Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PERANAN MEDIA GAMBAR (VISUAL) DALAM MENINGKATKAN KONSENTRASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PKn DI SMPN 1 SUNGGUMINASA KABUPATEN GOWA ANDI SRI WAHYU WANTI; HASNAWI HARIS
Jurnal Tomalebbi Volume II, Nomor 2, September 2015
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.358 KB) | DOI: 10.56680/jt.v2i2.1712

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Peranan media gambar (visual) dalam meningkatkan konsentrasi belajar siswa  pada mata pelajaran PKn di SMPN 1 Sungguminasa kabupaten Gowa. (2) Faktor-faktor yang menghambat guru dalam menggunakan media visual pada pada mata pelajaran PKn di SMPN 1 sungguminasa kabupaten Gowa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, peranan media gambar (visual) dalam meningkatkan konsentrasi siswa, dan faktor- faktor yang menghambat guru dalam penggunaan media pembelajaran pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di sekolah Menegah Pertama Negeri 1 Sungguminasa Kabupaten Gowa.  Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan mengambil sampel sebanyak 121 peserta didik, dengan teknik sampel praporsi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, angket, wawancara, dan dokumen. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Peranan media gambar (visual) dalam meningkatkan konsentrasi belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan dan Kewarganegaraan di sekolah Menegah Pertama Negeri 1 Sungguminas Kabupaten gowa, ialah (a) adanya penyebaran informasi secara meluas dan merata sesuai dengan yang direncanakan, (b) memudahkan guru dalam menyajikan atau menyampaikan materi yang akan disampaikan dan peserta didik lebih mudah menyerap materi yang disampaikan, (c) mampu menarik perhatian peserta didik sehinggah dapat tercapainya proses pembelajaran yang efektif, dan (d) merangsang pemikiran peserta didik untuk ikut memberikan tanggapan atau argument. (2) Faktor penghambat yang dialami guru dalam menggunakan media pembelajaran antara lain: (a) Faktor kurangnya dana, (b) Faktor waktu yang tersedia tidak cukup, (c) Faktor  kondisi peserta didik, (d) Kemampuan pendidik atau Guru dan, (e) Kendala Penggunaan Media pembelajaran .KATA KUNCI: Media gambar (visual), konsentrasi, mata pelajaran PKn
Pelatihan E-Commerce dan Inovasi Pengemasan Bakul Lontar bagi Kelompok Tani Gula Aren Desa Umpungeng Kabupaten Soppeng Rusdi Rusdi; Muh Said; Hasnawi Haris; Dalilul Falihin; Sagita Ramadhana
Humanis Vol 25, No. 1, (2026) : Januari-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/humanis.v25i1.85883

Abstract

This community service program aimed to improve the capacity of the Palm Sugar Farmers Group in Umpungeng Village, Soppeng Regency, in product packaging and digital marketing. The main problems faced by the partner were limited market access, dependence on local traders, lack of packaging innovation, and limited skills in managing online stores. The program was implemented through partner coordination, needs identification, training on lontar basket packaging, digital marketing training, online store development practice, and mentoring in managing products on e-commerce platforms. The activity involved members of the farmers group, particularly lontar basket artisans and palm sugar producers. The results showed an improvement in the participants’ skills in producing more attractive, environmentally friendly, and locally based lontar basket packaging. In addition, participants were able to create online store accounts, upload product photos, write product descriptions, and understand digital promotion strategies through e-commerce platforms. The program also encouraged broader market access for palm sugar products, although challenges remained in terms of internet access and participants’ adaptation to new technology. Therefore, this program contributed to strengthening entrepreneurial capacity, improving local product competitiveness, and increasing the marketing independence of the farmers group.