Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

PELATIHAN PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN PENDIDIKAN NON FORMAL DI KOTA SUNGAIPENUH Hadiyanto Hadiyanto; Apdelmi Apdelmi; Helty Helty
Jurnal Pengabdian Dharma Wacana Vol 1, No 4 (2021): Jurnal Pengabdian Dharma Wacana
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Kebudayaan Dharma Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37295/jpdw.v1i4.59

Abstract

Pendidikan non formal dibutuhkan oleh kalangan masyarakat yang belum berkesempatan dalam memperoleh pendidikan secara formal. Pendidikan non formal sama pentingnya dengan pendidikan formal. Oleh karena itu pendidikan non formal juga harus terintegrasi dan dijalankan sesuai dengan program-program pembangunan. Mengingat pentingnya pendidikan non formal maka perencanaan pendidikan non formal juga harus disusun secara baik salah satunya melalui pengembangan perangkat pembelajaran yang baik dan menarik agar diterima oleh masyarakat. Kegiatan Pelatihan pengembangan perangkat pembelajaran pendidikan non formal ini diharapkan akan memberikan pengetahuan baru dalm menyusun perangkat belajar yang baik dan menarik untuk pendidikan non formal di kota Sungai Penuh Hasil kegiatan menunjukkan bahwa dengan dilakukannya pelatihan pengembangan perangkat pembelajaran memberikan pengetahuan baru bagi pelaku pendidikan non formal bahwa perangkat pembelajaran perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran pada pendidikan non formal.
Promoting EFL Students’ Academic Character through Instructional Practice in Revolution Industry 4.0 Hadiyanto Hadiyanto
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 7 NO. 2 2020
Publisher : Faculty of Educational Sciences, Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v7i2.18998

Abstract

AbstractThis study investigates English as a Foreign Language (EFL) teachers' instructional practices in developing students' academic character. Self-evaluation questionnaires were distributed to 37 teachers, and 26 were returned. Seven Focus Group Discussion (FGD) participants were selected based on their availability. The study reveals that EFL teachers averagely facilitated students to enhance their academic character and rated developing students' academic character at a critical level. There are five majors handicap for EFL teachers in developing students' academic character.  First, the curriculum does not integrate the academic character with the courses offered. Second, implementing academic character into the curriculum is time-consuming. Besides, teachers assume that their students can automatically apply academic character in their life without it should be integrated into the courses. Lastly, the teaching loads that teachers must do are enormous. Drawing from those problems, several recommendations are proposed: curriculum policy at the university level should be taken, providing a standard syllabus application, providing a simple evaluation system, and freeing EFL teachers from bureaucratic and administrative burdens. Furthermore, the current study has sounded the research result to university academic authority and recommended that the department embed students' academic character in learning and suggested the EFL teachers embed and assess students' academic character development through instructional practices.AbstrakStudi ini menyelidiki praktik instruksional guru English as a Foreign Language (EFL) dalam mengembangkan karakter akademik siswa. Kuesioner evaluasi diri dibagikan kepada 37 guru, dan 26 dikembalikan. Tujuh peserta Focus Group Discussion (FGD) dipilih berdasarkan ketersediaan mereka. Studi ini mengungkapkan bahwa guru EFL rata-rata memfasilitasi siswa untuk meningkatkan karakter akademis mereka dan menilai pengembangan karakter akademis siswa pada tingkat kritis. Ada lima jurusan yang menjadi kendala bagi guru EFL dalam mengembangkan karakter akademik siswa. Pertama, kurikulum tidak mengintegrasikan karakter akademik dengan mata kuliah yang ditawarkan. Kedua, menerapkan karakter akademik ke dalam kurikulum memakan waktu. Selain itu, guru beranggapan bahwa siswanya dapat secara otomatis menerapkan karakter akademik dalam kehidupannya tanpa perlu diintegrasikan ke dalam mata pelajaran. Terakhir, beban mengajar yang harus dilakukan guru sangat besar. Berangkat dari permasalahan tersebut, beberapa rekomendasi diusulkan: kebijakan kurikulum di tingkat universitas harus diambil, penyediaan penerapan silabus yang standar, penyediaan sistem evaluasi yang sederhana, dan membebaskan guru EFL dari beban birokrasi dan administrasi. Selanjutnya, penelitian ini telah menjajaki hasil penelitian kepada otoritas akademik universitas dan merekomendasikan agar departemen tersebut menanamkan karakter akademik siswa dalam pembelajaran dan menyarankan guru EFL untuk menanamkan dan menilai pengembangan karakter akademik siswa melalui praktik pembelajaran.How to Cite:  Hadiyanto. (2020).  Promoting EFL Students' Academic Character Through Instructional Practice in Revolution Industry 4.0. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 7(2), 167-182. doi:10.15408/tjems.v7i2.18998.
EFL Students' Course Content Practices between Conventional and Blended Learning Hadiyanto Hadiyanto
Edukasi Vol. 8, No. 2, Dec 2021
Publisher : State Islamic University of Raden Fatah Palembang, South Sumatra, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/ejpp.v8i2.11044

Abstract

Blended learning has increasingly been applied in higher education. The present study investigated the students' perception toward the practices of course content between conventional and blended learning. The study's design was a survey design conducted on second and third-year students. The students perceived that blended learning allows a wider chance to students to explore and practice their course knowledge and skills than conventional learning. Furthermore, the students perceived that the practices of course knowledge and skills in blended learning significantly contributed to their CGPA. However, the course knowledge and skills practices in conventional learning yielded a low effect on students' CGPA. This study implicates that applying blended learning in a course optimizes EFL students' course content competencies and increases their CGPA.
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TEMATIK DI KELAS II SDIT ASY-SYIFA KOTA JAMBI PADA MASA PANDEMI COVID-19: Implementation of Thematic Learning in Grade II SDIT Asy-Syifa Jambi City During the Covid-19 Pandemic Nadya Aprilia; Nazurty; Hadiyanto
Jurnal Pendidikan Tematik Dikdas Vol. 5 No. 2 (2020): Pendidikan Tematik Dikdas
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Dasar Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mandeskripsikan pelaksanaan pembelajaran tematik pada masa pandemi covid-19 yang saat ini dirasakan oleh guru dan peserta didik yang mana pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan di rumah atau sistem jarak jauh sebagai upaya menekan penyebaran covid-19. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan untuk menguraikan, menggambarkan, menggali dan juga mendeskripsikan hasil penelitian Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas II SDIT Asy-Syifa Kota Jambi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumen analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik sudah memiliki fasilitas-fasilitas dasar yang dibutuhkan dalam pembelajaran daring seperti Handphone/Android. Dengan adanya aplikasi tersebut dapat membangkitkan minat serta motivasi belajar peserta didik yang sebelumnya peserta didik kurang termotivasi belajar hanya lewat whatshapp. Dengan adanya pembelajaran daring, membuat guru lebih kreatif dengan memanfaatkan fasilitas teknologi. Meningkatkan kemandirian, kemajuan dalam penggunaan tekhnologi dan minat belajar adalah keuntungan lain dari pembelajaran daring. Kata Kunci: Pembelajaran Tematik, Pembelajaran Daring, Pandemi Covid-19.
PENGGUNAAN METODE SAS (STRUKTURAL ANALITIK SINTETIK) DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA PERMULAAN : The Use Of The Sas (Synthetic Analytical Structural) Method In Beginning Reading Learning Husnul Khotimah; Hary Soedarto Harjono; Hadiyanto
Jurnal Pendidikan Tematik Dikdas Vol. 4 No. 2 (2019): Pendidikan Tematik Dikdas
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Dasar Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan proses pelaksanaan pembelajaran membaca permulaan melalui penggunaan metode Struktural Analitik Sintetik (SAS) dan meningkatkan hasil proses peningkatan keterampilan membaca permulaan melalui penggunaan metode Struktural Analitik Sintetik (SAS) siswa kelas I SDN No.38/II Pauh Agung. Peningkatan proses dan hasil pembelajaran membaca permulaan melalui penggunaan metode Struktural Analitik Sintetik (SAS) dilakukan melalui penelitian tindakan kelas dengan pendekatan kualitatif. Penelitian tindakan kelas yang dilakukan berkolaborasi dengan guru kelas. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan metode Struktural Analitik Sintetik (SAS) pada materi kelingkungan sehat, bersih dan asri mampu meningkatkan keterampilan membaca permulaan siswa. Hal ini dapat diketahui dari hasil observasi pada pra siklus diketahui bahwa tingkat hasil belajar membaca pada tema lingkungan bersih, sehat, dan asri masih dibawah rata-rata atau rendah yaitu 65,7% masih belum mencapai KKM yang ditentukan oleh Sekolah. Nilai rata- rata tersebut harus mencapai 70 atau lebih dari 70, pada Siklus II diperoleh nilai rata-rata kelas pada siklus II sebesar 66,0 lebih besar dari siklus I yang hanya 65,3dan juga persentase ketuntasan belajar siswa sebesar 65,7% lebih besar dari siklus I yang hanya 65,3 hal ini dapat diketahui dari hasil nilai tiap siswa mengalami ketuntasan sesuai dengan KKM yang telah ditentukan yaitu 70. Kata Kunci: Metode SAS, membaca permulaan
Penalaran dan Metakognisi Kaitannya dengan Kemampuan Menulis Siswa SMA TT- HAS Kabupaten Muaro Jambi Herman Budiyono; Ade Kusmana; Hadiyanto
Pena : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 10 No. 2 (2020): Pena: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.545 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menguji hubungan kemampuan penalaran dengan kemampuan menulis dan hubungan kemampuan metakognisi dengan kemampuan menulis. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kuantitatif korelasional. Instrumen penelitian ini adalah tes kemampuan penalaran, angket kemampuan metakognisi, dan tes kemampuan menulis. Analisis datanya menggunakan rumus korelasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan kemampuan penalaran dengan kemampuan menulis dan ada hubungan yang signifikan kemampuan metakognisi dengan kemampuan menulis. Hubungan signifikan yang pertama ditunjukkan oleh “taraf kemaknaan” menggunakan  a = 5%; t hitung > t tabel (10.147 > 1,6672), maka Ha diterima. Hubungan signifikan yang kedua ditunjukkan oleh “taraf kemaknaan” menggunakan a = 5%; t hitung > t tabel (4.042 > 1,6672), maka  Ha diterima. Simpulan penelitian ini, ada hubungan yang signifikan kemampuan penalaran dengan kemampuan menulis dan ada hubungan yang signifikan kemampuan metakognisi dengan kemampuan menulis siswa SMA TT-HAS Kabupaten Muaro Jambi. Kata kunci: penalaran, metakognisi, kemampuan menulis   The purpose of this study was to describe and test the relationship between reasoning skills and writing skills and the relationship between metacognition and writing skills. This study used a correlational quantitative descriptive design. The research instruments were a test of reasoning abilities, a questionnaire for metacognition abilities, and a test for writing abilities. The data analysis used a correlational formula. The results showed that there was a significant relationship between reasoning skills and writing skills and there was a significant relationship between metacognition and writing skills. The first significant relationship is indicated by the "level of significance" using a = 5%; t count > t table (10,147 > 1,6672), then Ha is accepted. The second significant relationship is indicated by the "level of significance" using a = 5%; t count > t table (4.042 > 1.6672), then Ha is accepted. The conclusion of this study, there is a significant relationship between reasoning skills and writing skills and there is a significant relationship between metacognition skills and writing skills of students in SMA TT-HAS, Muaro Jambi Regency. Keywords: reasoning, metacognition, writing skills
The EFL Students’ 21st Century Skill Practices through E-Learning Activities HADIYANTO HADIYANTO
Indonesian Research Journal in Education |IRJE| Vol. 3, No. 2, December 2019
Publisher : Universitas Jambi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.102 KB) | DOI: 10.22437/irje.v3i2.8036

Abstract

This study aimed to investigate students’ perception on 21st century skill practices through e-learning activities. The 21st century skills consist of two main components; soft skill and hard skills. Self-assessment questionnaires were distributed to 33 students to assess their practice level of their own 21st century skills in e-learning activities of TESOL Curriculum Design course. Students’ E-learning activities were designed and directed by a teacher in order to allow students practice the 21st century skills. The findings showed that the overall 21st century skills practiced by the students were at a high level. Looking at both components of 21st century skills, both soft skills and hard skills were practiced by students at a high level. All sub components of soft skill; communication skills, IT Skills, numeracy skills, problem solving skills and team work skills were practiced at a high level. However, IT skills were the highest among others skills practiced by the students in e-learning activities. Hard skills and their components; specific knowledge and specific skills of TESOL curriculum design were also practiced at a high level. The students attempted to gain their hard skills through practicing of soft skills in e-learning activities. In conclusion, the students were able to practice and enhance their 21st century skills through eLearning activities.
Observing the EFL Students’ 21st Century Skill Performance through Learning Activities of Research on the ELT Course Hadiyanto Hadiyanto
Indonesian Research Journal in Education |IRJE| Vol. 5 No. 2 (2021): IRJE |Indonesian Research Journal in Education|
Publisher : Universitas Jambi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.959 KB) | DOI: 10.22437/irje.v5i2.16293

Abstract

Students’ 21st-century skills; soft skills, and hard skills were developed through student-centered e-learning (SCEL) activities in Research on the ELT Course. The current study was conducted to improve teachers’ instructional strategies in e-learning to enhance students’ 21st-century skills through their learning activities. Data were gained by observing and assessing 24 students’ performance in practicing 21st-century skills through SCEL activities. Teachers have successfully improved instruction techniques and encourage students to learn in a group, independently, using online resources, discussion, and video presentations, as the result, the students’ 21st-century skills could be improved from cycle to cycle. Each SCEL activity developed certain soft skills and hard skills components differently. In conclusion, the teacher successfully applied SCEL activities to engage and enhance students’ 21st-century skills. The findings implicated that teachers should be more creative and innovative in using e-learning for teaching and learning to create an active online learning environment and enhance students’ 21ts century skills. Further research is expected to apply an experimental research design to search for the most effective method and measure the level of effectiveness of e-learning usage for the students’ 21st-century skills development.
PENGGUNAAN ISTILAH OLEH MASYARAKAT KERINCI DALAM BUDAYA AGRARIS BIDANG PERSAWAHAN: UPAYA PELESTARIAN BAHASA DAERAH MELAYU KERINCI Hadiyanto Hadiyanto; Sovia Wulandari
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 1 No. 2 (2017): Desember
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.023 KB) | DOI: 10.22437/titian.v1i2.4220

Abstract

Hal yang melatarbelakangi penelitian ini adalah pentingnya untuk mendokumentasikan penggunaan istilah oleh masyarakat kerinci dalam budaya agraris bidang persawahan sebagai bentuk pelestarian bahasa daerah. Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah untuk menginventarisasi, mengklasifikasi, dan mendeskripsikan bentuk penggunaan istilah oleh masyarakat kerinci dalam budaya agraris bidang persawahan sesuai dengan kelas kata. Metode atau pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif yang mengutamakan ketajaman analisis terhadap data.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat empat jenis kelas kata yang ada dalam penggunaan istilah oleh masyarakat melayu kerinci dalam bidang persawahan. Kelas kata tersebut yaitu nomina, verba, adjektiva, dan numeralia. Kata Kunci: istilah persawahan, budaya agraris, bahasa kerinci
Eksistensi Musik Ansambel Suling Bambu masyarakat Siulak Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi Masvil Tomi; Hadiyanto Hadiyanto
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 2 No. 02 (2018): Desember 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.211 KB) | DOI: 10.22437/titian.v2i02.5794

Abstract

Musik Ansambel Suling Bambu merupakan salah satu musik Tradisional di Siulak kabupaten Kerinci, yang masih dijumpai pada saat sekarang ini. Waktu panen Musik ansambel Suling Bambu ini selalu dimainkan oleh masyarakat Siulak Gedang, sebagai pesta mereka merayakan keberhasilan panen mereka yang berlipat ganda, yang sesuai dengan apa yang diharapkan mereka kepada tuhan yang maha esa. Disinilah perkembangan Musik ansambel Suling Bambu dimasyarakat Siulak, Musik ansambel Suling Bambu tidak hanya dimainkan sendiri waktu kejenuhan atau kebosanan tiba menyergapi mereka lagi istirahat di ladang atau di sawah yang mereka garap. Tapi Musik ansambel Suling Bambu mulai dimainkan dengan bersama dan mulai di pakai vokal. Dengan meniup suling bersama-sama. Penelitian ini menguraikan kenyataan di lapangan sesuai dengan permasalahan keberadaannya di tengah masyarakat Siulak, bentuk struktur musik Ansambel Suling Bambu masyarakat Siulak. Mendasari hal di atas, maka penelitian ini di fokuskan pada rumusan masalah yang akan membahas (1) Bagaimana keberadaan musik ansambel Suling Bambu, (2) Bagaimana bentuk Struktur musik ansambel Suling Bambu di masyarakat Siulak, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi.