Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

HUTANG PIUTANG DALAM TRANSAKSI TAWARRUQ DITINJAU DARI PERSPEKTIF AL-QUR’AN SURAT AL-BAQARAH AYAT 282 Taufik, Taufik; Muhlisin, Sofian
JURNAL SYARIKAH : JURNAL EKONOMI ISLAM Vol 1, No 1 (2015): Jurnal Syarikah
Publisher : Program Studi Ekonomi Islam FEI UNIDA Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.76 KB) | DOI: 10.30997/jsei.v1i1.260

Abstract

At-tawarruq adalah bentuk akad jual beli yang melibatkan tiga pihak, ketika pemilik barang menjual barangnya kepada pembeli pertama dengan harga dan pembayaran tunda, dan kemudian pembeli pertama menjual barang tersebut kepada pembeli akhir. Harga tunda lebih tinggi dari harga tunai, sehingga pembeli pertama seperti mendapatkan pinjaman uang dengan pembayaran tunda. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana hukum hutang piutang dalam transaksi tawarruq ditinjau dari tafsir al Qur’an surat al-Baqarah ayat 282.Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah diskriptifkualitatif dan studi pustaka, data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer ialah data yang akan diambil dari al Quran surat al-Baqarah ayat 282. Data Sekunder ialah data sumber data tambahan, terdiri dari al Hadits, dokumen-dokumen, jurnal, majalah, buku, internet dan beberapa literatur lainnya yang ada hubungannya dengan penelitian yang dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan hukum hutang piutang dalam transaksi tawarruq dari pihak pertama kepada pihak kedua halal selama akad dan syarat-syarat jual beli secara kredit tersebut jelas dan dilakukan secara kerelaan, demi mencari keridhaan Allah.
PERBANDINGAN FUNGSI BMT SEBAGAI BAITUL MAAL DAN BAITUL TAMWIL Azahra, Rina; Muhlisin, Sofian
JURNAL SYARIKAH : JURNAL EKONOMI ISLAM Vol 1, No 2 (2015): Jurnal Syarikah
Publisher : Program Studi Ekonomi Islam FEI UNIDA Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.818 KB) | DOI: 10.30997/jsei.v1i2.261

Abstract

Baitul Maal Wa Tamwil (BMT) merupakan lembaga keuangan non perbankan yang memiliki fungsi ganda yaitu sebagai baitul maal dan baitul tamwil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan proporsi fungsi baitul maal dan baitul tamwil. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik analisis data uji perbandingan t-test. Berdasarkan hasil analisis data menunjukan bahwa perbandingan proporsi fungsi baitul tamwil lebih dominan beroperasi daripada fungsi baitul maal. Hal ini diperkuat oleh hasil analisis statistik dimana t hitung mempunyai nilai skor -1,38 dan t tabel menunjukan nilai skor 4,030, maka jika t hitung lebih kecil dari t tabel (-1,38 <4,303), ini berarti bahwa fungsi baitul maal lebih sedikit dilakukan daripada fungsi baitul tamwil.Kata kunci: BMT, Perbandingan, Baitul Maal, Baitul Tamwil.
PENINGKATAN EKONOMI MASYARAKAT MELALUI PEMANFAATAN SUMBER DAYA LOKAL Paramita, Metti; Muhlisin, Sofian; Palawa, Ikhsan
QARDHUL HASAN: MEDIA PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 4, No 1 (2018): APRIL
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.949 KB) | DOI: 10.30997/qh.v4i1.1186

Abstract

Peningkatan ekonomi merupakan suatu hal yang sepenuhnya harus dilakukan guna memberikan kesejahteraan pada masyarakat. Kecamatan Kabandungan yang hampir 50% daratannya digunakan untuk pertanian dan 52% penduduknya adalah petani, memiliki potensi yang cukup untuk mengeluarkan produk sumber daya dengan kearifan lokal yang bernilai ekonomis dan bernilai jual diantaranya singkong, pisang dan ubi jalar. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memajukan ekonomi masyarakat dengan cara mendayagunakan sumber daya lokal yang ada di wilayah sekitar untuk diolah menjadi penganan yang bernilai jual tinggi dan menumbuhkan semangat berwirausaha kepada masyarakat pedesaan. Wirausaha dalam pengolahan  pisang, singkong dan ubi jalar menjadi berbagai macam penganan di Desa Kabandungan dan Desa Mekar Jaya Kecamatan Kabandungan Kabupaten Sukabumi adalah salah satu bentuk usaha dalam peningkatan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya lokal. Metode yang dilakukan berupa penyuluhan, pelatihan, pendampingan dan pengolahan singkong, pisang dan ubi jalar untuk dijadikan produk penganan. Materi yang disampaikan antara lain teknik pengolahan produk penganan dan pelatihan dasar kewirausahaan serta manajemen usaha secara sederhana. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran peserta pelatihan untuk memanfaatkan sumber daya lokal dan berwirausaha serta manajemen usaha yang baik untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.  Hal ini terlihat dari antusias para peserta untuk mengaplikasikan hasil pelatihannya dan melanjutkan kegiatan tersebut setelah selesai program pengabdian ini.Kata kunci: sumber daya lokal, wirausaha, penganan, peningkatan ekonomi
PERBANDINGAN FUNGSI BMT SEBAGAI BAITUL MAAL DAN BAITUL TAMWIL Azahra, Rina; Muhlisin, Sofian
JURNAL SYARIKAH : JURNAL EKONOMI ISLAM Vol. 1 No. 2 (2015): Jurnal Syarikah
Publisher : Program Studi Ekonomi Islam FEI UNIDA Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.818 KB) | DOI: 10.30997/jsei.v1i2.261

Abstract

Baitul Maal Wa Tamwil (BMT) merupakan lembaga keuangan non perbankan yang memiliki fungsi ganda yaitu sebagai baitul maal dan baitul tamwil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan proporsi fungsi baitul maal dan baitul tamwil. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik analisis data uji perbandingan t-test. Berdasarkan hasil analisis data menunjukan bahwa perbandingan proporsi fungsi baitul tamwil lebih dominan beroperasi daripada fungsi baitul maal. Hal ini diperkuat oleh hasil analisis statistik dimana t hitung mempunyai nilai skor -1,38 dan t tabel menunjukan nilai skor 4,030, maka jika t hitung lebih kecil dari t tabel (-1,38 <4,303), ini berarti bahwa fungsi baitul maal lebih sedikit dilakukan daripada fungsi baitul tamwil.Kata kunci: BMT, Perbandingan, Baitul Maal, Baitul Tamwil.
PERBANDINGAN TRANSPARANSI DAN AKUNTABILITAS PENGELOLAAN DANA ZAKAT PADA LEMBAGA ZAKAT Lilianita, Debinair; Muhlisin, Sofian
JURNAL SYARIKAH : JURNAL EKONOMI ISLAM Vol. 5 No. 1 (2019): Jurnal Syarikah
Publisher : Program Studi Ekonomi Islam FEI UNIDA Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.984 KB) | DOI: 10.30997/jsei.v5i1.1790

Abstract

Perbandingan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana zakat pada lembaga zakat “Studi Kasus2 Lembaga Zakat di Wilayah Bogor”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Badan Amil Zakat (BAZ) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) di wilayah Bogor menerapkan prinsip transparansi dan akuntabilitas serta mengetahui perbedaan apa saja yang dilakukan oleh BAZ dan LAZ dalam penerapan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana zakat. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif. Data primer pada penelitian ini berupa hasil kuesioner dan hasil wawancara, dan untuk data sekunder pada penelitian ini berupa data keuangan yang diperoleh dari masing-masing lembaga. Berdasarkan hasil penelitian, untuk penerapan transparansi adalah tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada nilai penerapan transparansi antara BAZNAS Kota Bogor dan dt-Peduli. Sedangkan untuk penerapan akuntabilitas juga tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada nilai akuntabilitas antara BAZNAS Kota Bogor dan dt-Peduli.
HUTANG PIUTANG DALAM TRANSAKSI TAWARRUQ DITINJAU DARI PERSPEKTIF AL-QUR’AN SURAT AL-BAQARAH AYAT 282 Taufik, Taufik; Muhlisin, Sofian
JURNAL SYARIKAH : JURNAL EKONOMI ISLAM Vol. 1 No. 1 (2015): Jurnal Syarikah
Publisher : Program Studi Ekonomi Islam FEI UNIDA Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.76 KB) | DOI: 10.30997/jsei.v1i1.260

Abstract

At-tawarruq adalah bentuk akad jual beli yang melibatkan tiga pihak, ketika pemilik barang menjual barangnya kepada pembeli pertama dengan harga dan pembayaran tunda, dan kemudian pembeli pertama menjual barang tersebut kepada pembeli akhir. Harga tunda lebih tinggi dari harga tunai, sehingga pembeli pertama seperti mendapatkan pinjaman uang dengan pembayaran tunda. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana hukum hutang piutang dalam transaksi tawarruq ditinjau dari tafsir al Qur’an surat al-Baqarah ayat 282.Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah diskriptifkualitatif dan studi pustaka, data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer ialah data yang akan diambil dari al Quran surat al-Baqarah ayat 282. Data Sekunder ialah data sumber data tambahan, terdiri dari al Hadits, dokumen-dokumen, jurnal, majalah, buku, internet dan beberapa literatur lainnya yang ada hubungannya dengan penelitian yang dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan hukum hutang piutang dalam transaksi tawarruq dari pihak pertama kepada pihak kedua halal selama akad dan syarat-syarat jual beli secara kredit tersebut jelas dan dilakukan secara kerelaan, demi mencari keridhaan Allah.
IMPLEMENTASI PEMBELIAN MAKANAN ONLINE MELALUI LAYANAN GO-FOOD DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM Abdullah, Abdullah; Muhlisin, Sofian; Munawar, Wildan
JURNAL SYARIKAH : JURNAL EKONOMI ISLAM Vol. 6 No. 2 (2020): Jurnal Syarikah
Publisher : Program Studi Ekonomi Islam FEI UNIDA Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jsei.v6i2.3224

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tinjauan hukum Islam dan ikhtilaf ulama terhadap transaksi pembelian makanan melalui jasa Go-Food. Jenis penelitian ini adalah kualitatif yang menggunakan metode fenomenologi topik-topik tentang tinjauan hukum Islam terhadap jual beli makanan online melalui aplikasi Go-Food yang terdapat pada dasar hukum untuk menentu dasar hukum jual beli makanan online serta melihat ikhtilaf para ulama terhadap jual beli makanan online. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pemesanan makanan melalui Go-Food terdapat perbedaan pendapat dari para ulama. Pertama, ulama yang mengharamkan karena berdasarkan dengan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dengan menjadikan patokan utamanya yaitu transaksi yang digunakan merupakan akad pinjaman (qord) atau akad titipan wadi’ah. Kedua, ulama yang menghalalkan karena transaksi yang digunakan merupakan akad ijarah yang termasuk kategori sewa jasa.
ANALISIS PERBANDINGAN KARTU KREDIT KONVENSIONAL DAN KARTU KREDIT SYARIAH DITINJAU DARI PERSPEKTIF TUJUAN PENGGUNAAN Syifa Syifa; Sofian Muhlisin; Sahlan Hasbi
NISBAH: Jurnal Perbanka Syariah Vol. 5 No. 1 (2019): NISBAH: Jurnal Perbankan Syariah
Publisher : Sharia Banking Study Program, Faculty of Islamic Economics, Djuanda University, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.505 KB) | DOI: 10.30997/jn.v5i1.1846

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan antara pengguna kartu kredit konvensional dan kartu kredit syariah sehingga dapat diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi minat kepemilikan dan tujuan penggunaan antara kartu kredit konvensional dan syariah. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif analisis deskriptif dengan teknik penelitian field research. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan faktor minat kepemilikan kartu kredit konvensional adalah lebih kepada kebutuhan transaksi pembelanjaan dan kartu kredit syariah lebih kepada keinginan yang sesuai dengan syariah. Adapun tujuan penggunaan responden pengguna kartu kredit konvensional dengan jumlah persentase yaitu 60 persen digunakan untuk kebutuhan primer, sekunder, dan tersier sedangkan tujuan penggunaan responden pengguna kartu kredit syariah dengan persentase 40 persen digunakan untuk kebutuhan primer, sekunder, dan tersier.
PERAN DEWAN PENGAWAS SYARIAH TERHADAP IMPLEMENTSI GOOD CORPORATE GOVERNANCE PADA LEMBAGA KEUANGAN MIKRO SYARIAH (STUDI PADA BPRS AMANAH UMMAH) Irma Sukma Inayah; Sofian Muhlisin; Muhamad Komarudin
NISBAH: Jurnal Perbanka Syariah Vol. 5 No. 2 (2019): NISBAH: Jurnal Perbankan Syariah
Publisher : Sharia Banking Study Program, Faculty of Islamic Economics, Djuanda University, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (913.278 KB) | DOI: 10.30997/jn.v5i2.2093

Abstract

Good Corporate Governance merupakan konsep tentang praktik tata kelola yang baik dalam suatu institute yang didalamnya terdapat 5 prinsip yaitu transparancy, accountability, responsibility, independency, fairness yang perlu dilaksanakan oleh perusahaan ataupun organisasi yang memiliki visi dan misi. Dalam penerapan prinsip-prinsip tersebut perlu adanya peran serta Dewan Pengawas Syariah, sperti yang di jelaskan pada PBI No. 11/33/PBI/2009 yang menjelaskan implementasi Good Corporate Governance berada pada tugas dan tanggung jawab Dewan pengawas Syariah. Penelitin ini bertujuan untuk mengetahui implementasi Good Corporate Governance pada LKMS khususnya BPRS Amanah Ummah serta mengetahui peran Dewan Pengawas Syariah terhadap implementasi Good Corporate Governance. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan data primer yang berupa dokumen dan wawancara dengan anggota DPS, sedangkan untuk data sekunder yang berupa informasi dari internet, buku, jurnal, skripsi, dan literature lainnya. Berdasarkan hasil penelitan yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa DPS BPRS Amanah Ummah dalam melaksanakan tugasnya mengenai pengawasan terhadap prinsip GCG sudah sesuai dengan fatwa DSN-MUI dan Peraturan Bank Indonesia yang berlaku. Pada saat melakukan pengawasan pada setiap prinsip-prinsip GCG sudah sesuai dengan yang di jelaskan oleh Peraturan Bank Indonesia No. 11/33/PBI/2009.
Strategi Bank Syariah Dalam Pembiayaan Mikro pada Masa Pandemi Covid-19 Annisa Yasrien Algaisya; Abrista Devi; Sofian Muhlisin
VISA: Journal of Vision and Ideas Vol 2 No 2 (2022): VISA: Journal of Vision and Ideas
Publisher : LPPM IAI Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (943.967 KB) | DOI: 10.47467/visa.v2i2.1118

Abstract

At the end of 2019 there was a global change due to the corona virus disease which was then called Covid-19 which first appeared in Wuhan, China. WHO officially announced this respiratory virus as a pandemic in March 2020. Covid-19 has caused the death rate to continue to increase both in the world and in Indonesia. Covid-19 affects various sectors, one of the sectors most affected is the economic sector. It is known that during the Covid-19 pandemic, Indonesia's GDP decreased, the unemployment rate increased, and also in the microeconomic sector many MSMEs experienced a decline in business and even bankruptcy. Whereas MSMEs are one of the most influential sectors for GDP in Indonesia. MSME turnover has decreased while MSMEs need capital assistance for their business. To overcome and support MSMEs, the role of financial institutions is very much needed. One of the Financial Institutions that plays a role in providing capital for MSMEs is Islamic Banking, this is because Islamic Banking focuses on the real sector, even though on the Islamic Banking side there needs to be a strategy before providing financing so that Islamic Banking can maintain financial stability during this pandemic. Therefore, this research is entitled: Strategy of Islamic Banks in Microfinance during the Covid-19 Pandemic (Case Study of BSI KCP Sentul). With the formulation of the problem; (1) Problems encountered in microfinance at BSI KCP Sentul during the pandemic; (2) Solutions to problems encountered in microfinance at BSI KCP Sentul during the pandemic; (3) Strategy of BSI KCP Sentul in microfinance during the pandemic. The method used is descriptive qualitative by interviewing 3 people from BSI KCP Sentul. This study uses primary data, namely interviews. The results of this study are: (1) the problems faced are in the form of internal problems which include performance such as weak financing analysis, limited human resources in the field of financing settlement, weaknesses in bank policies that apply high product prices, and also access to Islamic banking which is still difficult to reach. Meanwhile, the external problems faced in the form of problems stemming from the character of customers, covid-19, government regulations, and the legality of MSMEs; (2) The solution from the internal banking side is to carry out managerial supervision of the Bank and conduct regular communication to customers, improve the capacity of human resources in terms of micro-financing, and provide indirect financing through BPRS; (3) The first banking strategy is to provide financing to MSMEs that are not significantly affected by Covid-19, establish a microfinance service center, and provide lower margins. Keywords: Covid-19, MSMEs, Islamic Banking.