Claim Missing Document
Check
Articles

Kemampuan Literasi Siswa Dalam Pembelajaran IPAS Pada Kurikulum Merdeka di Kelas IV SDN 23 Mulung Kessy, Febrianti; Joni Albar; Novika Lestari
Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol. 3 No. 4 (2025): Desember
Publisher : putrapublisher.org

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jurpendis.v3i4.1464

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan literasi siswa dalam pembelajaran IPAS pada kurikulum merdeka di kelas IV SDN 23 Mulung. Jenis penelitian deskriptif menggunakan metode kualitatif dan desain yang digunakan dalam penelitian adalah kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi proses pembelajaran IPAS, wawancara mendalam dengan guru Wali Kelas IV dan Kepala Sekolah, serta analisis dokumen perangkat pembelajaran yang menerapkan Kurikulum Merdeka. Fokus penelitian adalah kemampuan literasi dalam pembelajaran IPAS yaitu: Menganalisis Informasi, Mengevaluasi Informasi, dan Menyaring Informasi. Terkait kemampuan literasi yang menjadi fokus penelitian, ditemukan bahwa siswa masih memerlukan penguatan dalam memahami ide pokok, berpikir kritis membedakan fakta dan opini, menilai kredibiltas sumber, mengidentifikasi argumen, merangkum dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian mengimplikasikan penerapan kurikulum merdeka memiliki potensi yang signifikan dalam meningkatkan kemampuan literasi siswa pada pembelajaran IPAS. Kemampuan literasi siswa menunjukkan variasi, mengindikasi perlunya perhatian terhadap perbedaan individual dan dukungan tambahan bagi sebagian siswa. Kesimpulan dari penelitian bahwa penerapan Kurikulum Merdeka memberikan fleksibilitas bagi guru dalam merancang pembelajaran yang lebih kontekstual dan berpusat pada siswa, yang berpotensi meningkatkan keterlibatan kemampuan literasi dalam pemahaman konsep IPAS.
MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN PERMAINAN ENGKLEK TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA Betania, Betania; Saputri, Linda Dwi; Lestari, Novika
AL KHAWARIZMI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 6 No. 1 (2026): VOL 6 NO 1
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/kjpm.v6i1.4635

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan kemampuan pemecahan masalah siswa sebelum dan setelah menggunakan model pembelajaran problem based learning berbantuan permainan engklek. Metode penelitian ini adalah metode eksperimen. Jenis penelitian ini adalah pre-eksperimental dengan desain penelitian one-control group pretest-posttest design. Sampel penelitian adalah siswa kelas VII SMP 11 SATAP Belimbing berjumlah 28 siswa. Instrumen penelitian menggunakan instrument test. Teknik pengumpulan data adalah test. Analisis data menggunakan uji paired samples t-test. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan nilai rata-rata pretest-posttest nilai sig. sebesar 0,017 < 0,05 maka Ha diterima. Maka disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah siswa sebelum dan setelah menggunakan model pembelajaran problem based learning berbantuan permainan engklek. Jadi, model pembelajaran problem based learning berbantuan permainan engklek dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa pada materi luas dan keliling persegi dan persegi panjang.   Kata Kunci: problem based learning, permainan engklek, kemampuan pemecahan masalah       Abstract: The purpose of this study was to determine the difference in students' problem-solving abilities before and after using the problem-based learning model assisted by the engklek game. The research method used was an experimental method. The type of research was pre-experimental with a one-control group pretest-posttest design. The research sample consisted of 28 seventh-grade students at SMP 11 SATAP Belimbing. The research instrument used was a test instrument. The data collection technique was a test. Data analysis used a paired samples t-test. The results showed a significant difference in the mean pretest-posttest scores with a p-value of 0.017 < 0.05, thus accepting the alternative hypothesis (Ha). Therefore, it was concluded that there was a difference in students' problem-solving abilities before and after using the problem-based learning model assisted by the engklek game. Thus, the problem-based learning model assisted by the engklek game can improve students' problem-solving abilities in the subject matter of the area and perimeter of squares and rectangles.   Keywords: problem based learning, cricket game, problem solving ability   
WORKSHOP PENYUSUNAN KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL (KKM) MATA PELAJARAN DI SATUAN PENDIDIKAN Eko Fery Haryadi Saputro; Nurul Apsari; Novika Lestari
Bestari: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/dpkm.v2i1.499

Abstract

Permasalahan yang dihadapi mitra adalah kesulitan guru dalam menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) karena belum adanya workshop atau pelatihan terkait penentuan dan penyusunan KKM pada tiap mata pelajaran. KKM yang digunakan sekolah mengikuti arahan dari Dinas Pendidikan. KKM yang digunakan pada tiap mata pelajaran terdapat ketidaksesuaian dengan kondisi nyata pada proses pembelajaran. Solusi yang ditawarkan pada Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) adalah pelaksanaan workshop yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang cara penyusunan dan KKM serta melakukan pendampingan kepada guru SMA Negeri 1 Pinoh Utara untuk menyusun KKM pada setiap mata pelajaran yang diampu sehingga menghasilkan dokumen KKM pada tiap mata pelajaran. Berdasarkan hasil pretest dan postest pengetahuan peserta terhadap materi workshop diperoleh rata-rata nilai sebesar 40 untuk pretest dan terjadi peningkatan menjadi 94,67 pada postest. Pada angket evaluasi pelaksanaan PKM diperoleh 85,8% respon positif peserta terhadap pelaksanaan PKM. Rentang keterampilan setiap peserta dalam menyusun KKM mata pelajaran adalah 72,5-90% dengan rata-rata 82,3.
WORKSHOP PENULISAN PTK DAN ARTIKEL ILMIAH PADA MUSYAWARAH GURU MATA PELAJARAN (MGMP) IPA SMP/MTs KABUPATEN MELAWI Rindah Permatasari; Erlin Eveline; Nurul Apsari; Novika Lestari; Eko Fery H.S.
Bestari: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/dpkm.v3i1.978

Abstract

: Salah satu bentuk pengembangan profesi guru adalah guru mampu menulis penelitian tindakan kelas dan mempublikasikannya dalam bentuk artikel ilmiah. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan dengan MGMP IPA SMP/MTs Kabupaten Melawi, diidentifikasi permasalahan yang dihadapi mitra sebagai berikut: (a) Guru terkendala dalam menulis PTK dan artikel; (b) Guru kurang memahami dalam merancang dan tahap-tahap dalam penelitian tindakan kelas, dan (c) Guru terkendala dalam publikasi di Jurnal Nasional Terakreditasi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam penulisan PTK dan Artikel Ilmiah. Kegiatan PKM dilakukan dalam bentuk pelatihan dengan metode-metode yang bervariasi seperti ceramah, tanya jawab, diskusi kelompok serta praktik pembuatan artikel ilmiah. Peserta dalam pelatihan ini adalah Guru-guru MGMP IPA kabupaten Melawi. Teknik observasi dan angket digunakan untuk melihat pemahaman dan respon guru terhadap penulisan karya tulis ilmiah. Berdasarkan data diketahui bahwa diawal kegiatan, peserta memiliki tingkat pemahaman sebesar 63 point dan meningkat menjadi 74 point setelah dilaksanakan kegiatan. Peningkatan pemahaman terdapat direntang 0.30 pada kategori sedang, artinya peserta mengalami peningkatan pemahaman mengenai penulisan PTK dan Artikel ilmiah dalam kategori sedang.
PENGUATAN KOMPETENSI GURU MELALUI PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN PADA SATUAN PENDIDIKAN DI DESA KOMPAS RAYA KABUPATEN MELAWI Erlin Eveline; Novika Lestari; Eko Fery Haryadi Saputro; Rindah Permatasari; Nurul Apsari
Bestari: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/dpkm.v3i2.1052

Abstract

Abstract: The teacher's pedagogic competence is an important factor in the success of student learning in the classroom. Teachers must be able to plan and carry out learning. One of the competencies that teachers need to improve in the implementation of learning is related to learning media. Besides being able to use it, teachers need to be able to make learning media. However, in learning activities at SMPN 1 Pinoh Utara, the use of technology-based media that can be accessed online is difficult to implement due to limited internet networks. Flipbook and Ispring media can be used to overcome this problem because they can be accessed offline. This service aims to improve teacher competence in making technology-based learning media that can be accessed offline. The method used in this activity is training. The training was held on January 31, 2023 at SMPN 1 Pinoh Utara, Kompas Raya Village, Melawi Regency, and attended by 17 participants. During the activity, participants were given a pretest and posttest. The pretest was given a questionnaire to determine whether the participants were familiar with the Flipbook and Ispring applications as learning media. Posttest was given a satisfaction questionnaire on service activities. The material provided is the creation of learning media using the Flipbook and Ispring applications. The results obtained show that the participants: (1) are familiar with and able to make learning media using the Flipbook and Ispring applications, (2) Participants are satisfied with the community service activities. Only one participant stated that the time allotted was not suitable for delivering the material. Training can increase teacher competence in making learning media.Keywords: Teacher, competence, learning media, flipbook, ispring Abstrak: Kompetensi pedagogik guru menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan pembelajaran siswa di kelas. Guru harus mampu merencanakan dan melaksanakan pembelajaran. Salah satu kompetensi yang perlu ditingkatkan guru dalam pelaksanaan pembelajaran adalah berkaitan dengan media pembelajaran. Selain mampu menggunakan, guru perlu juga mampu membuat media pembelajaran. Namun, dalam kegiatan pembelajaran di SMPN 1 Pinoh Utara, penggunaan media berbasis teknologi dan dapat diakses secara online sulit diterapkan karena keterbatasan jaringan internet. Media Flipbook dan Ispring dapat dimanfaatkan untuk mengatasi permasalahan tersebut karena dapat diakses secara offline. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam pembuatan media pembelajaran berbasis teknologi dan dapat diakses secara offline. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pelatihan. Pelatihan dilaksanakan pada 31 Januari 2023 di SMPN 1 Pinoh Utara Desa Kompas Raya Kabupaten Melawi diikuti oleh 17 peserta. Selama kegiatan, peserta diberikan pretest dan posttest. Pretest diberikan angket untuk mengetahui apakah peserta telah mengenal aplikasi Flipbook dan Ispring sebagai media pembelajaran atau tidak. Posttest diberikan angket kepuasan terhadap kegiatan pengabdian. Materi yang diberikan adalah pembuatan media pembelajaran menggunakan aplikasi Flipbook dan Ispring. Hasil yang diperoleh menunjukkan peserta: (1) telah mengenal dan mampu membuat media pembelajaran dengan menggunakan aplikasi Flipbook dan Ispring, (2) Peserta puas dengan kegiatan pengabdian. Hanya satu orang peserta menyatakan bahwa waktu yang disediakan tidak sesuai untuk penyampaian materi. Pelatihan dapat meningkatkan kompetensi guru dalam membuat media pembelajaran. Kata kunci: Guru, kompetensi, media pembelajaran, flipbook, ispring