Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Integrasi Location Quotient, Analisis Rantai Pasok, dan Business Model Canvas dalam Pengembangan Jagung di Kawasan Transmigrasi Muhammad Bagus Jatmiko; Widya Hasian Situmeang; Ajmir Akmal; Agief Julio Pratama
Jurnal Sains Pertanian Vol. 10 No. 1: February, 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Almuslim Bireuen Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/jsp.v10i1.3567

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keunggulan komoditas, struktur rantai pasok, peran pelaku usaha, serta model bisnis agribisnis jagung di Kawasan Transmigrasi Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dengan teknik purposive sampling. Analisis dilakukan menggunakan Location Quotient (LQ) untuk mengidentifikasi komoditas basis, analisis rantai pasok untuk mengkaji aliran produk, informasi, dan finansial, serta Business Model Canvas (BMC) untuk mengevaluasi model bisnis agribisnis jagung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jagung merupakan komoditas basis dengan nilai rata-rata LQ > 1 selama periode 2020–2024. Namun demikian, fluktuasi nilai LQ menunjukkan bahwa keunggulan komparatif jagung masih dipengaruhi oleh produktivitas, akses input produksi, dan dinamika permintaan pasar. Struktur rantai pasok jagung masih didominasi oleh saluran distribusi yang panjang dengan keterlibatan beberapa perantara, sehingga menyebabkan rendahnya farmer’s share, tingginya margin pemasaran, dan lemahnya posisi tawar petani. Selain itu, model bisnis agribisnis jagung masih bersifat konvensional dan belum optimal dalam memanfaatkan elemen strategis BMC, terutama pada aspek value proposition, channels, customer relationship, dan key partners. Penelitian ini mengusulkan pengembangan model bisnis berbasis koperasi sebagai pusat integrasi distribusi, pemasaran kolektif, dan informasi pasar guna meningkatkan efisiensi rantai pasok dan daya saing agribisnis jagung. Secara ilmiah, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan pendekatan integratif yang menghubungkan analisis keunggulan wilayah, rantai pasok, dan model bisnis dalam sistem agribisnis berbasis kawasan. Secara praktis, hasil penelitian dapat menjadi dasar dalam penguatan kelembagaan petani, digitalisasi informasi pasar, dan pengembangan kebijakan agribisnis jagung yang lebih berorientasi pasar dan berkelanjutan.
Perbandingan Susut Bobot Metode Full-Washed dan Natural Pada Varietas Kopi Red Bourbon dan Yellow Bourbon Zaelin Melati Sukma; Agief Julio Pratama; Ade Astri Muliasari; Ajmir Akmal
Jurnal Sains Pertanian Vol. 8 No. 3: October 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Almuslim Bireuen Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/jsp.v8i3.2937

Abstract

Kualitas kopi yang baik dapat diperoleh dari biji kopi yang telah matang dan proses pengolahan pasca panen yang tepat. Penelitian bertujuan membandingkan penyusutan pada proses pengolahan kopi dengan metode full-washed dan natural pada varietas Red Bourbon dan Yellow Bourbon. Kegiatan penelitian dilaksanakan di Kampung Mekarsari Baru, Kabupaten Garut, Jawa Barat pada Juni-Agustus 2023. Varietas Red Bourbon diolah secara full-washed dan Yellow Bourbon menggunakan metode natural. Parameter pengamatan meliputi transportasi dan sortasi cherry, pencucian dan perambangan, pengupasan kulit, fermentasi, penjemuran, pengupasan kulit, pemutuan biji kopi serta pengemasan dan penyimpanan kopi. Hasil penelitian menunjukkan proses pengolahan dengan metode full-washed meliputi sortasi, perambangan dan pencucian, pengupasan kulit cherry, fermentasi, penjemuran dan pengupasan kulit tanduk sedangkan metode natural meliputi perambangan, penjemuran dan pengupasan kulit tanduk. Varietas Yellow Bourbon dengan metode natural cenderung memiliki bobot bersih yang lebih tinggi dan variasi yang lebih besar dibandingkan dengan varietas Red Bourbon dengan metode pengolahan full-washed. Metode natural masuk dalam grade 2 sedangkan metode full-washed termasuk grade 3
Karakteristik Morfologi Tanaman Jeruk Keprok (Citrus Raticulata L) Provinsi Aceh Ajmir Akmal; Uchti Nuzul Qinanti Lubis; Diah Fridayati; Mira Humaira
Jurnal Sains Pertanian Vol. 9 No. 1: February, 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Almuslim Bireuen Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/jsp.v9i1.3183

Abstract

Jeruk keprok atau jeruk mandarin merupakan sebuah jeruk yang dapat tumbuh di daerah tropis dan subtropis. Penyebaran jeruk keprok di Indonesia terdapat di beberapa daerah dataran tinggi salah satunya jeruk keprok banyak di temukan di provinsi Aceh yang meliputi Kabupaten Bener Meriah dan Kabupaten Tengah. Saat ini keberadaan jeruk keprok gayo ini nyaris saja terlupakan karna banyak nya habitat jeruk keprok yang sudah mulai punah. Melihat kondisi di atas Karakteristik tanaman jeruk kerpok perlu dilakukan hal ini guna menyelamatkan genetik karakter dari pada jeruk keprok (Citrus reticulata L) di Provinsi Aceh. Penelitian ini dilaksanakan di Provinsi Aceh yang meliputi Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meuriah. Pelaksanaan penelitian ini di mulai bulan Juni sampai Agustus 2024. penelitian dilakukan dalam 2 tahap. Tahap pertama adalah eksplorasi tanaman, tahap kedua yaitu identifikasi morfologi tanaman jeruk keprok lokal Aceh. Hasil penelitian di temukan karakter morfologi bentuk daun jeruk keprok (Citrus reticulata L) Aceh bedasarkan kuantitatif panjang dan lebar. Helai daunya tidak ditemukan perbedaan bentuk pada dua lokasi Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meuriah. Lebar daun berkisar 3.3 cm dan panang helainyan daunya berkisar 8,5 sampai dengan 10.08 cm. Daun ditemukan ada dua bentuk yaitu elliptic dan lanceolate, sementara yang dominan adalah bentuk lanceolate.
Indeks Keragaman Gulma pada Kebun Sagu Rakyat di Bogor, Indonesia Agief Julio Pratama; Ajmir Akmal; Muhammad Iqbal Nurulhaq; Ratih Kemala Dewi; Tri Budiarto; Widya Hasian Situmeang; Ririh Sekar Mardisiwi; Egi Wiraguna; Restu Puji Mumpuni; Henry Kasmanhadi Saputra
Jurnal Sains Pertanian Vol. 9 No. 2: June, 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Almuslim Bireuen Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/jsp.v9i2.3225

Abstract

Kondisi pertanaman kebun sagu rakyat sebagian besar tidak dilakukan pengelolaan gulma secara intensif yang mampu memberikan dampak negatif bagi produktivitas tanaman. Penelitian bertujuan mengidentifikasi keragaman jenis gulma yang ada di kebun sagu rakyat dan vegetasinya sebagai dasar dalam pengendalian gulma di kebun sagu. Pengambilan contoh gulma dilakukan secara acak sederhana dengan menggunakan kuadran berukuran 50 cm x 50 cm dan fase tanaman sagu memasuki fase tanaman menghasilkan. Hasil penelitian menunjukkan jumlah spesies gulma yang ditemukan pada kebun sagu rakyat sebanyak 65 spesies yang terbagi atas 39 famili. Dari spesies yang ditemukan, spesies Ottochloa nodosa memiliki nilai kerapatan nisbi dan nisbah jumlah dominan yang tertinggi dengan nilai 16,03% dan 10,24%. Untuk nilai frekuensi nisbi dan bobot kering nisbi tertinggi terdapat pada spesies Asystasia gangetica dengan nilai 9,37% dan 9,87%. Indeks keragaman gulma termasuk dalam kategori sedang yaitu dengan nilai 1,54.
EDUKASI TEKNOLOGI PERTANIAN BERWAWASAN SUSTAINABLE AGRICULTURE PADA SISWA SEKOLAH DASAR SUKMA BANGSA LHOKSEUMAWE Irwansyah Irwansyah; ajmir akmal; Syahirman Hakim; Diah Fridayanti; Nursayuti Nursayuti; Uchti Nuzul Qhinanti Lubis; Aidil Amar; Munawar Munawar
Journal of Community Empowerment Vol 3, No 1 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v3i1.24623

Abstract

ABSTRAK Rendahnya petani muda yang bekerja sektor pertanian terus mengalami peningkatan, ini kondisi tidak baik bagi ketahan pangan Indonesia dimasa depan. Salah satu faktor utama rendahnya minat generasi muda terhadap pertanian adalah kurang mengetahui tentang pertanian khususnya pada anak usia dini di tingkat sekolah dasar. Upaya mengatasi permasalah ini, dapat ditempuh berupa edukasi bagi generasi penerus pertanian. Inilah yang menjadi alasan utama kegiatan penyuluhan edukasi terhadap peserta didik jenjang pendidikan dasar tepatnya Sekolah Dasar. Tujuan kegiatan adalah menumbuhkan pemahaman pada 21 siswa SD Sukma Bangsa Lhokseumawe kelas VI tentang Sustainable Agriculture. Metode yang digunakan dalam kegiatan edukasi ini adalah penyuluhan dengan metode ceramah dan diskusi. Setelah kegiatan edukasi didapatkan siswa SD Sukma Bangsa Lhokseumawe mengetahui tentang teknik budidaya, perawatan, dan panen pada tanaman pertanian menerapkan sistem sustainable agriculture. Hasil yang diperoleh melalui kuesioner bahwa pengetahuan siswa pada bidang pertanian sebesar 80,94 %. Kesimpulan peningkatan pemahaman siswa mengenai stutainable agriculture, menjadi upaya baik untuk memberikan pemahaman kesadaran pentingnya pengelolaan sektor pertanian dengan konsep ramah lingkungan. Kata kunci: Edukasi; sustainable agriculture; ramah lingkungan; siswa  ABSTRACT The low number of young farmers working in the agricultural sector continues to increase, this is not a good condition for Indonesia food security in the future. One of the main factors in the young generation low interest in agriculture is their lack of knowledge about agriculture, especially in early childhood at the elementary school level. Efforts to overcome this problem can be taken in the form of education for the next generation of agriculture. This is the main reason for educational outreach activities for students at the basic education level, specifically elementary schools. The aim of the activity is to foster understanding in 21 students of SD Sukma Bangsa Lhokseumawe class VI about Sustainable Agriculture. The method used in this educational activity is counseling using lecture and discussion methods. After the educational activities, students at SD Sukma Bangsa Lhokseumawe learned about cultivation, care and harvesting techniques for agricultural plants using a sustainable agriculture system. The results obtained through the questionnaire showed that students' knowledge in the field of agriculture was 80.94%. In conclusion, increasing students' understanding of sustainable agriculture is a good effort to provide awareness of the importance of managing the agricultural sector with an environmentally friendly concept.Keywords: Education; sustainable agriculture; environmentally friendly; student