Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Potensi Penyimpanan Karbon pada Lamun Thalassia Hempricii di Perairan Tanggetada, Kabupaten Kolaka Ilham Antariksa Tasabaramo; Riska; Laode Abdul Fajar Hasidu; Aditya Hikmat Nugraha; Hasan Eldin Adimu; Maharani; Putri Cahyani
JSIPi (JURNAL SAINS DAN INOVASI PERIKANAN) (JOURNAL OF FISHERY SCIENCE AND INNOVATION) Vol 7 No 1 (2023): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Publisher : Pascasarjana Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsipi.v7i1.76

Abstract

Thalassia hempricii merupakan lamun yang memiliki sebaran dan kerapatan yang tinggi di perairan Kecamatan Tanggetada. Beberapa studi mengatakan, lamun ini memiliki kontribusi yang besar terhadap penyerapan karbon di atmosfer. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian mengenai potensi penyimpanan karbon pada lamun Thalassia Hempricii. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui seberapa besar lamun Thalassia Hempricii menyimpan karbon, baik pada bagian atas lamun maupun bagian bawah lamun. Metode yang digunakan untuk menghitung karbon adalah dengan metode faktor konversi biomassa ke karbon. Lokasi penelitian dilakukan di 3 stasiun yaitu Kelurahan Tanggetada, Desa Palewai dan Kelurahan Anaiwoi. Hasil penelitian menunukkan bahwa kandungan karbon yang tersimpan pada lamun Thalassia hempricii adalah sebesar 362,54 gC/m2. Karbon yang tersimpan pada lamun bagian bawah lebih besar dibandingkan lamun bagian atas. Karbon yang tersimpan pada lamun bagian bawah berkisar antara 79, 60-497 gC/m2 dan pada lamun bagian atas berkisar antara 17,50-131,43 gC/m2.
Pendampingan Penerapan Teknologi Atraktor Cumi-Cumi dan Transplantasi Karang untuk Peningkatan Hasil Tangkapan dan Sumber Daya Berkelanjutan Arif Prasetya; La Ode Abdul Fajar Hasidu; Muhammad Syaiful; Gaby Nanda Kharisma; Sudarwin Kamur; Samsi Awal; Hasan Eldin Adimu; Maharani Maharani; Ilham Antariksa; Ramad Arya Fitra; Muhammad Jalil Baari; Faradisa Anindita; Agusriyadin Agusriyadin
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2023): GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v7i3.6616

Abstract

Pengetahuan masyarakat nelayan tentang fungsi fisik, ekologis, dan sosial ekonomi ekosistem terumbu karang masih relatif terbatas. Selain itu, masyarakat  pesisir  juga memiliki keterbatasan  pengetahuan  dan  keterampilan  dalam  hal  restorasi habitat karang yang telah mengalami degradasi akibat illegal fishing, perubahan lingkungan, dan tekanan penangkapan. Oleh sebab itu, pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan nelayan dalam penerapan teknologi transplantasi karang dan atraktor cumi-cumi. Metode program pengabdian ini dilakukan melalui kegiatan penyuluhan dan pelatihan penerapan teknologi, sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan kesadaran terhadap sumber daya berkelanjutan bagi masyarakat pesisir Desa Liku. Pemahaman  dan  kesadaran  masyarakat  akan  arti  penting ekosistem  terumbu karang  menjadi  meningkat setelah  mengikuti  penyuluhan  dan  pelatihan.  Selain itu, masyarakat dapat secara praktis menerapkan teknologi atraktor cumi-cumi yang bermanfaat dalam meningkatkan stok sumber daya dan hasil tangkapan cumi-cumi bagi kelompok nelayan Desa Liku, Kecamatan Samaturu Kabupaten Kolaka.
PELATIHAN PENGOLAHAN ABON IKAN BERBAHAN DASAR IKAN PADANG LAMUN (KATAMBA (Lethrinus lentjan)) PADA KOPERASI PRODUSEN PESISIR NELAYAN SEJAHTERA KECAMATAN TANGGETADA, KABUPATEN KOLAKA Ilham Antariksa Tasabaramo; Hasbiadi Hasbiadi; Arman Pariakan; Ramlah Saleh; Nenni Asriani; Masitah Masitah
Jurnal Abdi Insani Vol 10 No 4 (2023): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v10i4.1200

Abstract

Tanggetada District, Kolaka Regency is an area that has potential marine fisheries resources. One fishery product that has potential is seagrass fish of the Katamba type (Lethrinus lentjan). Koperasi Produsen Pesisir Nelayan Sejahtera is one of the partners involved in fish processing. The main problem for members is the low level of knowledge and skills of the members of the Partners in the processing of fishery products. One of the fish processing products carried out is the production of fish floss. Fish threading is one of the fish processing activities that can increase the added value and shelf life of fish. The objective of this community service activity is to improve the skills and knowledge of the members of the Koperasi Produsen Pesisir Nelayan Sejahtera in processing fish independently to obtain a product, namely fish floss. This community service activity will be carried out in August 2023 in Anaiwoi Village, Tanggetada District, Kolaka Regency. The activity method is carried out in several stages, including observation stage, preparation stage, training stage, mentoring and evaluation. The result of this community service activity is an increase in the skills and knowledge of partners in making Katamba fish floss. Based on the results of the interview, the partner's skill level became 90% and the knowledge level increased 100% after training. Partners are able to make fish floss according to the materials and guidebook provided. The fish floss produced in this training activity is odorless and fishy, this is because the process of making fish floss complies with the quality standards for making fish floss (SNI 7690.2013). This community service activity is able to improve the skills and knowledge of partners in making catamba fish floss.
Pelatihan Pembuatan Kerupuk Ikan Bagi Kelompok Nelayan Teri Jaya Desa Toari Kabupaten Kolaka Handayani, Fitrianti; Ilham Antariksa Tasabaramo; Maretik, Maretik; Marita Ika Joesidawati; Fadiana, Mu’jizatin; La Mpia; Fitrah Adelina; Saleh, Ramlah; Saparuddin, Saparuddin; Djunarlin Tojang; Anci, Anci; Syehrina Aldiana; Kurniawati, Kurniawati; Nurul Islamiyah; Rian Aldi
Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2023): Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Kuras Institute & Scidac Plus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51214/00202303699000

Abstract

Kelompok Nelayan Teri Jaya merupakan kelompok Masyarakat yang produktif secara ekonomi yang berada di Desa Toari Kabupaten Kolaka Provinsi Sulawesi Tenggara. Berbagai potensi yang dimiliki dengan tersedianya sumber daya alam laut yang cukup menjanjikan baik itu berupa perikanan budidaya maupun berupa perikanan tangkap. Hasil tangkapan ikan tersebut hanya dikeringkan dan dijual mentahan ke pasar. Hal ini dikarenakan belum adanya pengetahuan dan belum adanya penyuluhan atau pelatihan terkait diversifikasi pengolahan hasil perikanan menjadi produk pasaran yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat seperti pembuatan kerupuk yang berbahan dasar ikan. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam pengolahan hasil perikanan menjadi produk yang bernilai ekonomi tinggi secara berkelanjutan. Metode kegiatan dilakukan dengan cara pemaparan materi oleh narasumber dan dilakukan praktik langsung pembuatan kerupuk ikan. Hasil dari kegiatan ini ialah mitra Kelompok Nelayan Teri Jaya telah mengetahui dan mampu mengolah ikan menjadi suatu produk yang bernilai jual. Tujuan kegiatan ini telah tercapai yaitu meningkatnya pengetahuan dan keterampilan mitra Kelompok Nelayan Teri Jaya, peningkatan produktivitas dan pendapatan yang memiliki daya saing serta dapat dijadikan sebagai usaha dalam upaya meningkatkan perekonomian Masyarakat.
Preliminary Study: Macroalgae Species in Tanggetada Village Waters, Kolaka Regency, Southeast Sulawesi: Asriani, Nenni; Tasanbaramo, Ilham Antariksa; Pariakan, Arman; Gazali, Muhammad
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 12 No. 2 (2024): ISSUE JULY-DECEMBER 2024
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v12i2.57617

Abstract

Information on macroalgae species and their distribution in the coastal areas of Kolaka Regency is extremely limited. This research is a preliminary study of macroalgae species found along the coast of Kolaka Regency, conducted in the waters of Tanggetada Village. The research applied the belt transect method and 1 x 1 m quadrats using a 50 m long line transect with a placement interval of each quadrat of 5 m, which was repeated 3 times with a distance of 50 m between line transects. The results showed that 20 species of macroalgae, namely Caulerpa verticillata, Caulerpa racemosa, Dyctiosphaeria versluysii, Dyctiosphaeria cavernosa, Udotea sp., Halimeda opuntia, Halimeda macroloba, Halimeda sp., Boodlea composita, Gelidiella acerosa, Hormophysa triquetra, Sargassum sp., Lobophora variegata, Padina minor, Liagora sp., Avrainvillea obscura, Gracillaria coronopifolia, Valonia aegagropila, Acanthophora spicifera, and Dictyota dichotoma, come from 3 group, namely 11 species from the Chlorophyta, 5 species from the Rhodophyta, and 4 species from the Phaeophyta. Water conditions in Tanggetada village still support macroalgae growth. Further research with a wider scale is needed in the observation area to reach the coral reef area and an overview of the ecological index of macroalgae in the Tanggetada village. Keywords: Macroalgae Divisi; Macroalgae Species; Tanggetada; Water conditions Abstrak Informasi yang tersedia mengenai spesies makroalga dan distribusinya di wilayah pesisir Kabupaten Kolaka masih sangat terbatas. Penelitian ini merupakan studi pendahuluan mengenai spesies makroalga yang ditemukan di sepanjang pesisir Kabupaten Kolaka, yang dilakukan di perairan Desa Tanggetada. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode belt transect dan kuadrat 1 x 1 m menggunakan transek garis sepanjang 50 m dengan interval penempatan setiap kuadrat sebesar 5 m yang diulangi sebanyak 3 kali ulangan dengan jarak antar transek garis sebesar 50 m. Hasil penelitian menemukan 20 jenis makroalga yaitu Caulerpa verticillata, Caulerpa racemosa, Dyctiosphaeria versluysii, Dyctiosphaeria cavernosa, Udotea sp., Halimeda opuntia, Halimeda macroloba, Halimeda sp., Boodlea composita, Gelidiella acerosa, Hormophysa triquetra, Sargassum sp., Lobophora variegata, Padina minor, Liagora sp., Avrainvillea obscura, Gracillaria coronopifolia, Valonia aegagropila, Acanthophora spicifera dan Dictyota dichotoma yang berasal dari dari 3 kelompok yakni 11 jenis dari Chlorophyta, 5 jenis dari Rhodophyta dan 4 jenis dari Phaeophyta. Nilai rata-rata kondisi perairan Desa Tanggetada masih termasuk dalam kisaran nilai optimum untuk mendukung pertumbuhan makroalga. Namun demikian, penelitian ini masih membutuhkan penelitian lanjutan dengan skala area pengamatan yang lebih luas hingga mencapai daerah terumbu karang untuk menggambarkan indeks ekologi makroalga yang berada di Pesisir Tanggetada. Kata kunci : Divisi Makroalga; Jenis Makroalga; Kondisi perairan;Tanggetada
Komposisi dan Kelimpahan Makrozoobentos pada habitat padang lamun di Desa Wakambangura, Buton Tengah Ilham Antariksa Tasabaramo; Riska Riska; Arman Pariakan; Hasan Eldin Adimu
Samakia : Jurnal Ilmu Perikanan Vol 15 No 1 (2024): Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan
Publisher : Faculty of Science and Technology University Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/jsapi.v15i1.3958

Abstract

The role of seagrass beds as permanent habitat for marine biota, including macrozoobenthos. Macrozoobenthos are sessile biota that live at the bottom or in sediment and attach to plants. The aim of this research is to determine the composition and abundance of macrozoobenthos in Wakambangura Village waters. The macrozoobenthos collection method uses a 100 m line transect towards the sea using a shovel with a cross-sectional area of 30x40 cm. The research locations are spread across 3 stations, Station 1 Weta Beach, Station 2 Mbelabela Beach and Station 3 residential areas. As a result of the research, 24 macrozoobenthos species were found consisting of 5 classes, namely 15 species from the Gastropoda class, 5 species from the Bivalvia class, 1 Asteroides species, 1 Ophiuroidea species and 2 species from the Crustacea class. The Gastropoda class dominates with a macrozoobenthos composition value of 70.59%. The highest abundance of macrozoobenthos was found at station 2 with an abundance value of 292 Ind/m2, then the lowest abundance was found at station 3 with an abundance value of 108 Ind/m2. The highest species abundance was found in the species Cerithium rostratum with an abundance of 108 Ind/m2.