Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Kepatuhan Konsumsi Tablet Fe Pada Ibu Hamil Trimester Iii Dengan Anemia Ringan Ayu Stefani Yuliana Putri; Erna Kusumawati
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 6 (2023): Membangun Tatanan Sosial di Era Revolusi Industri 4.0 dalam Menunjang Pencapaian Susta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Anemia merupakan kondisi medis yang terjadi ketika jumlah sel darah merah yang adadi dalam tubuh lebih rendah dari jumlah normal. Selama masa kehamilan terjadi peningkatan volume darah(hypervolemia). Hypervolemia adalah hasil dari peningkatan volume plasma dan eritrosit (sel darah merah)yang berada dalam tubuh namun peningkatan ini tidak seimbang yaitu peningkatan volume plasma jauhlebih besar sebagai akibatnya akan berdampak pada konsentrasi hemoglobin yang berkurang menjadi12g/100 mililiter. Pengenceran darah (hemodilusi) pada ibu hamil sering terjadi karena peningkatan volumeplasma 30%-40%, peningkatan sel darah 18%-30% serta hemoglobin 19%. Pengenceran darah(hemodilusi) dapat terjadi semenjak usia kehamilan 10 minggu sampai pada puncaknya yaitu usiakehamilan 32 – 36 minggu. Berkaitan dengan anemia pada kehamilan kebanyakan anemia disebabkan olehdefisiensi besi serta perdarahan akut, bahkan tidak jarang keduanya saling berinteraksi. Di Indonesiamenunjukan bahwa proporsi kejadian anemia ibu hamil meningkat sebesar 48,9%, sedangkan angka anemiaibu hamil di Kota Semarang pada tahun 2021 mencapai 10,43%. Tujuan : Mengkaji pada ibu hamiltrimester 3 dengan anemia ringan Metode : Penelitian Studi kasus menggambarkan anemia ringan dalamkehamilan yang dialami seorang ibu hamil trimester III. Hasil : Melalui Studi informasi Edukasi yangdilakukan penulis kepada Ny. M umur 25 tahun GIIP0A1 dengan anemia ringan didapatkan bahwa Ny. Mpatuh mengkonsumsi tablet fe sebanyak dua kali sehari untuk mempersiapkan proses persalinnya.Kesimpulan : Strategi monitoring kepatuhan dapat dipilih sesuai dengan karakteristik responden,ketersediaan, dan mudah dilakukan dari beberapa metode yang ada. Edukasi dan konseling sangat perludiberikan kepada ibu hamil saat melakukan kunjungan antenatal mereka ke fasilitas kesehatan terkaitdengan manfaat utama dari tablet Fe, baik bagi ibu maupun janinnya.Kata Kunci : Anemia, Kehamilan, Tablet FE
EDUKASI PNEUMONIA PADA BALITA DI KELURAHAN MANGUNHARJO KECAMATAN TEMBALANG KOTA SEMARANG Ariyani Lutfitasari; Erna Kusumawati; Fitriani Nur Damayanti; Umi Khasanah; Maria Ulfah Kurnia Dewi; Lia Mulyanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan Vol 6, No 1 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jpmk.v6i1.14462

Abstract

Pneumonia menyumbang 15% dari seluruh kematian anak - anak di seluruh dunia. pneumonia menyebabkan kematian 444 balita di Indonesia. tujuan pembangunan berkelanjutan untuk menghilangkan kematian anak yang dapat dicegah pada tahun 2030 tidak akan dapat dicapai kecuali kematian akibat pneumonia pada anak dapat dikurangi secara signifikan. Pengabdian           masyarakat               ini dilaksanakan di Kelurahan Mangunharjo Kota Semarang. Kegiatan dilaksanakan tanggal 2 Maret 2024, sasaran dari pengabdian masyarakat ini adalah ibu yang mempunyai anak balita dan kader di Keluarahan Mangunharjo. Kegiatan pemberdayaan masyarakat ini diharapkan dapat  membantu program promosi kesehatan di kelurahan Mangunharjo dan membantu masyarakat mencegah dan menangani penyakit pneumonia pada balita
Pendidikan Teman Sebaya Melalui Pemberdayaan Remaja dalam Pencegahan Stunting Sejak Prekonsepsi: Peer Education Through Empowering Adolescents in Stunting Prevention Since Preconception Erna Kusumawati; Rahardjo, Setiyowati; Sistiarani, Colti
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2023): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Remaja merupakan salah satu fokus program penurunan stunting, apabila remaja memahami tentang kesehatan reproduksi, tidak menikah dini dan memahami status gizi untuk mencegah anak yang dilahirkan mengalami stunting. Desa Datar merupakan salah satu lokus stunting intervensi spesifik dan sensitive sudah dilakukan pada kelompok risiko stunting yaitu dan masih ditemukan kasus stunting setiap tahunnya dan masih ada pernikahan di usiakurang dari 20 tahun. Pengabdian masyarakat ini menggunakan metode participatory community service yang diikutioleh 32 remaja di Desa Datar Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas. Alternatif pemecahan masalah melaluipendidikan dan pemberdayaan peran kelompok remaja dalam upaya pencegahan stunting sejak prekonsepsi dengan media modul, poster dan dan pembentukan kelompok sebaya. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan skor pretestpengetahuan sebesar 8,03 dan meningkat pada posttes sebesar 8,84. Ada perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudahdiberikan pendidikan teman sebaya melalui pemberdayaan remaja putri dalam pencegahan stunting sejak prekonsepsi, p value = 0,000 < ? (0,05). Pengabdian masyarakat ini memberikan manfaat dalam penyebaran informasi tentangtentang penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja, penyiapan kesehatan pranikah, kesehatan prakonsepsi, peran remaja dalam mencegah stunting dan pengukuran status gizi untuk deteksi stunting dan diharapkan adanyapemberdayaan kelompok remaja dalam pencegahan stunting.   Abstract: Adolescents are one of the focuses of the stunting reduction program, if adolescents understand reproductive health, do not marry early and understand nutritional status to prevent children born with stunting. Desa Datar is one of the specific and sensitive intervention loci for stunting that has been carried out in the stunting risk group, namely stunting cases are still found every year and there are still marriages at the age of less than 20 years. This service used the participatory community service method which was attended by 32 youths in Datar Village, Sumbang District,Banyumas Regency. Alternative problem solving through education and empowering the role of youth groups in efforts to prevent stunting since preconception with media modules, posters and the formation of peer groups. The results of thecommunity service showed that the knowledge pretest score was 8.03 and increased in the posttest by 8.84. There is adifference in knowledge before and after being given peer education through empowering young women in preventingstunting since preconception, p value = 0.000 < ? (0.05). This community service benefits in disseminating information about preparing for family life for adolescents, preparing premarital health, preconception health, the role ofadolescents in preventing stunting and anthropometric measurements for stunting detection and it is hoped that there will be empowerment of youth groups in stunting prevention.
Paparan Media Terhadap Perilaku Berisiko Remaja Agustin Rahmawati; Siti Istiana; Erna Kusumawati
Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science) Vol. 3 No. 2 (2015): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science)
Publisher : Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36307/k720vv43

Abstract

Background: Adolescent life is a life that is crucial for the future of the rest of their lives. Adolescent delinquencecan happen when sociological and psychological needs are not well, so that will bring various pattern of aggressive behavior and tend toward the negative. Aggressive behavior problems tend to be negative and it cannot beseparated from mental problems, and the psychological journey dominant in adolescents is still unstable. Influencescoming from the outside often have an impact that brings them to risky behaviors such as smoking, free sex, anddrugs. Therefore, this study aims to find the effect of media exposure on adolescent risk behavior.Method: The type of research used in this research is a survey research of cross sectional approach. The samplein this research is a part of the population of the students of class XI SMK Sudirman Semarang from June until July2015 which amounted to 39 students. The sampling techniques used are a sampling of saturated.Result: Data obtained by the majority of adolescent who have high-risk behavior as much as 53.8%. Media exposure mostly give positive exposure to 61.5%. Results of the correlation of Chi Square p value = 0.000 (p <0.05). Theinfluence of the incorrect information may negatively impact if not matched with the right information from sourcesthat can be accounted for.Conclusion: There are any significant correlation media exposure with the risky behavior of adolescent.Keywords: risky behavior, adolescents, media exposure
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DENGAN SIKAP IBU HAMIL PADA PROGRAM ANTENATAL CARE INTEGRASI TERHADAP PREVENTION OF MOTHER TO CHILD HIV TRANSMISSION (PMTCT) DI PUSKESMAS HALMAHERA KOTA SEMARANG Umi Mujayanah; Mifbakhuddin Mifbakhudin; Erna Kusumawati
Jurnal Kebidanan Vol 3, No 2 (2014): August 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.964 KB) | DOI: 10.26714/jk.3.2.2014.26-31

Abstract

Latar belakang : Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan retrovirus yang menurunkan kemampuan sistem imun. Jumlah ibu hamil yang terkena HIV di Kota Semarang pada tahun 2011 sejumlah 13 orang dan tahun 2012 meningkat menjadi 28 orang. Berdasarkan studi pendahuluan di Puskesmas Halmahera, sebanyak 5 dari 10 ibu hamil mempunyai pengetahuankurang tentang PMTCT dan 5 dari 10 ibu hamil menyatakan setuju dengan PMTCT. Tujuan : Penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu hamil tentang PMTCT dengan sikap ibu hamil terhadap PMTCT. Metode : Penelitian analitik survei dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu hamil di Puskesmas Halmahera Kota Semarang pada bulan Agustus 2013 sebanyak 150 ibu hamil Besar sampel sebanyak 60 orang. Variabel bebas adalah Pengetahuan ibu hamil tentang PMTCT. Variabel terikat adalah Sikap ibu hamil terhadap PMTCT. Analisa bivariat menggunakan uj korelasi Rank Spearman. Hasil : Pengetahuan ibu hamil yang kurang tentang PMTCT yaitu sebanyak 29 responden(48,3%). Sikap ibu hamil tidak mendukung terhadap PMTCT yaitu sebanyak 27 responden (45,0%), ada hubungan antara pengetahuan ibu hamil tentang PMTCT dengan sikap terhadap PMTCT (ρ=0,003). Simpulan :ada hubungan antara pengetahuan ibu hamil tentang PMTCT dengan sikap terhadap PMTCT dengan kekuatan rendah yaitu 0,380.Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Prevention of Mother To Child HIV transmission (PMTCT)
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG PERENCANAAN KEHAMILAN PADA PASANGAN MENIKAH USIA DINI DI KECAMATAN BANDAR KABUPATEN BATANG SyifaKhusnul Khotimah; Edy Soesanto; Erna Kusumawati
Jurnal Kebidanan Vol 4, No 2 (2015): August 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (41.851 KB) | DOI: 10.26714/jk.4.2.2015.11-16

Abstract

LatarBelakang: Pernikahan usia dini tertinggi di dunia. Pasangan yang menikah usia dini (<20   tahun), ada yang merencanakan kehamilan karena ingin bekerja terlebih dahulu, dan ada yang tidak merencan akan kehamilan karena ingin segera mendapatkan keturunan.Tujuan: Mendeskripsikan tingkat pengetahuan tentang psikologis, fisik dan financial pada pasangan menikah usia dini. MetodePenelitian: Data yang dikumpulkan dianalisis secara univariat. Jenis penelitian yang digunakan adalah diskriptif kuantitatif. Sampel penelitian 57 responden responden dengan teknik sampling Quota sampling. Variabel penelitianya itu pengetahuan tentang perencanaan kehamilan pada pasangan menikah usia dini yang meliputi pengetahuan psikologi, fisik dan finansial. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner. Hasil: Responden memiliki pengetahuan cukup tentang psikologis yaitu sebanyak 27 responden (47,4%), 21 responden (36,8%) memiliki pengetahuan baik dan 9 responden (15,8%) memiliki pengetahuan kurang. Responden memiliki pengetahuan kurang tentang fisik yaitu sebanyak 25 responden (43,9%), 18 responden (31,6%) memiliki pengetahuan baik dan 14 responden (24,6%) memiliki pengetahuan cukup. Responden memiliki pengetahuan baik tentang financial sebanyak 38 responden (66,7%), 10 responden (17,5%) memiliki pengetahuan cukup dan 9 responden (15,8%) memiliki pengetahuan kurang. Kesimpulan:Mayoritas responden memiliki pengetahuan cukup tentang psikologis 27 responden (47,4%), 25 responden (43,9%) memilikipengetahuankurangtentangfisikdan 38 responden (66,7%) memiliki pengetahuan baik tentang finansial.
FAKTOR RISIKO KEJADIAN PERSALINAN PREMATUR (STUDI DI BIDAN PRAKTEK MANDIRI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GEYER DAN PUSKESMAS TOROH TAHUN 2011) Dhina Novi Ariana; Sayono Sayono; Erna Kusumawati
Jurnal Kebidanan Vol 1, No 1 (2012): February 2012
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.169 KB) | DOI: 10.26714/jk.1.1.2012.33-40

Abstract

Persalinan prematur merupakan persalinan yang terjadi pada kehamilan kurang dari 37 minggu (antara 20-37 minggu) atau dengan berat janin kurang dari 2500 gram. Paritas ibu, riwayat prematur sebelumnya dan trauma ibu diduga merupakan penyebab terjadinya persalinan prematur. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui adanya hubungan antarafaktor paritas ibu, riwayat prematur sebelumnya dan trauma ibu dengan kejadian persalinan prematur. Jenis penelitian adalah analitik dengan rancangan penelitian case control. Sampel dibagi dalam 2 kelompok yaitu kelompok kasus dan kelompok kontrol. Faktor risiko paritas dan trauma ibu yaitu 41 kelompok kasus dan 41 kelompok kontrol, sedangkan faktor risiko riwayat prematur sebelumnya yaitu 26 kelompok kasus dan 26kelompok kontrol. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling yang memilih kelompok sampel sesuai dengan kriteria yang ditentukan. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian adalah tidak ada hubungan yang signifikanantara paritas ibu dengan persalinan prematur (ρ = 0,638) dan merupakan faktor protektif terjadinya persalinan prematur (OR = 0,717). Tidak ada hubungan yang signifikan antara riwayat prematur sebelumnya dengan persalinan prematur (ρ = 0,096), tetapi merupakan faktor risiko terjadinya persalinan prematur (OR = 3,022). Ada hubungan yang signifikan antara trauma ibu dengan persalinan prematur (ρ = 0,002) dan merupakan faktor risiko terjadinya persalinan prematur (OR = 5,020).
PERBEDAAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TRIMESTER III TENTANG METODE AMENOREA LAKTASI (MAL) SEBELUM DAN SESUDAH PENYULUHAN DI PUSKESMAS BANGETAYU KOTA SEMARANG Puspa Desy Malinda; Suprapti Suprapti; Erna Kusumawati
Jurnal Kebidanan Vol 2, No 2 (2013): August 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (42.665 KB) | DOI: 10.26714/jk.2.2.2013.87-92

Abstract

Latar belakang : Metode amenorea laktasi (MAL) adalah kontrasepsi yang mengandalkan pemberian Air Susu Ibu (ASI) secara eksklusif. Keuntungan MAL diantaranya efektivitas tinggi 98% dan tanpa biaya. Keuntungan untuk bayi yaitu bayi mendapatkan antibodi melalui ASI dan sebagai sumber asupan gizi untuk tumbuh kembang bayi Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti di Puskesmas Bangetayu, diperoleh hasil bahwa sebanyak 10 dari 12 ibu hamil trimester III belum pernah mendapatkan penyuluhan atau informasi tentang metode amenorea laktasi (MAL). Tujuan : untuk mengetahui perbedaan pengetahuan ibu hamil trimester III tentang metode amenorea laktasi (MAL) sebelum dan sesudah penyuluhan. Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah Pra-eksperimen dengan rancangan One Group Pretest Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 35 ibu hamil trimester III di Puskesmas Bangetayu, dan teknik sampling yang digunakan yaitu teknik sampling jenuh. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesioner dan leaflet. Hasil : menunjukkan bahwa pengetahuan ibu hamil trimester III tentang metode amenorea laktasi (MAL) sebagian besar berpengetahuan kurang yaitu sebanyak 19 responden (54,3%). Sedangkan pengetahuan ibu hamil trimester III sesudah penyuluhan mengalami peningkatan menjadi baik yaitu sebanyak 35 responden (100%). Hasil Uji Wilcoxon menunjukkan bahwa ada perbedaan yang bermakna pada pengetahuan ibu hamil trimester III tentang metode amenorea laktasi (MAL) sebelum dan sesudah penyuluhan (p-value=0,0001). Simpulan :Ada perbedaan pengetahuan ibu hamil trimester III tentang metode amenorea laktasi (MAL) sebelum dan sesudah penyuluhan.
Paparan Media Terhadap Perilaku Berisiko Remaja Agustin Rahmawati; Siti Istiana; Erna Kusumawati
Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science) Vol. 3 No. 2 (2015): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science)
Publisher : Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36307/k720vv43

Abstract

Background: Adolescent life is a life that is crucial for the future of the rest of their lives. Adolescent delinquencecan happen when sociological and psychological needs are not well, so that will bring various pattern of aggressive behavior and tend toward the negative. Aggressive behavior problems tend to be negative and it cannot beseparated from mental problems, and the psychological journey dominant in adolescents is still unstable. Influencescoming from the outside often have an impact that brings them to risky behaviors such as smoking, free sex, anddrugs. Therefore, this study aims to find the effect of media exposure on adolescent risk behavior.Method: The type of research used in this research is a survey research of cross sectional approach. The samplein this research is a part of the population of the students of class XI SMK Sudirman Semarang from June until July2015 which amounted to 39 students. The sampling techniques used are a sampling of saturated.Result: Data obtained by the majority of adolescent who have high-risk behavior as much as 53.8%. Media exposure mostly give positive exposure to 61.5%. Results of the correlation of Chi Square p value = 0.000 (p <0.05). Theinfluence of the incorrect information may negatively impact if not matched with the right information from sourcesthat can be accounted for.Conclusion: There are any significant correlation media exposure with the risky behavior of adolescent.Keywords: risky behavior, adolescents, media exposure
PENGEMBANGAN SELF NANO EMULSIFYING DRUG DELIVERY SYSTEM (SNEDDS) EKSTRAK DAUN SENGGUGU (Clerodendron serratum [L.]Spr.) Erna Kusumawati; Iis Wahyuningsih; Nur Khasnah
Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2021): Jurnal Ilmiah Manuntung
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51352/jim.v7i1.416

Abstract

Senggugu leaf (Cloredendrom serratum[L.]Spr.) is one of the natural ingredients that has a pharmacological effect in overcoming cancer since it contains flavonoid componds that prevents the development of cancer cells. However, the application of senggugu leaf extract through oral is not acceptable. Therefore, it requires the development of SNEDDS (Self- Nanoemulsifying Drug Delevery Sytem). Objectives: This study aims to formulate SNEDDS of senggugu leaf extract by using tween 80 surfactant and PEG 400 cosurfactane and Virgin Coconut Oil Phase in order for the optimal SNEDDS character to be obtained. Before making the DX 12 formula, a formula trial was made to determine the lower an upper values of each component. After that, a formula was made bases on the DX12. In order to make the optimal formula characterization, it is carried out of the optimal formula of SNEDDS, including particle size, zeta potential, and nanoemulsion stability in the artificial digestive system for 4 hours. The optimal characteristics that have been obtained has a transmitance percentage of 97,99±0,39 % within the emulsification time of 23,57 ±1,06 seconds, a droplet size of 12,5 ±0,436 nm, a polidispersity index of 0,320±0,005, a zeta potensial value of -30,6 ± 0,3 mV, and a stable nanoemulsion formed in the artifical disgetive tract. The results showed that the proportion of VCO 10,55%, tween 68%, and 21,45% PEG400 and 200 mg/mL extract was able to form a good formula for senggugu leaf extract SNEDDS.