Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

ANALISIS PERKEMBANGAN SIKAP DAN KETERAMPILAN MENGGAMBAR TEKNIK MESIN Hisbullah Ali Firdaus; Pardjono Pardjono
JURNAL PENDIDIKAN TEKNIK MESIN Vol 7, No 1 (2020): JURNAL PENDIDIKAN TEKNIK MESIN
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jptm.v7i1.11750

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan perkembangan sikap dan keterampilan menggambar teknik mesin yang ditinjau dari kelengkapan alat, sikap siswa dan hasil tugas menggambar siswa kelas X jurusan pemesinan di SMK Negeri 2 Wonosari. Populasi siswa kelas X jurusan Pemesinan berjumlah 96 siswa. Sampel yang digunakan pada penelitian ini dengan mengambil 30% dari populasi. Pemilihan sampel di pilih secara acak dari 3 kelas, dan penelitian dilakukan di kelas X TPA. Teknik analisis data yang digunakan yang diadalah deskriptif kuantitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perkembangan sikap dan keterampilan siswa yang dilihat dari kelengkapan alat, sikap siswa dan hasil gambar siswa mengalami peningkatan
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS KOMPUTER UNTUK KELAS VIII SMP Slamet Riyadi; Pardjono Pardjono
Jurnal Inovasi Teknologi Pendidikan Vol 1, No 2 (2014): Oktober
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.475 KB) | DOI: 10.21831/tp.v1i2.2527

Abstract

Pengembangan multimedia pembelajaran matematika ini dilakukan melalui enam tahap, yaitu desain  materi, desain software,  produksi, evaluasi, uji coba, dan implementasi. Untuk mengetahui kelayakan multimedia pembelajaran yang dikembangkan dilakukan uji coba lapangan dengan angket. Untuk mengetahui keefektifan produk multimedia yang dikembangkan,  dilakukan dengan memperbandingkan hasil uji kompetensi antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Subjek uji coba dalam penelitian ini berjumlah 36 orang siswa kelas VIII D SMP N 4 Depok Sleman untuk uji coba lapangan pada kelas eksperimen dan 35 orang siswa kelas VIII B SMP N 4 Depok Sleman pada kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk multimedia pembelajaran hasil pengembangan termasuk dalam kategori “Baik”, persentase siswa yang mencapai ketuntasan belajar setelah menggunakan multimedia pembelajaran hasil pengembangan lebih tinggi 26,51% dari pada pembelajaran konvensional. Kata kunci: pengembangan, multimedia pembelajaran matematika
PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH, MOTIVASI KERJA, DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KOMPETENSI GURU SMA Muhammad Junaidi Syakir; Pardjono Pardjono
Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan Vol 3, No 2 (2015): September
Publisher : Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.726 KB) | DOI: 10.21831/amp.v3i2.6339

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan kepala sekolah, motivasi kerja dan budaya organisasi, baik secara bersama-sama atau sendiri-sendiri, terhadap kompetensi guru (variabel terikat) menurut persepsi guru SMA Negeri  kota Yogyakarta. Hasil penelitian berdasarkan analisis regresi linier ganda menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah, motivasi guru, dan budaya organisasi secara bersama-sama berpengaruh secara signifikan dan positif terhadap kompetensi guru dengan hasil R(1,2,3) = 0,342; F =4,448; df: 3: 101 = 2,694, sig 0,006 0,05; sehingga F hitung F tabel dan Sig. F 5 %. Namun demikian hasil uji t menunjukkan kepemimpinan kepala sekolah secara parsial tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kompetensi guru, hasil uji t juga  menunjukkan bahwa motivasi kerja tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kompetensi guru, secara parsial hanya budaya organisasi yang menunjukkan pengaruh positif dan signifikan terhadap kompetensi guru.
PERAN KEPALA SEKOLAH SEBAGAI MANAJER DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI SMP 1 CILAWU GARUT Yogi Irfan Rosyadi; Pardjono Pardjono
Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan Vol 3, No 1 (2015): April
Publisher : Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.707 KB) | DOI: 10.21831/amp.v3i1.6276

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan strategi kepala sekolah dalam merencanakan program, mengorganisasikan, menggerakkan dan mengawasi program sekolah untuk meningkatkan mutu pendidikan di SMP 1 Cilawu; (2) mendeskripsikan penghambat dalam meningkatkan mutu pendidikan. Penelitian ini merupakan studi kasus dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah pendidik dan tenaga kependidikan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan kepala sekolah sebagai seorang manajer berperan: (1) merencanakan program dengan merinci kebutuhan pendidik dan tenaga kependidikan yang akan menjalankan tugas, merencanakan kurikulum yang akan dijalankan, merencanakan kebijakan penambahan mata pelajaran bimbingan konseling dengan waktu dua jam per minggu; (2) membuat struktur organisasi yang melibatkan orang tua murid melalui komite sekolah dan melengkapi sarpras yang dibutuhkan; (3) Memberi contoh yang baik dan tenang dalam bekerja, memberi motivasi dan penghargaan terhadap personilnya baik moril maupun materil, meningkatan kesejahteraan, mengikutsertakan pendidik dan tenaga kependidikan dalam diklat-diklat dan memotivasi guru senior agar memiliki semangat life long education; (4) mengawasi output, PBM, dan peserta didik mulai dari proses penerimaan sampai selesai sekolah. (5) adapun hambatan yang dialami adalah adanya personil yang masih tidak disiplin, kurangnya komunikasi antara kepala sekolah dengan sebagian personil.
KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU AGAMA KATOLIK SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN BANTUL I Wayan Setioka; Pardjono Pardjono
Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan Vol 4, No 2 (2016): September
Publisher : Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/amp.v4i2.10809

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkap: (1) kompetensi pedagogik guru agama katolik SD di Kabupaten Bantul, (2) mengetahui bagaimana kaitan latar belakang profil guru dengan kompetensi pedagogik guru agama katolik SD di Kabupaten Bantul. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif jenis deskriptif. Penelitian ini dilakukan pada bulan November dan Desember 2013. Data dikumpulkan melalui angket isian pertanyaan dan tes. Populasi penelitian ini adalah 28 orang guru agama Katolik Sekolah Dasar di Kabupaten Bantul. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa: (1) kompetensi pedagogik guru agama katolik Sekolah Dasar di Bantul dalam kategori cukup; (2) latar belakang pendidikan belum berkontribusi meningkatkan kompetensi pedagogik guru; (3) latar belakang masa kerja menjadi guru belum berkontribusi meningkatkan kompetensi pedagogik guru; (4) tingginya pangkat golongan ruang belum berkontribusi meningkatkan kompetensi pedagogik guru agama katolik SD di Bantul; (5) latar belakang pendidikan, lamanya masa kerja, pangkat golongan ruang guru, belum berkontribusi meningkatkan kompetensi pedagogik guru agama katolik SD di Kabupaten Bantul. Kata Kunci: Kompetensi pedagogik, latar belakang guru THE PEDAGOGIC COMPETENCY OF CHATOLIC RELIGION ON ELEMENTARY SCHOOL OF BANTUL REGENCY Abstract This research is aimed to: (1) reveal the pedagogic competency of chatolic religion on elementary school of Bantul regency, (2) know the relationship between the profile background of teacher with the the pedagogic competency of chatolic religion on elementary school of Bantul regency. This reasearch was carried out on November and December 2013. The collecting data technique used is questionnaire and test. It is a research of quantitative descriptive. The population of the research is all teachers of chatolic religion on elementary school in Bantul regency. There are 28 teachers of chatolic religion on elementary school in Bantul regency. The descriptive analysis shows that: (1) the pedagogic competency of chatolic religion on elementary school of Bantul regency is in the category adequate or satisfactory; (2) the education background does not automatically enhance pedagogic competency, (3) the background of long working period does not automatically contribute to the pedagogic competency; (4) the level of position does not automatically contribute to the pedagogic competency of catholic teachers of elementary school in Bantul regency, (5) the education background, the working period, the working position rank do not automatically enhance the pedagogic competency of catholic teachers in Bantul regency. Keywords: pedagogic competency, the teacher background
PROFESIONALISME GURU PENDIDIKAN KHUSUS DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Ida Ayu Dian Pramantik; Pardjono Pardjono
Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan Vol 4, No 1 (2016): April
Publisher : Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.157 KB) | DOI: 10.21831/amp.v4i1.8200

Abstract

Penelitian ini bertujuan menggambarkan profesionalisme guru pendidikan khusus di Daerah Istimewa Yogyakarta. Hasil penelitian profesionalisme guru pendidikan khusus berkaitan dengan: profesionalisme guru pendidikan khusus. Profesionalisme guru pendidikan khusus ditinjau berdasarkan empat kompetensi, yaitu: 1) kompetensi pedagogik, keempat subyek membuat perencanaan pembelajaran. Subyek SMR memahami kondisi siswa dan memandirikan siswa, sedangkan subyek BP berupaya memandirikan siswa; 2) kompetensi kepribadian, keempat subyek menunjukkan sikap sebagai panutan, disiplin, bekerja dengan ikhlas. Tiga subyek, selain subyek BP, memberikan pengabdian yang tulus, tanggung jawab terhadap pekerjaan, berpikir positif, dan menjaga kepercayaan; 3) kompetensi sosial, subyek HT dan SMR mewujudkan dengan sikap tidak diskriminatif, sedangkan subyek BP dan BSN mewujudkannya dengan lebih berperan aktif dalam kegitan di masyarakat; 4) kompetensi profesional, keempat subyek menunjukkan dengan belajar terus menerus, mengikuti workshop dan diklat, serta menulis buku dalam bidang pengembangan pembelajaran. Subyek SMR juga menunjukkan dengan mengikuti lomba, sedangkan subyek BP dengan menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan mengikuti kegiatan organisasi kependidikan. Bentuk pengembangan profesionalisme yang dilakukan oleh seluruh guru subyek nampak jelas dalam kompetensi profesional, yaitu melalui kegiatan workshop, diklat, lomba, berorganisasi, maupun pengembangan yang dilakukan secara pribadi seperti menulis, dan menempuh pendidikan lanjut.
MANAJEMEN KURIKULUM MADRASAH ALIYAH PROGRAM KEAGAMAAN MAN 1 SURAKARTA Norma Chunnah Zulfa; Pardjono Pardjono
Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.464 KB) | DOI: 10.21831/amp.v1i2.2396

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap manajemen kurikulum MAPK MAN 1 Surakarta mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kurikulum serta kendala manajemen kurikulum. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif pendekatan studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari kepala madrasah, wakil kepala madrasah program ke-agamaan, pembina asrama, dan guru. Objek penelitian: kegiatan pembelajaran, kegiatan asrama, dan kondisi sekolah. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara, peng-amatan, dan analisis dokumen. Instrumen penelitian adalah peneliti dan pedoman wawan-cara, observasi dan analisis dokumen. Keabsahan data dilakukan dengan uji credibilty, transferability, dependability, dan confirmability. Analisis data menggunakan analisis interaktif Miles-Huberman terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan kurikulum dilakukan melalui workshop ber-pedoman pada kurikulum nasional, pengembangan keunggulan lokal, dan adaptasi sistem pondok pesantren. Evaluasi kurikulum dilakukan dalam bentuk ujian semester, ujian madrasah dan ujian nasional menggunakan bahasa arab. Faktor-faktor kendala manajemen kurikulum MAPK antara lain: modul program keagamaan belum baku dan buku diktat kurang sistematis; kurangnya ketelatenan guru membuat perangkat pembelajaran dan pe-nguasaan teknologi komputer; sarana prasarana yang belum memadai; masalah kedisiplinan siswa MAPK dalam mengikuti pembelajaran; padatnya kegiatan sekolah, asrama, dan orga-nisasi mengurangi fokus belajar siswa; dan kemampuan bahasa anak yang belum mampu memahami teks secara keseluruhan.Kata kunci: manajemen kurikulum, program keagamaan
Manajemen pengembangan kompetensi guru untuk implementasi Kurikulum 2013 di SMA Negeri Pilot Project Yogyakarta Khotim Hanifudin Najib; Pardjono Pardjono
Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan Vol 7, No 1 (2019): April
Publisher : Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.744 KB) | DOI: 10.21831/amp.v7i1.9525

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan manajemen pengembangan guru untuk implementasi kurikulum 2013 di SMA Negeri Pilot Project Yogyakarta. Studi ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Penelitian dilakukan di SMA N 2 dan SMAN 8 kota Yogyakarta. Teknik pengumpulan data: observasi, penelusuran dokumen, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan: (1) perencanaan dilakukan dengan meninjau peraturan menteri pendidikan nasional tentang Kurikulum 2013. (2) pengorganisasian dilakukan oleh kepala sekolah dengan membentuk sebuah tim. (3) pelaksanaan dalam bentuk workshop, pelatihan dan pengembangan, pendidikan dan pelatihan, In-House Training, MGMP, serta studi lebih lanjut. (4) pengendalian dilakukan dengan supervise oleh kepala sekolah. (5) Faktor pendukung pengembangan kompetensi guru adalah: pertama, keberadaan guru yang telah menjadi instruktur nasional pelaksanaan Kurikulum 2013. Kedua, guru memiliki motivasi yang tinggi untuk mengikuti program pengembangan kurikulum ini. Ketiga, sekolah menyediakan anggaran untuk pelaksanaan program pengembangan. Faktor penghambatnya adalah; pertama, peserta program tidak mendapatkan gaji. Kedua, kendala teknis seperti proyektor rusak. Ketiga, perencanaan waktu pelaksanaan agar tidak mengganggu kegiatan pembelajaran di sekolah. Management of teachers competence development for the implementation of curriculum 2013 at pilot project state senior high school of Yogyakarta Abstract This study aims to describe the management of the development of teachers for curriculum implementation in 2013 at the pilot project of state senior high school of Yogyakarta. This study is a qualitative research in methods of case studies. Research conducted at the SMA N 2 and SMAN 8 Yogyakarta. Data collection techniques: direct observation, review or archive documents and interviews. The results showed: (1) planning is done by reviewing the regulation of the Minister of national education about curriculum 2013. (2) organizing is done by the head of the school by forming a team. (3) the implementation in the form of workshops, training, and development, education and training, in-house Training, MGMP, as well as further study. (4) Controlling is done by supervising by school principals. (5) supporting the development of teacher competence Factors are: first, the existence of a teacher who has become a national instructor curriculum implementation of 2013. Second, teachers have a high motivation to follow this curriculum development program. Third, schools provide a budget for the implementation of development programs. Inhibiting factor are; First, program participants get no salary. Second, the technical barriers such as the projector is broken. Third, planning implementation time so as not to interfere with learning activities at school.
PENGARUH PEMBELAJARAN PROBLEM POSING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA KELAS V SD Asterius Juano; Pardjono Pardjono
Jurnal Prima Edukasia Vol 4, No 1: January 2016
Publisher : Asosiasi Dosen PGSD dan Dikdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.211 KB) | DOI: 10.21831/jpe.v4i1.7801

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: pengaruh pembelajaran problem posing dan direct instruction, interaksi antara strategi pembelajaran dan tingkat kemampuan belajar matematika peserta didik terhadap kemampuan berpikir kritis dan komunikasi matematis. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experiment), dengan menggunakan Non-equevalent Pretest-Posttest Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas V SD Negeri Pujokusuman I Yogyakarta yang terdiri atas empat kelas. Sampel penelitian sebanyak dua kelas yang dipilih secara acak, kemudian masing-masing kelas yang terpilih dikelompokkan dalam kategori tingkat kemampuan tinggi dan tingkat kemampuan rendah terhadap kemampuan belajar matematika. Data hasil penelitian dianalisis dengan uji Manova 2 jalur dan uji t dengan kriteria Bonferroni. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara pembelajaran problem posing dan direct instruction terhadap kemampuan berpikir kritis dan kemampuan komunikasi matematis dan tidak terdapat interaksi antara strategi pembelajaran dan tingkat kemampuan belajar matematika peserta didik terhadap kemampuan berpikir kritis dan komunikasi matematis. Pembelajaran problem posing lebih baik dari direct instruction baik untuk kemampuan tinggi maupun untuk kemampuan rendah terhadap kemampuan berpikir kritis dan komunikasi matematis peserta didik.Kata kunci: problem posing, direct instruction, kemampuan berpikir kritis, kemampuan komunikasi matematis. THE EFFECT OF THE IMPLEMENTION OF LEARNING PROBLEM POSING ON CRITICAL THINKING ABILITY AND MATHEMATICAL COMMUNICATION OF ELEMENTARY SCHOOL GRADE 5TH STUDENTS AbstractThe purposes of this study are to describe: the effect of problem posing instruction and direct instruction and the interaction between instruction strategy and the level of students’ mathematics learning ability at SDN Pujokusuman I Yogyakarta. This study is a quasi-experimental research, using non-equevalent Pretest-Postest Control Group Design. The population was all of the grade 5 students of SD Pujokusuman I Yogyakarta that consisted of four classes. The sample was VA and VB class which were selected randomly. Data were analyzed using two-ways Manova and t-test with Bonferroni criteria. The results show that; there is an effect of the learning problem posing and direct instruction on critical thinking skills and mathematical communication skills and there is no interaction between learning strategy and the level of mathematics learning ability of students to critical thinking skills and mathematical communication. The conclusion of this study is that problem posing instruction is better than direct instruction both for high ability and low ability on critical thinking skills and mathematics communication skill grade 5 of elementary school students.Keywords: problem posing, direct instruction, critical thinking skills, mathematical communication skills.
Developing a model of competency and expertise certification tests for vocational high school students Pardjono Pardjono; Sugiyono Sugiyono; Aris Budiyono
REID (Research and Evaluation in Education) Vol 1, No 2 (2015): December
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta & HEPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/reid.v1i2.6517

Abstract

This study aims to: (1) develop, produce, and investigate the appropriateness model of competency and expertise certification tests for vocational high school (VHS) students of the Mechanical Engineering expertise competency.To attain the objectives, the researcher conducted a research and development study consisting of 10 steps. The research product was validated by experts, VHS teachers, and lecturers at Mechanical Engineering Education through Focus Group Discussion (FGD), and the field tryout conducted at SMK Warga Surakarta and SMK Bhineka Karya Simo, Boyolali, Central Java. The results of the study are. (1) The study produces a model of Competency and Expertise Certification Tests Based on the School Production Unit (CECT_SPU) for VHS Students of the Mechanical Engineering Expertise Competency; (2) The CECT_SPU model satisfies the criteria for a good modelby a mean score of 3.557; (3) The mean score of the model implementation in the tryouts were 3.670 in the individual tryout and 3.730 in the small-group tryout;  (4) The CECT_SPU model satisfies the criteria for an effective modelby a mean score of 3.730; (5) The CECT_SPU model satisfies the criteria for an efficient modelby a mean score of 3.780; (6) The CECT_SPU model satisfies the criteria for a practical model; by a mean score of 3.700.