Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Makna Simbolik dalam Antologi Puisi Waktu Yang Tepat Untuk Melupakan Waktu Karya M. Aan Mansyur Rosanti, Nurmala; Suryani, Irma; Wulandari, Sovia
Kajian Linguistik dan Sastra Vol. 3 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/kalistra.v3i1.25834

Abstract

The purpose of this research is to analyze the symbolic meaning contained in the anthology of the Right Time to Forget Time by M. Aan Mansyur. The research method used is qualitative with a descriptive approach. The data and data sources in this study are a collection of words, phrases, sentences or expressions that contain symbolic meanings. The data source for this research is a collection of poems The Right Time To Forget Time written by M. Aan Mansyur published by Shira Media in 2021, a total of 99 pages. Data analysis techniques are carried out by analyzing and interpreting data that has been classified according to the research problem; draw final conclusions from research; presentation of research results. The conclusion of this study is the symbolic meaning contained in the anthology collection of poems The Right Time to Forget Time by M. Aan Mansyur, namely: (1) a symbol of struggle; (2) a symbol of sadness; (3) a symbol of happiness; (4) a symbol of simplicity; (5) a symbol of hope; (6) symbol of peace; (7) a symbol of violence; (8) a symbol of greed; (9) a symbol of cruelty; (10) a symbol of Sincerity; (11) a symbol of hopelessness; (12) a symbol of injustice; (13) a symbol of memories; (14) a symbol of helplessness. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis makna simbolik yang terdapat pada antologi Waktu yang Tepat untuk Melupakan Waktu karya M. Aan Mansyur. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dan sumber data dalam penelitian ini kumpulan kata, frasa, kalimat, atau ungkapan yang mengandung makna simbolik. Sumber data penelitian ini adalah kumpulan puisi Waktu Yang Tepat Untuk Melupakan Waktu yang ditulis oleh M. Aan Mansyur terbitan Shira Media tahun 2021, total 99 halaman. Teknik analisis data dilakukan dengan cara menganalisis dan menginterpretasikan data yang telah diklasifikasikan sesuai dengan masalah penelitian; menarik kesimpulan akhir dari penelitian; presentasi hasil penelitian. Simpulan dari penelitian ini adalah makna simbolik yang terkandung dalam kumpulan antologi puisi Waktu yang Tepat untuk Melupakan Waktu karya M. Aan Mansyur yaitu: (1) simbol perjuangan; (2) simbol kesedihan; (3) simbol kebahagian; (4) simbol kesederhanaan; (5) simbol harapan; (6) simbol kedamaian; (7) simbol kekerasan; (8) simbol keserakahan; (9) simbol kekejaman; (10) simbol Ikhlas; (11) simbol keputusasaan; (12) simbol ketidakadilan; (13) simbol kenangan; (14) simbol ketidakberdayaan.
Sistem Tanda dan Makna Simbolik sebagai Unsur Gaya Kepengarangan dalam Antologi Puisi Perjamuan Khong Guan Karya Joko Pinurbo Nadeak, Jesika; Warni, Warni; Wulandari, Sovia
Kajian Linguistik dan Sastra Vol. 3 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/kalistra.v3i1.28713

Abstract

This research aims to describe the sign system and symbolic meaning as elements of authorial style in the poetry anthology book Perjamuan Khong Guan by Joko Pinurbo. The authorial style in question is based on elements of poetry which become a system of signs and symbolic meaning. This type of research is qualitative with data in the form of words, phrases, sentences, or paragraphs or narratives that contain a system of signs and symbolic meaning. The data source in this research is the poetry anthology Khong Guan Supper by Joko Pinurbo. The method used in the research is descriptive qualitative, data collection was carried out by literature study using reading and note-taking techniques. The results of the research were that 30 poems were obtained as data, including two poems whose meaning was based on words, two poems whose meaning was based on typography, and 26 poems whose meaning was based on sentences. These three elements are elements that form poetry which are used as the basis for meaning in poetry. These forming elements are also seen as Joko Pinurbo's authorial style. The system of signs and symbolic meanings contained in the anthology Khong Guan Banquet by Joko Pinurbo in this research is used as a reference to reveal Joko Pinurbo's authorial style. The signs in question are sounds, words, sentences, and typography or appearance. However, in this research, there is no sound as a sign system so what is obtained is only three aspects such as words, sentences, and typography. The conclusion of this research can be seen from the three aspects that form poetry which are stated as signs because they are the center of meaning in a poem and can provide aesthetic value in poetry so that we can see that Joko Pinurbo's authorial style in terms of the sign and meaning system is classified into three types, namely: 1) style that relies on words, 2) style that relies on sentences, 3) style that relies on typography or appearance. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sistem tanda dan makna simbolik sebagai unsur gaya kepengarangan dalam buku antologi puisi Perjamuan Khong Guan karya Joko Pinurbo. Gaya kepengarangan yang dimaksud ialah bertumpu pada unsur puisi yang menjadi sistem tanda dan makna simbolik. Jenis penelitian adalah kualitatif dengan data berupa kata, frasa, kalimat, maupun paragraf atau narasi yang mengandung sistem tanda dan makna simbolik. Sumber data dalam penelitian ini ialah antologi puisi Perjamuan Khong Guan karya Joko Pinurbo. Metode yang digunakan dalam penelitian yakni deskriptif kualitatif, pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka menggunakan teknik baca dan catat. Hasil penelitian yaitu didapatkan 30 puisi sebagai data, diantaranya ialah dua puisi yang maknanya bertumpu pada kata, dua puisi yang maknanya bertumpu pada tipografi, dan 26 puisi yang maknanya bertumpu pada kalimat. Ketiga unsur tersebut ialah unsur pembentuk puisi yang dijadikan sebagai tumpuan makna dalam puisi. Unsur pembentuk tersebut pulalah yang dilihat sebagai gaya kepengarangan Joko Pinurbo. Sistem tanda dan makna simbolik yang terdapat pada antologi Perjamuan Khong Guan karya Joko Pinurbo dalam penellitian ini dijadikan sebagai acuan untuk mengungkapkan gaya kepengarangan Joko Pinurbo. Tanda-tanda yang dimaksud ialah bunyi, kata, kalimat, dan tipografi atau perwajahan. Namun dalam penelitian ini, tidak terdapat bunyi sebagai sistem tanda sehingga yang didapatkan hanyalah ketiga aspek seperti kata, kalimat, dan tipografi. Kesimpulan dari penelitian ini dapat dilihat dari ketiga aspek pembentuk puisi yang dinyatakan sebagai tanda karena menjadi pusat makna dalam suatu puisi serta dapat memberikan nilai estetis dalam puisi sehingga dapat kita lihat bahwa gaya kepengarangan Joko Pinurbo yang ditinjau dari sitem tanda dan makna diklasifikasikan menjadi tiga jenis yaitu: 1) gaya yang bertumpu pada kata, 2) gaya yang berttumpu pada kalimat, 3) gaya yang bertumpu pada tipografi atau perwajahan.
PELATIHAN MENULIS ARTIKEL ILMIAH UNTUK JURNAL BEREPUTASI NASIONAL PADA GURU SMP Wulandari, Sovia; Liza Septa Wilyanti; Dwi Rahariyoso
Jurnal PKM Linggau: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal PKM Linggau (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : LP3MKIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55526/pkml.v2i3.395

Abstract

Seorang guru diharuskan menulis artikel ilmiah yang dipublikasikan di jurnal sebagai salah satu persyaratan dalam pengusulan kenaikan pangkat. Hal ini juga berlaku untuk guru Sekolah Menengah Pertama (SMP). Berdasarkan hasil wawancara dengan guru SMP Negeri 7 Muaro Jambi, kesulitan dalam menulis artikel ilmiah dikarenakan oleh berbagai faktor, yaitu 1) kurangnya waktu untuk melaksanakan penelitian ilmiah; 2) belum adanya ide untuk menulis; 3) kurangnya pemahaman mengenai artikel ilmiah; 4) sulitnya publikasi di jurnal. Permasalahan dalam menulis artikel ilmiah tersebut, dapat diatasi dengan memberi pelatihan menulis artikel ilmiah. Metode yang digunakan dalam pelatihan tersebut ialah: 1) memberikan sosialisasi kepada guru-guru tentang konsep artikel ilmiah, kebahasaan dalam artikel ilmiah, etika penulisan artikel ilmiah, dan sitasi dalam artikel ilmiah; 2) memberikan pelatihan mengenai cara dan teknik penulisan artikel ilmiah untuk jurnal bereputasi nasional; dan 3) memberikan bimbingan kepada guru-guru dalam penulisan artikel ilmiah dan mempublikasikan artikel tersebut di jurnal nasional. Hasil dari pelaksanaan kegiatan pengabdian ini ialah guru-guru memahami materi yang diberikan oleh tim PPM. Guru-guru juga telah memahami cara menulis artikel ilmiah yang berasal dari hasil penelitian ataupun dari hasil kajian literatur. Pemahaman guru-guru ini dibuktikan dengan adanya artikel yang telah ditulis oleh guru-guru dan berhasil men-submit artikelnya di jurnal nasional bereputasi yang menggunakan sistem OJS.
Implementasi Model Pembelajaran Berbasis Proyek untuk Meningkatkan Hasil Menulis Prosa Fiksi Mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia Universitas Jambi Wilyanti, Liza Septa; Wulandari, Sovia; Izar, Julisah
Indo-MathEdu Intellectuals Journal Vol. 5 No. 1 (2024): Indo-MathEdu Intellectuals Journal
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/imeij.v5i1.557

Abstract

The aim of this research is to enhance the activity and skills of pre-writers of fiction prose using a project-based learning model in the Indonesian Literature program at the Faculty of Education and Teacher Training, Universitas Jambi. The research method employed is Classroom Action Research (CAR) conducted in two cycles. Each cycle involves planning, implementation, observation, and reflection stages. Data are analyzed according to the assessment rubric. In Cycle I, there was an improvement in activity levels, with 87% of students achieving a good category and 13% achieving a very good category. The improvement in pre-writing scores was 60%, reaching a sufficient category for 40% and a good category for 40%. However, the analysis indicated that the target of exceeding 50% of pre-writing scores in the good category was not achieved in Cycle I, prompting the continuation to Cycle II. In Cycle II, both activity and pre-writing scores experienced significant improvement. Activity scores showed 33.3% of students in the good category and 86.7% in the very good category. Pre-writing scores increased to 33.3% in the good category and 66.7% in the very good category. Based on the research findings, it can be concluded that the implementation of the Project-Based Learning model in the Fiction Prose Writing course effectively enhances the activity and skills of pre-writers of fiction prose and is deemed suitable for application
Menyelisik Sejarah Sastra Pariwisata di Barat dan Indonesia Pulungan, Alpi Anwar; Wulandari, Sovia; Firismanda, M. A. Haris
Prosiding Seminar Nasional Humaniora Vol. 4 (2025): Prosiding Seminar Nasional Humaniora
Publisher : Jurusan Sejarah, Seni, dan Arkeologi, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the history and development of literary tourism in the Western and Indonesia. In the West, literary tourism originated from traditions such as visiting authors’ residences, publishing literary biographies, and creating literary maps, which later evolved into modern forms such as fictional character museums and film adaptation sites. In Indonesia, literary tourism is rooted in oral traditions that have developed into literary festivals, writers’ houses, and literary museums. The main difference between the two lies in their orientation and cultural foundations: Western literary tourism is centered on written literacy traditions and the individuality of authors, whereas Indonesian literary tourism emphasizes collective cultural values. This research employs a qualitative approach using library research methods to explore and analyze written sources related to literary tourism. The findings indicate that literary tourism in both regions continues to develop as an integral part of modern cultural tourism. Abstrak Penelitian ini membahas sejarah dan perkembangan wisata sastra di Barat dan Indonesia. Di Barat, wisata sastra berawal dari tradisi kunjungan ke rumah sastrawan, penerbitan biografi, dan peta sastra, yang kemudian berkembang menjadi bentuk modern seperti museum karakter fiksi dan lokasi film adaptasi karya sastra. Sementara itu, di Indonesia, wisata sastra berakar pada tradisi lisan yang berkembang menjadi festival sastra, rumah sastrawan, dan museum sastra. Perbedaan utama keduanya terletak pada orientasi dan basis kultural: Barat berpusat pada tradisi literasi tertulis dan individualitas pengarang, sedangkan Indonesia menonjolkan nilai budaya kolektif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi kepustakaan untuk menelusuri dan menganalisis sumber tertulis terkait sastra pariwisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wisata sastra di kedua wilayah terus berkembang sebagai bagian dari pariwisata budaya modern.
Penguatan Kecerdasan Emosional melalui Cerita Anak Dwibahasa Berbasis Budaya Jambi (Indonesia-Melayu Jambi) sebagai Bahan Ajar Multiliterasi untuk Pembaca Pemula Wilyanti, Liza Septa; Wulandari, Sovia; Izar, Julisah; Helty, Helty
Prosiding Seminar Nasional Humaniora Vol. 4 (2025): Prosiding Seminar Nasional Humaniora
Publisher : Jurusan Sejarah, Seni, dan Arkeologi, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kecerdasan emosional yang terdapat dalam cerita anak dwibahasa berbasis budaya Jambi (Indonesia-Melayu Jambi). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menganalisis dan memahami objek penelitian secara mendalam dengan mengutamakan ketajaman analisis terhadap data secara alamiah. Objek penelitian ini adalah cerita anak dwibahasa yang diterbitkan oleh kantor Bahasa Provinsi Jambi. Analisis karakteristik cerita dari perspektif kecerdasan emosional menganalisis adanya lima tingkatan kecerdasan emosional dalam cerita yang meliputi mengenali emosi diri sendiri, mengelola emosi diri, memotivasi diri sendiri, mengenali emosi orang lain (empati), dan menjaga hubungan dengan orang lain. Hasil analisis menunjukkan bahwa cerita anak dwibahasa berbasis budaya jambi (Indonesia-Melayu Jambi) berjudul Batu Tuo Si Fosil Kayu Arau Si Fosil Kayu memenuhi kelima tingkatan kecerdasan emosional dan dapat dijadikan bahan ajar multiliterasi untuk pembaca pemula. Cerita anak dwibahasa berbasis budaya jambi (Indonesia-Melayu Jambi) berjudul Batu Tuo Si Fosil Kayu Arau Si Fosil Kayu memuat beberapa jenis literasi dasar yang membuatnya dapat dikategorikan sebagai bahan ajar multiliterasi. Secara lebih rinci, jenis-jenis literasi yang terdapat dalam cerita yaitu literasi bahasa dan sastra, literasi numerasi, literasi sains, literasi digital, dan literasi budaya dan kewarganegaraan. Hanya literasi finansial yang tidak termuat dalam cerita anak dwibahasa berbasis budaya jambi (Indonesia-Melayu Jambi) berjudul Batu Tuo Si Fosil Kayu Arau Si Fosil Kayu ini. Abstract This study aims to identify emotional intelligence contained in Jambi culture-based bilingual children's stories (Indonesian-Malay Jambi). This research is a descriptive qualitative study that aims to analyze and understand the object of research in depth by prioritizing the sharpness of analysis of natural data. The object of this research is bilingual children's stories published by the Jambi Provincial Language Office. Analysis of the characteristics of the story from the perspective of emotional intelligence analyzes the existence of five levels of emotional intelligence in the story which include recognizing one's own emotions, managing one's emotions, motivating oneself, recognizing the emotions of others (empathy), and maintaining relationships with others. The results of the analysis show that the jambi culture-based bilingual children's story (Indonesian-Malay Jambi) entitled Batu Tuo Si Fossil Kayu Arau Si Fossil Kayu fulfills the five levels of emotional intelligence and can be used as multiliteracy teaching materials for beginning readers. The bilingual children's story based on Jambi culture (Indonesian-Malay Jambi) entitled Batu Tuo Si Fosil Kayu Arau Si Fosil Kayu contains several basic types of literacy that make it categorized as multiliteracy teaching materials. In more detail, the types of literacy contained in the story are language and literary literacy, numeracy literacy, science literacy, digital literacy, and cultural and civic literacy. Only financial literacy is not included in this bilingual children's story based on Jambi culture (Indonesian-Malay Jambi) entitled Batu Tuo Si Fossil Kayu Arau Si Fossil Kayu.
Tindak Tutur Ilokusi Anak Usia 5 Tahun Berdasarkan Perbedaan Gender: Perspektif John Searle Anasti, Huriyah Padhilah; Wulandari, Sovia
Prosiding Seminar Nasional Humaniora Vol. 4 (2025): Prosiding Seminar Nasional Humaniora
Publisher : Jurusan Sejarah, Seni, dan Arkeologi, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to describe the types of illocated speech acts and their differences based on gender in children aged 5 years. The method used is descriptive qualitative with data sources of illocutionary speech acts produced by children aged 5 years based on gender differences. The data collection techniques used were listening and speaking proficiently, listening proficiently and the listening technique without speaking proficiency. The results of this study were found 16 data which became the basis of the study in distinguishing between illocutionary speech acts of children aged 5 years based on gender differences. In girls, there was no commissive speech act, while boys found complete illocutionary speech act. The difference is seen in girls who are more polite and detailed than boys. The resulting speech acts are also in accordance with the social activities they do. Abstract Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan jenis tindak tutur ilokusi dan perbedaannya berdasar gender pada anak usia 5 tahun. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan sumber data tindak tutur ilokusi yang dihasilkan oleh anak usia 5 tahun berdasarkan perbedaan gender. Teknik pengumpulan data digunakan simak dan cakap, simak libat cakap dan teknik simak bebas libat cakap. Adapun hasil dari penelitian ini adalah ditemukan 16 data yang menjadi dasar kajian dalam membedakan antara tindak tutur ilokusi anak usia 5 tahun berdasarkan perbedaan gender. Pada anak perempuan tidak ditemukan tindak tutur komisif, sedangkan pada anak laki-laki ditemukan tindak tutur ilokusi yang lengkap. Perbedaan terlihat pada anak perempuan lebih sopan dan rinci dibandingkan laki-laki. Tindak tutur yang dihasilkan juga sesuai dengan aktifitas sosial yang mereka lakukan.
Ascertaining Curriculum Relevance through Web-based Tracer Study Wilyanti, Liza Septa; Putra, Yoga Mestika; Wulandari, Sovia; Bansa, Yorina An'guna; Megawaty, Merti
JTP - Jurnal Teknologi Pendidikan Vol. 25 No. 3 (2023): Jurnal Teknologi Pendidikan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jtp.v25i3.40116

Abstract

This article aims to describe the relevance of alumni's field of work with the curriculum of the Indonesian Literature Study Program, Faculty of Teacher Training and Education (FKIP), Universitas Jambi. The research object was Indonesian Literature alumni who responded with a total of 86 respondents. The data collection technique was carried out by sharing the questionnaire link via the study program website https://sastraindonesia.unja.ac.id/ to 86 Alumni. The data in this research were analyzed using a descriptive approach. The findings show that graduates have worked with a high level of job suitability (41.9%). It indicates that the relevance of the curriculum to world needs is quite appropriate. The findings also show that most of the respondents worked as private employees. It can be concluded that the Indonesian Literature Study Program needs to equip graduates with recognition of competencies in certain fields for students. A certificate or competency certificate will be an added value for graduates to compete in the workplace.