Claim Missing Document
Check
Articles

PKM PRODUKMAKANAN TRADISIONAL USAHA MIKRO DI KAWASAN WISATA RELIGI KENAGARIAN ULAKAN KABUPATEN PADANG PARIAMAN Alpon Satrianto; Sri Ulfa Sentosa
Ekasakti Jurnal Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 1 (2020): Ekasakti Jurnal Penelitian dan Pengabdian
Publisher : LPPM Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/ejpp.v1i1.214

Abstract

Tujuan dari kegiatan penerapan PKM pada kelompok mitra usaha mikro produk makanancemilan berbahan baku ikan laut di Kenagarian UlakanKecamatan Ulakan Tapakis KabupatenPadang Pariaman adalah meningkatkan kemampuan Mitra dalam bidang : 1) variasi produk,2). kemasan produk, 3). merek produk, 4). izin produksi, 5) pembukuan usahadan 6)peningkatan pendapatan.Metode pendekatan yang ditawarkan untuk menyelesaikan persoalanmitra adalah melakukan pelatihan dan pendampingan. Pelatihan diikuti oleh 2 kelompok Mitrayaitu: Mitra 1 dengan anggota 5 orang, dan Kelompok Mitra II beranggotakan 5 Orang.Metode yang digunakan dalam pelatihan dalam bentuk demonstrasi, ceramah, diskusi,tanyajawab, dan pembimbingan.Hasil dari kegiatan menunjukkan peserta memperolehpengetahuan tentang pentingnya a) pengembangan produk, 2). kemasan produk, 3). merekproduk, 4). izin produksi, 5) pembukuan usaha dan 6) peningkatan pendapatan. Dari kegiatanini peserta telah dapat menerapkannya dalam kegiatan usaha sehari-hari. Dengan demikiancalon wirausaha baru ini nantinya diharapkan akan dapat mengembangkan usaha dan suksesmelalui pengembangan kegiatan kewirausahaan.
ANALISIS EFISIENSI PRODUKSI PERIKANAN DI KABUPATEN PESISIR SELATAN Dini Asra Jaya; Alpon Satrianto
Media Riset Ekonomi Pembangunan (MedREP) Vol. 3 No. 3 (2026): MedREP: Volume 3, No. 3, Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the effects of the number of boats, fishing gear, fishermen, and fisheries entrepreneurs on fisheries production in Pesisir Selatan Regency, both partially and simultaneously. This research uses a quantitative approach with secondary panel data, combining cross-section data from 10 districts and time series data from 2013–2024. The analysis employs multiple linear regression with a panel data approach and Stochastic Frontier Analysis (SFA) to measure production efficiency. The results indicate that the number of fishing gear and fishermen has a positive and significant effect on fisheries production, while the number of boats and fisheries entrepreneurs does not have a significant effect. The efficiency level of fisheries production ranges from 0.46 to 0.49, indicating that it is still inefficient. In conclusion, optimizing the use of fishing gear and improving the capacity of fishermen are crucial to increasing production and efficiency. It is recommended that the local government strengthen guidance and empowerment programs for fishermen and enhance the effective utilization of production factors.
Determinan Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga dan Kemiskinan di Provinsi Sumatera Barat Agnes Dinda Azhari; Alpon Satrianto
Media Riset Ekonomi Pembangunan (MedREP) Vol. 3 No. 3 (2026): MedREP: Volume 3, No. 3, Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Household consumption expenditure and poverty rate are important indicators for assessing societal welfare. This study analyzes the influence of per capita income, number of family members, and education level on household consumption expenditure, as well as the influence of per capita income, education level, and unemployment rate on poverty rate in West Sumatra Province. The data used are district/city panel data for the period 2019–2023, sourced from the Central Statistics Agency (BPS). Data analysis was conducted using the Seemingly Unrelated Regression (SUR) method. The results indicate that in the household consumption expenditure model, all independent variables do not have a meaningful effect. Meanwhile, in the poverty model, per capita income has a unidirectional and meaningful effect, education level has an inversely meaningful effect, and the data do not show evidence that the unemployment rate contributes to changes in the poverty rate. Based on these findings, the government is advised to expand access to education, improve the quality of human resources, and formulate more targeted poverty alleviation policies according to regional characteristics in West Sumatra Province.
Pengaruh Kinerja Keuangan Daerah Terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka Di Kabupaten/ Kota Provinsi Sumatera Barat Muhammad Arif Muzakki; Alpon Satrianto
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.1080

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kemandirian keuangan daerah, efektivitas Pendapatan Asli Daerah (PAD), efisiensi keuangan daerah, belanja pemerintah bidang pendidikan, dan belanja pemerintah bidang kesehatan terhadap tingkat pengangguran terbuka pada kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi data panel. Data yang digunakan merupakan data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS), Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK), dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang mencakup 19 kabupaten/kota selama periode 2014–2024. Pemilihan model dilakukan melalui uji Chow dan uji Hausman, sehingga Fixed Effect Model (FEM) terpilih sebagai model estimasi terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial kemandirian keuangan daerah dan belanja pemerintah bidang pendidikan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat pengangguran terbuka. Sementara itu, efektivitas Pendapatan Asli Daerah (PAD), efisiensi keuangan daerah, dan belanja pemerintah bidang kesehatan tidak berpengaruh signifikan. Secara simultan, seluruh variabel independen berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengangguran terbuka. Temuan ini menunjukkan bahwa penguatan kemandirian fiskal daerah serta optimalisasi alokasi belanja pendidikan dapat menjadi strategi pemerintah daerah dalam meningkatkan penyerapan tenaga kerja dan menurunkan tingkat pengangguran terbuka di Provinsi Sumatera Barat