Claim Missing Document
Check
Articles

PERSEPSI WISATAWAN TERHADAP TRADISI MAKAN BEDULANG SEBAGAI WISATA GASTRONOMI DI BELITUNG TIMUR Hajiman, Hajiman; Ningsih, Caria; Turgarini, Dewi
Jurnal Industri Parawisata Vol 4 No 1 (2021): Jurnal Industri Pariwisata JULY 2021
Publisher : Universitas Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/pariwisata.v4i1.414

Abstract

Fokus penelitian ini membahas mengenai nilai gastronomi yang terdapat pada tradisi makan bedulang dan mengukur persepsi wisatawan serta strategi pengembangan wisata gastronomi di Kabupaten Belitung Timur. Tujuan dari penelitian ini untuk melakukan dokumentasi tertulis dalam rangka melestarikan tradisi makan bedulang yang bisa dimanfaatkan sebagai sebuah wisata gastronomi. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan mix methods. Wawancara dilakukan dengan salapan cinysu dan menyebar kuesioner kepada 100 responden yaitu wisatawan yang sudah atau sedang berwisata di Kabupaten Belitung Timur dan dianalisis menggunakan uji hipotesis dan analisis SWOT.  Hasil dari penelitian ini menunjukan nilai-nilai gastronomi yang terkandung pada tradisi makan bedulang, faktor internal dan eksternal persepsi wisatawan berpengaruh positif dan signifikan baik secara parsial maupun bersama-sama terhadap aspek-aspek persepsi wisatawan dan menghasilkan 9 strategi untuk pengembangan tradisi makan bedulang sebagai wisata gastronomi di Kabupaten Belitung Timur, kemudian dilakukan perancangan rute dan paket wisata gastronomi sebagai bentuk dari pemanfaatan tradisi makan bedulang sebagai wisata gastronomi di Kabupaten Belitung Timur.
POTENSI JAWADAH TAKIR SEBAGAI ATRAKSI WISATA GASTRONOMI DI DESA PANJALU KECAMATAN PANJALU KABUPATEN CIAMIS Sinthiya, Karina; Ningsih, Caria; Turgarini, Dewi
Jurnal Industri Parawisata Vol 4 No 1 (2021): Jurnal Industri Pariwisata JULY 2021
Publisher : Universitas Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/pariwisata.v4i1.415

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan dokumentasi tertulis pengembangan dari Jawadah Takir yang dapat digunakan sebagai atraksi wisata gastronomi. Objek pada penelitian ini yaitu Jawadah Takir. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan metode campuran. Wawancara dilakukan dengan salapan cinyusu dan menyebarkan kuesioner kepada 100 responden wisatawan yang pernah berwisata ke Desa Panjalu dan mencicipi Jawadah Takir kemudian dianalisis menggunakan pengujian hipotesis dan analisis SWOT. Hasil penelitian ini diketahui bahwa Jawadah Takir merupakan makanan buhun khas Panjalu yang muncul di Dusun Garahang dan sudah lama turun-temurun sejak 100 tahun yang lalu hingga sekarang. Jawadah Takir juga memiliki filosofi, tradisi dan sosial yang melekat dengan kebudayaan Sunda. Jawadah Takir memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai atraksi wisata gastronomi karena terikat dengan adanya budaya masyarakat daerah Panjalu. Faktor-faktor Daya Tarik Wisata memiliki pengaruh positif dan signifikan secara bersama pada Daya Tarik Desa Panjalu sebagai wisata gastronomi Jawadah Takir dan menghasilkan 9 strategi untuk pengembangan Jawadah Takir sebagai atraksi wisata gastronomi di Desa Panjalu.
Digital-Based Sustainable Gastronomic Heritage Educational Tourism in Cibuluh Village, Subang Regency, West Java Province Turgarini, Dewi; Setyorini, Heri; Kusumah, Ahmad Galih Hudaiby; Ningsih, Caria; Gitasiswara, .; Rahmasari, Annisa Aulia; Wiriadi, Reyfan Triansyah
Gastronomy Tourism Journal Vol 12, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gastur.v12i1.85341

Abstract

Cibuluh Village in Subang Regency in West Java Province is a leading village in West Java because of its cultural wealth and natural tourism, but cultural tourism based on sustainable gastronomy approach studies has not been carried out. Researchers are trying to do community service to develop special interest educational tourism to integrate the use of digital technology for education, cultural preservation, and gastronomy simultaneously. As well as researching the sustainability of economic and cultural aspects through a digital tourism model in Cibuluh Village in particular. The analysis uses the theory of cultural heritage, gastronomy components, educational tourism, sustainable tourism development, tourist interest, digitalization, community participation. The results of the study are that Cibuluh Village has great potential in local gastronomic cultural heritage that is distinctive and authentic, both in terms of local food ingredients, traditional processing techniques, and cultural values contained in its culinary practices. Then the Cibuluh Village Community showed enthusiasm and initial readiness to participate in the development of gastronomic educational tourism, although capacity building is still needed in the aspects of education, hospitality, and digitalization. Digitalization is a key factor in expanding the reach of village gastronomy tourism promotion and marketing. However, the limitations of digital literacy and ICT infrastructure are currently challenges that must be overcome through ongoing training and technical support. There are potential tourists (especially from big cities) showing high interest in local culinary interaction and education-based tourism experiences, with a preference for authentic, sustainable experiences that have not been touched by mass tourism. The development of gastronomic educational tourism in Cibuluh Village must be based on the principle of sustainability, namely by actively involving local communities, maintaining cultural authenticity, and utilizing technology wisely to support conservation and promotion. Therefore, multi-party synergy is needed between village communities, local governments, universities, creative industry players, and digital platforms to ensure that this initiative not only has an economic impact, but also socially, culturally, and ecologically in the long term.
Preferensi Muslim Friendly Gastronomi di Kota Ho Chi Minh Vietnam Pardon, Abdul Aziz; Caria Ningsih; Dedy Setiyawan; Mayadhisa Ardhita
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal ALTASIA (Agustus)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v7i2.10661

Abstract

Pertumbuhan jumlah wisatawan Muslim yang berkunjung ke Ho Chi Minh City, khususnya dari Indonesia dan Malaysia, belum diimbangi dengan ketersediaan restoran halal bersertifikat dan informasi kuliner yang memadai. Kondisi ini menimbulkan kesenjangan antara potensi pasar wisatawan Muslim dan kesiapan infrastruktur gastronomi halal di kota tersebut. Permasalahan utama penelitian ini adalah minimnya sertifikasi halal, kurangnya segregasi bahan halal dan non-halal, serta keterbatasan promosi kuliner halal yang membuat wisatawan ragu mengonsumsi makanan lokal. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi preferensi wisatawan Muslim terhadap gastronomi halal dengan fokus pada infrastruktur pendukung, persepsi makanan, kenyamanan konsumsi, dan aksesibilitas. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, karena sesuai untuk memahami fenomena secara mendalam pada konteks tertentu. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara semi-terstruktur dengan pelaku usaha kuliner, serta survei terhadap wisatawan Muslim yang sedang berkunjung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar wisatawan tidak yakin terhadap kehalalan makanan yang tersedia akibat minimnya sertifikasi dan informasi yang jelas. Wisatawan cenderung memilih makanan internasional atau memasak sendiri untuk menghindari keraguan. Simpulan penelitian menegaskan perlunya peningkatan sertifikasi halal, edukasi pelaku usaha, dan promosi gastronomi halal berbasis budaya lokal Vietnam. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya adalah mengkaji persepsi pelaku usaha lokal terhadap penerapan standar halal dan menganalisis potensi kolaborasi lintas negara dalam pengembangan wisata gastronomi halal. Keterbatasan penelitian ini terletak pada jumlah responden yang terbatas dan cakupan wilayah yang hanya meliputi pusat kota Ho Chi Minh.
Analisis SWOT: Faktor Internal dan Eksternal pada Pengembangan Usaha Agrowisata (Studi Kasus di Kopi Luwak Cikole, Kabupaten Bandung Barat) Gessalofa, Rajasa; Turgarini, Dewi; Ningsih, Caria
Destinesia : Jurnal Hospitaliti dan Pariwisata Vol. 5 No. 1: September 2023
Publisher : Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31334/jd.v5i1.3384

Abstract

The West Bandung Regency is recognized as a prominent tourism destination, with a geographical setting highly conducive to agrotourism development. Among its attractions, Kopi Luwak Cikole stands out for its unique product offerings and the distinctive experiences it provides to visitors. By conducting a SWOT analysis, this research aims to facilitate the development of Kopi Luwak Cikole as an agrotourism destination. The objective is to identify the internal and external factors influencing its growth in the West Bandung Regency. Employing a qualitative method with a case study approach, data processing involves Internal Factor Environment (IFE) analysis to pinpoint strengths to leverage and weaknesses to address, along with External Factor Environment (EFE) analysis to identify opportunities to exploit and threats to mitigate. The scores derived from the IFE and EFE matrices are analyzed and categorized, resulting in an internal factor score of 2.84 and an external factor score of 2.9. Both scores exceed the threshold of 2.5, indicating that the company is in a robust internal and external position. Consequently, the company demonstrates above-average capabilities to capitalize on strengths and opportunities, rectify weaknesses, and proactively address potential threats.    
Skala Pengunjung: Persepsi Berkelanjutan Lingkungan dalam acara MICE : Studi tematik analisis Romizal, Alba; Ningsih, Caria
Jurnal Ilmiah Ilmu Pariwisata Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Kajian Pariwisata
Publisher : LPPM STP ARS Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/jiip.v5i2.1372

Abstract

Industri pameran yang berkembang pesat namun tidak memperhatikan lingkungan maka dari itu peneliti tertarik akan membahas Persepsi Environmental Sustainable dalam penelitian ini menggunakan lima teori yaitu TCR, RES, RRE, GFB, DAN SCS. Karena Baby and Kids Expo telah lama menjadi event yang dikunjungi oleh pengunjung dengan jumlah pengunjung mencapai sepuluh ribu orang dan diselenggarakan setiap dua tahun sekali selama pameran baby and kids berlangsung belum peduli dengan dampak lingkungan yang dihasilkan, maka peneliti akan menggali Persepsi Environmental Sustainable dengan menggunakan pendekatan kualitatif untuk melakukan analisis tematik dengan membagi kedalam lima kode dan ditanyakan melalui tahap wawancara terhadap pengunjung pameran Baby and Kids. Pengunjung pameran diambil 20 narasumber yang telah mengikuti pameran berdasarkan temuan tersebut, peneliti menemukan bahwa TCR dan RES telah diaplikasikan pada event pameran baby and kids. Sedangkan 3 kode yang dibuat oleh peneliti belum diterapkan pada pameran baby and kids expo yaitu RRE, GFB, SCS padahal ini akan membentuk Persepsi Berkelanjutan Lingkungan pada pameran baby and kids. Bagi peneliti selanjutnya, penelitian ini dapat dilakukan di tempat lain dengan skala yang lebih luas agar dapat meningkatkan kesadaran akan kelestarian lingkungan.
Mediation of Business Competency on The Effect of Culinary MSME Incubation Training on Business Success Rizky, Fahmi Muhamad; Ningsih, Caria
Journal of Mandalika Review Vol. 5 No. 1 (2026): Journal of Mandalika Review
Publisher : Politeknik Pariwisata Lombok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55701/mandalika.v5i1.300

Abstract

Introduction: Culinary MSMEs are the most popular businesses for tourism and creative economy businesses in Indonesia. The high public interest in culinary businesses is supported by government support, one of which is the Culinary Incubation organized by the Indonesian Ministry of Tourism and Creative Economy. This study aims to examine the extent to which the role of business competency in mediating the effect of Culinary Incubation training on business success. Business competence was chosen as a mediator because it is a key factor linking training to business success, where increased competence through training can encourage entrepreneurs to manage their business more effectively and innovatively. Methodology: The research approach used is a quantitative approach with data collection techniques through questionnaires distributed via e-form, The population in the study were all 30 participants of the Borobudur Culinary Incubation training, so that the entire population was sampled in this study. The data analysis technique uses the partial least square model (PLS-SEM) with the SmartPLS 4.0 program. Findings: The results of this study indicate (1) training has a significant positive effect on business success, (2) training has a significant positive effect on business competency, (3) business competency has a significant positive effect on business success, and (4) business competency mediates positively and significantly on the effect of training on business success. Conclusion: The results of this study can be a reference for culinary MSMEs and training organizers in improving business competencies and business success. This study contributes to the literature by validating the mediating role of business competency in the MSME incubation context, particularly in Indonesia's culinary sector. Beyond empirical validation, this research provides a novel perspective by highlighting business competency as a critical mechanism that links incubation training to sustainable business success, thereby enriching human capital theory and offering a theoretical contribution to entrepreneurial learning in emerging economies.