Claim Missing Document
Check
Articles

APLIKASI PUPUK ORGANIK MELALUI PEMANFAATAN LIMBAH KULIT KAKAO (POD) PADA KEBUN KAKAO DI KECAMATAN RILAU ALE KABUPATEN BULUKUMBA Rosada, Ida
Jurnal BALIRESO Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/balireso.v1i1.7

Abstract

Tanaman kakao merupakan salah satu komoditi unggulan Sulawesi Selatan, namun produktivitasnya mengalami penurunan. Penggunaan pupuk Organik dari limbah kakao merupakan salah satu alternatif yang bisa diterapkan dan dikembangkan untuk meningkatkan produktifitas  komoditas kakao. Metode yang diterapkan pada pelaksanaan program kegiatan IbM ini adalah pemberian pelatihan Ipteks kepada kelompok tani Mitra. berupa:  1) Pemberian materi wirausaha pada usaha pembuatan bokashi/kompos dari kulit buah (pod) kakao; 2) Pemberian pelatihan dan penyuluhan berupa teori tentang cara penanganan limbah di kebun kakao melalui sanitasi lingkungan kebun., 3). Pemberian pelatihan dan penyuluhan berupa teori tentang cara pemanfatan limbah kulit kakao sebagai bahan pembuatan pupuk organik atau kompos; 4) Pemberian pelatihan dan penyuluhan berupa teori tentang cara pemeliharaan tanaman kakao yang sudah berproduksi secara menyeluruh komprehensip berupa pengendalian hama, penyakit, pemangkasan tanaman dan melakukan panen sering untuk menghindari serangan PBK pada buah kakao; 5) Memberikan pelatihan dan demonstrasi tentang cara pembuatan pupuk organik atau kompos dengan memanfaatkan limbah buah kakao yang ada di sekitar lahan perkebunan.; 6) Memberikan pelatihan dan demonstrasi tentang cara pengemasan pupuk organik atau kompos yang diproduksi. 7) Monitoring kegiatan pemeliharaan tanaman kakao yang dilakukan oleh Mitra; 8) Monitoring kegiatan keberlanjutan proses produksi kakao herbal yang dilakukan oleh Mitra; 9) Monitoring dan evaluasi program kegiatan IbM secara keseluruhan. Kegiatan  pelatihan dan pendampingan pada kelompok tani kakao dapat berlangsung dengan  baik dan  lancar karena didukung oleh respon yang antusias oleh Mitra; Praktek pelatihan dan pembuatan pupuk kompos dari limbah kulit kakao sangat disenangi oleh mitra karena memberikan pengetahuan yang baru bagi mitra khususnya pemanfaatan limbah kulit buah kakao serta pemberian materi kewirausahaan dan pemeliharaan kebun kakao serta pengemasan pupuk kompos yang mereka hasilkan sehingga mampu memberikan tambahan pendapatan bagi petani mitra.
Teknologi Pengolahan Rempeyek Kacang dan Manajemen Pemasaran pada Industri Rumah Tangga Nuraeni, Nuraeni; Rosada, Ida; Saida, Saida; Subaedah, Subaedah
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari - April
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i1.7816

Abstract

Industri Rumah Tangga (IRT) Hariyanti membuat rempeyek kacang dan menjualnya di pinggir jalan. Permasalahan yang dihadapi adalah masih rendahnya rempeyek kacang yang diproduksi dan pemasarannya masih sangat sederhan, sehingga belum jelas keuntungan yang diperoleh. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan bagi IRT Hariyanti dalam peningkatan kapasitas produksi rempeyek kacang, perbaikan kemasan dan manajemen pemasaran online produk rempeyek kacang yang telah dikemas dengan brand yang menarik dan higienis sehingga dapat memperbaiki kualitas dan nilai jualnya. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan pengabdian ini adalah penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan. Hasil pelaksanaan pengabdian yaitu materi yang diberikan pada kegiatan penyuluhan dan pelatihan merupakan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan oleh IRT Hariyanti untuk mengatasi masalah dalam produksi rempeyek kacang, pengemasan dan pemasaran produk rempeyek kacang. Anggota IRT Hariyanti dan masyarakat dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan dalam manajemen produksi, pengemasan dan pemasaran produk rempeyek kacang dengan kemasan yang menarik dan higienis. Kegiatan pengabdian yang dilaksanakan dengan menerapkan pengetahuan dan keterampilan dapat memperbaiki produksi rempeyek kacang, pengemasan dan manajemen pemasaran sehingga dapat meningkatkan penjualan produk melalui pemasaran online sehingga meningkatkan pendapatan IRT Hariyanti.
Pengambilan Keputusan Pembelian Kue Pisang Berdasarkan Komunikasi Pemasaran, Inovasi Produk, dan Harga Ida Rosada; Nurliani; A. Asrarul Amri; Akda Saktiyandi Asrul
Jurnal Galung Tropika Vol 14 No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/jgt.v14i2.1281

Abstract

Rapid business development has given rise to tight market competition. Every day business people appear to introduce products with new creativity and innovation. One of the snacks offered on the market is brownies with the brand "Browcyl". The research objectives are: 1) Describe variants, prices and sales volumes 2) Analyze consumer perceptions of marketing communications, product innovation and prices 3) Analyze purchasing decision making. 4) Analyze the influence of marketing communications, product innovation, and price on purchasing decision making. The population is consumers who buy directly. The sampling technique was purposive with a total of 50 respondents. Data analysis is descriptive and multiple linear regression. Research results: 1) The product type consists of 8 variants, namely: original unti, choco almond, pandan, cheese, tiramisu, cheesecream, chocolate flan, and moccaramel. The price for Browcyl banana brownies ranges from IDR 50,000 – IDR 68,000. The total sales volume during April–August 2023 averages 308 pcs. 2) Consumer perceptions of marketing communications, product innovation and high category prices. 3) Purchasing decisions consisting of 5 stages, namely, problem/need recognition, information search, alternative evaluation, purchasing decisions and high category post-purchase behavior. 4) The marketing communication variables, product innovation and price on the purchasing decision making process have a very significant effect simultaneously and partially.