Claim Missing Document
Check
Articles

Modifikasi Pupuk N Untuk Peningkatan Efisiensi Penyerapan Hara Tanaman Jagung Eso Solihin; Rija Sudirja; Anni Yuniarti
Agro Wiralodra Vol. 2 No. 2 (2019): Jurnal Agro Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/agrowiralodra.v2i2.19

Abstract

Upaya peningkatan produksi jagung, baik melalui intensifikasi maupun ekstensifikasi, selalu diiringi oleh penggunaan pupuk. Dalam meningkatkan hasil produksi perlu dilakukan pemupukan N, P, K sebagai unsur hara makro primer yang diimbangi dengan pupuk hara makro sekunder seperti Ca. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pupuk N hasil inovasi berupa kalsium amonium nitrat dengan N,P,K terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis pada tanah Inceptisol dengan kesuburan yang rendah. Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2018 sampai dengan Januari 2019. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan susunan perlakuan sebagai berikut; A (kontrol), B (N,P,K Tunggal), C (1 N,P, K Tunggal + 1/2 Ca-N), D (1 N,P,K Tunggal + 1 Ca-N), E (1 N,P,K Tunggal + 1 1/2 Ca-N), F (3/4 N,P,K Tunggal + 1/2 Ca-N), G (3/4 N,P,K Tunggal + 1 Ca-N), H (3/4 N,P,K Tunggal + 1 1/2 Ca-N), I (1/2 N,P,K Tunggal + 1 Ca-N) dan J (1 Ca-N). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk Ca-N yang diberikan bersama N,P,K Tunggal dapat meningkatkan hasil Jagung dibandingkan dengan perlakuan mandiri N,P,K Tunggal. Perlakuan dengan hasil tertinggi ialah 150 kg/ha dosis Ca-N yang diberikan bersama ¾ dosis N,P,K Tunggal. Perolehan hasil panen jagung manis berkisar 14,96 ton per hektar.
PENGARUH DOSIS PUPUK SILIKA ORGANIK TERHADAP SILIKA TANAH DAN TANAMAN, PERTUMBUHAN DAN HASIL HANJELI (Coix lacryma-jobi L.) Anni Yuniarti; Tati Nurmala; Eso Solihin; Nurul Syahfitri
Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jat.2.2.81–94

Abstract

Hanjeli (Coix lacryma-jobi L.) memiliki potensi besar untuk dikembangkan karena dapat dimanfaatkan sebagai sumber pangan alternatif. Oleh karena itu dibutuhkan teknik budidaya yang tepat untuk meningkatkan produksi. Salah satu upaya yaitu pemanfaatan pupuk silika organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis silika organik yang dapat memberikan pengaruh terbaik terhadap kandungan silika tanah dan silika tanaman, pertumbuhan serta hasil hanjeli pulut. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari enam perlakuan dan empat kali ulangan, yaitu: kontrol; silika dosis 4.50; 9.00; 13.50; 18.00; dan 22.50 g per polibeg. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kontrol tanpa pupuk silika organik berpengaruh terhadap biomassa total tanaman hanjeli, tetapi tidak berpengaruh terhadap silika tanah dan silika tanaman.AbstractJob Tear’s (Coix lacryma-jobi L.) has potential to deveeloped because it can be used as an alternative food source. Consequently, it needs more accurate cultivitation technique such as silica organic fertilizer. This study aims to determine the organic silica fertilizer that can give the best effect on silica in soil and crops, the growth and yield of job’s tears (C. lacryma-jobi L.). The research used rendomized block design (RBD) with six treatments and four replications, consistens of: control; organic silica dosage 4.50; 9.00; 13.50; 18.00; and 22.50 g per polybag. The results showed that treatment of control gave a significant effect on total biomasse of job’s tears plant, but not significant on silica in soil and plant.
EFEK PUPUK ORGANIK DAN PUPUK N,P,K TERHADAP C-Organik, N-Total, C/N, SERAPAN N, SERTA HASIL PADI HITAM (Oryza sativa L. indica) PADA INCEPTISOLS Anni Yuniarti; Maya Damayani; Dina Mustika Nur
Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture) Vol 3, No 2 (2019): Jurnal Pertanian Presisi
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jpp.2019.v3i2.2205

Abstract

Padi hitam memiliki kandungan antosianin yang tinggi sehingga dijadikan sebagai pangan fungsional karena bermanfaat bagi kesehatan. Tanah Inceptisol termasuk tanah pertanian di Indonesia yang sebarannya cukup luas yaitu sekitar 70.52 juta ha (37.5%), akan tetapi memiliki permasalahan yaitu unsur N pada tanah yang relatif rendah. Oleh karena itu, perlu dilakukan teknik budidaya yang tepat. Salah satunya melalui pemberian pupuk berimbang, yaitu pemberian pupuk organik yang bertujuan untuk memperbaiki kesuburan tanah dan mengurangi penggunaan pupuk NPK, serta pemberian pupuk anorganik bertujuan untuk meningkatkan hasil padi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari pemberian macam pupuk organik dan pupuk N,P,K terhadap C-Organik, N-Total, C/N, Serapan N, serta hasil Padi Hitam (Oryza sativa L. indica) pada Inceptisol asal Jatinangor. Aplikasi macam pupuk organik diharapkan mampu menurunkan dosis pupuk N,P,K tanpa mengurangi hasil padi. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli 2018 sampai dengan Desember 2018 di screen house kebun percobaan Ciparanje Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat dengan ketinggian ± 750 meter di atas permukaan laut. Rancangan percobaan yang dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 10 perlakuan dengan tiga ulangan. Macam pupuk organik yang digunakan terdiri dari kompos jerami, kotoran ayam, kotoran sapi dan kotoran domba. Pupuk N,P,K ½ dan 1 dosis (dosis anjuran pupuk N,P,K adalah 300 kg Urea ha-1; 50 kg TSP ha-1 dan 50 kg KCl ha-1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi macam pupuk organik dan pupuk N,P,K memberikan pengaruh terhadap C-organik, C/N, serapan N, serta hasil padi hitam. Aplikasi kotoran ayam dan 1 dosis N,P,K memberikan hasil padi hitam terbaik yaitu sebesar 55,40 g/tanaman atau setara dengan 7,09 t.ha-1
Pengaruh Pupuk Npk, Vermikompos Dan Hayati Terhadap Serapan N, Populasi Azotobacter sp. Dan Hasil Kedelai Edamame (Glycine max (L.) Merrill) Pada Inceptisols Anni Yuniarti; Anne Nurbaity; Emma Trinurani Sofyan; Gordon Pius Marihot Pius Marihot
Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech) Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.397 KB) | DOI: 10.33661/jai.v3i2.1372

Abstract

Inceptisol merupakan ordo tanah yang paling banyak di Indonesia. Masalah yang menjadi sorotan adalah  Inceptisol yang memiliki tingkat kesuburan rendah, sehingga perlu dilakukan perbaikan tanah melalui penggunaan pupuk anorganik, organik dan pupuk hayati untuk meningkatkan kualitas tanah Inceptisol. Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk N,P,K, vermikompos dan pupuk hayati terhadap serapan N, populasi Azotobacter sp., dan hasil kedelai Edamame pada Inceptisols. Percobaan ini dilaksanakan dari bulan Maret hingga Mei 2016 di Kebun Percobaan Ciparanje, Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Sumedang dengan ketinggian tempat ± 750 meter di atas permukaan laut. Percobaan ini dilakukan menggunakan metode percobaan di lapangan dengan Rancangan Acak kelompok (RAK) yang terdiri dari sepuluh perlakuan dan diulang sebanyak tiga kali. Kombinasi perlakuan tersebut terdiri dari: kontrol (tanpa perlakuan), dosis rekomendasi Urea 100 kgha-1 + SP-36 150 kg ha-1 + KCl 125 kg ha-1;½ rekomendasi ha-1 N,P,K +5 ton ha-1 vermikompos;1 rekomendasi ha-1 N, P, K+5 ton ha-1 vermikompos;1½ rekomendasi ha-1 N,P,K +5 ton ha-1 vermikompos;½ rekomendasi ha-1 N, P, K+10 ton ha-1 vermikompos;1 rekomendasi ha-1 N,P,K+10 ton ha-1 vermikompos;1½ rekomendasi ha-1 N,P,K +10 ton ha-1 vermikompos;½ rekomendasi ha-1 N,P,K +5 ton ha-1 vermikompos + pupuk hayati  5 L ha-1;½ rekomendasi ha-1 N,P,K+10 ton ha-1 vermikompos + pupuk hayati  5 L ha-1. Hasil percobaan menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan pupuk N,P,K, Vermikompos dan pupuk hayati berpengaruh terhadap populasi Azotobacter sp. dan bobot hasil kedelai Edamame namun tidak berpengaruh terhadap serapan N,½ dosis N,P,K+10 ton ha-1 vermikompos + pupuk hayati 5 L ha-1menghasilkan berat polong 114,45 g/tanaman(10,17 ton/ha) Kata Kunci : Azotobacter sp., kedelai Edamame, pupuk hayati, vermikompos,  pupuk NPK.
APLIKASI PUPUK SI ORGANIK DENGAN PUPUK N,P,K DALAM MENINGKATKAN P DAN SI TANAH PADA INCEPTISOL JATINANAGOR TERHADAP RESPON TANAMAN HANJELI (Coix lacryma Jobi L.) Eso Solihin; Anni Yuniarti; Apong Sandrawati; Zaenal Mutaqin
Agric Vol. 30 No. 1 (2018)
Publisher : Fakultas Pertanian dan Bisnis, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/agric.2018.v30.i1.p51-56

Abstract

The objective of this research was to determine the effect of combinations of N, P, K and organic silica fertilizers In Soil P and Si and growth Of Job’s Tears (Coix Lacryma Jobi L.). This research began on May 2017 to October 2017. This research has been done in experimental of Faculty Agricultural, Padjadjaran University Jatinangor. The experiment was in Randomized Block Design (RCBD) consisting of ten treatments with three replications; (A) Control, (B) NPK standard, (C) NPK + ¼ Silica Emulsion, (D) NPK + ½ Silica Emulsion, (E) NPK + ¾ Silica Emulsion, (F) NPK + 1 Emulsion of Ash Silica , (G) NPK + ¼ Nano Colloidal Silica, (H) NPK + ½ Nano Colloidal Silica, (I) NPK + ¾ Nano Colloidal Silica, (J) NPK + 1 Nano Colloidal Silica. The results showed that there was effect of Si fertilizer on soil P and plant growth. Treatment (J) NPK + 1 Colloidal Nano Silica gives Hanjeli the highest yield 5 MST, 7 MST, 9 MST and 11 MST with plant height 3.58 cm, 10.58 cm, 17.17 cm and 18.00 cm
Pengaruh Pemberian Asam Humat, Asam Fulvat, dan Pupuk Hayati pada Media Tanam terhadap Beberapa Sifat Kimia Tanah, Hasil, dan Kualitas Buah Stroberi (Fragaria ananassa) Setiawati, Mieke Rochimi; Rachelita, Nadia; Fitriatin, Betty Natalie; Nurbaity, Anne; Yuniarti, Anni; Suryatmana, Pujawati; Hindersah, Reginawanti
Agrikultura Vol 34, No 2 (2023): Agustus, 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v34i2.46734

Abstract

Aplikasi senyawa organik yang mengandung asam humat dan pupuk hayati dilaporkan mampu meningkatkan sifat fisik, kimia, dan biologi media tanam, meningkatkan hasil tanaman, serta mengurangi dosis pupuk anorganik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi senyawa organik yang mengandung asam humat, asam fulvat, dan pupuk hayati terhadap N-total dan P-total pada media tanam, serta hasil buah pada tanaman stroberi. Percobaan dilaksanakan di rumah kasa kebun stroberi di Cisarua, Kecamatan Lembang, Provinsi Jawa Barat. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tujuh perlakuan. Perlakuan percobaan terdiri dari senyawa organik yang mengandung 2% asam humat dengan dosis 0,9 kg/ha, senyawa organik yang mengandung 1% asam fulvat 1 l/ha, pupuk hayati Bion Up 3 l/ha, berbagai kombinasi asam humat, asam fulvat dan pupuk hayati, pada masing-masing perlakuan ditambahkan pupuk NPK 16:16:16 sebanyak 125 kg/ha, serta perlakuan kontrol berupa pupuk NPK 125 kg/ha. Hasil percobaan menunjukkan kombinasi asam humat, asam fulvat, pupuk hayati, dan pupuk NPK memberikan hasil yang lebih baik dalam meningkatkan N-total (1,27%) dan P-total (5,88%) media tanam, serta bobot buah stroberi per tanaman (34,97 g) dibandingkan perlakuan lainnya.
Effectiveness of water hyacinth compost and N, P, K, S fertilizer on S-available, S uptake, protein content, and yield of shallot in Inceptisols from Jatinangor Sofyan, Emma Trinurani; Gumelar, Fajar Akbar; Yuniarti, Anni; Joy, Benny; Wicaksono, Fiky Yulianto
Kultivasi Vol 22, No 1 (2023): Jurnal Kultivasi
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kultivasi.v22i1.38589

Abstract

. Water hyacinth (Eichhornia crassipes) is a source of organic matter that can be used as compost to improve the soil quality and productivity of shallots. Shallots are horticultural commodities that have various benefits. Inceptisol soils dominate Indonesia, with an area of 37.5% of Indonesia's land area but have low soil fertility. Soil fertility can be increased by optimal fertilization. This experiment aimed to determine the dose of water hyacinth compost and nitrogen (N), phosphor (P), potassium (K), sulfur (S) fertilizer which gave the best effect on increasing available S, S uptake, protein content, and yield of shallots. The experiment was conducted from July to October 2021 at the Experimental Garden of the Laboratory of Soil Chemistry and Plant Nutrition, Faculty of Agriculture, Universitas Padjadjaran, Jatinangor. The experiment used a Randomized Block Design, consisting of seven treatments repeated four times. The recommended fertilizer doses used are 200 kg Urea, 500 kg ZA, 300 kg SP-36, and 200 kg KCl. The compost used was water hyacinth compost at a 25 t/ha dose. The results of this experiment showed that the treatment of ¾ compost + ¾ doses of N, P, K, and S was the best in increasing available S (26.79 mg kg-1), S uptake (7.03 mg/plant), protein content (0.95%), colors and shallot yield (number of tubers, fresh weight, and dry weight) on Inceptisols from Jatinangor.
PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (ZEA MAYS SACCHARATA STURT) AKIBAT PEMBERIAN DOSIS PUPUK MAJEMUK NPK Solihin, Eso; Sudirja, Rija; Yuniarti, Anni
AGRO TATANEN | Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 6 No. 2 (2024): AGRO TATANEN Edisi Juli 2024 | Jurnal Ilmiah Pertanian
Publisher : Program Studi Agroteknologi Faperta UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55222/agrotatanen.v6i2.1435

Abstract

Sweet corn (Zea mays saccharata Sturt) is one of the food crops that is needed to meet food needs. Efforts to increase the quantity and quality of sweet corn can be done through fertilization. To ensure that sweet corn's nutritional requirements for nitrogen (N), phosphorus (P) and potassium (K) are met, fertilizer such as NPK can be applied. This research aims to analyze the effect of various doses of NPK fertilizer on the growth and yield of sweet corn. The research was carried out at the Ciparanje Experimental Garden, Faculty of Agriculture, Padjadjaran University, Jatinangor, Sumedang, from November 2023 to March 2024. The research used a Complete Randomized Block Design (RAK) with ten treatments and three replications. The treatments given include: Control (without N, P, K), Standard N, P, K (Urea, SP-36, and KCl), and NPK fertilizer with varying doses (¼, ½, ¾, 1, 1 ¼, 1 ½ , 1 ¾, and 2). The research results showed that the application of NPK compound fertilizer had a significant effect on growth parameters, yield components and sweet corn yield. Meanwhile, the most effective dose in increasing plant yields was H treatment (1 ½ doses of NPK).
Kandungan B-Total Tanah, Serapan B, dan Hasil Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Akibat Pemberian Pupuk Boron dan N, P, K pada Inceptisols Jatinangor Mubarok, Zakka Tafwidh; Sofyan, Emma Trinurani; Yuniarti, Anni; Sudirja, Rija; Rachmadi, Meddy
Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab Vol 7, No 2 (2025): Agroekoteknologi Tropika Lembab Volume 7 Nomor 2 Februari 2025
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jatl.7.2.2025.18949.112-118

Abstract

a pada Inceptisols adalah rendahnya tingkat kesuburan tanah. Kandungan nutrisi dalam tanah harus sesuai dengan kebutuhan tanaman. Jika terlalu sedikit, tanaman akan mengalami kekurangan, sebaliknya, kelebihan nutrisi menyebabkan tanaman mengalami toksisitas. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh aplikasi pupuk Boron dan N, P, K terhadap B-total tanah, penyerapan B, dan hasil bawang merah pada Inceptisols Jatinangor, serta untuk memperoleh dosis perlakuan yang memberikan hasil tertinggi. Penelitian ini dilakukan di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, yang terletak pada ketinggian 794 m di atas permukaan laut. Eksperimen ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap Blok (RALB), yang terdiri atas 10 perlakuan dan diulang tiga kali, yaitu Kontrol; N, P, K; ½ Boron + ¾ N, P, K; ¾ Boron + ¾ N, P, K; 1 Boron + ¾ N, P, K; 1½ Boron + ¾ N, P, K; ½ Boron + 1 N, P, K; ¾ Boron + 1 N, P, K; 1 Boron + 1 N, P, K; dan 1½ Boron + 1 N, P, K. Hasil percobaan menunjukkan bahwa perlakuan 1 Boron + 1 N, P, K memberikan efek terbaik dalam meningkatkan B-total tanah, penyerapan B, dan hasil bawang merah (jumlah umbi per tanaman, diameter umbi, berat basah umbi per tanaman, dan berat basah umbi per hektar) dengan hasil masing-masing 801,74 ppm; 0,59 mg per tanaman; 10,7 umbi per tanaman; 43,0 mm; 74,9 g per tanaman; dan 15,11 Mg ha-1 .
Improvement of Soil Chemical Properties of Typic Hapludult After Application of Organic and Inorganic Fertilizers Mubarok, Syariful; Kusumiyati, Kusumiyati; Muhardiono, Iman; Yuniarti, Anni; Rosniawati, Santi; Suminar, Erni
JOURNAL OF TROPICAL SOILS Vol. 22 No. 3: September 2017
Publisher : UNIVERSITY OF LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5400/jts.2017.v22i3.131-137

Abstract

Tuberose (Polyanthes tuberosa L.) is a potential flowering plant that will be developed in Jatinangor, West Java, Indonesia. However, the characteristics of Typic Hapludult soil in Jatinangor , i.e. clay texture, acidic pH, and high amount of total-P but low in available-P cause the tuberose difficult to grow optimally. The aim of this study was to obtain the potential ratio of organic and inorganic fertilizer dosages for tuberose grown on Typic Hapludult. The combinations of organic and inorganic fertilizers with different ratios (0/0; 0/1; 1/0; 0.5/0.5; 0.5/1; 1/0.5; 1/1.5; 1.5/0; 1.5/0.5, and 1.5/) were applied. The application of the combination of organic and inorganic fertilizers showed positive effects on soil pH, available-P, total-P, and fresh weight of tuberose grown on Typic Hapludult. The application of 50% organic fertilizer + 50% inorganic fertilizer was an effective combination that was able to increase the fresh weight of tuberose up to 9240 g plant-1 or increasing the fresh weight by 39% in comparison to that in the control treatment (without fertilizer application).Â