Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Peningkatan Pengetahuan Guru SD Terkait Pentingnya Pencatatan Identifikasi dan Rekam Kesehatan Personal Siswa SD Dwi Andayani; Yusfina Himayanti
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v4i1.515

Abstract

Rekam Medis dalam dunia Pendidikan sangat penting untuk dilaksanakan dalam rangka aspek administrasi dan aspek dokumentasi. Dalam hal administrasi, Adanya rekam kesehatan dapat memudahkan guru atau kepala sekolah menyimpan dan mencari berkas terkait kesehatan siswa maupun siswinya, sedangkan dalam pendokumentasian dapat memudahkan guru mengetahui riwayat kesehatan siswa sehingga penanganan yang salah akan terhindar apabila terjadi hal yang tidak diinginkan pada siswa. Pencatatan kesehatan pribadi pada anak dapat membantu memastikan anak mendapatkan pelayanan preventif secara tepat waktu. Penyimpanan data kesehatan anak dapat meningkatkan ketercapaian suatu program pencegahan seperti imunisasi. Orang tua dan penyelenggara pelayanan kesehatan serta sekolah dapat mengetahui tentang riwayat kesehatan anak dan bersama-sama untuk memantau kesehatan anak melalui pencatatan kesehatan pribadi anak sekolah. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan kepada guru atau pihak sekolah melalui penyuluhan guna meningkatkan pengetahuan dan sikap terkait pentingnya pencatatan identifikasi dan rekam kesehatan personal siswa sekolah dasar. Metode Ceramah dan diskusi. Berdasarkan hasil kegiatan penyuluhan yang telah dilakukan dapat di simpulkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan pada guru sekolah dasar tentang pentingnya pencatatan identifikasi dan rekam kesehatan personal siswa sekolah dasar setelah dilakukan penyuluhan di SDN LANDAH Kabupaten Lombok Tengah, yang diketahui dari hasil pretest tingkat pengetahuan tinggi sebanyak 15,4% (2 peserta), menjadi 69,2% (9 peserta) dari hasil posttest.
Penyuluhan Sistem Penyimpanan Rekam Medik di Puskesmas Peseng Desa Wajageseng Dwi Andayani; Zulmin Amrina Rosyada
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2021): Abdinesia: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v1i2.638

Abstract

Rekam Medis diartikan sebagai keterangan baik yang tertulis maupun yang terekam tentang identitas, anamnese, penentuan fisik laboratorium, diagnosis segala pelayanan dan tindakan medis yang diberikan kepada pasien, dan pengobatan baik yang di rawat inap, rawat jalan, maupun yang didapatkan di gawat darurat. Rekam Medis memiliki arti yang cukup luas, tidak terbatas hanya berkas yang digunakan untuk mencatat informasi pasien akan tetapi mempunyai pengertian sebagai suatu sistem penyelenggara rekam medis. Sebelum menentukan sistem penyimpanan yang akan dipakai, perlu terlebih dahulu mengetahui bentuk penyimpanan yang akan diselenggarakan didalam pengelolaan unit rekam medis,ada 2 (dua) cara yaitu sentralisasi dan desentralisasi. Sistem penyimpanan berkas rekam medis sangat penting untuk dilakukan dalam institusi pelayanan kesehatan, karena sistem penyimpanan dapat mempermudah berkas rekam medis yang akan disimpan dalam rak penyimpanan, mempercepat ditemukan kembali atau pengambilan berkas rekam medis yang disimpan di rakpenyimpanan, mudah pengembaliannya, dan melindungi berkas rekam medis dari bahaya pencurian, bahaya kerusakan fisik, kimiawi, dan biologi.
Meningkatkan Pemahaman Siswa SMK/SMA Tentang Pentingnya Rekam Medik Pada Fasilitas Kesehatan Dwi Andayani; Zulmin Amrina Rosyada
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2021): Abdinesia: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v1i1.640

Abstract

Fasilitas Pelayanan Kesehatan menjamin perlindungan hukum bagi dokter tenaga kesehatan agar tidak menimbulkan kesalahan medik dalam menangani pasien, sekaligus pasien mendapatkan perlindungan dari suatu tanggungjawab rumah sakit dan dokter tenaga kesehatan (Tutik, 2010). Salah satu indikator untuk menilai mutu suatu pelayanan kesehatan adalah dengan tersedianya rekam medis yang lengkap dan akurat. Tanpa kelengkapan dan keakuratan rekam medis menimbulkan kesan bahwa pelayanan kesehatan tidak berlangsung semestinya dan sulit membayangkan fakta aktual yang terjadi ini di sebabkan rekam medis merupakan kumpulan segala kegiatan para pelaksana kesehatan yang ditulis dan digambarkan atas aktivitas mereka terhadap pasien (Indar, 2010). Rekam medis merupakan bukti tertulis tentang proses pelayanan diberikan oleh dokter dan tenaga kesehatan lainnya kepada pasien. Rekam medis berisi tentang data sosial pasien, riwayat penyakit, pemeriksaan, diagnosis, pengobatan dan tindakan medik lainnya. Dari pernyataan di atas maka rekam medik sudah seharusnya memuat informasi yang cukup mengenai pasien, diagnosa, dan alasan penetapan diagnosa.
Kelengkapan Pengisian Formulir Informed Consent Pada Pasien Rawat Jalan Poli Bedah Umum di Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi NTB Megawati Megawati; Dwi Andayani; Ni Komang Wijiani Yanti
Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2024): Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/medika.v4i1.669

Abstract

Informed consent memberikan perlindungan hukum proporsional dari pihak pasien dan setiap berkas rekam medis yang tidak lengkap seperti tidak adanya tanda tangan dan nama terang dokter, diagnosis dan kode diagnosis belum terisi atau belum tertulis, dan riwayat perjalanan penyakit belum terisi dengan lengkap, maka hal ini akan dapat menyebabkan terhambatnya proses pengajuan klaim kepada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kelengkapan pengisian formulir informed consent pada poliklinik bedah umum pasien rawat jalan di RSUD Provinsi NTB. Jenis penelitian ini deskriptif kuantitatif dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan Simple Random Sampling. Hasil penelitian pada pengisian review identifikasi kelengkapan pada 4 item pada variabel kelengkapan 100% lengkap, kelengkapan formulir pada review laporan penting diketahui tingkat kelengkapan tertinggi yakni pada 5 item yakni 100% lengkap, kelengkapan terendah terdapat pada item alternative & risiko, pemberian produk sebanyak 77,5%, kelengkapan formulir informed consent pada review autentifikasi diketahui untuk tiga item 100% lengkap, kelengkapan terendah terdapat pada item nama terang saksi sebanyak 38,2%, kelengkapan formulir informed consent pada review pendokumentasian yang bener, diketahui untuk tingkat kelengkapan tertinggi pada item penulisan diagnosa 100%, tingkat kelengkapan terendah pada item keterbacaan yakni 12,4%.
Gambaran Kelengkapan Formulir Surat Keterangan Penyebab Kematian Pasien di Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat Halimatussa'diah Halimatussa'diah; Dwi Andayani; Ni Komang Wijiani Yanti
Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2024): Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/medika.v4i2.910

Abstract

Pengisian formulir surat keterangan penyebab kematian yang tidak lengkap tidak dapat digunakan untuk berbagai keperluan seperti klaim asuransi, pembagian warisan, proses hukum dan lain-lain. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui gambaran kelengkapan formulir surat keterangan penyebab kematian pasien di RSUD Provinsi NTB. Jenis penelitian yang digunakan deskriptif kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini seluruh berkas rekam medis pasien meninggal bulan Juni-Desember di RSUD Provinsi NTB tahun 2023 sebanyak 1.402 berkas dengan sampel 93 berkas. Tehnik sampling yang digunakan yaitu simple random sampling. Instrumen yang digunakan check list. Pengolahan data dilakukan dengan editing, coding, entry, dan cleaning. Analisis data berupa deskriptif kuantitatif menggunakan aplikasi SPSS. Hasil dari penelitian ini, kelengkapan pada review identifikasi distribusi frekuensi sebesar 22 (24%) DRM lengkap dan sebesar 71 (76%) DRM tidak lengkap, kelengkapan pada review laporan penting distribusi frekuensi sebesar 14 (15%) DRM lengkap dan sebesar 79 (85%) tidak lengkap, kelengkapan pada review autentifikasi distribusi frekuensi sebesar 43 (46,2%) DRM lengkap dan sebesar 50 (53,8%) DRM tidak lengkap, kelengkapan pada review pendokumentasian yang benar distribusi frekuensi sebesar 89 (95,7%) DRM lengkap sebesar 4 (4,3%) DRM tidak lengkap. Dilihat dari presentase ketidaklengkapan tersebut rumah sakit dapat melakukan pelatihan bagi staf medis untuk memastikan kepatuhan terhadap standar pengisian kelengkapan formulir surat keterangan penyebab kematian.
Kelemahan Penggunaan Rekam Medis Elektronik Dalam Pengelolaan Data Pasien di Instalasi Rekam Medisrumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma NTB Hendra Saputra; Dwi Andayani; Muhammad Siladani Fatuhu
Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2024): Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/medika.v4i2.929

Abstract

Rekam Medis Elektronik (RME) pada dasarnya merupakan penggunaan metode elektronik untuk pengumpulan, penyimpanan, pengolahan serta pengaksesan rekam medis pasien di rumah sakit yang telah tersimpan dalam suatu sistem manajemen basis data multimedia yang menghimpun berbagai sumber data medis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelamahan mengetahui kelemahan rekam medis elektronik dalam pengelolaan data pasien di Instalasi Rekam Medis Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma NTB. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan desain penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 28 dan sampel penelitian adalah petugas rekam medis sebanyak 6 orang diantaranya 1 kepala ruangan dan 5 petugas koordinator unit, teknik pengambilan sampel menggunakan purvosive sampling, pengumpulan data menggunakan wawancara dan check list observasi, dengan analisis kualitatif. Hasil penelitian Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma NTB sudah menerapkan RME terhitung dari bulan Mei 2023, akan tetapi dalam pengoperasian RME masih terjadi kesalahan dan kelemahan saat pengoperasiannya yang disebabkan terjadinya error system, human error, dan koneksi jaringan yang lelet selain itu penyimpanan pada server cepat penuh yang mengakibatkan setiap bulan harus menambah penyimpanan. Kemudian rata-rata semua petugas sudah memahami perbedaan RME dengan Konvensional, namun dalam proses pelatihan yang diberikan masih kurang kepada petugas RME, terlebihnya pelatihan secara khusus untuk RME. Diharapkan agar rumah sakit jiwa mutiara sukma NTB mengadakan pelatihan khusus untuk petugas rekam medis elektronik.
Perbedaan Sifat Organoleptik dan Kandungan Zat Gizi Makro Roti Tawar Nutriloaf dengan Substitusi Tepung Kedelai (Glycine max) dan Beras Merah (Oryza nivara) Jihan Amartia; Baiq Dewi Sukma Septiani; Febrina Sulistiawati; Novia Arista; Dian Septiana; Dwi Andayani
Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2025): Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/medika.v5i2.1013

Abstract

Salah satu contoh makanan yang dikonsumsi sebagai makanan ringan di Indonesia saat ini adalah roti. Roti tawar umumnya berbahan dasar terigu protein tinggi. Substitusi tepung kedelai dan beras merah menambah kandungan gizi khususnya protein pada roti tersebut. Tujuan penelitian yaitu menganalisa beda sifat organoleptik dan kandungan zat gizi makro roti tawar Nutriloaf substitusi kacang kedelai dan beras merah. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 kali perlakuan (K=3), 1 unit percobaan dilakukan 3 kali pengulangan, sehingga total jumlah percobaan adalah 3x1x3 = 9 dan analisis zat gizi diolah secara deskriptif. Dilakukan pula penambahan tepung kedelai dan beras merah pada produk roti tawar Nutriloaf dengan takaran yang berbeda, kemudian hasil yang dianalisis meliputi uji daya terima dan kandungan zat gizi diantaranya energi, protein, lemak, dan karbohidrat. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan T1 meningkatkan daya terima responden dari segi warna, aroma, rasa, tekstur. Kesimpulan: Perlakuan T2 pada produk roti tawar Nutriloaf meningkatkan kandungan gizi protein dan lemak. Ada beda daya terima dan kandungan zat gizi roti tawar Nutriloaf  dari masing – masing perlakuan. roti tawar Nutriloaf  terbaik pada perlakuan T1 dan kandungan gizi roti tawar Nutriloaf  terbaik pada perlakuan T2 yaitu 12,09 gram protein dan 10,09 gram.