonomi yang dilakukan oleh pemerintah tidak bisa lepas dari kualitas pemerintahan itu sendiri. Kualitas pemerintahan dapat diukur dari enam indikator yaitu : voice and accountability, political stability, government effectiveness, regulatory quality, rule of law, dan control of corruption. Dengan menggunakan analisis data panel didapatkan kesimpulan bahwa dari keenam indikator kualitas pemerintahan, hanya government effectiveness dan rule of law yang mempunyai pengaruh signifikan terhadap perkembangan pertanian dan ekonomi. Kata kunci: Kualitas Pemerintahan, Pertumbuhan Ekonomi, Analisis Data Panel.
PROSES PENCIPTAAN FILM PADA MATAKULIAH FILM WORKSHOP DI JOGJA FILM ACADEMY Owie, Anggra Agastyassa; Wibowo, Edy
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 No 3 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i3.29025

Abstract

Film, sebagai jenis seni yang kompleks dan media komunikasi yang unik, memiliki kemampuan untuk memengaruhi semua lapisan sosial masyarakat. Film tidak hanya merupakan sarana hiburan yang luar biasa, tetapi mereka juga memberi Anda semacam pengalaman yang membuat Anda merasa seperti Anda berada di dunia yang tidak terbayangkan. Workshop film mendorong mahasiswa dengan latar belakang yang berbeda bekerja sama, seperti sutradara, aktor, penulis skenario, dan editor. Kerja sama ini dapat memperluas pandangan mereka dan memberi mereka inspirasi baru. Workshop memberi siswa kesempatan untuk mencoba hal-hal baru dan meningkatkan keterampilan teknis mereka dengan mengajari mereka berbagai teknik pembuatan film, seperti penggunaan kamera dan pencahayaan hingga editing dan efek suara. Selama workshop, siswa dapat menerima umpan balik langsung dari instruktur dan sesama siswa tentang apa yang mereka lakukan. Dalam artikel ini, metode penciptaan mengikuti langkah-langkah yang termasuk eksplorasi, eksperimentasi, dan perwujudan dalam proses penciptaan. Dalam langkah penciptaan, diharapkan karya akan dibuat. Proses persiapan, produksi, dan setelah produksi biasanya menggunakan metode penciptaan. Tahap pertama adalah eksplorasi, proses eksplorasi diawali dengan pemilihan directo, pemilihan producer, pemilihan production designer, pemilihan director of photography. Tahap kedua adalah eksperimentasi, dalam proses eksperimentasi diawali dengan riset, final draf, pemilihan crew, budgeting, scheduling, location hunting, casting, reading, rehearsal, fitting & make up test, request & order art preparation, test camera, final PPM. Tahap terakhir adalah perwujudan dilakukan dalam produksi, penyutradaraan dan pasca produksi.
Fabrikasi Dan Karakterisasi Mortar Semen Yang Dilapisi Lapisan Tio2 Bersifat SelfCleaning Widiansyah, Irvan Taufiq; Rokhmat, Mamat; Wibowo, Edy
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan industri menyebabkan jumlah polutan meningkat dan berdampak buruk bagilingkungan terutama pada bangunan-bangunan di sekitar. Oleh karena itu dibutuhkan membuat mortarsemen yang anti kotoran atau yang bersifat selfcleaning untuk melindungi mortar dari debu, kotoran,dan serapan air yang dapat merusak. Salah satu upayatersebut ialah dengan memanfaatkan efek fotokatalis smart material berbasis titanium dioksida (TiO2).Tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakteristik lapisan TiO2 terhadap pengaruh kondisi lingkungan,pengaruh pada sudut kontak yang terbentuk pada selfcleaning, pengaruh fotokatalis pada self-cleaning,serta mengetahui pengaruh komposisi TiO2 yang ideal.Komposisi lapisan TiO2 dibuat bervariasi, yaitu 2gram, 4 gram, dan 6 gram, dan variasi tambahandengan mencampurkan 1 gram PEG 4000 dari setiapkomposisi TiO2 tersebut. Dan komposisi TiO2dicampurkan langsung pada mortar semen, yaitu 50gram, 100 gram, dan 150 gram. Pengujian selfcleaning menggunakan jenis pengotor Methylene Blue.Hasil terbaik kondisi permukaan mortar semen akibatproses fotokatalis bersifat self-cleaning didapatkanpada sampel dengan lapisan TiO2 komposisi 6 grampada penjemuran di bawah matahari denganpersentase rata-rata tingkat kepekatan warna zatpengotor sebesar 35,12%. Sedangkan hasil pengujiansudut kontak pada permukaan mortar semen bersifathidrofilik, dengan sudut kontak 19,5º pada mortarsemen yang dicampurkan langsung TiO2 dengankomposisi 150 gram. Kata Kunci - Fotokatalis, self-cleaning, mortar semen, sudut kontak, TiO2.
Penggunaan Titanium Dioksida (Tio2) Untuk Material Anti Kotor Alviona, Vonny Aulia; Rokhmat, Mamat; Wibowo, Edy
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia banyak gedung perkantoran,rumah bertingkat yang mempunyai kaca atau dinding besar.Dengan cuaca tropis Indonesia menyebabkan noda mudahberkembang pada kaca atau dinding. Maka dibutuhkan inovasidalam pembersihan kaca atau dinding tersebut denganmelapiskan material TiO2 pada kaca atau dinding agar kotorantidak mudah menempel pada kaca (self-cleaning). Self-cleaningdapat dihasilkan dengan memanfaatkan sifat fotokatalis dariTiO2 yang aktif jika terkena cahaya matahari. Pengukuranyang digunakan yaitu pengukuran fotokatalis dan sudutkontak. Pengukuran sudut kontak bertujuan untuk mengetahuisifat self-cleaning yang didapat hidrofilik atau hidrofobik.Pelapisan larutan TiO2 dan Aquades pada substrat kaca denganukuran 2 cm x 2 cm dengan tebal kaca 5 mm dilakukan denganteknik spray. Penelitian yang telah dilakukan saat prosesfotokatalis mendapatkan komposisi terbaik yaitu komposisilapisan TiO2 sebanyak 6-gram, baik dengan lapisan TiO2-PEGmaupun lapisan TiO2-Tanpa PEG. Komposisi TiO2 sebanyak 6-gram yang mendegradasi dan menghilangkan pengotor lebihcepat 5 sampai 10 menit dibandingkan komposisi lapisan TiO2sebanyak 2-gram dan 4-gram dengan nilai rata-rata persentasehilangnya pengotor Methylene Blue pada permukaan lapisanTiO2-PEG yaitu 37% dan rata-rata intensitas cahaya 99498 lux.Kemudian sifat self-cleaning yang didapat merupakan sifathidrofilik karena memiliki sudut kontak kurang dari 900. Kata kunci— Fotokatalis, PEG, Self-Cleaning, TiO2
Misconceptions on the understanding of flying objects in fluids Wibowo, Edy; Ulya, Naily; Helvantriyudo, Whibatsu; Azyumardi, Muhammad Maliki; Hafiduddin, Fata; Rokhmat, Mamat; Handayani, Ismudiati Puri; Abrar, Abrar; Fitriyanti, Nurwulan; Sutisna, Sutisna; Ameruddin, Amira Saryati
Momentum: Physics Education Journal Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/mpej.v7i2.6881

Abstract

The concepts of floating, flying, and sinking object have been studied since junior high school. However, we still often find students' misconceptions regarding the concept, especially of flying objects, even at the university level. This work aims to propose a clarification of the concept of a flying object in the fluid to be correctly described the condition for the flying object. We used eggs, water, and salt solutions to demonstrate sinking, rising, and floating objects in the fluids. The results showed that when the density of the object is the same as the density of the fluid, the position of the object is still at the bottom of the fluid since it was not flying in the middle of the depth of the fluid. But the object does not touch the bottom of the container so that the object's height is zero. This is because the object has not had a driving force (Fd = 0) that pushes the object upward towards the surface of the fluid to float. When the density of the fluid slightly exceeds the density of the object, the object immediately moves upward to the fluid surface - floating phenomenon is started. The greater the difference between the density of the fluid and the density of the object, the faster the object moves towards the surface. The object cannot stay at any position between the bottom and the surface of the fluid. A stable position is reached when the object reaches the surface of the fluid to float. This work is expected to increase students' understanding of flying objects in fluids.
Derivation of Newton's law of cooling and heating: Heating the water then cooling it down naturally to the room temperature Wibowo, Edy; Ulya, Naily; Farizi, Mohammad Rakha; Fitriyanti, Nurwulan
Momentum: Physics Education Journal Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/mpej.v7i1.6889

Abstract

A simple experiment has been conducted to study Newton's law of cooling and heating by observing the nature of the increasing and decreasing water temperature by utilizing a data logger, a thermocouple, a pan, a hot plate, and water. The uncovered pan contained water which was subsequently heated on a hot plate. The water was heated at ambient temperature and normal atmospheric pressure to see that the temperature rose exponentially. Conversely, the temperature of hot water decreased exponentially when the heat source was switched off. The model for increasing and decreasing water temperature is following the Newton's law of cooling and heating. It was proven that the experimental data highly fit theoretical models. The temperature increment constant (ka) and the temperature decrement constant (kd) determined the rate of temperature changes. Low values of ka and kd led to the slow change in the temperature, either the increase or the decrease in the water temperature and vice versa. The ka > kd was observed for all given conditions so that the increasing rate in the water temperature was faster than its decrease. The result of this study can be applied as an example of contextual learning of physics for university students.
Engaging Multiple Stakeholders in Environmental Education for Waste Management in Pangalengan Tourism Sites: The Case of Warnasari Village Dudi Darmawan; Edy Wibowo; Heritiana Bethaningtyas
Jurnal Inovasi Sains dan Teknologi Untuk Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/instem.v3i2.3

Abstract

Warnasari Village, located in Pangalengan District, Bandung Regency, is a growing natural tourism destination with significant economic potential. However, the increasing number of visitors has led to various environmental challenges, particularly related to waste management and maintaining order in tourist areas. Limited supporting facilities and the low awareness of both tourists and local residents regarding environmental cleanliness have contributed to waste accumulation and reduced environmental quality. To address these issues, the Smart Science and Technology Study Program of Telkom University implemented a community service program in collaboration with the Warnasari Village Government and the Pangalengan Police Sector. This program focuses on strengthening environmental education through awareness campaigns, the provision of segregated waste bins, and the active involvement of local communities. Activities include educational workshops, the use of visual media, installation of waste facilities at strategic points, and outreach to schools and community groups. This multi-stakeholder collaboration aims to enhance community capacity and promote sustainable tourism behavior. The results indicate positive responses from residents and visitors, particularly in terms of material clarity, delivery methods, and the program’s potential sustainability. This collaborative model is expected to be replicable in other tourism areas facing similar environmental issues, supporting improved environmental governance through community-based participation.
Pengembangan Artefak Film Studio Alam Gamplong Sebagai Wisata Kreatif dan Islamic Entrepreneurship Owie, Anggra Agastyassa; Wibowo, Edy
Perbanas Journal of Islamic Economics and Business Vol 6 No 1 (2026): Perbanas Journal of Islamic Economics and Business
Publisher : Institut Keuangan-Perbankan Dan Informatika Asia Perbanas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56174/pjieb.v6i1.309

Abstract

Penelitian bertujuan mempelajari perkembangan artefak film di Studio Alam Gamplong sebagai dasar wisata kreatif yang menggabungkan prinsip entrepreneurship Islam. Penelitian ini berfokus pada pemahaman tentang artefak film sebagai bukan hanya properti yang digunakan untuk produksi film, tetapi juga sebagai sumber daya budaya yang memiliki nilai ekonomi kreatif dan potensi edukatif yang terkait dengan industri film. Penelitian ini juga melihat kemungkinan pengembangan wisata berbasis film. Selain itu, tujuan penelitian ini adalah untuk menciptakan model pemanfaatan artefak film sebagai alat pembelajaran, alat promosi, dan strategi pemasaran destinasi wisata film. Selain itu, penelitian ini juga menyelidiki bagaimana prinsip kewirausahaan Islam, yang mencakup etika bisnis, keadilan, keberlanjutan, dan pemberdayaan masyarakat, diterapkan dalam manajemen destinasi wisata film. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang menggunakan teknik triangulasi sumber dan waktu melalui dokumentasi, observasi lapangan, dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa artefak film di Studio Alam Gamplong memiliki nilai edukatif dan ekonomis. Dengan menggabungkan desain media dan komunikasi visual, citra Studio Alam Gamplong sebagai tempat wisata film dan pusat pengembangan ekonomi kreatif telah terbukti kuat. Prinsip kewirausahaan Islam terlihat dalam praktik kepemimpinan yang bekerja sama, keberanian untuk mengambil risiko yang diukur, orientasi pada perencanaan masa depan, dan pelaksanaan kewirausahaan sosial dan CSR Islami. Model pengelolaan yang diterapkan juga memengaruhi UMKM lokal, menciptakan lapangan kerja, dan mempertahankan destinasi wisata. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini memberikan kontribusi konseptual dan empiris untuk kemajuan pariwisata kreatif berbasis film di Indonesia yang berpusat pada nilai-nilai kewirausahaan Islam.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdi Wahyu Sejati Abrar Abrar Ade Yayu Ratna Inten Ahmad Qurthobi Ahmadin Ahmadin Alviona, Vonny Aulia Amalia Rofiah Amaliyah Rohsari Indah Utama Ameruddin, Amira Saryati Anastasya Lutmila Balqis Amir Angistu Palamarta Anita Ikhasari Anjas Aji Budiatma Asep Suhendi Azyumardi, Muhammad Maliki Casmika Saputra Dayanna Zannatul Umah Dimas Erdhinta Pratama Putra Dudi Darmawan Dudi Darmawan Edy Supriyanto Eriz Aprizki Erpanda Surya Alam Faris Hanif Rahman Farizi, Mohammad Rakha Ferry Prasetya Fuad Pratama Hadani Rabby Hafid, Inda Widiarti Hafiduddin, Fata Hastuti Delima Helvantriyudo, Whibatsu Heritiana Bethaningtyas I Ketut Swakarma I Nyoman Suyantana Iqbal Dwi Cahyo Ismudiati Puri Handayani Ita Riniatsih Khairurrijal Khairurrijal Lajiba, Saipul Bachri S. Linahtadiya Andian Linahtadiya Andiani Mamat Rokhmat Maulana, Rija Rizqi Mikrajuddin Abdullah Misto Misto Mujaddid Shibghotul Islam Mukhammad Kirom Nabilla Syahvalensi Nindha Ayu Berlianti Nindha Ayu Berlianti Nurwulan Fitriyanti owie, anggra agastyassa Rahman Aditya Rahmayanti, Handika Dany Ramadan Gumilar Retno Hartati Rija Rizqi Maulana Rofi’i, Imam Rokhmawati, Ilma Eka Nur Rudi Setiawan S Siswanto Sena Banyuaji Setyaningsih Shidiq, Yusril Suhartini Salingkat Sujito Sujito Sujito Sujito Sunarno - Susilo - Sutisna Sutisna Sutisna Sutisna Suwandi Suwandi Tri Mulyono Ulya, Naily Wahyu Kurniawan Wenny Maulina, Wenny Widiansyah, Irvan Taufiq Wildan Bagus Firmansyah Windi Zahara Ramadhayanti Karyuni