Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

IDENTIFIKASI SENYAWA METABOLIT SEKUNDER DAUN CEREMAI BELANDA (Eugenia uniflora L) YANG TUMBUH DI KOTA BENGKULU Mulyani, Elly; Noviyanti, Yuska; Fauziah, Dewi Winni; Haque, Aina Fatkhil
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v7i2.15913

Abstract

Ceremai Belanda (Eugenia uniflora L) adalah tanaman  yang cukup melimpah Di Kota Bengkulu karena mudah dirawat dan dibudidayakan, serta memiliki manfaat yang baik untuk pengobatan  penyakit, terutama bagian daunnya. Ada beberapa kandungan metabolit sekunder dari ekstrak daun Ceremai Belanda (Eugenia uniflora L) adalah flavonoid, tannin, alkaloid, saponin, Terpenoid.Skrining senyawa metabolit sekunder ini dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70% selama 7 hari, dan dilakukan uji reaksi warna dan dilanjutkan dengan uji penegasan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dengan menggunakan beberapa eluen. Kemudian diamati dibawah  lampu UV 254 dan 366 nm.Hasil Penelitian menunukan ektrak etanol 70% daun Ceremai Belanda (Eugenia uniflora L) mengandung senyawa Flavonoid, Tanin, Saponin dan Alkaloid. Hasil ini didukung dengan uji penegasan  metode KLT. Dengan mendapatkan nilai Rf  Flavonoid Sebesar 0,86 Saponin Rf Sebesar 0,92 dan Tannin Rf Sebesar 0,93 Alkaloid 0,89.
THE PREVENTION OF DIARRHEA IN TODDLER IN THE APOTEK WINNI FARMA AREA Fauziah, Dewi Winni; Hesta, Hesta; Lestari, Muji Yati; Aprilianti, Rizka; Efriadin, Enjelsi; Anggela, Safitri Yega
Jurnal PADAMU NEGERI (Pengabdian pada Masyarakat Bidang Eksakta) Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda (PDM) Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/padamunegeri.v4i1.789

Abstract

Diarrheal disease is a disease caused by the environment that can affect the health of mothers and toddlers. Based on health data for 2011, the incidence of diarrhea is still high with an IR of 303 per 1000 population. Riskesdas data for 2010, in a day around 460 (31.4%) died from diarrheal disease in toddlers. The prevalence of diarrhea is found more in rural areas than in urban areas. One of the factors causing the increased incidence of diarrhea is poor hygiene and environmental sanitation. The purpose of this activity is to provide knowledge to the public about the dangers and efforts to prevent diarrhea in toddlers
Edukasi Penggunaan Antibiotik Yang Rasional Kepada Masyarakat Fauziah, Dewi Winni; Jannah, Syauqul; Mulyani, Elly; Ers, Dina; Hariyani, Gusti; Amanda, Kurnia; Metri Erawati; Nurbayu Rizky; Ratna Yulinda; Sindi Rahayu; Yelly Dimas; Roki Pernandes
JURNAL BESEMAH Vol. 3 No. 1 (2024): JANUARI-JUNI
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/jurnalbesemah.v3i1.790

Abstract

Antibiotics are drugs or substances produced by microbes, especially fungi, which can inhibit/eradicate other microbes (microorganisms/bacteria), especially microbes that are detrimental to humans, namely microbes that cause infections in humans. Antibiotics are not effective in treating viral, fungal, or other non-bacterial infections, and each antibiotic varies greatly in its effectiveness against different types of bacteria. The use of antibiotics is certainly expected to have a positive impact, but irrational use of antibiotics will have a negative impact. One of the negative impacts of irrational use of antibiotics is bacteria that are resistant to antibiotics. In community service, the target group was approximately 20 people, almost all of whom did not know that antibiotics should not be purchased freely without a prescription from a doctor and that irrational use could increase the impact of resistance. This can be caused by a lack of public knowledge regarding the use of antibiotics and a lack of education by health workers.
PERSEPSI PASIEN TERHADAP PERAN APOTEKER DALAM PELAYANAN KEFARMASIAN DI RSUD KOTA MANNA Fauziah, Dewi Winni
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 12, No 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v12i1.637

Abstract

Permintaan dari pasien dan masyarakat untuk meningkatkan kualitas layanan kefarmasian mendorong pergeseran dari paradigma lama yang berorientasi pada produk menuju paradigma baru yang lebih berfokus pada pasien, sejalan dengan filosofi pelayanan kefarmasian (pharmaceutical care) Semakin berkembang dan beragamnya pelayanan yang tersedia, menuntut Apoteker agar dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan dalam berinteraksi guna memenuhi kebutuhan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi responden terhadap peran Apoteker dalam melakukan pelayanan kefarmasian. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan Cross-Sectional Study. Sampel terdiri dari 97 pasien, yang dihitung menggunakan rumus Slovin dari total 3.215 kunjungan pasien dalam waktu satu bulan. Instrumen penelitian ini menggunakan kuisioner sebagai alat pengumpulan data, sementara pemilihan  sampel  dilakukan dengan metode accidental sampling, selanjutnya data yang diperoleh dianalisis menggunakan SPSS.Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi jenis kelamin responden hampir seimbang, dengan laki-laki mencakup 48,5% dari total partisipan. Sebagian besar responden berusia antara 31 hingga 50 tahun, dengan persentase sebesar 64,9%. Mayoritas responden memiliki tingkat pendidikan terakhir SMA, yaitu sebanyak 58,8%, sementara 28,9% di antaranya bekerja sebagai Ibu Rumah Tangga (IRT). Selain itu, sebanyak 26,8% responden memiliki kisaran pendapatan antara Rp 0 hingga Rp 500.000. Secara keseluruhan, persepsi dikategorikan dengan 93,5% responden memiliki pandangan positif, sementara 6,5% responden berpendapat negatif. Dari hasil ini, dapat disimpulkan bahwa pasien menilai peran Apoteker dalam melaksanakan pelayanan kefarmasian di RSUD Hasanuddin Damrah Manna dalam kategori sangat baik.
PROFIL PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN GERIATRI BPJS DI PUSKESMAS LINGKAR BARAT KOTA BENGKULU TAHUN 2023 Hardini, Tika; Fauziah, Dewi Winni; Oktamauri, Ariesa; Alfitroh, Ijazati; Wiyati, Eka Putri
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 2 (2025): Volume 8 No. 2 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i2.48842

Abstract

Pasien lanjut usia (geriatri) rentan mengalami hipertensi atau tekanan darah tinggi akibat disfungsi pembuluh darah seiring bertambahnya usia. Prevalensi hipertensi pada populasi geriatri di Indonesia sebesar 45,9 – 63,8 %. Demografi dan Pola penggunaan obat antihipertensi pada pasien geriatri di fasilitas layanan kesehatan primer seperti Puskesmas masih terbatas. Penelitian ini bertujuan  untuk mendeskripsikan demografi serta pola penggunaan obat antihipertensi pada pasien BPJS berusia lanjut (geriatri) di puskesmas lingkar barat kota Bengkulu tahun 2023. Penelitian ini menggunakan data rekam medis periode Januari hingga Desember 2023 dan purposive sampling digunakan dalam penentuan sampel. Populasi pasien lansia dengan hipertensi dalam penelitian ini sejumlah 134 pasien dan 100 pasien di antaranya memenuhi kriteria inklusi sehingga diikutsertakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan antihipertensi tunggal golongan CCB (Calsium Channel Blocker) paling banyak digunakan di Puskesmas Lingkar Barat kota bengkulu yaitu sebesar 93,05%. Kombinasi 2 (dua) Obat Golongan CCB dan ARB (Angiotensin Receptor Blocker) yakni amlodipin dan candesartan paling sering digunakan (76,19%). Penggunaan 3 (tiga) obat kombinasi terbanyak golongan ARB, CCB, dan BB (Betablocker) yakni Candesartan, amlodipine dan bisoprolol sebesar 71,42%. Pasien hipertensi lebih banyak ditemukan pada jenis kelamin perempuan (57%), usia 60-70 tahun (86%), Ibu  Rumah Tangga (IRT) (43%) dan pendidikan perguruan tinggi (46%).
Testing Of Lipstick Preparations From Senggani Flower Extract (Melastoma malabathricum L) As A Natural Dye With Various Variations In VCO Concentrations Dewi, Betna; Fauziah, Dewi Winni
SINTA Journal (Science, Technology, and Agricultural) Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda (PDM) Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/sinta.5.1.109-114

Abstract

Lip dye is a cosmetic preparation that can provide attractive color to the lips, Senggani flowers have an attractive color so they are suitable for natural dyes on the lips Lipstick formulations use VCO variations with various concentrations. The extraction method was by maceration method. The physical evaluation of lipstick includes Organoleptis test, Homogeneity test, pH test, Strength check, Melting point test, Irritation test, Hedonic/Panelist test.The research data showed that the formulation of lipstick preparations from senggani flower extract (Melastoma malabathricum L) as a natural dye with various variations in VCO concentration could affect the physical properties of lipsticks.
EVALUASI PENGGUNAANiANTIBIOTIK PADA PENGOBATAN DIARE DENGAN METODE GYSSENS DI PUSKESMAS KOTA BENGKULU Fauziah, Dewi Winni; Mulyani, Elly; Jannah, Syauqul; Haque, Aina Fatkhil; Lestari, Inda
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 No. 1 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i1.42225

Abstract

Secara umum terapi diare terbagi menjadi dua, yaitu terapi simptomatik dan terapi kausatif. Terapi simptomatik dilakukan menggunakan obat yang memiliki mekanisme kerja dengan mengurangi peristaltik usus, sedangkan terapi  kausatif menggunakan antibiotik guna membunuh bakteri secara langsung. Upaya mengobati penyakit diare salah satunya dengan pemberian antibiotik, namun tidak semua diare membutuhkan antibiotik. Penelitian ini bertujuaniiuntuk mengevaluasiipenggunaan antibiotik dalam pengobatan diare di puskesmas Sawah lebar Kota Bengkulu. Desain penelitianiyang digunakan ialah cross sectionalidengan sampel berupa resep pasien diareiyang memperoleh antibiotik pada periode bulan Januari 2021-Desember 2023 berjumlah 52 resep. Teknik pengambilanisampel yang digunakan ialah teknik Total Sampling yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Selanjutnya data yang didapatkan akan dianalisis dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian berdasarkan analisis univariat diperoleh keseluruhan frekuensi dengan nilai Sig. <0.000, kategori jenis kelamin terbanyak yakni perempuan (63%), kategori umur terbanyak kisaran 25-45 tahun (81%), penggunaan antibiotik terbanyak adalah Cotrimoxazol (92%) kemudian diikuti dengan Amoxicilin (8%). Hasil evaluasi penggunaan antibiotik dalam pengobatan diare di Puskesmas Sawah lebar kota Bengkulu diperoleh persentase sebesar 100% dengan kategori Gyssens IV a (Ada antibiotik yang lebih efektif) menurut panduan World Gastroenterology.