Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Simulation of Concrete Slab Behavior to Explosion M. Shahib Al Bari; Januarti Jaya Ekaputri; F. Faimun; Julendra Bambang Ariatedja; Buntara S. Gan
Journal of Infrastructure & Facility Asset Management Vol 1, No 2 (2019): Journal of Infrastructure & Facility Asset Management
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1958.418 KB) | DOI: 10.12962/jifam.v1i2.5970

Abstract

Special structure prone to explosion requires special material. Identification of special material is required to find the right concrete properties. Researching material behavior using explosion test is costly. Therefore, prediction using simulation is needed. In this study, we use ANSYS Workbench as a simulation program. The explosion test model comprised a non-reinforced slab 500×500×50 mm and TNT cube. It was found that the compressive strength minimum of the concrete slab that withstand the explosion of 30 grams TNT was 20 MPa. The Young modulus affects to the concrete behavior using default RHT Concrete properties. It had instability against modified concrete properties when performing numerical analysis.
Gradation Analysis of Reclaimed Asphalt Pavement from National Road as Asphalt Concrete Layer Ari Widayanti; Ria Asih Aryani Soemitro; Januarti Jaya Ekaputri; Hitapriya Suprayitno
Journal of Infrastructure & Facility Asset Management Vol 1, No 1 (2019): Journal of Infrastructure & Facility Asset Management
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (937.524 KB) | DOI: 10.12962/jifam.v1i1.5205

Abstract

One of the assets of land transportation infrastructure that obtained attention now is the road. Road construction can support the developing economy, industry, trade, people and good mobility, regional development. Management of road infrastructure assets require to prioritize natural resources managements efficiently as possible. Reclaimed Asphalt Pavement (RAP) is the result of dredging material with aggregate gradation condition that are not in accordance with the needs of the gradation envelope. Utilization of RAP as a pavement layer is an effort to converse the use of natural materials. The efficiency aspect of RAP aggregate use needs to be done by determining the road pavement layer that is most appropriate to the condition of the RAP aggregate so that the addition of new aggregates is kept to a minimum. The aim of this study was to obtain a suitable pavement layer determination based on the aggregate gradation of RAP and standard specifications.The method used literature study from previous research and RAP aggregate sieve analysis from national roads in East Java Province. The results showed that the utilization of RAP from national roads based on the RAP aggregate conformance value were AC-WC layer of 82.292%, AC-BC layer of 68.75% and AC-Base layer of 41.667%. Based on the gradation analysis, it is found that the RAP aggregate is best suited for the AC-WC layer, because it requires optimal RAP aggregate and the most efficient of additional aggregate.
POTENSI LUMPUR SIDOARJO BAKAR DAN FLY ASH PADA PEMBUATAN MORTAR RINGAN GEOPOLIMER M. Shofi’ul Amin; Januarti Jaya Ekaputri; Triwulan Triwulan
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 14 No 1 (2014): March
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.638 KB)

Abstract

Semburan lumpur Sidoarjo (LUSI) yang terus-menerus sampai sekarang mengakibatkan jumlah lumpur yang semakin sulit dikendalikan. Unsur kimia yang terkandung pada lumpur Sidoarjo didominasi oleh silika (>50%), alumina (26%), dan beberapa unsur lain seperti besi, calsium dan magnesium dengan jumlah yang relatif kecil. Tujuan penelitian ini yaitu memanfaatkan lumpur Sidoarjo sebagai bahan dasar untuk pembuatan binder pada mortar ringan geopolimer. Komposisi mortar ringan geopolimer digunakan (binder+alkali+naphtalhene superplasticizer+agregat halus+bahan pengembang alumunium powder). Adapun bahan dasar binder adalah campuran LUSI bakar + fly ash. Perbandingan binder dengan pasir yang digunakan adalah 1:0,15. Perawatan dilakukan dengan steam pada suhu 60oC selama 6 jam. Hasil mortar ringan geopolimer memiliki rata-rata kuat tekan dan berat volume berturut-turut yaitu 3,49 Mpa dan 1,29 gr/cm3. Sedangkan hasil pengujian kimia (XRD) menunjukkan mortar ringan geopolimer didominasi senyawa silica oxcide dengan mineral quartz (SiO2).
APLIKASI MIKROBA DALAM AGREGAT BUATAN UNTUK MENINGKATKAN KUAT TARIK BELAH BETON MENGANDUNG FLY ASH Imam Junaidi; Januarti Jaya Ekaputri; Sidiq Purnomo; Ign. Harry Sumartono; Winda Agustin; Widi Astuti
Jurnal Teknik Sipil Vol. 16 No. 4 (2022)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3471.455 KB) | DOI: 10.24002/jts.v16i4.5677

Abstract

Pada daerah tarik, tulangan di dalam beton memiliki peranan yang sangat penting. Meskipun demikian, tegangan tarik yang terjadi ini bisa saja menyebabkan rentannya tulangan karena retak berpotensi menyebabkan korosi akibat terbukanya celah pada tulangan. Pada makalah ini, cairan mikroba yang terdiri dari bakteri dan jamur bersamaan digunakan untuk meningkatkan kemampuan tarik beton. Selain itu, diusulkan juga penggunaan pemanfaatan agregat kasar buatan (AB) yang mengandung mikroba untuk menggantikan agregat kasar natural (AN) dalam campuran beton pada daerah tarik beton. Cairan mikroba ditambahkan ke dalam campuran beton maupun AB sebanyak 400 hingga 6000 ml/m3. Pengujian kinerja AB dilakukan dengan menggunakan spesimen silinder untuk pengujian kuat tekan beton dan pengujian kuat tarik belah beton. Penambahan cairan mikroba terbukti dapat meningkatkan kuat tekan beton sebesar 12% dan kuat tarik belah beton sebesar 26% pada variasi AN 100%. Didapatkan hasil bahwa substitusi material AB dalam campuran beton dapat menurunkan kuat tekan beton, akan tetapi dapat meningkatkan kuat tarik belah sebesar 6,4% pada variasi 50% AB. Pengendapan mineral kalsium karbonat pada pori-pori di dalam beton serta adanya kapang akibat kerja jamur adalah penyebab meningkatnya lekatan pada matriks di dalam beton. Dibuktikan juga bahwa koloni bakteri bertambah di dalam beton terus bertambah yang berkontribusi pada peningkatan kepadatan beton.
Penggunaan Fly Ash sebagai Agregat Buatan Pengganti Agregat Alami pada Campuran Beton Adriyan Candra Purnama; Januarti Jaya Ekaputri
Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26151847.v5i2.14498

Abstract

Beton merupakan bahan komposit yang tersusun dari campuran agregat kasar, agregat halus, semen, dan air. Semakin gencarnya pembangunan infrastruktur, mengakibatkan ketersediaan bahan baku berkurang. Bahan baku material beton berupa agregat kasar dan agregat halus yang berasal dari alam jika terus diambil secara berlebihan akan mengancam kondisi lingkungan. Oleh karena itu, perlu dilakukan alternative material pengganti agregat alam dengan agregat buatan. Fly ash yang merupakan limbah dari sisa pembakaran batu bara dapat dimanfaatkan sebagai agregat buatan pengganti agregat natural. Agregat buatan kasar dan halus dibentuk dengan menggunakan pasta berbahan dasar fly ash. Agregat buatan berbahan dasar pasta fly ash memiliki kuat tekan hingga 50,4 MPa. Agregat kasar dan agregat halus dari bahan buatan ini digunakan sebagai campuran pada beton. Hasil menunjukan bahwa beton dengan menggunakan agregat natural memiliki kuat tekan sebesar 26,59 MPa dari kuat tekan rencana 25 MPa, sedangkan beton dengan menggunakan agregat buatan memiliki nilai kuat tekan 24,76 MPa. Hal ini menunjukan bahwa fly ash dapat digunakan sebagai alternatif pengganti agregat natural, dikarenakan kuat tekan yang dihasilkan beton dengan agregat buatan memiliki nilai kuat tekan yang hampir sebanding dengan beton dengan agregat natural.
Pengaruh Penambahan Mikroba untuk Meningkatkan Kepadatan Pasta Berbahan Fly Ash Annisa Rahmadina; Januarti Jaya Ekaputri
Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas Vol 5, No 3 (2021): Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26151847.v5i3.15358

Abstract

Industri konstruksi membutuhkan inovasi bahan bangunan untuk memenuhi persyaratan ekologis dan ekonomi. Bahan bangunan inovatif dapat memberikan kontribusi besar bagi efisiensi sumber daya. Studi ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan mikroba kedalam pasta berbahan fly ash yang dapat digunakan sebagai bahan alternatif bahan konstruksi bangunan. Mikroba yang digunakan merupakan jenis sporosarcina pasteurii. Volume mikroba yang ditambahkan 0-5000 ml/m3. Pasta tersebut dimanfaatkan sebagai bahan agregat buatan. Pengujian karakterisasi agregat yang dilakukan seperti berat jenis, resapan, keausan dan porositas. Hasil pengujian karakterisasi agregat buatan kemudian dibandingkan dengan agregat natural. Hasil penelitian menunjukkan pada umur 7 hari, kuat tekan pasta dengan penambahan volume mikroba maksimum memiliki kekuatan yang lebih tinggi dan pori yang rendah. Selain itu, berat jenis agregat buatan lebih ringan daripada berat jenis agregat agregat natural. Nilai penyerapan dan keausan agregat buatan ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan agregat natural. Pori yang lebih tinggi pada agregat buatan berdampak pada karakteristik agregat yang lebih rendah dibandingkan dengan agregat natural. Walaupun demikian, dibuktikan bahwa dari uji karakteristik, agregat buatan ini masuk dalam persyaratan dan dapat digunakan sebagai pengganti agregat natural. Departemen Teknik Sipil, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya
The Effect of Bottom Ash on the Compressive Strength and Tensile Strength of HVFA Concrete Yusak Nurrizki; Januarti Jaya Ekaputri
JACEE (Journal of Advanced Civil and Environmental Engineering) Vol 6, No 1 (2023): April
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jacee.6.1.12-23

Abstract

This paper focuses on the effects of High Volume Fly Ash (HVFA) concrete with high content Bottom Ash (BA) as a fine aggregate. A strength target of 45 MPa with 12 ± 2 cm slump concrete was determined as a control. The tests that carried out were compressive strength at the age of 3 to 90 days ages and splitting strength at the age of 28 to 90 days ages, slump test, measurement of heat of hydration, and concrete autogeneous shrinkage. Variations in the concrete mix tested were HVFA without BA with FA content of 50% - 80%, and HVFA with 50% BA as a sand replacement. The In general, the use of high volume BA in the HVFA mixture provided an increase in strength both at the initial age and final in all variations. The internal curing effect provided by BA accelerated the hydration and solidification process at the early age, thus giving the effect of increasing the mechanical properties of concrete. However, the acceleration of solidification was accompanied by the increase in the shrinkage. BA properties which have greater absorption compared to sand also caused the workability decreased.
TINJAUAN ASPEK GRADASI RECLAIMED ASPHALT PAVEMENT DARI JALAN NASIONAL PROVINSI JAWA TIMUR Widayanti, Ari; Soemitro, Ria Asih Aryani; Ekaputri, Januarti Jaya; Suprayitno, Hitapriya
Seminar Nasional Ilmu Terapan Vol 2 No 1 (2018): Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) 2018
Publisher : Universitas Widya Kartika Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.026 KB)

Abstract

Reclaimed Asphalt Pavement (RAP) merupakan material yang dihasilkan dari pengerukan sebagian atau keseluruhan dari lapisan perkerasan jalan. Aspek gradasi dari agregat merupakan hal yang amat penting dalam perencanaan lapisan perkerasan jalan karena agregat merupakan komponen campuran perkerasan jalan dengan persentase terbesar yaitu 90-95% dalam persentase berat. Oleh karena itu studi ini bertujuan untuk memperoleh bentuk gradasi agregat RAP sehingga diperoleh kesesuaian untuk dapat dimanfaatkan sebagai lapisan perkerasan Asphalt Concrete. Metode yang digunakan berupa studi literatur. Hasil yang dipeoleh adalah sebagian besar agregat RAP yang berasal dari jalan nasional cocok digunakan terutama untuk lapisan AC-BC (Asphalt Concrete – Binder Course) dengan nilai kesesuaian sebesar 75%.
Evaluating the Socio-Economic Effects of Fly Ash and Agricultural Waste on the Construction Sector Laory, Irwanda; Ekaputri, Januarti Jaya; Kusbiantoro, Andri; Rahadi, Raden Aswin; Setiamarga, Davin H. E.; Adha, Augusta; Afgani, Kurnia Fajar
Journal Integration of Management Studies Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Integrasi Sains Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58229/jims.v2i2.232

Abstract

The building industry significantly impacts environmental degradation due to its reliance on conventional materials such as cement and concrete, which are associated with high carbon emissions and substantial energy consumption. This study explores the socio-economic impacts of substituting fly ash and agricultural waste for traditional construction materials. A comprehensive review of 50 peer-reviewed papers, industry reports, and online sources reveals that these alternative materials offer considerable benefits. Cost savings average between 15% and 20%, driven by reduced material costs and lower disposal requirements. Environmentally, using fly ash and agricultural waste significantly reduces greenhouse gas emissions, with fly ash cutting emissions by approximately 25% and agricultural waste by about 20%, primarily due to decreased energy consumption. Furthermore, technical assessments show that these materials enhance the strength and durability of concrete, meeting or exceeding conventional standards. The study also highlights broader socio-economic advantages, including support for rural economies through new markets for agricultural by-products and job creation in recycling and construction sectors. These findings suggest integrating fly ash and agricultural waste into construction practices can positively impact economic growth and environmental sustainability. However, the study acknowledges limitations such as reliance on secondary data and potential geographic biases. Future research should prioritize original data collection, long-term performance assessments, and investigation of regional material-use variations. This study underscores the practical and environmental benefits of incorporating these sustainable materials, contributing to a more eco-friendly construction industry.
Evaluasi Risiko Likuifaksi Berdasarkan Karakteristik Ukuran Butir Tanah dan Hasil Tahanan Standart Penetration test (N-SPT) Studi kasus Bandara Yogyakarta Internasional Airport Diana, Nur Ayu; Soemitro, Ria Asih Aryani; Ekaputri, Januarti Jaya; Satrya, Trihanyndio Rendy; Warnana, Dwa Desa
PUBLIKASI RISET ORIENTASI TEKNIK SIPIL (PROTEKSI) Vol 6 No 1 (2024): Vol. 6 No.1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/proteksi.v6n1.p51-58

Abstract

Salah satu bentuk kerusakan pada struktur tanah adalah likuifaksi, di mana tanah berubah dari keadaan padat menjadi cair karena tekanan air pori meningkat dan tekanan efektif tanah menurun akibat beban siklis dinamis. Efeknya bisa sangat signifikan terutama pada tanah berpasir yang sudah jenuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kemungkinan likuifaksi berdasarkan data N-SPT serta mengidentifikasi hubungan antara karakteristik tanah dan gempa terhadap risiko likuifaksi. Penelitian dilakukan di area Yogyakarta International Airport (YIA). Metode analisis potensi likuifaksi dimulai dengan menggunakan persamaan dari National Center For Earthquake Engineering Research (NCEER) USA, yang menggunakan data N-SPT untuk menilai potensi likuifaksi secara deterministik menggunakan rasio tahanan siklik tanah (CRR), rasio tekanan siklik beban gempa (CSR), dan koefisien variansi dari kedua rasio tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa area penelitian memiliki potensi tinggi untuk likuifaksi terdapat pada permukaan tanah hingga pada kedalaman data SPT 15 m . Korelasi antara parameter tanah menunjukkan bahwa peningkatan nilai N-SPT berhubungan dengan peningkatan nilai CRR, namun peningkatan nilai CRR. Selain itu, peningkatan magnitudo gempa berhubungan dengan peningkatan potensi likuifaksi, dimana pada magnitudo gempa 6,5 SR, nilai CRR lebih besar dibandingkan pada magnitudo 7,5 SR dan 8,5 SR. Semakin besar nilai CRR, semakin kecil potensi likuifaksi.