Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

BENTUK-BENTUK PEMILIKAN LAHAN PETANI PADA USAHATANI PADI DI DESA SUNGAI AWAN KANAN KABUPATEN KETAPANG Donna Youlla; Tengku Riska Eka Putri; Ellyta Ellyta
Jurnal Inovasi Penelitian Vol 3 No 2: Juli 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jip.v3i2.1832

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk pemilikan lahan petani terhadap produksi padi di Desa Sungai Awan Kanan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 36 petani padi yang tersebar merata pada tiap bentuk pemilikan lahan dari keseluruhan populasi sebanyak 57 petani padi. Analisi data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi multiples (berganda) dengan menggunakan SPSS dan fungsi produksi Cobb- Douglas, Uji-F dan Uji-T Hitung, digunakan untuk mengestimasikan fungsi produksi. Variabel yang digunakan dalam model regresi adalah lahan milik sendiri, lahan sewa, dan lahan bagi hasil. Variabel yang digunakan dalam model terdiri dari jenis faktor produksi dan bentuk pemilikan lahan . Variabel faktor produksi terdiri dari bentuk pemilikan Lahan (X1), luas lahan (X2), benih (X3), pupuk NPK (X4), pupuk Urea (X5), tenaga kerja (X6), sewa mesin (X7). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa lahan milik sendiri memiliki produktivitas tertinggi, kemudian diikuti oleh lahan sewa dan lahan bagi hasil, Hasil uji koefisien determinasi menunjukan bahwa kemampuan model bentuk pemilikan lahan (X1), luas lahan (X2), benih (X3), pupuk NPK (X4), pupuk Urea (X5), tenaga kerja (X6), dan sewa mesin (X7)) dalam mempengaruhi hasil produksi padi menunjukan hampir semua faktor yang mempengaruhi hasil produksi padi terpenuhi. Sehingga disarankan untuk memperhatikan ketujuh faktor yang diteliti untuk meningkatkan produksi
The Assistance For Composing House Management in Khajuma Community Self-Subsistent Agency Siantan Hilir Sub District: Pendampingan Pengelolaan Rumah Kompos di Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Khajuma Kelurahan Siantan Hilir Donna Youlla; Lathifah Khairani; Ellyta Ellyta
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (721.108 KB) | DOI: 10.35877/454RI.mattawang1027

Abstract

The Community Self-Subsistent Agency (BKM) is one of the village-level social institutions established by the government. The function of BKM is to help the poor in dealing with the problem of poverty through empowerment programs from the government, so that they are able to carry out activities to meet their daily needs. This Community Service (PKM) activity is in collaboration with BKM Khajuma which is located on Jalan Khatulistiwa, Siantan Hilir Village. The objectives of this activity are: 1) to utilize organic waste from plant residues that exist among community, 2) to conduct training on making Local Micro Organisms (MOL), 3) to manage existing compost houses so that they become better. The implementation of this service is focused on several activities which include organic waste management such as sorting organic and inorganic waste, demonstrations of making Local Micro Organisms (MOL) from fruit and vegetable waste, as well as assistance in managing the compost house that was just built in the BKM area. While the specific target to be achieved is that there will be an increase in the knowledge and skills of the community, especially with the compost house in their midst. Abstrak Badan Keswadyaan Masyarakat (BKM) merupakan salah satu lembaga kemasyarakatan tingkat Kelurahan yang dibentuk oleh pemerintah. Fungsi BKM yaitu untuk membantu masyarakat miskin dalam menghadapi masalah kemiskinan melalui program pemberdayaan dari pemerintah, agar mereka mampu melakukan aktifitas untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bekerjasama dengan BKM Khajuma yang bertempat di Jalan Khatulistiwa, Kelurahan Siantan Hilir. Tujuan dari kegiatan ini adalah : : 1) untuk memanfaatkan sampah organik sisa tanaman yang ada di masyarakat, 2) untuk melakukan pelatihan pembuatan Mikro Organisme Lokal (MOL), 3) untuk mengelola Rumah Kompos yang telah ada sehingga menjadi lebih baik. Pelaksanaan pengabdian ini dititikberatkan pada beberapa kegiatan yang meliputi pengelolaan sampah organik seperti pemilahan sampah yang organik dan yang anorganik, demonstrasi pembuatan Mikro Organisme Lokal (MOL) dari bahan sisa buah-buahan dan sayuran, serta pendampingan pengelolaan rumah kompos yang baru saja dibangun di wilayah BKM Khajuma ini. Sedangkan target khusus yang ingin dicapai yaitu adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat khususnya dengan adanya Rumah Kompos di tengah-tengah mereka.
The Reducing Household Waste by Utilizing Used Cooking Oil into Soap for Housewives in Pontianak City: Pengurangan Limbah Rumah Tangga Dengan Pemanfaatan Minyak Jelantah Menjadi Sabun Bagi Ibu Rumah Tangga Di Kota Pontianak Donna Youlla; Sri Widarti; Ellyta Ellyta
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.mattawang1553

Abstract

Housewives (IRT) in the family have a very active role in their families. Used cooking oil or used cooking oil is waste left over from cooking activities carried out by housewives. So far, used cooking oil has never been used to make other materials, and is generally just thrown away so that over time it will damage the environment around us. This community service aims to utilize waste cooking oil into items that can be reused and have use value. The training on using used cooking oil in soap that was developed among housewives in Pontianak city, especially in Akcaya Village, South Pontianak District, is expected to be applied by IRT so that used cooking oil is no longer a wasted material, but can become a material that can be used. The soap produced can be used alone or later can also be traded so that it will increase family income. Abstrak Ibu-ibu Rumah Tangga (IRT) di dalam keluarga punya peran yang sangat aktif di dalam keluarganya. Minyak goreng bekas atau minyak jelantah adalah limbah tersisa dari aktifitas memasak yang dilakukan oleh para ibu rumah tangga. Minyak jelantah selama ini belum pernah dimanfaatkan menjadi bahan lain, dan umumnya hanya dibuang saja sehingga lama kelamaan akan merusak lingkungan di sekitar kita. Pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah minyak jelantah menjadi barang yang dapat digunakan kembali serta mempunyai nilai guna. Pelatihan pemanfaatan minyak jelantah menjadi sabun yang dikembangkan di kalangan ibu rumah tangga di kota Pontianak khususnya di Kelurahan Akcaya, Kecamatan Pontianak Selatan diharapkan dapat diaplikasikan oleh IRT sehingga minyak jelantah tidak lagi menjadi bahan yang terbuang, melainkan dapat menjadi bahan yang dapat digunakan. Sabun yang dihasilkan dapat dipergunakan sendiri atau nantinya dapat pula diperjualbelikan sehingga akan menambah pendapatan keluarga.
PENDAMPINGAN PERTANIAN TERHADAP PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA PETANI KACANG PANJANG DI DESA RASAU JAYA I KABUPATEN KUBU RAYA Ellyta Ellyta; Erpina Sartika Dewi
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 48, No 2 (2023)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v48i2.11145

Abstract

Penyuluhan pertanian memiliki keterkaitan yang penting dengan peningkatan produksi pertanian. Di bidang pertanian, kegiatan produksi memposisikan tenaga kerja petani menjadi bagian factor produksi penting karena petani yang melakukan proses produksi di lahan usaha tani. Sebagai upaya memberdayakan masyarakat tani maka dalam kegiatan penyuluhan diupayakan pemberikan peningkatan pengetahuan, sikap, dan keahlian dengan harapan akan terjadi peningkatan produktivitas dari usahatani. Riset ini bertujuan  menganalisis keterkaitan penyuluh pertanian dengan kemampuan pelaku utama pertanian memproduksi kacang panjang. Cara analisis yang digunakan untuk melihat keterkaitan dengan produktivitas digunakan uji Chi Square. Sampel dalam penelitian diambil sebanyak 31 petani responden. Variabel pada riset ini yaitu karakteristik responden, kegiatan penyuluhan pertanian, dan produktivitas tenaga kerja petani. Berdasarkan hasil riset tidak terdapat keterkaitan antara pendampingan penyuluh dengan produktivitas tenaga kerja petani kacang panjang yang disebabkan oleh waktu kegiatan kunjungan dan metode penyuluhan yang kurang efektif, serta petani responden kurang mengerti materi yang diberikan oleh penyuluh.
ZERO WASTE DENGAN PENGOLAHAN SAMPAH BASAH RUMAH TANGGA MENJADI KOMPOS Sigit Sugiardi; Ellyta Ellyta
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 2, No 1 (2021): Maret
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat UKIM Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37429/mjppm.v2i1.546

Abstract

Kegiatan ini berdasarkan pada persoalan yang dihadapi mitra masyarakat yaitu menumpuknya sampah rumah tangga di lingkungan sekitar rumah yang menimbulkan polusi. Masih rendahnya kesadaran masyarakat memilah sampah dan mengolah sampah basah menjadi dasar untuk diadakannya kegiatan pengabdian pada masyarakat. Tujuan kegiatan pengabdian pada masyarakat adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta sasaran mengenai jenis sampah dan pengolahan sampah basah. Metode yang dipakai dalam kegiatan ini adalah penyuluhan dan pelatihan. Sebelum diberikan penyuluhan kepada peserta, dilakukan pengujian pengetahuan dengan Pre test dan Post Test. Dari hasil pre tes diperoleh rata-rata penilaian sebesar 0,41. Setelah dilakukan penyuluhan dan pelatihan pembuatan kompos dilakukan kembali pengujian tingkat pengetahuan peserta dan setelah kegiatan diperoleh rata-rata penilaian sebesar 0,94. Hal ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai pengelolaan sampah basah rumah tangga. Selain peningkatan pengetahuan, respon dari peserta berupa diskusi dan antusiasme peserta dalam mengikuti dan ikut berpartisipasi dalam kegiatan menunjukkan ketercapaian tujuan kegiatan penyuluhan dan pelatihan. Hasil yang didapatkan adalah adanya peningkatan pengetahuan masyarakat sasaran mengenai jenis-jenis sampah dan penambahan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan sampah basah rumah tangga menjadi kompos. Sampah yang berasal dari masyarakat kembali dapat digunakan oleh masyarakat merupakan salah satu aplikasi dari konsep zero waste.
EKONOMI KREATIF BONSAI KELAPA BAGI MASYARAKAT DESA SUNGAI KUPAH KUBU RAYA Ellyta Ellyta; Sri Widarti; Donna Youlla
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 2, No 2 (2021): September
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat UKIM Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37429/mjppm.v2i2.678

Abstract

Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kreatifitas mitra mengolah produk berbahan baku kelapa sehingga menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan dapat bernilai ekonomis. Metode yang dipakai dalam kegiatan ini adalah penyuluhan dan pelatihan. Sebelum diberikan penyuluhan kepada peserta, dilakukan pengujian pengetahuan dengan Pre test dan Post Test. Dari hasil pre tes diperoleh rata-rata penilaian sebesar 0,35. Setelah dilakukan penyuluhan dan pelatihan pembuatan kompos dilakukan kembali pengujian tingkat pengetahuan peserta dan setelah kegiatan diperoleh rata-rata penilaian sebesar 1,00. Hal ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai jenis-jenis kelapa bahan baku bonsai dan mengolah buah kelapa menjadi bonsai. Selain peningkatan pengetahuan, respon dari peserta berupa diskusi dan antusiasme peserta dalam mengikuti dan ikut berpartisipasi dalam kegiatan menunjukkan ketercapaian tujuan kegiatan penyuluhan dan pelatihan. Hasil yang didapatkan adalah adanya peningkatan pengetahuan mitra dalam pengolahan buah kelapa menjadi bonsai dan penambahan kreatifitas mitra membuat bonsai kelapa.
Sustainability of Adoption of New Improved Rice Variety Innovation in West Kalimantan Coastal Areas: Review of Social and Cultural Aspects Bancin, Hardi Dominikus; Ekawati, Ekawati; Rizieq, Rahmatullah; Ellyta, Ellyta
Agro Ekonomi Vol 35, No 1 (2024): JUNE 2024
Publisher : Department of Agricultural Socio-Economics Faculty of Agriculture Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ae.84364

Abstract

As a staple food in Indonesia, rice has significant socio-economic value, especially in regions such as West Kalimantan. However, the variability of rice production poses a challenge to food security and economic stability. This study assesses the sustainability of the adoption of new improved rice varieties (VUBs) in West Kalimantan, focusing on social and cultural aspects using Multi-Aspect Sustainability Analysis (MSA). Focus group discussions and expert interviews were used to identify important factors affecting VUB adoption. The results indicated a sustainable adoption status (54.17%), with potential for improvement (58.33%) in the future. Farmer education emerged as the most sensitive factor, highlighting the need for educational interventions to improve technology access and adoption. In addition, farmers' knowledge of VUB, culture of mutual cooperation, the absence of social conflict, and positive consumer preference for VUB rice are also critical for adoption. Recommendations include targeted educational interventions, improved knowledge dissemination strategies, consideration of the cultural context, conflict management approaches, and market-oriented strategies to sustainably increase VUB adoption. Addressing these factors can contribute to sustainable agriculture and rural development in West Kalimantan and similar contexts, ensuring long-term benefits for farmers and food security.
Biopharma As a Potential Business for Urban Communities and Preservation of Community Heritage in Singkawang City: Biofarmaka sebagai Usaha Potensial Masyarakat Urban dan Pelestarian Warisan Masyarakat di Kota Singkawang Ellyta, Ellyta; Ekawati; Rizieq, Rahmatullah; Bancin, Hardi Dominikus
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.mattawang3729

Abstract

Nowadays, urbanites are faced with various health challenges, such as stress, pollution, and unhealthy lifestyles. Natural-based prevention and treatment are one of the solutions. Efforts can be made to provide information and education to urban communities about biopharma and its benefits. The increasing public awareness of health also affects the use of herbal medicines derived from plants in a traditional way. The implementation method used in this activity is lecture, discussion, and practice. The utilization of home yards with the cultivation of biopharma plants can provide benefits to urban communities, as seen from the motivation of partners to try to process biopharma plants by processing them, and can be a potential business for urban communities. In addition, the utilization of biopharmaceutical plants is one of the efforts to preserve ancestor's heritage in terms of medicine.
BAURAN PEMASARAN DAN KEPUTUSAN PEMBELIAN DUNKIN’ DI KOTA PONTIANAK Pamela, Pamela; Ellyta, Ellyta; Widarti, Sri
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 9, No 1: Juni 2025
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v9i1.1724

Abstract

Dunkin’ merupakan salah satu toko kue dan roti di Pontianak yang telah lama berdiri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan bauran pemasaran dan keputusan pembelian Dunkin di Kota Pontianak. Penelitian dilakukan dengan metode kuantitatif, dengan menggunakan teknik convenience sampling terhadap 100 orang responden. Variabel bauran pemasaran yang memiliki hubungan dan signifikan dengan keputusan pembelian yaitu produk, people, dan physical evidence. Variabel yang memiliki hubungan yang kuat dan signifikan yaitu produk. Oleh karena itu, manajemen Dunkin’ dapat melakukan inovasi di bidang produk.
Empowerment of Retired Citizens with The Utilization of Used Tires as A Street Bump: Pemberdayaan Warga Purna Tugas Dengan Pemanfaatan Ban Bekas sebagai Street Bump Ellyta, Ellyta; Widarti, Sri; Youlla, Donna
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.mattawang1798

Abstract

Densely populated settlements experience a classic problem in terms of transportation, namely the speed of vehicles. The problem faced by residents is the risk of danger by residents due to motorists and cars crossing the road at high vehicle speeds. This service aims to increase partners' knowledge and provide skills for retired residents to use used tires to reduce vehicle speed. The implementation method involves the full participation of the community. Activities carried out with lectures, discussions, and demonstrations. Community Service Activities' findings have increased partners' knowledge by 90%. In addition, there are also social impacts in the form of a sense of security and comfort for residents. This can be seen from the addition of the installation of speed bumps from used tires with self-help funds and self-help workers. Full participation from partners from planning to activity evaluation shows that this activity positively impacts the community. Abstrak Pemukiman padat penduduk mengalami masalah klasik dalam hal transportasi yaitu kecepatan kendaraan yang melintas. Permasalahan yang dihadapi Warga RT 003 RW 020 Jalan Nawawi Hasan 1 Perumnas 2 Kelurahan Sungai Beliung adalah resiko bahaya yang dialami warga akibat pengendara baik motor maupun mobil yang melintasi jalan tersebut dengan kecepatan kendaraan tinggi. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk menambah pengetahuan mitra dan memberikan keterampilan untuk warga purna tugas memanfaatkan ban bekas untuk mengurangi laju kendaraan. Metode pelaksanaan dengan melibatkan partisipasi penuh masyarakat. Kegiatan dilaksanakan dengan cermah, diskusi, dan demonstrasi. Temuan dari Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat terjadi peningkatan pengetahuan kepada mitra sebesar 90%. Selain itu terjadi pula dampak sosial berupa rasa keamanan dan kenyamanan warga. Hal ini dapat dilihat dari penambahan pemasangan polisi tidur dari ban bekas dengan dana swadaya dan tenaga swakarya. Partisipasi penuh dari mitra baik dari perencanaan sampai dengan evaluasi kegiatan menunjukkan kegiatan ini memberikan dampak positif bagi masyarakat.