Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

The effect of inquiry-based learning assisted by story-map on students' spatial thinking skills in seismic studies Purwanto, Purwanto; Asyarifah, Runing Fikriyah; Sahrina, Alfi; Astuti, Ike Sari; Ibrahim, Mohd Hairy
Jurnal Inovasi Teknologi Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2024): March
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jitp.v11i1.63078

Abstract

Fundamental changes in 21st-century learning impact geography learning, which must be balanced with students' spatial thinking ability. This ability is a core ability in geography that students must have in the process and results of learning geography. The inquiry-based learning model, with the help of story maps, is an alternative way to stimulate students to develop the ability to think spatially. This study aims to determine how applying inquiry-based learning using story maps affects spatial thinking abilities, especially in seismic studies. The method used in this study was an experiment with a quasi-experimental type using a posttest-only control group design. Data collection techniques in this study used a test in the form of posttest and observation to observe the learning process during the study. Posttest data were obtained from 66 class X students of SMAN 1 Genteng, divided into control and experimental classes. The data were analyzed using the classic assumption regression test, and further hypothesis analysis was done using a simple linear regression test. The results of this study show an influence of the application of story map-assisted inquiry-based learning on students' spatial thinking abilities at 16.7%, as assessed by R Square. In addition, the findings in this study show that the average scores for each indicator of thinking ability are diverse. The highest average in both control and experimental classes, namely analogy and transition indicators. While the lowest average in both courses is the comparison indicator.
Spatiotemporal on Built-Up Area and Population towards Urban Sprawl in Malang City using Google Earth Engine Puspita, Rafika Tri; Ifan Deffinika; Purwanto; Ike Sari Astuti
Jurnal Spatial Wahana Komunikasi dan Informasi Geografi Vol. 24 No. 2 (2024): SPATIAL: Wahana Komunikasi dan Informasi Geografi
Publisher : Department Geography Education Faculty of Social Science - Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/spatial.242.005

Abstract

Malang City is the second-most populous city in East Java after Surabaya City. In addition, development in Malang City in recent years has also impacted changes in land use and land cover. The methods used in this research are: 1) built-up area index (EBBI, NDBI, and UI) of Malang City from 2019 to 2023; 2) dasymetric density; 3) distance measurement; and 4) gradient direction. The results of the calculation of the built-up area index show that UI has an average kappa accuracy of 0.75, which is higher than the other two indices. In 2019–2020, the built-up area of Malang City decreased, while in 2021–2023,. There was an increase in the built-up area. This condition is caused by large-scale social restrictions that cause a decrease in development in various sectors. The development of urban sprawl in Malang City in 2019–2023 leads to the north, namely in the districts of Lowokwaru and Blimbing. The correlation test shows that the total population variable has a strong correlation with the urban sprawl (density) variable based on five districts in Malang City.
PENGEMBANGAN E-COMIC BERBASIS PENDEKATAN KONTEKSTUAL PADA MATERI MITIGASI BENCANA GUNUNG MELETUS Wijayanti, Friska Yuli; Handoyo, Budi; Astuti, Ike Sari
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi akan membawa dampak pada dunia pendidikan sehingga akan banyak media yang akan terus berkembang dan bervariatif. Namun berdasarkan permasalahan di lapangan banyak guru yang belum memanfaatkan perkembangan teknologi di dalam proses pembelajaran khususnya pelajaran geografi. Mata pelajaran merupakan pelajaran yang cenderung bersifat hafalan sehingga siswa tidak bisa mengapresiasikan jawaban mereka berdasarkan pengalaman yang mereka dapatkan dalam kehidupan mereka, karena pada awalnya mereka sudah terpatok oleh buku. Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan media E-Comic berbasis pendekatan kontekstual pada materi mitigasi bencana gunung meletus. Lokasi penelitian di SMA PGRI 1 Lumajang. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) RnD dengan model ADDIE terdapat 5 tahap: 1) Analyze, melakukan analisis kurikulum, karakter siswa, dan keperluan guru; 2) Design, membuat storyboard terhadap produk yang akan dikembangkan; 3) Development, membuat produk sesuai rancangan; 4) Implementation, uji coba produk kepada ahli validator dan subjek penelitian. hasil uji kelayakan yang dilakukan oleh validator ahli media memperoleh hasil 87 persen, validator ahli materi 97 persen, hasil yang didapat dari uji kelayakan pada guru 95 persen dan hasil kelayakan yang dilakukan kepada siswa yaitu 87 persen. Maka media yang dikembangakan oleh peniliti dinyatakan layak.
Monitoring Deforestasi Mangrove di Kabupaten Belitung Timur Berbasis Citra Penginderaan Jauh Sentinel 2 dan Klasifikasi Random Forest Roman, Dwiky; Wijaya, Muhammad Sufwandika; Astuti, Ike Sari
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v9i1.18329

Abstract

Mangrove merupakan vegetasi yang akarnya menjalar dipermukaan, dan berada di muara sungai, dan pesisir. Hutan mangrove sangat penting keberadaannya karena merupakan sistem di dalam menyeimbangkan ekosistem di pesisir, dan muara sungai. Deforestasi hutan mangrove dari akibat alih fungsi lahan pada vegetasi mangrove menjadi ancaman bagi keberlanjutan kehidupan di wilayah pesisir, dan muara. Keberadaan vegetasi mangrove yang penting bagi Kabupaten Belitung Timur untuk menjaga dari abrasi, dan habitat satwa. Aktivitas manusia menyebabkan alih fungsinya hutan mangrove sehingga menimbulkan deforestasi. Aktivitas manusia menyebabkan alih fungsi berbentuk aktivitas pertambangan, dan budidaya tambak udang. Luasan hutan mangrove yang semakin berkurang dari aktivitas tersebut menyebabkan deforestasi. Hal ini akan menjadi ancaman kepunahan yang akan terjadi di masa depan. Monitoring mangrove sangat penting karena untuk melihat deforestasi luasan hutan mangrove yang berubah dari tahun 2017 ke tahun 2024. Data Sentinel 2 sangat berperan penting untuk data yang diolah untuk melihat keberadaan, dan luasan alih fungsi. Dengan menggunakan rumus Mangrove Vegetation Index (MVI) untuk mengetahui area vegetasi mangrove. Pengolahan data menggunakan cara Random Forest untuk menganalisis tingkat lanjut terhadap perubahan alih fungsi mangrove. Sehingga memudahkan dalam pemetaan terjadinya alih fungsi mangrove. Dilakukan juga survei lapangan (ground check) untuk validasi pada Area of Interest (AOI) yang dikaji.
Development of Baluran Ecotourism Learning Media Assisted by Google Sites on Biodiversity Materials Yanuar, Muhammad Risky; Mutia, Tuti; Suharto, Yusuf; Astuti, Ike Sari
Future Space: Studies in Geo-Education Vol. 2 No. 2 (2025): Future Space: Studies in Geo-Education
Publisher : CV Bumi Spasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69877/fssge.v2i2.69

Abstract

Technological developments in the industrial revolution 4.0 era are progressing rapidly, as is the world of education. Technological advances in the world of education are increasingly sophisticated by utilizing media as a learning aid. This study aims to develop a digital learning media, specifically the Baluran Ecotourism media supported by Google Sites, and to evaluate its feasibility and practicality in the context of geography education. The research employed the ADDIE instructional design model, comprising the stages of Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation, due to its systematic and iterative structure, which allows for continuous feedback and refinement throughout the development process. The data analysis incorporated both qualitative and quantitative descriptive approaches: qualitative analysis was conducted through expert feedback and open-ended responses, while quantitative analysis was based on questionnaire scores collected from validators, students, and teachers using a Likert-scale instrument. This research instrument is a material validation and media validation questionnaire, then a student and teacher response questionnaire after using the media. implementation was carried out on students and teachers of SMAN 1 Asembagus and received a positive response. The research results showed that material experts obtained results of 86% (very feasible) and media experts obtained results of 78% (very feasible). The results of student responses obtained an average of 87.9% (very practical). So it can be concluded that the Baluran Ecotourism learning media has been validated and is suitable for use by students and teachers in geography learning.
MONITORING FASE PERTUMBUHAN PADI DENGAN SENTINEL-2 DAN PENGARUH FAKTOR FISIK LINGKUNGANNYA Afifah, Nur; Astuti, Ike Sari
JURNAL GEOGRAFI Vol 13 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/geografi/vol13-iss2/3800

Abstract

Rice is a staple food for the majority of Indonesia's population. Therefore, monitoring of rice growth phase and rice phenology is important. Remote sensing technology with Sentinel-2 imagery is applied to quickly obtain data over a large area at PT. Sang Hyang Seri. The NDVI algorithm is used to monitor plant growth and is correlated with plant age to determine the growth phase of rice. The effect of rainfall, soil type and slope were correlated to the NDVI value and the differences in NDVI values were analyzed for the differences in these physical factors. The results showed that the trend of the NDVI value of the rice growth phase was in the form of a parabolic curve of the order-2. The age of rice is generally 110 days old. Land units are divided into 3, according to these physical factors (OATRAL, DFTRL, DFTTL). The factors of rainfall, soil type and slope have an effect on plant fertility, but have no significant effect on the age of rice plants. The duration of the nursery affects the age of rice planting.
Pemetaan Kebakaran Hutan di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Menggunakan Indeks BAIS2 dan NBR Afifah, Nur; Astuti, Ike Sari
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 9 No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v9i1.29078

Abstract

Kebakaran hutan di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru menimbulkan banyak dampak negatif. Diantaranya, banyak vegetasi yang mati, lahan menjadi gersang, dan dampak sosial ekonomi lainnya. Identifikasi area terbakar secara konvensional cukup sulit dan memakan banyak biaya untuk wilayah yang luas. Untuk itu, dilakukan penelitian dengan penginderaan jauh untuk memetakan area terdampak berdasarkan tingkat keparahan kebakaran di area TNBTS yang cukup luas. Penelitian ini menggunakan pendekatan multitemporal dengan membandingkan keakuratan dan efektivitas indeks kebakaran, yaitu NBR (Normalized Burned Ratio) dan BAIS2 (Burned Area Index for Sentinel-2). Tahap penelitian meliputi analisis citra sebelum dan sesudah kebakaran, kemudian dihitung selisih indeks dan indeks separabilitasnya dan dicari luasan tingkat keparahan kebakaran. Hasil menunjukkan bahwa Indeks BAIS2 lebih baik daripada NBR dalam mengidentifikasi kebakaran. Hal ini dilihat dari akurasi tertinggi pada kelas terbakar ringan indeks dBAIS2 sebesar 92,5%. Sedangkan, Indeks dNBR memiliki akurasi tertinggi 77,5% pada kelas yang sama. Hasil uji indeks separabilitas menunjukkan bahwa BAIS2 lebih baik dalam membedakan area terbakar dan tidak terbakar dibandingkan NBR. Indeks BAIS2 lebih baik dalam memetakan area terdampak kebakaran dengan luas total 5462,6 Ha sedangkan indeks NBR hanya merekam 3239,09 Ha.
Development of Baluran Ecotourism Learning Media Assisted by Google Sites on Biodiversity Materials Muhammad Risky Yanuar; Tuti Mutia; Yusuf Suharto; Ike Sari Astuti
Future Space: Studies in Geo-Education Vol. 2 No. 2 (2025): Future Space: Studies in Geo-Education
Publisher : CV Bumi Spasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69877/fssge.v2i2.69

Abstract

Technological developments in the industrial revolution 4.0 era are progressing rapidly, as is the world of education. Technological advances in the world of education are increasingly sophisticated by utilizing media as a learning aid. This study aims to develop a digital learning media, specifically the Baluran Ecotourism media supported by Google Sites, and to evaluate its feasibility and practicality in the context of geography education. The research employed the ADDIE instructional design model, comprising the stages of Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation, due to its systematic and iterative structure, which allows for continuous feedback and refinement throughout the development process. The data analysis incorporated both qualitative and quantitative descriptive approaches: qualitative analysis was conducted through expert feedback and open-ended responses, while quantitative analysis was based on questionnaire scores collected from validators, students, and teachers using a Likert-scale instrument. This research instrument is a material validation and media validation questionnaire, then a student and teacher response questionnaire after using the media. implementation was carried out on students and teachers of SMAN 1 Asembagus and received a positive response. The research results showed that material experts obtained results of 86% (very feasible) and media experts obtained results of 78% (very feasible). The results of student responses obtained an average of 87.9% (very practical). So it can be concluded that the Baluran Ecotourism learning media has been validated and is suitable for use by students and teachers in geography learning.
The effect of Google Earth Pro-assisted guided discovery learning on students' cognitive outcomes Rachma Aulia Hasan; Alfi Sahrina; Ike Sari Astuti; Galuh Maulidiyahwarti
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 2 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i2.91150

Abstract

Students' cognitive learning outcomes in Geography remain relatively low, as evidenced by the average class score, which has not yet met the Minimum Completion Criteria (KKM). This low learning outcome is influenced by the delivery of material that tends to be abstract without interactive media, making it difficult for students to understand spatial concepts. The Guided Discovery Learning model, supported by Google Earth Pro, is a solution because it allows students to explore geographic objects interactively and contextually, thereby stimulating active learning and fostering meaningful understanding. This study aims to analyze the effect of Guided Discovery Learning assisted by Google Earth Pro on students' cognitive learning outcomes. The method used is a quasi-experimental Post-test Only Control Group design across two classes: the experimental class and the control class, selected based on teacher recommendations. Data were collected through essay tests on cognitive learning outcomes in accordance with the learning objectives. The results of the study indicate a significant effect of the model, as evidenced by the post-test scores of the experimental class being higher than those of the control class. The Stimulation stage in Guided Discovery Learning is a research finding that influences learning outcomes by creating an interactive, contextual, and meaningful learning experience.   Abstrak Hasil belajar kognitif murid pada mata pelajaran Geografi masih tergolong rendah, terlihat dari rata-rata nilai kelas yang belum memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Rendahnya hasil belajar ini dipengaruhi oleh penyampaian materi yang cenderung abstrak tanpa media interaktif, sehingga murid kesulitan memahami konsep spasial. Model Guided Discovery Learning berbantuan Google Earth Pro hadir sebagai solusi, karena memungkinkan murid mengeksplorasi objek geografi secara interaktif dan kontekstual, sehingga merangsang keaktifan belajar dan meningkatkan pemahaman bermakna. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Guided Discovery Learning berbantuan Google Earth Pro terhadap hasil belajar kognitif murid. Metode yang digunakan adalah eksperimen semu (Quasi Experimental) dengan desain Post-test Only Control Group pada dua kelas, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol yang dipilih berdasarkan rekomendasi guru. Data dikumpulkan melalui tes esai hasil belajar kognitif sesuai dengan tujuan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan penggunaan model tersebut, dibuktikan dengan nilai post-test kelas eksperimen yang lebih unggul dibandingkan kelas kontrol. Tahap Stimulation dalam Guided Discovery Learning menjadi temuan penelitian yang mempengaruhi hasil belajar karena menciptakan pengalaman belajar interaktif, kontekstual, dan bermakna. Kata Kunci: Google Earth Pro; guided discovery learning; hasil belajar kognitif
Penguatan Pertanian Padi Berkelanjutan Melalui Sekolah Lapang dan Pelatihan Pembuatan Kompos serta Biopestisida di Desa Mendalanwangi, Kabupaten Malang, Jawa Timur Putra, Rivandi Pranandita; Wiwoho, Bagus Setiabudi; Astuti, Ike Sari; Dewi, Vita Ayu Kusuma; Rahma, Melati Julia; Wibowo, Novika Adi; Deffinika, Ifan; Herwanto, Mochammad Tri; Fitriana, Evi; Fauzan, Adhia Azhar; Azzahra, Shafira Putri; Mukarromah, Fithrotul; Firdaus, Mukhammad Gusti Kharisudin
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Patikala Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal PkM PATIKALA (On Progress)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Bakat Indonesia/Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/patikala.v6i1.5565

Abstract

Desa Mendalanwangi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang merupakan wilayah agraris yang masih menghadapi permasalahan berupa tingginya ketergantungan terhadap pupuk kimia serta belum optimalnya pemanfaatan limbah organik rumah tangga sebagai sumber bahan organik bagi lahan pertanian. Kondisi tersebut berpotensi menurunkan kualitas kesuburan tanah dan menghambat penerapan sistem pertanian yang berkelanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam mengelola limbah organik menjadi kompos serta memproduksi biopestisida berbahan alami sebagai alternatif pengelolaan lahan yang lebih ramah lingkungan. Kegiatan dilaksanakan pada hari Jumat, 17 Juli 2026 di Desa Mendalanwangi dengan melibatkan 10 orang petani yang ditetapkan oleh Pemerintah Desa Mendalanwangi sebagai peserta. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, diskusi interaktif, demonstrasi, dan praktik langsung pembuatan kompos serta biopestisida menggunakan bahan-bahan yang tersedia di lingkungan sekitar. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh peserta mampu mengikuti setiap tahapan praktik, memahami teknik dasar pembuatan kompos dan biopestisida, serta memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya pemanfaatan limbah organik dalam mendukung pertanian berkelanjutan. Kegiatan ini memberikan manfaat berupa peningkatan kapasitas petani dalam mengolah sumber daya lokal menjadi input pertanian yang bernilai guna serta mendorong penerapan praktik budidaya yang lebih ramah lingkungan. Pendampingan secara berkelanjutan diperlukan untuk memperluas adopsi teknologi dan memastikan penerapannya secara konsisten pada tingkat kelompok tani.