Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Kode-Kode Narasi Semiotika Roland Barthes dalam Novel dari Jendela SMP Karya Mira Widjaja Ayu Diah Lestary; Warni Warni; Sovia Wulandari
Kajian Linguistik dan Sastra Vol. 1 No. 1 (2022): Mei 2022
Publisher : Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.389 KB) | DOI: 10.22437/kalistra.v1i1.18421

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan jenis dan makna kode-kode narasi semiotika Roland Barthes dalam novel Dari Jendela SMP(DJS) karya Mira Widjaja. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian studi pustaka. Data penenelitian berupa leksia yang terdapat dalam novel DJS karya Mira Widjaja. Sumber data yang digunakan novel DJS karya Mira Widjaja yang diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama, cetakan ketiga belas yang terbit pada tahun 2009. Hasil penelitian menunjukan bahwa novel DJS ditemukan kelima kode narasi semiotika Roland Barthes yang juga mengandung beberapa unsur-unsur intrinsik, yaitu: (1) kode hermeneutik berupa teka-teki yang berbentuk pertanyaan dan jawaban teka-teki, (2) kode semik berupa metafora dan konotasi dari latar, tokoh dan penokohan, (3) kode simbolik berupa penyimbolan pada narasi dan tema cerita, kode proaretik berupa runtutan alur dengan rangkaian aksian dan akibat aksian, kode gnomik berupa wujud kebudayaan yang berbentuk gagasan, mitos, etika, tradisi, dan bahasa. Kesimpulan dari penelitian ini adalah novel DJS karya Mira Widjaja memiliki jenis kode narasi semiotika Roland Barthes yaitu: (1) kode hermeneutik berupa pertanyaan dan jawaban teka-teki, (2) kode semik berupa metafora dan konotasi latar, tokoh dan penokohan, (3) kode simbolik berupa penyimbolan narasi dan tema cerita, (4) kode proaretik berupa runtutan alur dengan rangkaian aksian dan akibat aksian, (5) kode gnomik berupa gagasan, mitos, etika, tradisi, dan bahasa
Tanggapan Pembaca Terhadap Novel ‘00.00’ Karya Ameylia Falensia Eka Nusa Agustin; Yundi Fitrah; Sovia Wulandari
Kajian Linguistik dan Sastra Vol. 1 No. 1 (2022): Mei 2022
Publisher : Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.355 KB) | DOI: 10.22437/kalistra.v1i1.18754

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tanggapan para pembaca terhadap novel 00.00 karya Ameylia Falensia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, adapun pengumpulan data menggunakan metode studi pustaka dan kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan yaitu resepsi sastra berupa tanggapan pembaca pembaca dari versi cetak dan digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan dari hasil komentar di wattpad para pembaca lebih banyak memberikan tanggapan mengenai tokoh dan penokohan cerita wattpad para pembaca seperti mengomentari bagaimana tokoh Lengkara yang selalu mendapatkan hukuman dari Sang Papa, Nilam yang dibenci para pembaca karena sikapnya yang selalu berusaha agar Lengkara di benci semua orang karena iri dengan apa yang dimiliki Lengkara, tokoh Erik (Papa Lengkara) yang bersikap kasar terhadap anak kandungnya sendiri dan mama tiri yang selalu mendukung dan membela anaknya Nilam, para pembaca juga berkomentar tentang bagaimana bagaimana tokoh lain seperti para sahabat Lengkara Risma, Deo, Geo dan Sekala yang memiliki sifat yang berbeda-beda tetapi selalu baik kepada lengkara walaupun ada beberapa terjadi kesalahpahaman yang terjadi dalam novel 00.00. Pembaca wattpad 00.00 berdasarkan kuesioner rata-rata pembaca berasal dari kalangan remaja (usia belasan) hingga dewasa.
Aspek Bahasa Perempuan dalam Prosa Men Coblong Karya Oka Rusmini: Kajian Ginokritik Dewi Fadilla Ramadhayani; Warni Warni; Sovia Wulandari
Kajian Linguistik dan Sastra Vol. 1 No. 2 (2022): September 2022
Publisher : Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.715 KB) | DOI: 10.22437/kalistra.v1i2.20297

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek bahasa perempuan pada prosa Men Coblong karya Oka Rusmini dalam perspektif ginokritik. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data pada penelitian ini adalah teks yang terdapat dalam prosa Men Coblong, berupa kata-kata, kalimat maupun dialog antar tokoh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek bahasa perempuan yang terdapat dalam prosa Men Coblong terbagi menjadi tiga yaitu: (1) bahasa tersurat, merupakan sebuah ungkapan yang terdapat dalam kata, frasa dan kalimat, serta diungkapkan secara satiristik, tajam, dan lugas. (2) bahasa tersirat, merupakan sebuah ungkapan yang terdapat dalam kata, frasa, dan kalimat dengan makna tidak langsung, melalui pengungkapan yang melantunkan ironi, dan sindirian tajam Oka Rusmini menggunakan diksi-diksi yang indah dengan membalut getir itu ke dalam satire. (3) unsur multifokal, merupakan cara pengungkapan yang digunakan Oka Rusmini untuk menampilkan beberapa sudut pandang dalam satu waktu.
Ungkapan Pantang Larang dalam Masyarakat Bugis Desa Simbur Naik Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Kajian Semiotika) Eka Syamsiah; Irma Suryani; Sovia Wulandari
Kajian Linguistik dan Sastra Vol. 1 No. 2 (2022): September 2022
Publisher : Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.744 KB) | DOI: 10.22437/kalistra.v1i2.20302

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna ungkapan pantang larang masyarakat Bugis Desa Simbur Naik Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Metode dalam penelitian bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Kemudian data yang digunakan berupa ungkapan pantang larang yang diujarkan/dituturkan oleh informan dan menjadi objek penelitian. Data diperoleh dari dua informan. Adapun teknik yang digunakan untuk memperoleh data melalui dua cara yaitu: wawancara dan teknik rekam. Kemudian data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teori semiotika Roland Barthes mengenai makna rasional dan irasional. Hasil dari penelitian ini merupakan Makna rasional dan irasiona dalam ungkapan Pantang Larang yang diperoleh dari informan sebanyak 42 buah ungkapan pantang larang dalam masyarakat Bugis Desa Simbur Naik yang dikategorikan sebagai tiga kategori yaitu: (1) Tiga belas data ungkapan pantang larang sebagai penebal emosi keagamaan atau kepercayaan, (2) Tiga belas data ungkapan pantang larang sebagai sebagai alat pendidikan anak dan remaja, dan (3) Enam belas data ungkapan pantang larang sebagai alat pemaksa dan pengawas agar norma-norma masyarakat akan selalu dipatuhi oleh anggota kolektifnya.
Study of Cultural Structure and Values in Legend Orang Kayo Hitam and Its Utilization as an Alternative Teaching Material for Fictional Prose Studies Liza Septa Wilyanti; Sovia Wulandari
Proceeding International Conference on Malay Identity Vol. 1 (2020): Desember 2020
Publisher : Jurusan Sejarah, Seni, dan Arkeologi, FKIP, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.226 KB)

Abstract

This research was conducted to describe the structure and cultural values contained in the legend of the Orang Kayo Hitam, as well as to find appropriate forms of teaching materials for Fictional Prose Studies courses. The research method used in this study is the ethnographic method. Data collection techniques in the form of interviews, field notes, and documentation. The results of the study found that the legend of the Orang Kayo Hitam has four story fragments, namely the story OKH: Sang Pemberani, OKH: Genealogy, OKH: Si Ginjai Keris Sang Raja, and the legend OKH: The Origins of the Selected Land of Jambi Country. The results of the research can be used as an alternative teaching material for lectures on Fictional Prose Studies in the form of hand outs.Keywords: legend, structure, cultural values, teaching materials
PELATIHAN MENULIS ARTIKEL ILMIAH UNTUK JURNAL BEREPUTASI NASIONAL PADA GURU SMP Sovia Wulandari; Liza Septa Wilyanti; Dwi Rahariyoso
PKM Linggau: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2022): Jurnal PKM Linggau (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : LP3MKIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55526/pkml.v2i3.395

Abstract

Seorang guru diharuskan menulis artikel ilmiah yang dipublikasikan di jurnal sebagai salah satu persyaratan dalam pengusulan kenaikan pangkat. Hal ini juga berlaku untuk guru Sekolah Menengah Pertama (SMP). Berdasarkan hasil wawancara dengan guru SMP Negeri 7 Muaro Jambi, kesulitan dalam menulis artikel ilmiah dikarenakan oleh berbagai faktor, yaitu 1) kurangnya waktu untuk melaksanakan penelitian ilmiah; 2) belum adanya ide untuk menulis; 3) kurangnya pemahaman mengenai artikel ilmiah; 4) sulitnya publikasi di jurnal. Permasalahan dalam menulis artikel ilmiah tersebut, dapat diatasi dengan memberi pelatihan menulis artikel ilmiah. Metode yang digunakan dalam pelatihan tersebut ialah: 1) memberikan sosialisasi kepada guru-guru tentang konsep artikel ilmiah, kebahasaan dalam artikel ilmiah, etika penulisan artikel ilmiah, dan sitasi dalam artikel ilmiah; 2) memberikan pelatihan mengenai cara dan teknik penulisan artikel ilmiah untuk jurnal bereputasi nasional; dan 3) memberikan bimbingan kepada guru-guru dalam penulisan artikel ilmiah dan mempublikasikan artikel tersebut di jurnal nasional. Hasil dari pelaksanaan kegiatan pengabdian ini ialah guru-guru memahami materi yang diberikan oleh tim PPM. Guru-guru juga telah memahami cara menulis artikel ilmiah yang berasal dari hasil penelitian ataupun dari hasil kajian literatur. Pemahaman guru-guru ini dibuktikan dengan adanya artikel yang telah ditulis oleh guru-guru dan berhasil men-submit artikelnya di jurnal nasional bereputasi yang menggunakan sistem OJS.
Struktur Cerita Rakyat Kunun Puti Bensu Model Vladimir Propp Pebwike Sari; Irma Suryani; Sovia Wulandari
Kajian Linguistik dan Sastra Vol. 1 No. 3 (2023): Januari 2023
Publisher : Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/kalistra.v1i3.23274

Abstract

Abstract This study aims to describe the functions of actors in 3 versions of the Kunun Puti Bensu folklore. The approach used in analyzing the functions of actors is based on the structure theory of Vladimir Propp's folklore which contains 31 functions of actors. The research results obtained in analyzing the functions of the perpetrators of the 3 versions of the Kunun Puti Bensu folklore based on the folklore structure theory of Vladimir Propp's model were the discovery of 20 of the 31 functions of the actors, including (β) a family member leaving the house, (γ) a prohibition uttered to the main character, (δ)Prohibition is broken, (ε)The robber tries to spy, (ζ)The robber receives a report about his enemy, (ŋ)The robber tries to deceive his prey in order to own it or possess his possessions, (θ)The prey is deceived and unknowingly helps his enemies, (А)The robber causes trouble for a family, (а) A family feels deprived and wants to have something, (Β)An accident or shortage is announced, the main character is asked or ordered, he is allowed to go or sent, (C )The seeker agrees or decides to take revenge, (↑)The main character leaves the house, (F)The main character gets a powerful agent, (G)U character first delivered, given directions to the destination or object sought, (J)The main character is injured, (I)The robber is defeated, (K)The initial accident or shortage is resolved, (↓)The main character goes home, (Rs)The main character is saved, (W) The main character gets married and ascends the throne.  Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fungsi pelaku yang terdapat pada 3 versi cerita rakyat Kunun Puti Bensu. Adapun pendekan yang digunakan dalam menganalisis fungsi pelaku adalah berdasarkan teori struktur cerita rakyat Vladimir Propp yang memuat 31 fungsi pelaku. Hasil penelitian yang diperoleh dalam menganalisis fungsi pelaku terhadap 3 versi cerita rakyat Kunun Puti Bensu berdasarkan teori struktur cerita rakyat model Vladimir Propp adalah ditemukannya sebanyak 20 fungsi pelaku dari 31 fungsi pelaku antara lain (β)Seorang anggota keluarga meninggalkan rumah, (γ)Suatu larangan diucapkan kepada tokoh utama, (δ)Larangan dilanggar, (ε)Perampok mencoba untuk memata-matai, (ζ)Perampok menerima laporan tentang musuhnya, (ŋ)Perampok mencoba memperdaya mangsanya dengan tujuan untuk memilikinya atau memiliki kepunyaannya, (θ)Mangsanya terpedaya dan tanpa disadari membantu musuhnya, (А)Perampok menyebabkan kesusahan seorang keluarga, (а) Seorang keluarga merasa kekurangan dan ingin memiliki sesuatu, (Β)Kecelakaan atau kekurangan diumumkan, tokoh utama diminta atau diperintahkan, ia dibenarkan pergi atau di utuskan, (C)Pencari setuju atau memutuskan untuk membalas dendam, (↑)Tokoh utama meninggalkan rumah, (F)Tokoh utama memperoleh agen sakti, (G)Tokoh utama diantar, diberi petunjuk menuju ke tempat tujuan atau objek yang dicari, (J)Tokoh utama terluka, (I)Perampok dikalahkan, (K)Kecelakaan atau kekurangan awal diatasi, (↓)Tokoh utama pulang, (Rs)Tokoh utama diselamatkan, (W)Tokoh utama menikah dan menaiki tahta.
Kode Hermeneutik, Kode Proaretik, dan Kode Budaya dalam Transliterasi Manuskrip Kisah Raja-Raja Jambi Asmi Ayu Ning Alim; Maizar Karim; Sovia Wulandari
Kajian Linguistik dan Sastra Vol. 1 No. 3 (2023): Januari 2023
Publisher : Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/kalistra.v1i3.23276

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tiga kode yaitu kode hermeneutik, kode proaretik, dan kode budaya dalam transliterasi manuskrip Kisah Raja-Raja Jambi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teori semiotika perspektif Roland Barthes. Data dalam penelitian ini berupa, kata, kalima, dan paragraf dalam transliterasi manuskrip Kisah Raja-Raja Jambi. Sumber data yang digunakan adalah manuskrip Kisah Raja-Raja Jambi yang telah disalin oleh Ngebi Sutho Dilagi Priyayi Rajo Sari, dan ditransliterasikah oleh Maizar Karim Program Pascasarjana, Universitas Padjadjaran, Bandung 2002. Hasil penelitian ini diperoleh sebanyak 40 data dalam transliterasi manuskrip KRRJ yang terdiri dari 10 data kode hermeneutik, 17 data kode proaretik, dan 13 data kode budaya. ini menunjukkan bahwa dalam transliterasi manuskrip KRRJ terdapat kode (1) hermenenutik berupa teka-teki bentuk penundaan jawaban, bentuk jawaban sepenuhnya, dan bentuk pengacauan, (2) kode proaretik dengan serangkaian aksi dan akibat dari aksi, dan (3) kode budaya berupa aktivitas atau kegiatan tradisi, wujud budaya tata kelakuan atau norma sosial, dan wujud budaya bebrbentuk artefak atau peninggalan berupa benda hasil karya manusia. Kesimpulan Kode hermeneutik dalam transliterasi KRRJ terdiri dari bentuk teka-teki penundaan jawaban, jawaban seutuhnya, dan pengacauan. Kode proaretik terdiri dari serangkaian aksi para Raja yang pernah memimpin Jambi dan akibat dari aksinya. Sedangkan kode budaya terdiri dari wujud budaya yang sudah tidak diimplementasikan lagi dan budaya yang masih ada dan digunakan hingga saat ini. Abstract This study aims to describe three codes, namely the hermeneutic code, proaretic code, and cultural code in the transliteration of the Jambi Raja-Raja manuscript. The method used in this research is descriptive qualitative with the semiotic theory of Roland Barthes perspective. The data in this study are in the form of words, sentences, and paragraphs in the transliteration of the Jambi Kings Story manuscript. The data source used is the manuscript of the Story of the Kings of Jambi which has been copied by Ngebi Sutho Dilagi Priyayi Rajo Sari, and transliterated by Maizar Karim Postgraduate Program, Padjadjaran University, Bandung 2002. The results of this study obtained 40 data in the transliteration of the KRRJ manuscript consisting of 10 hermeneutic code data, 17 proaretic code data, and 13 cultural code data. This shows that in the transliteration of the KRRJ manuscript there are (1) hermeneutic codes in the form of puzzles in the form of delayed answers, complete answers, and confusion forms, (2) proaretic codes with a series of actions and consequences of actions, and (3) cultural codes in the form of activities. or traditional activities, cultural forms of behavior or social norms, and cultural forms in the form of artifacts or relics in the form of objects made by humans. Conclusion The hermeneutic code in the transliteration of the KRRJ consists of puzzles of delayed answers, complete answers, and confusion. The proaretic code consists of a series of actions of the Kings who once led Jambi and the consequences of their actions. While the cultural code consists of cultural forms that are no longer implemented and cultures that still exist and are used today.
Karakter Tokoh dalam Kumpulan Cerpen Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi Karya Seno Gumira Ajidarma Wahyu Cristopan; Maizar Karim; Sovia Wulandari
Kajian Linguistik dan Sastra Vol. 2 No. 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/kalistra.v2i1.23291

Abstract

Abstract This study aims to describe the characters and their depictions in the collection of short stories Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi by Seno Gumira Ajidarma by using the characterizaation method of Albertine Minderop. This research is a qualitative descriptive research with the type of library research. Sources of data used are short stories in the collection of short stories Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi by Seno Gumira Aji Darma. Data collection was carried out using the characterization method of Albertine Minderop. The conclusion of this research is to show the character which is describe by direct method (telling) and indirect method (showing)  Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakter serta penggambarannya dalam kumpulan cerpen Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi Karya Seno Gumira Ajidarma dengan menggunakan metode karakterisasi Albertine Minderop. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan. Sumber data yang digunakan adalah cerpen-cerpen dalam kumpulan cerpen Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi karya Seno Gumira Ajidarma. Pengumpulan data dilakukan dengan pembacaan cermat dan pencatatan. Analisis data dilakukan dengan metode karakterisasi Albertine Minderop. Simpulan dari penelitian ini yaitu menunjukkan karakter tiap tokoh yang digambarkan dengan metode langsung (telling) dan metode tidak langsung (showing).
Struktur Fisik dan Batin Puisi Audio Visual Youtube sebagai Bahan Ajar Sastra Digital Liza Septa Wilyanti; Sovia Wulandari
Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Vol 23, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/jiubj.v23i1.2977

Abstract

As one of the literary genres, poetry has also begun to experience new forms of adaptation in the world of digital literature. One of these forms is audio-visual literature. Audio-visual poetry uses media such as YouTube as its publication medium. This can be seen in the emergence of youtube accounts that consistently produce audio-visual poems. The audio-visual poems on several accounts have even been watched by millions of viewers. This study aims to determine the physical and mental structure of audio-visual poems on these accounts and to describe the appearance of audio-visual poetry on Youtube digital media. This research is included in descriptive qualitative research. This study analyzes 12 Youtube audio-visual poems that are considered the most popular. The audio-visual poems were taken from 6 different Youtube channels, namely the poems “Ajari Aku untuk Melepaskanmu” and “Rindu untuk Ayah” from Pena Safa's Youtube account. Poems “Ketika Kukira Aku Istimewa” and “Harapan yang Tumbuh, Hati Yang Patah”from the Fictionalism Youtube account. The poems “Curahan Hati Seorang Perokok” and “Rokok dan Kamu 2” from the Normantin TV Youtube account. Poems “Cinta” and “Rasa dan Perasaan” from Ega Nugraha's Youtube account. The poems “Sakitnya Aku Mencintaimu” and “Ingin Menangis Sebentar Saja” from the Youtube account Jejak Sulas. The poems "“Menangislah” and “Desember dan Lukanya”Some poems such as "When I Think I'm Special" and “Cinta” are not the work of the Youtube account owner, but are the work of other people who are read out. The poem “Ketika Kukira Aku Istimewa” is the work of Fiersa Bersari and the poem “Cinta” is a famous poem by Khalil Gibran. The aspects analyzed are the physical and mental structure as well as the audio-visual form of poetry on the digital media Youtube. Most of Youtube's audio-visual poems that have a high number of viewers do not yet have a complete physical and mental structure of poetry. Audio Visual forms on Youtube audio visual poetry are very free and depend on the creativity of the owner.