Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PELATIHAN HIDROPONIK, AKSI HIJAU WARGA: MERAKIT HIDROPONIK GUNA MEWUJUDKAN KETAHANAN PANGAN LOKAL Suyanto, Agus; Nurfitria, Rima; Widarti, Sri; Andayani, Sri; Setiawan, Setiawan; Suryani, Rini; Astar, Ismail; Dominikus Bancin, Hardi; Tutik Purwani Irianti, Agnes; Rahayu, Sri; Ellyta, Ellyta; Asti, Asti; Yuliana Ayen, Rosalina; Oktarianti, Sherly; Aini, Fitriana
Dianmas Bhakti: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 2 No 2 (2025): Dianmas Bhakti: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Panca Bhakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54035/dianmas.v2i2.595

Abstract

Hydroponic cultivation training was conducted for residents of Hydroponic cultivation training was conducted for 40 residents of Gang Kuini I Jeruju, West Pontianak District, aiming to address limited land availability and support local food security. This community service program utilized a participatory approach through socialization, hands-on training, and mentoring. The main issues addressed included narrow land constraints, lack of knowledge about modern agricultural technology, and community dependence on vegetable markets for daily needs. The training introduced wick system hydroponics using simple materials that were easy to implement in household yards. The methods included needs assessment, training preparation, technical socialization, hands-on hydroponic equipment construction, seedling planting, and post-training evaluation. Pre-test and post-test evaluation results showed significant improvements: knowledge aspect increased from 41% to 86%, and attitude aspect increased from 50% to 89%. Results showed that 88% of participants expressed interest in trying hydroponics, and 90% believed hydroponics supports local food security. This activity contributed positively toward household food security by enabling residents to produce fresh vegetables sustainably. The training fostered a green movement among residents while reducing household food expenditures and enhancing nutritional quality for families.
PERSEPSI PETANI PADI TERHADAP PENERAPAN KALENDER TANAM DI DESA RASAU JAYA 2 KECAMATAN RASAU JAYA KABUPATEN KUBU RAYA Youlla, Donna; Widarti, Sri; Ellyta, Ellyta
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 51, No 1 (2026)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v51i1.20609

Abstract

Kalender tanam merupakan alat penting bagi petani untuk menentukan waktu tanam optimal berdasarkan kondisi iklim dan cuaca. Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi petani padi terhadap penerapan kalender tanam di Desa Rasau Jaya 2, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, data dikumpulkan dari 30 petani padi melalui kuesioner terstruktur yang mengukur aspek kognitif, afektif, dan konatif persepsi. Hasil menunjukkan bahwa secara kognitif, 73,34% petani memahami fungsi kalender tanam. Secara afektif, petani menunjukkan keraguan terhadap kesesuaian iklim lokal (83,34% ragu-ragu) dan potensi peningkatan produksi (96,67% ragu-ragu). Secara konatif, 93,34% petani bersedia merekomendasikan kalender tanam kepada petani lain. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun petani memiliki pengetahuan memadai, keyakinan terhadap manfaat praktis masih rendah, sehingga diperlukan adaptasi spesifik lokasi dan pendampingan penyuluhan berkelanjutan.
PENGARUH KARAKTERISTIK PETANI TERHADAP EFEKTIVITAS KOMUNIKASI PENYULUH PERTANIAN PADA PENGGUNAAN BENIH PADI UNGGUL DI KABUPATEN KUBURAYA asti, asti; Kucan, Benedictus; Ellyta, Ellyta
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

The use of superior rice seeds is one of the strategic efforts to enhance productivity and food security. The effectiveness of extension communication plays a crucial role in the adoption of this technology at the farmer level. This study employed a numerical rating scale and multiple linear regression analysis. The results showed that extension communication in Kuburaya District was fairly effective, with an average score of 61.55. The majority of farmers were aged between 15 and 65 years, had elementary-level education, 20–35 years of farming experience, and an average land size of 0.5 to less than 1 hectare. The multiple linear regression analysis indicated that the variables of age (X1), formal education (X2), farming experience (X3), and land size (X4) simultaneously had a significant effect on the effectiveness of agricultural extension communication (Y).
CHALLENGES AND STRATEGIES FOR INCORPORATING GREEN SKILLS INTO TVET PROGRAMS: INSIGHTS FROM INDONESIAN UNIVERSITY PRACTICES Amal Fathullah; Laili Savitri Noor; Ellyta; Suslinawati; Ari Jumadi Kirnadi
International Journal of Teaching and Learning Vol. 1 No. 3 (2023): International Journal of Teaching and Learning (INJOTEL)
Publisher : Adisam Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The need for green skills in the workforce has become increasingly evident as the world faces pressing environmental challenges and the transformative impact of the Fourth Industrial Revolution. This abstract explores the challenges and strategies involved in integrating green skills into Technical and Vocational Education and Training (TVET) programs, with a focus on Indonesian university practices. Indonesia, a country with a burgeoning economy, is keenly aware of the importance of sustainability and environmental responsibility. Indonesian universities have embraced the task of equipping students with green skills to meet the demands of a rapidly changing job market. This abstract offers insights into how these universities address the challenges this endeavor poses. The challenges of incorporating green skills into TVET programs are multifaceted, including the need to update curricula, provide relevant training, and foster a culture of sustainability. Moreover, ensuring students are prepared for emerging industries and occupations in a rapidly evolving landscape is a considerable challenge. In response to these challenges, Indonesian universities are implementing various strategies. These strategies encompass curriculum revisions that integrate sustainability principles, hands-on training in green technologies, collaboration with industry partners, and promoting eco-consciousness among students. Universities also invest in research and development to advance green technologies and practices.
INNOVATIVE FINANCIAL STRATEGIES FOR LONG-TERM BUSINESS SUSTAINABILITY Loso Judijanto; Ellyta; Alfiana
INTERNATIONAL JOURNAL OF ECONOMIC LITERATURE Vol. 1 No. 8 (2024): INTERNATIONAL JOURNAL OF ECONOMIC LITERATURE (INJOLE)
Publisher : Adisam Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Innovative and sustainable financial management is a necessity for that want to survive and grow in the long term. The research method undertaken in this study is the study of literature by looking for literature related to the title of the investigation. Research finds that innovative financial strategies can be used to long-term business sustainability Through income diversification, prudent debt management, investment in R&D, partnerships, and the use of financial technology, companies can improve their financial stability and remain adaptable to changing business environments. In implementing this strategy, companies need to consider internal and external factors to long-term success.
Penyuluhan Pembuatan Pupuk Organik Cair, Pemasaran Online Pada Usaha Hidroponik Panti Asuhan Baitul Hikmah Kabupaten Kuburaya Ekawati, Ekawati; Rizieq, Rahmatullah; Ellyta, Ellyta; Masulili, Agusalim; Sutikarini, Sutikarini
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 11, No 2 (2022): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v11i2.63056

Abstract

Meningkatnya biaya produksi untuk kebutuhan nutrisi dan terbatasnya pemasaran sayuran hidroponik yang dihasilkan menjadi kendala yang dihadapi oleh usaha hidroponik panti asuhan Baitul Hikmah. Tujuan dari kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah: 1) Peningkatan pengetahuan mitra dalam membuat pupuk organik cair sebagai alternatif pendamping pupuk anorganik yang digunakan, dan 2). Peningkatan sistem pemasaran sayuran hidroponik melalui pemasaran online. Setelah dilakukan pelatihan pembuatan pupuk organik cair (POC), dipraktekkan cara pembuatannya POC serta ditunjukkan bahan-bahan yang harus dipersiapkan mendapat respon positif  dan antusias peserta. Hal ini terlihat dari seluruh peserta mengetahui dan paham membuat pupuk organik cair sendiri,  dan seluruh peserta atau 100% peserta tertarik untuk membuat pupuk organik cair karena prosesnya mudah dilakukan dan bahan-bahannya mudah didapat dan tersedia disekitar lingkungan panti. Manfaat lain yang diperoleh yaitu POC yang dihasilkan mempunyai nilai ekonomis karena bisa dijual, dapat mengurangi penggunaan pupuk anorganik yang selama ini digunakan sehingga mengurangi biaya produksi, POC ini diaplikasikan oleh mitra untuk mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia dan sebagai upaya untuk menjual produk hidrponik yang organik. Penjualan produk sayur hidroponik mitra yang sebelumnya dilakukan secara langsung kepada pengunjung dan langganan tetap, sekarang mulai meningkat dengan menggunakan pemasaran secara online melalui Instagram dan Facebook.Kata kunci : hidroponik; pupuk organik cair; panti asuhan; pemasaran online
PERSEPSI PETANI PADI TERHADAP PENERAPAN KALENDER TANAM DI DESA RASAU JAYA 2 KECAMATAN RASAU JAYA KABUPATEN KUBU RAYA Donna Youlla; Sri Widarti; Ellyta Ellyta
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 51 No 1 (2026)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v51i1.20609

Abstract

Kalender tanam merupakan alat penting bagi petani untuk menentukan waktu tanam optimal berdasarkan kondisi iklim dan cuaca. Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi petani padi terhadap penerapan kalender tanam di Desa Rasau Jaya 2, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, data dikumpulkan dari 30 petani padi melalui kuesioner terstruktur yang mengukur aspek kognitif, afektif, dan konatif persepsi. Hasil menunjukkan bahwa secara kognitif, 73,34% petani memahami fungsi kalender tanam. Secara afektif, petani menunjukkan keraguan terhadap kesesuaian iklim lokal (83,34% ragu-ragu) dan potensi peningkatan produksi (96,67% ragu-ragu). Secara konatif, 93,34% petani bersedia merekomendasikan kalender tanam kepada petani lain. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun petani memiliki pengetahuan memadai, keyakinan terhadap manfaat praktis masih rendah, sehingga diperlukan adaptasi spesifik lokasi dan pendampingan penyuluhan berkelanjutan.