Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search
Journal : Keperawatan

Pengaruh Pemberian Topikal Madu Kaliandra Terhadap Jumlah Eksudat Pada Luka Diabetes Melitus Nengke Puspita Sari; Maritta Sari
Jurnal Riset Media Keperawatan Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jrmk.v3i1.73

Abstract

Diabetes Melitus paling sering menyebabkan teradinya komplikasi yaitu adanya luka pada kaki dikarenakan teradinya perubahan patologis pada anggota gerak. Luka adalah suatu kerusakan fungsi dan struktur anatomi normal, sedangkan penyembuhan luka merupakan proses dinamik kompleks yang menghasilkan perbaikan fungsi dan kontinuitas anatomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas Pemberian Topikal Madu Kaliandra dengan jumlah Eksudat pada luka Diabetes Melitus dengan metode penelitian survey analitik menggunakan pendekatan kuasi eksperimen. Penilaian jumlah Eksudat sebelum dan setelah dilakukan terapi madu kaliandra. Hasil penelitian didapatkan adanya perbedaan yang signifikan antara jumlah eksudat sebelum dan setelah dilakukan terapi madu kaliandra. Terapi madu kaliandra efektif dalam pengurangan jumlah eksudat pada luka diabetes melitus.
Pengaruh Pemberian Topikal Madu Kaliandra Terhadap Kedalaman Pada Luka Diabetes Melitus Maritta Sari; Nengke Puspita Sari
Jurnal Riset Media Keperawatan Vol. 3 No. 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus menurut American Diabetes Association (ADA) adalah kelompok penyakitmetabolik yang ditandai dengan tingginya Kadar glukosa dalam darah (hiperglikemia) yangterjadi karena gangguan sekresi insulin. Komplikasi yang paling sering terjadi pada pasienDiabetes Mellitus adalah terjadinya perubahan patologis pada anggota gerak, yaitu timbulnyaluka pada kaki derajat ulkus diabetikum berdasarkan klasifikasi wagner ditentukan sesuaidengan luas dan kedalaman luka. Ulkus diabetikum derajat I menunjukan ulkus superfisialdan terlokalisasi terbatas hanya pada kulit. Ulkus diabetikum derajat II yaitu terdapat ulkusdalam dan disertai selulitis tanpa abses atau kelainan pada tulang. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui efektifitas Pemberian Topikal Madu Kaliandra dengan kedalaman padaluka Diabetes Melitus dengan metode penelitian survey analitik menggunakan pendekatankuasi eksperimen. Penilaian jumlah kedalaman sebelum dan setelah dilakukan terapi madukaliandra. Hasil penelitian didapatkan adanya perbedaan yang signifikan antara kedalamanluka sebelum dan sesudah dilakukan terapi madu kaliandra. Terapi madu kaliandra efektifmengurangi seluruh lapisan kulit, nekrosis subkutan tidak mencapai fasia, tertutupnyajaringan granulasi dan keadaan luka tepi lebih jelas pada luka diabetes melitus.
Buerger Allen Exercise dan Otot Progresif Pada Perfusi Perifer Tidak Efektif Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Nengke Puspita Sari; Novi Lasmadasari; Maritta sari
Jurnal Riset Media Keperawatan Vol. 5 No. 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jrmk.v5i2.357

Abstract

Peripheral Arterial Disease (PAD) merupakan penyempitan pembuluh darah arteri perifer yang disebabkan karena aterosklerosis akibat komplikasi dari Diabetes Mellitus (DM). Akibatnya terjadi penurunan aliran darah ke ekstremitas yang bila tidak ditangani akan menyebabkan klaudisio intermiten, luka gangrene hingga berisiko amputasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas Buerger Allen exercise (BAE) dibandingkan dengan Rendam Kaki Air Hangat Terhadap Nilai Ankle Brachial Index (ABI) dan Gula Darah Sewaktu(GDS) pada pasien DM tipe 2. Jenis penelitian ini adalah Quassy Eksperimen prepost test and between two groups. Total sampel 14 penderita diabetes melitus di Rumah Sakit yang diperoleh secara random dengan blok permutasi. Sampel dibagi menjadi 2 kelompok perlakuan yaitu BAE dan Otot Progresif. Perlakuan diberikan selama 5 hari berturut-turut dengan pelaksanaan 2 kali sehari yaitu pagi dan sore selama 15-20 menit. Alat yang digunakan untuk mengukur nilai ABIadalah Vascular Dopler.
Implementation of Brisk Walking Exercise on Lowering Blood Pressure and Chronic Pain in Hypertension Patients: Implementasi Brisk Walking Exercise Terhadap Penurunan Tekanan Darah dan Nyeri Kronis Pasien Hipertensi Maritta Sari; Nengke Puspita Sari
Jurnal Riset Media Keperawatan Vol. 5 No. 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jrmk.v5i2.364

Abstract

Hypertension is a condition of blood pressure above normal values. Hypertension can be caused by narrowing of the arteries (vasoconstriction) or stiffness of the arteries. Such conditions will increase systemic resistance followed by an increase in blood pressure. This study shows that the positive effect of brisk walking exercise on several cardiovascular diseases is quite a lot. However, there have not been many investigations or reviews that have concluded that it is related to the effectiveness of the model, intensity, duration and frequency of brisk walking in reducing blood pressure in patients with hypertension. The purpose of this study was to review available published data, so that it can be used as scientific evidence to identify the effect of brisk walking exercise on reducing blood pressure in hypertensive patients in terms of model, intensity, duration and frequency. The research methodology used is descriptive research using a design to explore the problem of nursing care at risk of ineffective cerebral perfusion with complementary brisk walking exercise in hypertensive patients using a nursing care approach which includes assessment, nursing diagnosis, nursing intervention, nursing implementation and nursing evaluation. Researchers conducted on 20 patients and compared the response to the results of each action given to 20 respondents then carried out an analysis based on theory and previous research. The results showed that there was a decrease in blood pressure and pain scale in hypertensive patients after the brisk walking exercise was carried out, in respondents the blood pressure decreased from 150/100 mmHg to 130/80 mmHg and the pain scale decreased from a scale of 5 to a scale of 3. Conclusion of Implementation brisk walking which is done with certain procedures can help lower blood pressure in a significant range. Patients with normal conditions and hypertension have different abilities in physical activity, this is a consideration to determine the speed, distance, duration and intensity of brisk walking. Keywords : Hypertension, Brisk Walking Exercise
Efektivitas Hipnoterapi Terhadap Penurunan Skala Nyeri pada Pasien Kanker Payudara Maritta Sari; Nengke Puspita Sari
Jurnal Riset Media Keperawatan Vol. 6 No. 1 (2023): JUNI
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jrmk.v6i1.388

Abstract

Abstrak Kanker payudara merupakan penyakit yang menyebabkan sel-sel dalam tubuh mengalami perubahan dan penyebaran diluar kendali akhirnya membentuk massa di dalam jaringan payudara (American Cancer Society, 2019). Kanker payudara dapat menyebar keluar payudara melewati pembuluh darah melewati kelenjar getah bening. Pada penderita kanker payudara akan timbul rasa nyeri apabila sel kanker sudah membesar, sudah timbul luka, atau bila sudah muncul metastase ke tulang. Nyeri pada kanker merupakan satu fenomena yang subjektif, yang merupakan gabungan antara fisik dan non fisik. Dampak jika nyeri yang tidak ditangani dan terjadi terus menerus maka dapat menyebabkan perkembangan dan status mal adaptif yang menganggu aktifitas sehari - hari. Hipnoterapi adalah metode pengobatan yang diberikan saat subjek dalam keadaan rileks. Cara kerja hipnoterapi terhadap penurunan nyeri pada pasien kanker, hipnoterapi menghalangi sinyal rasa sakit untuk mencapai bagian otak yang mengalami rasa sakit, sesuai dengan perubahan aktivitas otak, hipnoterapi memiliki dampak signifikan pada penekanan rasa sakit karena mengurangi aktivitas di bagian otak yang terkait dengan persepsi rasa sakit dan meningkatkan aktivitas di area lain. Metodologi penelitian ini adalah Quasi Eksperiment dengan pendekatan one group pre-test post-test design, penelitian dilakukan pada 10 pasien kanker payudara. Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi penurunan rata-rata skala nyeri setelah dilakukan hipnoterapi yaitu dari 7,6 Pada analisis bivariate menggunakan Wilcoxon Test didapatkan p value = 0,0002 yang berarti ada pengaruh hipnoterapi terhadap penurunan skala nyeri pada pasien kanker payudara.  
Monitoring Program Percepatan Penurunan Stunting: Intervensi Gizi Spesifik terhadap Pengetahuan dan Perilaku Ibu dalam Pemenuhan Gizi Bayi dan Balita Novi Lasmadasari; Nengke Puspitasari; Iin Nilawati; Herlinda Herlinda
Jurnal Riset Media Keperawatan Vol. 6 No. 1 (2023): JUNI
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jrmk.v6i1.404

Abstract

Program Gerakan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dalam upaya mencegah stunting adalah intervensi gizi spesifik dengan sasaran ibu hamil, ibu menyusui dan anak usia 0-23 bulan yang dijalankan melalui pelayanan primer di Puskesmas. Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan program pencegahan stunting dari intervensi gizi spesifik gerakan 1000 HPK dengan melihat perubahan pengetahuan, sikap dan prakti ibu dalam pemenuhan gizi bayi dan balitanya. Penelitian dilakukan pada ibu yang memiliki bayi dan balita di kelurahan Kandang Mas wilayah kerja Puskesmas Kandang Kota Bengkulu. Metode penelitian kualitatif melalui wawancara dan observasi. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka diperoleh kesimpulan bahwa pengetahuan ibu sangat mempengaruhi perilaku pemenuhan nutrisi pada bayi balita yang membutuhkan nutrisi yang sesuai untuk perkembangan anak. Perlunya pendampingan bagi orang tua terutama ibu untuk meningkatkan pemahaman hingga praktik pentingnya nutrisi bagi bayi balita. Pentingnya keterlibatan semua pihak dan koordinasi yang melibatkan unsur masyarakat secara berkelanjutan.
Shaker Exercise Dalam Mengatasi Gangguan Disfagia Pada Pasien Stroke Nengke Puspita Sari; Maritta Sari
Jurnal Riset Media Keperawatan Vol. 6 No. 2 (2023): DESEMBER
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jrmk.v6i2.77

Abstract

Stroke diakibatkan karena sumbatan atau pecahnya pembuluh darah sehingga menyebabkan gangguan pasokan darah, oksigen dan nutrisi di otak menurun sehingga terjadi kerusakan jaringan otak. Kondisi ini akan mengakibatkan kerusakan sel otak sehingga menggakibatkan seorang penderita akan mengalami hilang kekuatan otot (hemiplegia), hingga  kelemahan/penurunan kekuatan otot (hemiparesis) yang menimbulkan kesulitan menelan (disfagia). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan terapi shaker exercise dalam mengatasi gangguan disfagia pada pasien stroke. Metodelogi penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus dengan rancangan asuhan keperawatan dilakukan selama 7 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gangguan menelan (disfagia) sedang menjadi disfagia ringan ditandai dengan pasien mampu menghabiskan porsi makan. Untuk gangguan mobilitas fisik belum teratasi namun pasien sudah mampu melakukan mobilisasi dari posisi tidur ke posisi duduk. Kesimpulan dari studi kasus ini adalah shaker exercise berpengaruh terhadap penurunan gangguan menelan pada penderita stroke.
Pengaruh Tandem Walking Exercise Terhadap Penurunan Resiko Jatuh Pada Lansia di Panti Tresna Werdha Pagar Dewa Provinsi Bengkulu Maritta Sari; Nengke Puspita Sari; Weni Sulastri
Jurnal Riset Media Keperawatan Vol. 7 No. 1 (2024): JUNI
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jrmk.v7i1.508

Abstract

Lansia adalah lanjutan tahapan proses kehidupan individu memiliki ciri khusus yakni menurunnya fungsi organ tubuh, menurunnya fungsi dan sistem tubuh secara fisiologis. Seiring bertambahnya usia, tubuh manusia akan mengalami perubahan otot, tulang dan sendi. Terjadi kemunduran dan perubahan morfologis pada otot menyebabkan perubahan fungsional otot, yaitu penurunan kekuatan, kontraksi otot, elastisitas dan fleksibilitas otot. Masalah yang sering terjadi pada lansia dikenal dengan sindromgeriatri. Sindromgeriatri merupakan Penurunan keseimbangan pada lansia meningkatkan risiko jatuh hingga 2,9 kali atau hampir 3 kali lipat dibanding lansia yang tidak mengalami penurunan keseimbangan. Kejadian jatuh pada lansia bisa berdampak serius mulai dari cedera ringan hingga mengalami kecacatan, disabilitas dan dapat menyebabkan kematian. Upaya yang dapat dilakukan untuk untuk menurunkan risiko jatuh pada lansia perlu dilakukan latihan Tandem Walking Exercise. Tandem Walking adalah Jalan tandem (tandem stance) merupakan metode gerakan latihan yang dapat meningkatkan kekuatan otot pada daerah musqle quadriceps, dimana musculo quadriceps merupakan salah satu anggota tubuh yang bertugas untuk meluruskan lutut dan menekuk hip (panggul) Jalan tandem merupakan salah satu dari jenis latihan keseimbangan (balance exercise). Metodologi penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian yang digunakan adalah quasi eksperiment dengan pendekatan one group pre-test post-test design Populasi dalam penelitian ini adalah 30 lansia yang mengalami sindromgeriatri di Panti Tresna Werdha. Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi penurunan resiko jatuh pada lansia dengan analisis bivariate menggunakan Wilcoxon Test didapatkan p value = 0,005 yang berarti ada pengaruh pemberian intervensi Tandem Walking Exercise terhadap resiko jatuh pada Lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Pagar Dewa Bengkulu.
Pengaruh Relaksasi Genggam Jari pada Nyeri Akut Post Debridement Ulkus Diabetikum Nengke Puspita Sari; Sari, Maritta
Jurnal Riset Media Keperawatan Vol. 7 No. 2 (2024): DESEMBER
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jrmk.v7i2.386

Abstract

Ulkus diabetikum merupakan komplikasi umum pasien DM yang tidak dapat mengontrol kadar gulah darah, ulkus ini termasuk dalam kondisi serius yang perlu segera ditangani dengan menjalani debridement untuk mencegah kerusakan saraf lebih lanjut. Dampak yang timbul setelah post debridement adalah nyeri yang disebabkan oleh luka bekas operasi, nyeri yang timbul harus segera ditangani agar tidak timbul komplikasi seperti syok neurogenik. Untuk mengatasi nyeri post debridement diperlukan penatalaksanaan manajemen nyeri menggunakan non farmakologi salah satunya terapi relaksasi genggam jari untuk menurunkan skala nyeri pada pasien post debridemen ulkus diabetikum. Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana penerapan relaksasi genggam jari dalam menurunkan nyeri post debridement ulkus diabetikum. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian didapatkan penurunan skala nyeri, sebelum dilakukan intervensi skala nyeri pasien 6 dan setelah dilakukan tindakan terjadi penurunan skala nyeri pasien 0. Dengan tehnik relaksasi genggam jari dapat dilakukan post debridement ulkus diabetikum dalam mengurangi nyeri.
Pengembangan Program Crafting untuk Meningkatkan Kreativitas dan Kemandirian Lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Provinsi Bengkulu Marrita Sari; Nengke Puspita Sari
Jurnal Riset Media Keperawatan Vol. 8 No. 1 (2025): JUNI
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jrmk.v8i1.200

Abstract

This study aims to develop an effective crafting program to improve the creativity and independence of the elderlyat Panti Tresna Werdha. This study uses a program development method with a pre-test and post-test design. Thesample of this study was 30 elderly at Panti Tresna Werdha who were selected randomly. The results of the studyshowed that the crafting program can increase the creativity of the elderly by 70%, and the independence of theelderly by 60%. This study concludes that the crafting program can be an alternative activity that is beneficial forthe elderly to increase creativity and independence. Therefore, the crafting program can be implemented routinelyat Panti Tresna Werdha to improve the welfare of the elderly. The conclusion of this study is that the CraftingProgram to Increase Creativity and Independence of the Elderly at the Panti Tresna Werdha Social Institution inBengkulu Province shows that the crafting program has a significant positive impact on increasing the creativityand independence of the elderly. Through crafting activities, the elderly can not only express themselvescreatively, but also improve fine motor skills and self-confidence. In addition, this program also contributes tosocial interaction between the elderly, which is important for their mental well-being. Overall, the implementationof this program is expected to be an effective model for improving the quality of life of the elderly in socialinstitutions.