Claim Missing Document
Check
Articles

PENYULUHAN IVA TEST DI PEKON WONODADI KECAMATAN GADINGREJO KABUPATEN PRINGSEWU TAHUN 2023 Mareza Yolanda Umar; Psiari Kusuma Wardani; Rini Wahyuni; Juwita Desri Ayu; Linda Puspita; Desi Kumalasari; Siti Rohani
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu( ABDI KE UNGU) Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu ( ABDI KE UNGU)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/abdi.v5i1.1039

Abstract

Kanker serviks adalah kanker tertinggi keempat pada wanita dengan perkiraan 570.000 kasus baru pada tahun 2018 yang mewakili 6,6% dari semua kanker wanita (Wanti & Indriyanti, 2019). Menurut WHO, 490.000 perempuan di dunia setiap tahunnya didiagnosa terkena kanker leher rahim dan 80% berada di negara berkembang termasuk Indonesia. Kanker serviks bisa di cegah menggunakan deteksi dini. Salah satu metode deteksi dini yang sesuai dengan negara berkembang seperti Indonesia adalah memakai metode Inspeksi Visual Asam Acetat (IVA). Tujuan program pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kualitas hidup penderita kanker, menurunkan angka kematian akibat kanker dan meningkatkan pengetahuan ibu-ibu di Pekon Wonodadi mengenai IVA test. Program pengabdian masyarakat ini dilakukan bersamaan dengan PKK Komunitas Prodi D III Kebidanan di Poskesdes Pekon Wonodadi secara tatap muka, lalu peserta diberikan penjelasan tentang IVA Test dengan media visual (slide oresentation) dan dilanjutkan dengan ice breaking, diakhiri dengan tanya jawab sesuai dengan pokok bahasan yang telah diberikan. Program ini diselenggarakan oleh Dosen dan mahasiswa Prodi DIII Kebidanan semester V, fakultas kesehatan, Universitas Aisyah Pringsewu dan dihadiri oleh 21 ibu Kader, PKK dan Bidan Desa Pekon Wonodadi. Berdasarkan hasil observasi, dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan Ibu-ibu kader di Pekon Wonodadi tentang IVA tes sebagai usaha deteksi dini kanker serviks.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Terjadinya Perdarahan Pasca Persalinan Wardani, Psiari Kusuma
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 2, No 1 (2017): June
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.13 KB) | DOI: 10.30604/jika.v2i1.32

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian perdarahan pasca persalinan. Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan rancangan case control. Populasi penelitian adalah ibu yang melahirkan selama tahun 2014 yaitu 1.511. Sampel penelitian diambil secara purposive sampling dengan jumlah sampel kasus 71 dan sampel kontrol 71. Analisis bivariat menggunakan chi square sedangkan analisis multivariat menggunakan regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan variabel yang berhubungan dengan kejadian perdarahan postpartum adalah partus lama (OR=9,598), paritas (OR=4,264), usia (OR=3,589), jarak persalinan (OR=3,972), riwayat perdarahan postpartum (OR=6,569), anemia (OR=17,654). Sedangkan variabel riwayat seksio sesaria dan makrosomia ternyata tidak berhubungan. Selanjutnya dilakukan analisis mutivariat didapatkan ibu hamil dengan anemia memiliki peluang sebesar 16,972 kali lebih besar untuk mengalami perdarahan postpartum dibandingkan dengan ibu yang tidak anemia. Saran dalam penelitian ini adalah memberikan pendidikan kesehatan kepada ibu hamil mengenai pemeriksaan kehamilan minimal 4 kali selama hamil, memberikan motivasi kepada ibu bersalin untuk mengikuti program keluarga berencana, melakukan penanganan anemia dengan baik sesuai standar pengelolaan anemia serta menerapkan penatalaksanaan manajemen aktif kala tiga untuk mengurangi perdarahan pasca persalinan.  Abstract: Type of study is analytical survey with case control approach. The population is the mothers who birthing within a period during 2014 as many as 1.511. In the taking the number of samples is using purposive sampling. the number of sample 71 cases and 71 control. Bivariate analysis using chi square while multivariate analysis using multiple logistic regression. The results showed the variables related with the incidence of hemorrhage postpartum is prolonged labor (OR=9,598), parity (OR=4,264, age (OR = 3.589), distance of childbirth ( OR = 3.972), a history of postpartum haemorrage (OR = 6.569), anemia (OR = 17.654). While variable a history of section cesarean was not related with p = 0.121 and macrosomia with p = 0.185. Furthermore, multivariate analysis found pregnant women with anemia have the opportunity of 16,972 times greater to experience hemorrhage postpartum compared to women who are not anemia.Suggestions in this research is to provide health education to pregnant women about antenatal care (ANC) at least four times during pregnancy, to provide motivation to maternal for follow the birth control program, handling anemia with standardized management of anemia and applying the active management of third stage to accelerating the the release of the placenta, and reduce hemorrhage postpartum.Keywords: Postpartum Hemorrhage, Pregnancy, Women
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG PERAWATAN PAYUDARA DAN TEKNIK MENYUSUI DENGAN KEJADIAN BENDUNGAN ASI DI PMB MARTINI BANDAR LAMPUNG Psiari Kusuma Wardani; Mareza Yolanda Umar
Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH) Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH)
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jaman.v4i2.1275

Abstract

Proses menyusui bisa jadi terhambat karena adanya beberapa masalah salah satunya adalah terjadinya payudara bengkak. Pembengkakan payudara disebabkan oleh pengeluaran ASI yang tidak efisien akibat perawatan payudara dan teknik menyusui yang buruk. Masih lemahnya monitoring dan evaluasi tenaga kesehatan terhadap pasien dalam melaksanakan perawatan payudara dan teknik menyusui serta kesadaran pasien tentang pentingnya persiapan payudara sebelum menyusui masih rendah sehingga kejadian bendungan ASI sering terjadi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu nifas tentang perawatan payudara dan teknik menyusui dengan kejadian bendungan ASI di PMB Martini Bandar Lampung tahun 2021. Jenis penelitian kuantitatif, desain analitic dengan pendekatan cross sectional. Dalam penelitian ini yang dijadikan populasi adalah semua ibu nifas di PMB Martini sebanyak 33 ibu nifas, tehnik sampel mengunakan Accidental Sampling. Hasil analisis menunjukan terdapat hubungan tingkat pengetahuan ibu nifas tentang perawatan payudara yang benar dengan kejadian bendungan ASI dengan p-value 0.004 <0.05 dan terdapat hubungan tingkat pengetahuan ibu nifas tentang teknik menyusui yang benar dengan kejadian bendungan ASI dengan p-value 0.000 <0.05. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menambah pengetahuan ibu nifas mengenai cara melakukan perawatan payudara dan teknik menyusui yang benar sehingga ibu terhindar dari bendungan ASI.
PENYULUHAN TENTANG PENGGUNAAN METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG (MKJP) PADA WANITA USIA SUBUR Yunita Anggriani; Komalasari Komalasari; Maulia Isnaini Isnaini; Rika Agustina; Nopi Anggista Putri; Mareza Yolanda Umar; Juwita Desri Ayu; Psiari Kusuma Wardani; Elsy Juni Andri Karini
Jurnal Inovasi dan Terapan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Politeknik 'Aisyiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35721/jitpemas.v4i1.90

Abstract

Long Term Contraceptive Method (MKJP) is a contraceptive method that works for a long time and has high effectiveness in preventing pregnancy. The use of contraception is one of the effective efforts in the Family Planning Program to control fertility or suppress population growth. In its implementation, efforts are made to ensure that all contraceptive methods or devices provided or offered to the public provide optimal benefits. In choosing a method, a woman must consider various factors, including health factors, potential side effects of a method, and the consequences of unwanted pregnancy. However, contraceptive use among women at young and old ages (risk age) is much lower than for women aged 20-39 years (non-risk age). Family Planning (KB) participants are women of childbearing age (WUS), one of whom uses contraceptive methods/methods for the purpose of preventing pregnancy or better known as acceptors. This community service implementation was carried out in Kediri Village Gading Rejo Districtand followed by 25 women of childbearing age. The methods used in health education are lecture, discussion and question and answer methods using flip sheets. It can be concluded that the education day regarding the use of MKJP can increase awareness and interest among women of childbearing age to choose to use long-term contraceptive methods and understand the many benefits of using long-term contraceptive methods.
The relationship between age and parity with the incidence of hyperemesis gravidarum in pregnant women at inpatient puskesmas Kota Karang Bandar Lampung in 2020 Psiari Kusuma Wardani; Mareza Yolanda Umar
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 8, No S1: Supplement
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.956 KB) | DOI: 10.30604/jika.v8iS1.1715

Abstract

Hyperemesis gravidarum in pregnant women can be identified if pregnant women experience vomiting every time they eat and drink or in a day the mother experiences several vomiting and can also be accompanied by weight loss. The incidence of Hyperemesis Gravidarum according to the World Health Organization reaches 12.5% of all pregnancies in the world and in Indonesia reaches 14.8% of all pregnancies and in Lampung Province reaches 10-15%. Knowing the relationship between age and parity with the incidence of Hyperemesis Gravidarum in pregnant women at the Inpatient Puskesmas Kota Karang in 2021 is the aim of this study using quantitative research with a total population of all pregnant women in the working area of the Puskesmas Kota Karang in 2021 with a sample of 78 people use case control. prevalence of pregnant women experiencing Hyperemesis Gravidarum was 56.4%, the risk of experiencing Hyperemesis Gravidarum was due to the age factor of 57.7% and the parity at risk of experiencing Hyperemesis Gravidarum was 57.7% so that the relationship between age and parity with the incidence of Hyperemesis Gravidarium was obtained. in pregnant women at the Inpatient Puskesmas Kota Karang by showing a p value: 0.01 or less than 0.05. The results of this study are expected to be input for residents of kota karang, Teluk Betung Timur, kota Bandar Lampung regarding the prevention and treatment of hyperemesis gravidrum in pregnant women so that they can reduce the incidence of hyperemesis gravidaum. Abstrak: Hiperemesis gravidarum pada ibu hamil dapat diidentifikasikan apabila ibu hamil mengalami muntah pada setiap makan dan minum atau dalam sehari ibu mengalami beberapa kali muntah dan dapat juga disertai dengan penurunan berat badan. Angka kejadian hiperemesis gravidarum (HEG) menurut WHO sebesar 12,5% dari jumlah seluruh ibu hamil dan di Indonesia mencapai 14,8% dari seluruh kehamilan serta pada Provinsi Lampung mencapai 10-15%. Mengetahui hubungan usia dan paritas dengan kejadian hiperemesis gravidarum pada ibu hamil di Puskesmas Rawat Inap Kota Karang tahun 2021 adalah tujuan dari penelitian ini dengan menggunakan penelitian kuantitatif dengan jumlah populasi adalah seluruh ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Rawat Inap Kota karang Tahun 2021 dengan  sampel berjumlah 78 orang menggunakan case control. Hasil penelitian diperoleh prevalensi kejadian ibu hamil mengalami hiperemesis gravidarum sebanyak 56,4%, berisiko mengalami kejadian hiperemesis gravidarum karna faktor usia sebanyak 57,7% serta paritas beresiko mengalami hiperemesis gravidarium ialah 57,7% sehingga didapatkan hubungan usia dan paritas dengan kejadian hiperemesis gravidarium pada ibu hamil di Puskesmas Rawat Inap Kota Karang dengan menunjukkan nilai p value: 0,01 atau kurang dari 0,05. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi warga Kota Karang Kecamatan Teluk Betung Timur Kabupaten Bandar Lampung tentang pencegahan dan penanganan hiperemesis gravidarum pada ibu hamil sehingga dapat menekan angka kejadian hiperemesis gravidaum.
The Effect of Patient Safety Culture and Leader Coaching Behaviour Nursing Managers on Patient Safety Incident Reporting at Panembahan Senopati Hospital, Yogyakarta Psiari Kusuma Wardani; Mareza Yolanda Umar
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 6, No 3: September 2021
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (762.111 KB) | DOI: 10.30604/jika.v6i3.843

Abstract

Every year, millions of patients worldwide suffer from disability, injury, or death due to unsafe medical practices. The Hospital Safety Committee in 2007 reported Patient Safety Incident (PSI) in Yogyakarta is 3rd out of eight provinces. One of the causes of the high PSI is an ineffective PSI reporting system. Patient Safety Culture (PSC) was recommended by the Institute of Medicine to prevent PSI. The presence of lead follow-up in the form of coaching in health affects the development of PSC. This study aims to know the effect of PSC and leader coaching behavior (LCB), nursing managers, on PSI reporting at Panembahan Senopati hospital. This study was a cross-sectional survey design. The sample was 134 nurses who served on the ward with inclusion and exclusion criteria. Data analysis used multiple linear regression. This study shows that there is a significant effect of PSC and LCB nursing managers on PSI reporting (R = 0,582; F-count= 88,545; p less than 0,05), which is indicated by the t-count of PSC on PSI reporting is 2,110 and t-count of LCB nursing managers on PSI reporting is 11,868 so that there is a significant effect of PSC and LCB nursing managers on PSI reporting.Di seluruh dunia, terdapat jutaan pasien yang mengalami cacat, cedera, maupun kematian setiap tahun akibat medical error. Berdasarkan laporan Komite Keselamatan Pasien Rumah Sakit, Insiden Keselamatan Pasien (IKP) di Yogyakarta menempati urutan ke tiga tertinggi diantara delapan provinsi. Salah satu penyebab tingginya IKP adalah pelaporan IKP yang tidak efektif. Institute of Medicine merekomendasikan untuk membangun Budaya Keselamatan Pasien (BKP) guna mencegah terjadinya IKP. BKP dapat ditingkatkan dengan adanya tindak lanjut oleh pemimpin berupa coaching terhadap semua staf yang berperan pada pelayanan kesehatan. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh BKP dan Leader Coaching Behaviour (LCB) manajer keperawatan terhadap pelaporan IKP di RSUD Panembahan Senopati. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional survey. Sampel dari penelitian ini adalah 134 perawat yang bertugas dibangsal, serta memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa BKP dan LCB manajer keperawatan berpengaruh secara signifikan terhadap pelaporan IKP (R = 0,582; F hitung = 88,545; p kurang dari 0,05) yang ditunjukkan oleh nilai t hitung variabel BKP terhadap pelaporan IKP sebesar 2,110 dan t hitung variabel LCB manajer keperawatan terhadap pelaporan IKP sebesar 11,868. Kesimpulan: Terdapat pengaruh BKP dan leader coaching behaviour manajer keperawatan yang signifikan secara simultan terhadap pelaporan IKP.
MODEL PENCEGAHAN STUNTING BERBASIS KONVERGENSI PADA ANAK USIA BADUTADI DESA SUKABANJAR KECAMATAN GEDONGTATAAN KABUPATEN PESAWARAN TAHUN 2021 Abdullah; Prima Dewi, Afiska; Muharramah, Alifiyanti; Yolanda Umar, Mareza; Kusuma Wardani, Psiari
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu( ABDI KE UNGU) Vol. 3 No. 3 (2021): Vol 3 No 3 (2021): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu ( ABDI KE UNGU)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/abdi.v3i3.370

Abstract

Stunting merupakan salah satu akibat dari kekurangan gizi kronis dan infeksi secara berulang terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yaitu dari janin hingga anak berusia 23 bulan. Konvergensi percepatan pencegahan stunting adalah intervensi yang dilakukan secara terkoordinir, terpadu, dan bersama-sama mensasar kelompok sasaran prioritas yang tinggal di desa untuk mencegah stunting. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat melalui Model Pencegahan Stunting Berbasis Konvergensi telah dilakukan di Desa SukabanjarKecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran dilakukan pada tanggal 4 Februari 2021sampai dengan 25 Agustus 2021. Subjek pada kegiatan ini adalah Kepala Desa, Babinsa, Babinkamtibmas, Kaur Umum dan Kasi Kesra, BPD, kepala dusun, kader posyandu, kader pembangunan desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan bidan desa berjumlah 26 orang. Kegiatan yang dilakukan yaitu 1) Pelaksanaan Screening (Pengukuran PB) 2) Pelaksanaan Focus Group Discussion(FGD) dan 3) Musyawarah Musyawarah Masyarakat Desa (MMD). Hasil kegiatan pengukuran, FGD dan MMd kemudian diinput dan dianalisis deskriftis yang hasilnya menunjukan bahwa diketahuinyaanak baduta stunting sebesar 8%, tidak ASI Eksklusif sebesar 29% dan keluarga yang tidak mendapatkan akses air bersih sebesar 88%. Berdasarkan hasil analisis maka perlu dilakukan upaya bersama menyusun Model Pencegahan Stunting Berbasis Konvergensi. Hasil rumusan Model Pencegahan Stunting Berbasis Konvergensimerupakan sebuah dokumen sebagai pedoman untuk menjalankan kegiatan Pencegahan dan penanganan Stunting di Desa Sukabanjar.
PENYULUHAN DAMPAK STUNTING TERHADAP PERKEMBANGAN ANAK DI DUSUN 02 SUMBERSARI PEKON KRESNOMULYO TAHUN 2023 Rohani, Siti; Desri Ayu, Juwita; Yolanda Umar, Mareza; Wahyuni, Rini; Kusuma Wardani, Psiari; Kumalasari, Desi; Puspita, Linda; Khusuma Sapitri, Lina; Armeli Zulfa, Mahda; Amelia Putri, Ira; Sri Rahayu, Mariya; Taufik, Taufik
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu( ABDI KE UNGU) Vol. 5 No. 3 (2023): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu ( ABDI KE UNGU)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/abdi.v5i3.1471

Abstract

Stunting adalah status gizi yang didasarkan pada indeks PB/U atau TB/U dimana dalam standar antropometri penilaian status gizi anak, hasil pengukuran tersebut berada pada ambang batas (Z- Score) <-2 SD sampai dengan -3 SD (pendek/ stunted) dan <-3 SD (sangat pendek / severely stunted). Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. (Rahmadhita, 2020). Berdasarkan data yang diperoleh di Desa Sumbersari Kecamatan Kresnomulyo terdapat 80 bayi dan balita, dan 6 balita yang mengalami pertumbuhan kurang (Stunting). Metode pada pengabidan masyarakat ini yaitu memberikan penyuluhan dengan mengumpulkan warga di salah satu rumah warga Desa Sumbersari Kresnomulyo dengan metode ceramah dengan materi Mengenal Stunting dan Perkembangan Pada Anak dan orang tua balita diberikan materi serta leafleat.
PENYULUHAN PROGRAM KELUARGA BERENCANA DI PEKON KRESNOMULYO KECAMATAN AMBARAWA KABUPATEN PRINGSEWU TAHUN 2023 Yolanda Umar, Mareza; Juwita Desri Ayu; Rini Wahyuni; Psiari Kusuma Wardani; Siti Rohani; Desi Kumala Sari; Linda Puspita; Inggit Primadevi; Nopi Anggista Putri
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu( ABDI KE UNGU) Vol. 5 No. 3 (2023): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu ( ABDI KE UNGU)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/abdi.v5i3.1475

Abstract

Berdasarkan World Health Organization (WHO), Penggunaan kontrasepsi di seluruh dunia, proporsi wanita yang ber KB sedikit meningkat dari 73,6% pada tahun 2000 menjadi 76,8% pada tahun 2020. Dari 56 kelahiran per 1000 gadis remaja di tahun 2000 menjadi 41 di tahun 2020. (WHO, 2020). Menurut data Profil Kesehatan Indonesia 2017 Angka pencapaian akseptor KB di Indonesia pada tahun 2017 dari 37.338.265 Pasangan Usia Subur (PUS) sebanyak 23.606.718 telah menjadi akseptor KB aktif. Tujuan dari penyuluhan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran wanita usia subur (WUS) dan pasangan usia subur (PUS) tentang pentingnya program keluarga berencana untuk menurunkan angga kelahiran guna memperhamban laju pertumbuhan penduduk. Bersama Wanita Usia Subur (WUS) dan Ibu RT Dusun 1 Pekon Kresnomulyo, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu, Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan secara tatap muka pada tahun 2023. Berdasarkan kesimpulan, di dapatkan bahwa penyuluhan tentang program keluarga berencana ini ini dapat meningkatkan kesadaran dan mengajarkan kepada wanita usia subur (WUS) dan pasangan usia subur (PUS) tentang pentingnya pengetahuan program keluarga berencana untuk menurunkan angka kematian ibu dan anak.
Hubungan HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL PRIMIGRAVIDA TENTANG TANDA BAHAYA KEHAMILAN DENGAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE DI UPT PUSKESMAS TANJUNG SARI LAMPUNG SELATAN TAHUN 2022: HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL PRIMIGRAVIDA TENTANG TANDA BAHAYA KEHAMILAN DENGAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE DI UPT PUSKESMAS TANJUNG SARI LAMPUNG SELATAN TAHUN 2022 Kusuma, Psiari; Yolanda Umar, Mareza
Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH) Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH)
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jaman.v5i1.1454

Abstract

Tingginya angka kematian ibu (AKI) disebabkan karena sikap dan perilaku ibu selama hamil dan didukung oleh pengetahuan ibu terhadap kehamilannya. Penurunan AKI di Indonesia yang belum signifikan menyebabkan Kementerian Kesehatan meluncurkan program Expanding Maternal and Neonatal Survival (EMAS). Upaya percepatan penurunan AKI dilakukan dengan menjamin agar setiap ibu mampu mengakses pelayanan kesehatan yang berkualitas. Capaian K4 di Puskesmas Tanjung Sari sampai dengan bulan November 2022 mencapai 83,1% dan dari hasil wawancara dari 15 orang ibu hamil sebesar 60% belum mengetahui tentang tanda bahaya pada kehamilan. Tujuan penelitian ini diketahui Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Primigravida tentang Tanda Bahaya Kehamilan dengan Kunjungan Ante Natal Care di UPT Puskesmas Tanjung Sari Lampung Selatan Tahun 2022. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan pendekatan crossectional. Populasinya adalah seluruh ibu hamil primigravida TM III di UPT Puskesmas Tanjung Sari Lampung Selatan Tahun 2022 yang berjumlah 56 orang, dengan sampel sebagian populasi berjumlah 50 orang, teknik sampling yang digunakan purposive Sampling. Pengumpulan data menggunakan data primer dengan alat pengumpulan data berupa kuesioner. Analisis univariat dengan menggunakan persentase dan analisis bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian didapatkan dari 50 responden, pengetahuan ibu hamil primipara 60,0 % baik, dan kunjungan ANC 58,0 % lengkap. Ada hubungan pengetahuan ibu hamil primigravida dengan kunjungan ANC (p value = 0,001) di UPT Puskesmas Tanjung Sari Lampung Selatan Tahun 2022. Puskesmas dapat membuat media komunikasi leaflet, poster, dan banner yang berhubungan dengan tanda bahaya pada kehamilan dan dapat meningkatkan kegiatan kelas ibu hamil dan posyandu dalam membahasa materi dalam buku KIA yang berhubungan dengan kesehatan terutama kesehatan ibu, bayi dan balita serta dapat meningkatkan kerjasama lintas sektor dengan Camat, Kepala Desa, Kepala KUA, kepala lingkungan, kepala dusun dan tokoh masyarakat dalam pencapaian peningkatan kesehatan terutama bagi ibu hamil, bayi dan balita.
Co-Authors Abdullah Abdullah Abdullah Afiska Prima Dewi Alifiyanti Muharramah Amelia Pradista Amelia Putri, Ira Ana Mulysha Anggista Putri, Nopi Ani Kristianingsih Ani Kristianingsih Apriani, Heni Teresia Ariwibowo, Catur Armeli Zulfa, Mahda Atik januarti Atik januarti Bherta Lusyana Comalasari, Indah DESI KUMALA SARI Desi Kumalasari Desi kumalasari Desi Kumalasari Devi, Inggit Prima Dewi Fortuna Dewi Dewi Pratiwi Diana Fitri N, Evita Dina Lestari, Dina Dwi Yuliyanti Dwita, Tamara Eka Tri Wulandari, Eka Tri Elsy Juni Andri Karini Ely Rustiyana Faranisa Elsanti Fauziah, Nur Alfi Feri Kameliawati Fhatirisq, Incik Erick Fitri Ana, Elsa Fitri Yani Fitriana Fitriana Fitriana Fitriana Gustina, Lisa Hamid Mukhlis Hikmah Ifayanti Iis Tri Utami Juwita Desri Ayu Khusuma Sapitri, Lina Komalasari Komalasari Komalasari Komalasari Komalasari Kustanti, Nindy Retno Lestari, Ratih Linda Puspita LINDA PUSPITASARI - A11111054, LINDA PUSPITASARI Listiana, Endang Mareza Yolanda Umar Maulia Isnaini Meitasari, Reza Mela Sherlina Putri Niken Ayu Ningtias Nila Qurniasih Nopi Anggista Putri Nopi Anggista Putri Nopi Anggista Putri Nopi Anggista Putri, Nopi Anggista Nur Widia Nuraisyah Wuryandari, Vania Nurazizah, Amalia Siti Pratami, Rifani Primadevi, Inggit Puspita Darma, Hanum Putri Damayanti Ratu Rolia Octaviana HS riani, Yunita Angg Rika Agustina Rika Agustina, Rika Rikma Ratri, Arda Rini Wahyuni Rini Wahyuni Riona Sanjaya Riska Nur Suci Ayu Riska Putri Utami Rizki Yeni Wulandari Rosy Yurianti Saefinaqia Salma Adila Sania Nasta Kuraini Saputra, Rio Saras Cipta Casmi Selvia, Dita Shinta Dwipa Nurrofiqoh Siti Maesaroh Siti Rohani Siti Rohani Siti Rohani Sri Rahayu, Mariya Taufik Jamaan Taufik Taufik Umar, Mareza Umi Agustina Vevi Indriani Wardaty, Nahdiyatul Yeni Alvi Riani Yeni Anggraini Yeti Mayasari Yeti Mayasari Yona Desni Sagita Yona Desni Sagita Yona Desni Sagita Yundari, Yundari Yunita Anggriani