Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH KREATIVITAS GURU TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS X SMK NEGERI 6 PALU Mardatillah; Baharuddin Paloloang; Bakri Mallo
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh yang signifikan antara kreativitas guru terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas X SMK Negeri 6 Palu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMK Negeri 6 Palu sebanyak 317 orang siswa yang terdiridari 10 kelas. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan proportional random sampling, sampel dalam penelitian ini terdiri dari 63 siswa kelas X SMK Negeri 6 Palu tahun ajaran 2017/2018. Hasil pengujian hipotesis penelitian dengan menggunakan uji determinasi (R2) diperoleh nilai KP sebesar 0,0479% yang menunjukkan bahwa, pengaruh kreativitas guru terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas X SMK Negeri 6 Palu sebesar = 0,0479% yang signifikan (lemah)Maka dengan demikian Hipotesis H1 diterima dan H0 ditolak atau terdapat pengaruh kreativitas guru terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas X SMK Negeri 6 Palu. Kata Kunci: Kreativitas Guru, Prestasi belajar. Abstract: This study aims to determine whether there is a significant effect between the teacher creativity on student achievement learning mathematics of grade X SMK Negeri 6 Palu. The population of this study is all 317 students of grade X SMK Negeri 6 Palu consisting of 10 classes. The sampling technique was done by proportional random sampling, the sample in this study consisted of 63 students of grade X SMK Negeri 6 Palu in academic year 2017/2018. The result of research hypothesis test by using test of determination (R2) obtained the KP value 0,0479% indicating that the effect of teacher creativity on student achievement learning mathematics of grade X SMK Negeri 6 Palu is 0,0479% which is significant (weak). Hence hypothesis H1 accepted and H0 rejected or there is effect of teacher creativity to student achievement learning mathematics of grade X SMK Negeri 6 Palu. Keywords: teacher’s creativity, learning achievement.
PROFIL KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA OPERASI PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN PECAHAN DI KELAS VIII SMP NEGERI 14 PALU Tiara Wahyu Anggraini; Gandung Sugita; Baharuddin Paloloang
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 6 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi tentang profil komunikasi matematis siswa dalam menyelesaikan soal cerita operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan di kelas VIII SMP Negeri 14 Palu. Jenis penelitian ini adalah penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak tiga siswa yaitu siswa berkemampuan tinggi (SKT), siswa berkemampuan sedang (SKS), dan siswa berkemampuan rendah (SKR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil komunikasi matematis SKT, SKS dan SKR dalam menyelesaikan soal cerita operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan pada indikator menggunakan representasi untuk menggambarkan situasi masalah pecahan yaitu subjek dapat merepresentasikan maksud soal dengan cara menuliskan informasinya dalam bentuk point-perpoint dan dinyatakan dalam bentuk gambar tetapi SKR keliru menuliskan informasi pada soal pecahan operasi hitung campuran; pada indikator mampu menuliskan jawaban penyelesaian masalah pecahan yaitu subjek mampu menuliskan jawaban penyelesaian masalah pecahan cukup lengkap, mulai dari informasi soal hingga urutan langkah-langkah penyelesaiannya, tetapi SKS belum memahami cara penyelesaian soal pecahan operasi hitung campuran dan SKR belum memahami cara mengoperasikan pecahan-pecahan tersebut setelah disamakan penyebutnya; pada indikator menggunakan bahasa matematika dan simbol secara tepat yaitu subjek dapat mengubah informasi soal menjadi model matematikanya dan dapat menentukan operasi hitung yang digunakan serta dapat menuliskan pecahan dan penyelesaiannya dengan benar, tetapi SKS tidak menuliskan operasi hitung ketika memulai penyelesaian masalah dan SKR belum mampu menyamakan penyebut dengan menggunakan KPK; pada indikator mampu menyampaikan atau menjelaskan jawaban penyelesaian masalah pecahan yang dituliskannya yaitu subjek dapat menjelaskan kembali jawaban penyelesaian soal sesuai dengan jawaban yang dituliskannya. Kata Kunci: Profil, Komunikasi Matematis, Soal Cerita, Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan Abstract: This research aims to obtain a description of mathematical communication profile of students in solving the problem story of adding and subtracting fractions operation at the eighth grade students of SMP Negeri 14 Palu. The type of this research was case study with qualitative approach. Research subjects used in this research as many as three students who are high ability student, medium ability student, and low ability student. The result of the research shows that the mathematical communication profile of high ability student, medium ability student, and low ability student in finishing the story of the addition and subtraction of fractions on the indicator using representation to describe the situation of the fraction problem that is the subject can represent the purpose of the problem by writing the information in the form of points and can be expressed in the image form but medium ability student erroneously writes information on the matter of fractions of mixed count operations; on the indicator is able to write the answer to the problem of fractional problem is the subject to write the answer to the problem of complete fractional problem, ranging from the information problem to the sequence completion steps, but the medium ability student does not understand how to solve the problem of fractions count operations and low ability student not understand how to operate the fractions after the equalization of the denominator; in the indicator using mathematical language and symbols precisely the subject can change the problem information into a mathematical model and can determine the calculation operations used and can write the fractions and completion correctly, but the medium ability student does not write the counting operation when starting the problem solving and low ability student has not been able to equate the denominator using least common multiple; on the indicator is able to convey or explain the answer to the problem of fractions that written is the subject can explain back the solution to the problem resolution in accordance with the answers written. Keywords: Profile, Mathematical Communication, Story Problem, Addition and Subtraction of Fractions
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MATERI RUMUS-RUMUS TRIGONOMETRI JUMLAH DAN SELISIH DUA SUDUT SISWA KELAS XI IPA1 SMA NEGERI 9 PALU Dwi Siti Rahayu A; Baharuddin Paloloang; Evie Awuy
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 6 No. 3 (2019)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) yang dapat meningkatkan hasil belajar pada materi rumus-rumus trigonometri jumlah dan selisih dua sudut siswa kelas XI IPA1 SMA Negeri 9 Palu. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yakni perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi rumus-rumus trigonometri jumlah dan selisih dua sudut mengikuti fase-fase, yaitu 1) penomoran, 2) mengajukan pertanyaan, 3) berpikir bersama, dan 4) menjawab. Hasil penelitian: 1) ketuntasan belajar klasikal siswa pada tes akhir tindakan siklus I yaitu 54,55%, dan mengalami peningkatan pada siklus II yaitu 80,95%, 2) hasil observasi aktivitas guru pada siklus I mencapai 76% dengan kriteria baik, dan pada siklus II mencapai 90% dengan kriteria sangat baik, dan 3) hasil observasi aktivitas siswa pada siklu I mencapai 72% dengan kriteria baik, dan pada siklus II mencapai 88% dengan kriteria sangat baik. Kata Kunci: Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together (NHT), Hasil Belajar, Rumus-rumus Trigonometri Jumlah dan Selisih Dua Sudut Abstract: The purpose of this study is to obtain a description of the application of cooperative learning model type Numbered Heads Together (NHT) that can improve learning outcomes on the material trigonometric formula Addition and Subtraction of two angles of students class XI IPA1 SMA Negeri 9 Palu. This research is a classroom action research that refers to Kemmis and Mc's research design. Taggart ie planning, action execution, observation and reflection. This study was conducted in two cycles. The results showed that the application of NHT type cooperative learning model can improve student learning outcomes on the material of trigonometric formulas the Addition and Subtraction of two angles follow the phases, namely 1) numbering, 2) asking questions, 3) thinking together, and 4) answering . Result of research: 1) student's learning completeness at the end test of action cycle I is 54,55%, and experience improvement in cycle II that is 80,95%; 2) result of observation of activity of teacher in cycle I reach 76% with good criterion, and in the second cycle reached 90% with very good criteria, and 3) the observation of student activity on siklu I reached 72% with good criteria, and in cycle II reached 88% with very good criteria. Keywords: Cooperative Learning Model Numbered Heads Together (NHT), Learning Outcomes, Trigonometric Formulas Addition and Subtraction Two Angles
PENGARUH PERSEPSI DAN MINAT BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS X SMK NEGERI 6 PALU Ira Kusnia Vani; Baharuddin Paloloang; Mustamin Idris
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 6 No. 4 (2019)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui pengaruh persepsi siswa tentang matematika terhadap hasil belajar matematika siswa kelas X SMK Negeri 6 Palu (2) Mengetahui pengaruh minat belajar matematika siswa terhadap hasil belajar matematika siswa kelas X SMK Negeri 6 Palu (3) Mengetahui pengaruh persepsi siswa tentang matematika terhadap minat belajar matematika siswa kelas X SMK Negeri 6 Palu (4) Mengetahui pengaruh persepsi siswa tentang matematika dan minat belajar matematika siswa terhadap hasil belajar matematika siswa kelas X SMK Negeri 6 Palu. Jenis penelitian ini adalah penelitian Expost Facto. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMK Negeri 6 Palu yang terdaftar pada tahun ajaran 2017-2018. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik cluster random sampling dan sampel yang diperoleh adalah 80 siswa. Pengumpulan data diperoleh melalui angket persepsi tentang matematika dan angket minat belajar matematika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada taraf signifikansi 5% (1) nilai maka ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara persepsi siswa tentang matematika terhadap hasil belajar matematika siswa kelas X SMK Negeri 6 Palu sebesar 20,40% (2) nilai maka ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara minat belajar matematika terhadap hasil belajar matematika siswa kelas X SMK Negeri 6 Palu sebesar 19,50% (3) nilai maka ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara persepsi siswa tentang matematika terhadap minat belajar matematika siswa kelas X SMK Negeri 6 Palu sebesar 36,40% (4) nilai maka ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara persepsi siswa tentang matematika dan minat belajar matematika siswa terhadap hasil belajar matematika siswa kelas X SMK Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada taraf signifikansi 5% (1) nilai maka ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara persepsi siswa tentang matematika terhadap hasil belajar matematika siswa kelas X SMK Negeri 6 Palu sebesar 20,40% (2) nilai maka ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara minat belajar matematika terhadap hasil belajar matematika siswa kelas X SMK Negeri 6 Palu sebesar 19,50% (3) nilai maka ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara persepsi siswa tentang matematika terhadap minat belajar matematika siswa kelas X SMK Negeri 6 Palu sebesar 36,40% (4) nilai maka ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara persepsi siswa tentang matematika dan minat belajar matematika siswa terhadap hasil belajar matematika siswa kelas X SMK Negeri 6 Palu sebesar 24,80%. Kata Kunci: Persepsi tentang Matematika, Minat Belajar Matematika, Hasil Belajar Matematika.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI HUBUNGAN ANTAR SUDUT Milda; Baharuddin Paloloang; Marinus Barra Tandiayuk
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 7 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi mengenai Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division (STAD) yang dapat Meningkatkan Hasil Belajar pada Materi Hubungan Antar Sudut di Kelas VIIc MTs Alkhairaat Tondo. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Rancangan penelitian yang dilakukan mengacu pada desain penelitian yang dikembangkan oleh Kemmis dan Mc. Taggart yakni: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIIC MTs Alkhairaat Tondo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) dapat Meningkatkan Hasil Belajar siswa pada materi hubungan antar sudut dengan mengikuti fase-fase model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) sebagai berikut: (1) penyampaian tujuan dan memotivasi siswa, peneliti memberikan motivasi belajar serta menyampaikan tujuan dan manfaat mempelajari hubungan antar sudut serta membangkitkan pengetahuan awal siswa, (2) penyajian/penyampaian informasi, menyajikan materi tentang Hubungan Antar Sudut dan mengontrol pemahaman siswa, (3) pengorganisasian siswa kedalam kelompok-kelompok belajar, peneliti mengkordinir siswa agar duduk sesuai dengan kelompoknya, dan menyampaikan tugas dalam kelompoknya, (4) pembimbingan kelompok belajar dan bekerja, peneliti membimbing dan mengarahkan peseerta didik dalam menyelesaikan tugas kelompoknya dan memberi bantuan kepada kelompok yang memerlukan , (5) evaluasi, peneliti memberikan kesempatan kepada setiap kelompok untuk mempersentasikan hasil diskusinya (6) pemberian penghargaan, peneliti memberikan penghargaan berupa tepuk tangan, pujian dan hadia sebagai penghargaan atas usaha bersama. Kata kunci: Model pembelajaran Kooperatif, STAD, Hasil Belajar, Hubungan Antar Sudut Abstract: This research aimed to obtain a description of the application of cooperative learning model Student Teams Achievement Division (STAD) to improve student learning outcomes in matery of relationship between angles in class VIIC MTs Alkhairaat Tondo. This research is the Classroom Action Research (CAR), which refers to the study design developed by Kemmis and Mc. Taggart, namely planning, action, observation, and reflection. the subjects were students grade class VIIC MTs Alkhairaat Tondo. The result showed that the implementing cooperative learning model Student Teams Achievement Division (STAD) can improve Student Teams Achievement Division outcomes on the material relationship between angles follow the phases of cooperative learning model Student Teams Achievement Division (STAD) as follow: (1) present the objectives and motivate students, researchers provide motivation to learning and convey the relationship between angles and arouse students’ prior knowledge, (2) present/conveying information, presents the material on the relationship between angles and control the students’ understanding, (3) organize the students in learning groups coordinated the student to sit in the accordance with the group an deliver the task in the group, (4) to leadthe group work an learning, researchers to guide and direct the student in completing the task group and give assistance to groups the need, (5) evaluation, researchers provides an apportunity for each group to present the result their discussions, (6) provide award, of researchers award in the form of applause, praise and reward in appreciation of a joint venture Keyword: Model cooperative learning, STAD, learning outcomes, the relationship between angles
PROFIL PEMECAHAN MASALAH SISTEM OPEN ENDED TENTANG LUAS DAERAH LINGKARAN PADA SISWA SMPN 20 PALU Hariyanto; Sukayasa; Baharuddin Paloloang
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 7 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Pemecahan Masalah Open Ended Tentang Luas Daerah Lingkaran pada Siswa SMPN 20 Palu. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif berdasarkan tahap-tahap pemecahan masalah dari Polya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil pemecahan masalah open ended pada siswa yang memiliki: (1) kemampuan tinggi: a) memahami masalah, pada tahap ini siswa dapat mengidentifikasi hal yang diketahui dengan kalimat pernyataan dan hal ditanyakan dengan kalimat pertanyaan. b) membuat rencana pemecahan masalah, pada tahap ini siswa memisalkan lebar paving terlebih dahulu kemudian mencari selesaiannya dengan rumus luas lingkaran dan persegi panjang. c) melaksanakan rencana pemecahan masalah, pada tahap ini siswa melaksanakan sesuai yang direncanakan dan menemukan beberapa solusi dari masalah yang diberikan. d) memeriksa kembali jawaban, pada tahap ini siswa mengecek langkah perlangkah hasil pekerjaannya dan melakukan perhitungan ulang dari hasil yang diperoleh. (2) kemampuan sedang: a) memahami masalah, pada tahap ini siswa dapat mengidentifikasi hal yang diketahui dengan kalimat pernyataan dan hal ditanyakan dengan kalimat pertanyaan. b) membuat rencana pemecahan masalah, pada tahap ini siswa memisalkan lebar paving terlebih dahulu kemudian mencari selesaiannya dengan rumus luas lingkaran dan persegi panjang. c) melaksanakan rencana pemecahan masalah, pada tahap ini siswa dapat menerapkan strategi-strategi pemecahan masalah dengan tepat yang telah direncanakan dan mendapatkan beberapa solusi dari masalah yang diberikan. d) memeriksa kembali jawaban, pada tahap ini siswa mengecek langkah perlangkah hasil pekerjaannya dan melakukan perhitungan ulang dari hasil yang diperoleh. (3) kemampuan rendah, a) memahami masalah, pada tahap ini siswa dapat menyebutkan hal yang diketahui dan ditanyakan namun tidak dapat semua informasi dari masalah yang diberikan. b) membuat rencana pemecahan masalah, pada tahap ini siswa tidak mampu menentukan cara atau strategi untuk memecahkan masalah. c) melaksanakan rencana pemecahan masalah, pada tahap ini siswa tidak tepat menggunakan informasi yang diketahui sehingga jawaban yang diperoleh salah. d) memeriksa kembali jawaban , pada tahap ini siswa tidak dapat memeriksa kembali jawaban. Kata kunci: Profil Pemecahan Masalah, Masalah Open Ended, Tahap Pemecahan Masalah Polya Abstract: This study aims to describe the Open Ended Problem Solving Profile of the Area of ​​Circle to Student SMPN 20 Palu. The type of this research is qualitative research with qualitative descriptive approach based on problem-solving steps from Polya. The results show that the open-ended problem-solving profile of students who have: (1) high ability: a) understanding the problem, at this stage the student can identify what is known by the statement sentence and the question is asked with the sentence of the question. b) make a problem-solving plan, at this stage the students are to first paving the width of the paving then look for the completion with the formula of the circle and rectangle. c) implement a problem-solving plan, at this stage the student performs as planned and finds some solutions to the problem. d) re-examine the answers, at this stage the student checks step steps of work and re-calculation of the results obtained. (2) moderate ability: a) understanding the problem, at this stage the student can identify the known thing with the statement sentence and it is asked with the sentence of the question. b) make a problem-solving plan, at this stage the students are to first paving the width of the paving then look for the completion with the formula of the circle and rectangle. c) implement a problem solving plan, at this stage students can apply the exact problem-solving strategies that have been planned and get some solution of the problem given. d) re-examine the answers, at this stage the student checks step steps of work and re-calculation of the results obtained. (3) low ability, a) understanding the problem, at this stage the student can mention what is known and asked but can ‘t all information from the given problem. b) create a problem-solving plan, at this stage students are unable to determine ways or strategies to solve the problem. c) implement a problem-solving plan, at this stage the student is not appropriately using the known information so that the answer obtained is wrong. d) review the answer, at this stage the student can’t re-examine the answer. Keywords: Troubleshooting Profile, Open Ended Problems, Polya Problem-Solving Phase
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING PADA MATERI KELILING DAN LUAS DAERAH LAYANG-LAYANG Riska Alfana Petingko; Baharuddin Paloloang; Evie Awuy
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 7 No. 3 (2020)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi penerapan model Problem Based Learning dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa pada materi keliling dan luas daerah layang-layang di kelas VIIA SMP Negeri 13 Sigi. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart, yaitu 1) perencanaan, 2) tindakan, 3) observasi, dan 4) Refleksi. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil observasi aktivitas guru siklus I dan siklus II memperoleh kriteria taraf keberhasilan sangat baik. Hasil observasi aktivitas siswa siklus I yaitu memperoleh kriteria taraf keberhasilan baik, dan mengalami peningkatan pada siklus II yaitu memperoleh kriteria taraf keberhasilan sangat baik. Persentase ketuntasan belajar klasikal siklus I 41,17% dan siklus II sebesar 76,47%. Dari hasil penelitian yang diperoleh maka dapat disimpulkan penerapan model Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi keliling dan luas daerah layang-layang di kelas VIIA SMP Negeri 13 Sigi, dengan mengikuti fase-fase PBL yaitu: 1) orientasi siswa pada masalah, 2) mengorganisasikan siswa untuk belajar, 3) membimbing penyelidikan siswa secara mandiri maupun kelompok, 4) mengembangkan dan menyajikan hasil karya, dan 5) menganalisis dan mengevaluasi pemecahan masalah. Kata Kunci: Problem Based Learning, hasil belajar, keliling dan luas daerah layang-layang. Abstract: This research aim to description about applying model Problem Based Learning in an attempt improve student learning outcomes on perimeter and area of kite in class VIIA SMP Negeri 13 Sigi. This research in classroom action research which refers to Kemmis and Mc. Taggart research design that including are are 1) planning, 2) doing, 3) observation, and 4) reflection. This research was conducted in two cycles. The results showed that the results of observations of teacher activity in cycle I and cycle II obtained very good criteria for success. The results of observations of the activities of students in cycle I are obtaining good success criteria, and have increased in cycle II, namely obtaining very good success criteria. The percentage of classical learning completeness in cycle I is 41,17% and has in cycle II by 76,47%. From the results of the research, it can be concluded that the application of Problem Based Learning can improve student learning outcome on circle in class VIIA SMP Negeri 13 Sigi it following PBL the phases: 1) student orientation, 2) organize students to learn, 3) developing independent student and group research, 4) developing and presenting the work, and 5) analyzing and evaluating problem solving. Keywords: Problem Based Learning, learning outcomes, perimeter and area of kite.
PROFIL KEMAMPUAN SISWA MA ALKHAIRAAT PUSAT PALU DALAM MENYELESAIKAN SOAL INTEGRAL BERDASARKAN TEORI APOS Ammar Abdullah Joni Guci; Dasa Ismaimuza; Baharuddin Paloloang
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 7 No. 4 (2020)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi kemampuan Siswa MA. Alkhairaat Pusat Palu dalam menyelesaikan soal Integral berdasarkan teori APOS. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah satu orang siswa kelas XI MIA MA. Alkhairaat Pusat Palu yang berkemampuan matematika tinggi dan satu orang siswa kelas XI MIA MA. Alkhairaat Pusat Palu yang berkemampuan matematika rendah. Data dikumpulkan dengan cara metode tes dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa berkemampuan matematika tinggi, yaitu FZ dalam menyelesaikan soal integral berdasarkan kriteria ketercapaian APOS mampu mencapai aksi, proses, objek, dan skema. Siswa berkemampuan matematika rendah, yaitu NS dalam menyelesaikan soal integral berdasarkan kriteria ketercapaian APOS belum mampu mencapai aksi, proses, objek, maupun skema. Kata Kunci: Profil, Integral, Teori APOS Abstract: This study aims to obtain a description of the ability of MA students. Alkhairaat Pusat Palu in solving Integral questions based on APOS theory. This type of research is qualitative descriptive research. The subject of this study was one class XI MIA MA student. Alkhairaat Pusat Palu which has high mathematical abilities and one student in class XI MIA MA. Alkhairaat Pusat Palu which has low mathematical abilities. Data was collected by means of test and interview methods. The results of this study indicate that students with high mathematical abilities, namely FZ in completing integral questions based on APOS achievement criteria are able to achieve actions, processes, objects, and schemes. Students with low mathematical abilities, namely NS in completing integral questions based on APOS achievement criteria have not been able to achieve actions, processes, objects, and schemes. Keywords: Profile, Integral, APOS Theory
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TALKING STICK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA TEOREMA PHYTAGORAS Grace Silvana Duruka; Maxinus Jaeng; Baharuddin Paloloang
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 8 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi penerapan model pembelajaran kooperatif tipe talking stick dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa dalam menyelesaikan soal cerita teorema Phytagoras di kelas VIII E SMP Negeri 2 Palu. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart, yaitu 1) perencanaan, 2) tindakan, 3) observasi, dan 4) Refleksi. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil observasi aktivitas guru siklus I dan siklus II memperoleh kriteria taraf keberhasilan sangat baik. Hasil observasi aktivitas siswa siklus I yaitu memperoleh kriteria taraf keberhasilan baik, dan mengalami peningkatan pada siklus II yaitu memperoleh kriteria taraf keberhasilan sangat baik. Dari hasil penelitian yang diperoleh maka dapat disimpulkan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe talking stick dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam menyelesaikan soal cerita teorema Phytagoras di kelas VIII E SMP Negeri 2 Palu dengan mengikuti fase-fase sebagai berikut: (1) menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa, guru menyampaikan tujuan pembelajaran, memberikan apersepsi dan motivasi; (2) menyajikan informasi, guru menginformasikan model pembelajaran serta menjelaskan kegunaan tongkat dan intrumen musik; (3) mengorganisir siswa ke dalam tim-tim belajar, guru membagi siswa dalam 6 kelompok yang beranggotakan 5-6 siswa; (4) membantu kerja tim dan belajar, guru membagikan LKPD kepada setiap kelompok dan meminta siswa untuk saling bekerjasama; (5) mengevaluasi, guru menjalankan tongkat secara estafet dengan bantuan intrumen musik dan memberikan pertanyaan kepada siswa yang memegang tongkat saat musik dihentikan serta guru bersama siswa membuat kesimpulan dan (6) memberikan pengakuan dan penghargaan, guru memberikan penghargaan individu dan kelompok terbaik. Kata kunci: Model pembelajaran koopertif tipe talking stick, hasil belajar dan teorema Phytagoras Abstract: The purpose of this study was to obtain a description of the application of the talking stick cooperative learning model in an effort to improve student learning outcomes in solving the Pythagorean theorem story problem in class VIII E of SMP Negeri 2 Palu. This research is a class action research that refers to the research design of Kemmis and Mc. Taggart, namely 1) planning, 2) action, 3) observation, and 4) Reflection. This research was conducted in two cycles. The results showed that the observations of the activities of the first and second cycles of the teacher obtained very good success criteria. The results of observations of the activities of students in cycle I are getting good success criteria, and having an increase in cycle II that is getting very good success criteria. From the research results obtained, it can be concluded that the application of the talking stick cooperative learning model can improve student learning outcomes in solving the Pythagorean theorem story problem in class VIII E SMP Negeri 2 Palu by following the phases as follows: (1) conveying the objectives and preparing students , the teacher conveys the learning objectives, provides apperception and motivation; (2) presenting information, the teacher informs the learning model and explains the use of sticks and musical instruments; (3) organizing students into learning teams, the teacher divides students into 6 groups of 5-6 students; (4) helping team work and learning, the teacher distributes the worksheet to each group and asks students to cooperate with each other; (5) evaluates, the teacher runs the baton in a relay with the help of musical instruments and gives questions to students who hold the stick when the music is stopped and the teacher with students draw conclusions and (6) gives recognition and appreciation, the teacher gives the best individual and group awards. Keywords: cooperative learning model talking stick type, learning outcomes and theorem Phytagoras
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIFTIPE THINK PAIR SHARE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI KOMPOSISI DUA FUGSI DI KELAS X IPA 5 SMA NEGERI 7 PALU Inaryo M. jaafar; Baharuddin Paloloang; Muh. Rizal
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 9 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah utama dalam penelitian ini yaitu rendahnya hasil belajar siswa pada materi komposisi dua fungsi hal ini disebabkan karena siswa kurang memahami konsep dalam menentukan komposisi dua fungsi, sehingga siswa mudah lupa dengan rumus menentukan komposisi dua fungsi. Selain itu, kurangnya pemahaman siswa pada materi prasyarat dari materi komposisi dua fungsi, yaitu materi tentang aljabar fungsi, serta sebagian besar siswa kurang aktif selama mengikuti pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi tentang penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TPS yang dapat meningkatkan hasil belajarar siswa pada materi komposisi dua fungsi di kelas X IPA 5 SMA Negeri 7 Palu tahun ajaran 2018/2019 berjumlah 33 orang siswa yang terdiri dari 14 laki-laki dan 19 perempuan. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Desain penelitian mengacu pada model Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri dari empat komponen, yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Data Hasil penelitian menunjukan pada tes akhir siklus I terdapat 15 siswa tuntas dan 17 siswa tidak tuntas berikut ketuntasan belajar klasikal mencapai 46,87%, Sedangkan pada siklus II terdapat 26 siswa tuntas dan 5 siswa tidak tuntas berikut ketuntasan belajar klasikal mencapai 83,85%. Jadi dapat disimpulkan bahwa penerepan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X IPA 5 SMA Negeri 7 Palu pada materi komposisi dua fungsi, dengan tahapannya yaitu (1) pendahuluan, (2) think, (3) pair, (3) share, dan (5) penghargaan.