Claim Missing Document
Check
Articles

EFEKTIFITAS MANAJEMEN SEKOLAH UNTUK SISWA BERKEBUTUHAN KHUUSUS AUTISME DI BINA ANANADA MANDIRI MEDAN Erwiati Erwiati; Indra Prasetia; Sri Nurabdiah Pratiwi
EDUTECH Vol 10, No 1 (2024): EduTech: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : EduTech: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ilmu Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/edutech.v10i1.19260

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui manajemen sekolah dalam pendidikan khusus Autisme Bina Ananda Mandiri Medan. Metode pada penelitin ini adalah kualitatif deskripsi. Penelitian ini dilaksanakan di Bina Ananda Mandiri Medan dan tekhnik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian adalah Perencanaan pengelolaan program pembinaan anak autisme Bina Ananda Mandiri Medan menerapkan konsep perencanaan program pembelajaran autisme untuk dapat bersekolah di sekolah regular dengan kategori ringan, sedang. Pertama dengan menerapkan penentuan strategi dan pembelajaran serta pemilihan metode yang tepat diantaranya metode ceramah, metode pembiasaan ataupun metode demontrasi. Kedua adalah Penyediaan Sumber dan Alat pembelajaran dan ketiga Penentuan cara dan proses dan hasil belajar,  pada tahap ini adanya tes perbuatan dan tes lisan.  Sekolah Bina Ananda Mandiri Medan dalam pelaksanaan program pengembangan pendidikan siswa autis adalah pemilihan metode pembelajaran, penggunaan media pembelajaran dan Kerjasama dengan Guru dan orangtua dalam pelaksanaan pembelajaran. Pelaksanaan program pengembangan pendidikan juga menerapkan kurikulum yang dimodifikasi untuk siswa berkebutuhan khusus. Serta guru akan membuat RPP yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik yang berkebutuhan khusus.Guru juga melakukan evaluasi terhadap program pendidikan inklusi., kriteria evaluasi berkaitan dengan bagaimana perilaku anak-anak berkebutuhan khusus. Evaluasi di lakukan dengan memberikan umpan balik, menunjukkan kegembiraan, dan menanamkann nilai-nilai kepada anak Autis Penilaian efektivitas yang dilakukan dengan mempersipkan asesmen untuk layanan pendidikan anak autis, Pengumpulan data asesmen untuk layanan pendidikan anak autis, dan tindak lanjut hasil pelaksanaan asesmen untuk layanan pendidikan anak autis.
EFEKTIVITAS MANAJEMEN PENGEMBANGAN PROGRAM KHUSUS BINA DIRI PADA PESERTA DIDIK TUNAGRAHITA (STUDI SEKOLAH LUAR BIASA NEGERI PEMBINA MEDAN) Ade Suarnizal; Indra Prasetia; Sri Nurabdiah Pratiwi
EDUTECH Vol 10, No 1 (2024): EduTech: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : EduTech: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ilmu Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/edutech.v10i1.19326

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Untuk mengetahui perencanana manajemen pengembangan Program khusus bina diri terhadap Peserta didik tunagrahita, 2) Untuk mengetahui pelaksanaan manajemen pengembangan Program khusus bina diri terhadap Peserta didik tunagrahita, 3) Untuk mengetahui pengevaluasiaan manajemen pengembangan Program khusus bina diri terhadap Peserta didik tunagrahita, 4) untuk mengetahui efektivitas  manajemen pengembangan Program khusus bina diri terhadap Peserta didik tunagrahita. Metode penelitian menggunakan metode deskripti dengan tekhnik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perencanaan program Bina Diri sudah beberapa aspek yang berjalan dengan baik dan sesui dengan prosedur, seperti penyelenggaraan tes assesmen, perencanaan waktu pelaksanaan kegiatan dan perencanaan materi kegiatan, namun untuk penentuan guru khusus Bina Diri masih belum baik. Pelaksanaan  Managemen Pengembangan Program Khusus Bina Diri yang diterapkan pada manajemen pengembangan adalah Kemampuan mengambil nasi, lauk dan sayur, Kemampuan makan menggunakan sendok dan garpu, Kemampuan menenerapkan cara makan yang sopan dan Kemampuan merapikan meja makan setelah selesai makan. Pengevaluasian Untuk melakukan evaluasi, terdapat beberapa langkah yang harus dilakukan yaitu, (1) Penentuan standar, yang dimaksud dengan standar adalah patokan-patokan mengenai keberhasilan dan kegagalan suatu kegiatan, (2) mengadakan pengukuran, pengukuran dilakukan terhadap kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan, (3) membandingkan hasil pengukuran dengan standar yang telah dilakukan, dengan ini akan diketahui selisih antara hasil pengukuran dengan standar yang telah ditentukan, (4) Mengadakan perbaikan, perbaikan tersebut dilakukan berdasarkan selisih minus hasil perbandingan pengukuran dengan standar. Managemen program bina diri yang telah diterapkan pada peserta didik tunagrahita menunjukkan adanya kemandirian keterampilan peserta didik dalam melakukan bina diri sebesar 62%. Berdasarkan fakta tersebut maka dapat disimpulkan bahwa 75% management program bina diri efektif untuk diterapkan pada kelas tunagrahita.
Model Sistem Manajemen Kinerja Biro Fakultas Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Indra Prasetia; Sulhati Sulhati; Sri Nurabdiah Pratiwi
EDUTECH Vol 2, No 2 (2016): EduTech: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : EduTech: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ilmu Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/edutech.v2i2.17837

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskrisikan model sistem manajemen kinerja biro fakulta yang ada diUniversitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Responden penelitian ini adalah para Kepala Biro Fakultas di lingkungan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Hasil nilai component matriks untuk factor kompetensi applied learning (factor 1 adalah 0,774 dan factor 2 adalah -0,89), factor integrity ( factor 1 adalah -0,760 dan factor 2 adalah 0,196), factor impact ( factor 1 adalah 0,703 dan factor 2 adalah 0,407), factor initiating ( factor 1 adalah 0,660 dan factor 2 adalah 0,334) dan factor follow up ( factor 1 dalah -0,337 dan factor 2 adalah 0,855). Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa factor kompetensi SDM berada pada factor pertama yang mempenagruhi kinerja karyawan biro UMSU dikarenakan nilai component matriks factor pertamanya lebih besar dari factor kedua. Sedangkan factor alat pelajran berada di factor kedua dikarenakan nilai component matriks factor keduanya lebih besar dari factor pertama. Sehingga dapat kiata simpulkan bahwasannya factor yang paling utama dalam peningkatan kinerja karyawan biro UMSU factor yang memiliki nilai yang tertinggi yaitu factor kompetensi sebesar 0,774
Penerapan Model Project Based Learning Sebagai Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Pada Mata Kuliah Seminar Pendidikan Matematika Indra Prasetia; Rahmad Muslihuddin
EDUTECH Vol 1, No 01 (2015): EduTech: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : EduTech: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ilmu Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/edutech.v1i01.17839

Abstract

Tujuan mata kuliah Seminar Pendidikan Matematika adalah  meningkatkan kemampuan mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika FKIP UMSU dalam memecahkan masalah, berpikir kritis dan ilmiah.  Melalui mata kuliah ini, diharapkan mahasiswa dapat membahas satu topik pembelajaran matematika secara mandiri, sebagai pengembangan dan pendalaman materi perkuliahan dan menuliskannya dalam bentuk makalah atau mini riset yang diseminarkan. Namun kenyataannya hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah ini masih jauh dari yang diharapkan. Hal ini disebabkan motivasi, kemampuan pemecahan masalah, kreatifitas dan keterampilan komunikasi mahasiswa masih rendah.  Produk (makalah ilmiah dan mini riset) yang dihasilkan mahasiswa masih banyak yang plagiatisme. Tindakan plagiatisme tersebut tentunya sangat merugikan baik individu mahasiswa maupun kelembagaan dalam meningkatkan kualitas karya ilmiah dan penelitian. Oleh sebab itu perlu dilakukan perbaikan cara belajar dan mengajar pada mata kuliah ini. Cara yang tepat adalah menerapkan pembelajaran berbasis proyek (project based learning). Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan motivasi, kemampuan pemecahan masalah, kreatifitas, keterampilan komunikasi dan tingkat kelulusan pada mata kuliah seminar pendidikan matematika di Program Studi Pendidikan Matematika FKIP UMSU. Penelitian tindakan kelas ini di lakukan pada semester VI T.A 2014/2015. Prosedur penelitian ini menggunakan siklus, yakni (1) perencanaan terhadap tindakan yang akan dilakukan, (2) melaksanakan tindakan yang telah direncanakan, (3) pengamatan terhadap proses tindakan , dan (4) refleksi terhadap hasil tindakan.
Implementasi Model Problem Based Learning Terintegrasi Pendekatan Culturally Responsive Teaching Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Anin Saraswati Azhari; Indra Prasetia
Journal on Education Vol 7 No 1 (2024): Journal on Education: Volume 7 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v7i1.6860

Abstract

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan, dapat disimpulkan bahwa implementasi model Problem Based Learning terintegrasi dengan pendekatan Culturally Responsive Teaching dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas XII TSM-2 SMK Negeri 4 Medan pada materi eksponen. Kesimpulan ini didukung oleh hasil tes yang dirancang untuk mengukur motivasi belajar siswa. Sebelum penerapan model Problem Based Learning yang terintegrasi dengan pendekatan Culturally Responsive Teaching, motivasi belajar siswa sangat rendah. Setelah penerapan model terintegrasi ini pada siklus pertama, motivasi belajar siswa mulai meningkat meskipun indikator keberhasilan belum sepenuhnya tercapai. Pada siklus kedua, motivasi belajar siswa terus meningkat tetapi masih belum memenuhi semua indikator keberhasilan. Akhirnya, pada siklus ketiga, motivasi belajar siswa meningkat secara signifikan dan memenuhi semua indikator keberhasilan.
BIOGRAPHY AS A LEARNING RESOURCE IN MULTICULTURAL EDUCATION: A LITERATURE REVIEW STUDY IN THE CONTEXT OF INCLUSIVE CHARACTER FORMATION Ahmad Fakhri Hutauruk; Indra Prasetia; Muhammad Arifin
CAKRAWALA: Journal of Citizenship Teaching and Learning Vol 4 No 1 (2026): Juni
Publisher : Academic Solution Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70489/tpqpvj31

Abstract

This study examines the potential of biography as a learning resource in multicultural education for strengthening students’ inclusive character. Using a literature review supported by bibliometric mapping with VOSviewer, the study analyzed publication metadata obtained through Publish or Perish from Google Scholar within the 2016–2026 period. The review focused on the relationship between biography, education, literature, teaching, schools, students, and the Indonesian context. The findings show that education is the most central concept in the mapped literature, while biography appears as a relevant but still underdeveloped theme. Biography can function as a narrative-based pedagogical medium that introduces students to lived experiences, cultural diversity, moral struggle, empathy, tolerance, and social responsibility. The study concludes that biography-based learning has strong relevance for multicultural education, particularly in plural societies such as Indonesia, but further empirical research is needed to test its classroom implementation and impact on students’ inclusive attitudes and character development directly.
The Effectiveness Of Character Education Based On Islamic Values Muhammad Azam Purba; Indra Prasetia; Amini Amini
Urwatul Wutsqo: Jurnal Studi Kependidikan dan Keislaman Vol. 15 No. 01 (2026): Sociocultural Islamic Education
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) IAI Al Urwatul Wutsqo - Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54437/urwatulwutsqo.v15i01.2893

Abstract

Character education based on Islamic values is an important necessity inresponding to the challenge of moral degradation among elementary school students. Elementary schools, as the foundation of formal education, have a strategic role in instilling moral, spiritual, and social values in an integrated manner. This study aims to analyze the implementation and effectiveness of Islamic values-based character education at SD Negeri No. 107463 Paya Pasir. The study uses a qualitative approach with a case study design. Data collection techniques include observation, in-depth interviews with the principal and teachers, and documentation studies. Data analysis was carried out through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing with source triangulation to ensure data validity. The results showed that character education based on Islamic values was implemented in an integrated manner through classroom learning, habit-forming activities, school culture, and extracurricular programs. This implementation is quite effective in shaping students' character, especially in terms of religiosity, honesty, discipline, responsibility, social awareness, leadership, and ethical decision-making skills in everyday life. The success of the program is supported by teachers' exemplary behavior, consistent religious habits, reinforcement of rules and behavior monitoring, and a conducive school climate. However, the study also found challenges in the form of differences in the family backgrounds of students, which affected the consistency of character behavior. These findings confirm that Islamic values-based character education in public elementary schools has strong potential to shape ethical and responsible behavior, provided that there is continuous synergy between schools and families.
Strengthening The Religious Character Education Program For Students Through Islamic Values Fitriyadi Purba; Indra Prasetia; Amini Amini
Urwatul Wutsqo: Jurnal Studi Kependidikan dan Keislaman Vol. 15 No. 01 (2026): Sociocultural Islamic Education
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) IAI Al Urwatul Wutsqo - Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54437/urwatulwutsqo.v15i01.2894

Abstract

This study examines the strengthening of students’ religious character education through Islamic values at SD Negeri 106232 Penggalangan. The research is grounded in the growing concern over moral decline, low discipline, and weakening spiritual awareness among elementary students, and the limited empirical studies in public primary schools. Using a qualitative approach with a descriptive case study design, data were collected through in-depth interviews, participant observation, and document analysis involving the principal, teachers, and students. Data were analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña, comprising data collection, data condensation, data display, and conclusion drawing/verification. The findings reveal that religious character education is implemented in a planned, structured, and sustainable manner through the integration of school culture, written policies, teacher role modeling, and religious habituation activities. These practices contribute to improvements in students’ self-control, discipline, responsibility, worship orderliness, and social interactions. Supporting factors include a strong school culture, teacher exemplarity, and parental involvement, while constraints involve limited time and students’ diverse backgrounds. This study contributes empirical evidence that Islamic values can effectively strengthen religious character education in public primary schools when implemented comprehensively and consistently.
The Effect Of The Card Short Learning Model And Learning Styles On Learning Outcomes In Fikih Subjects Ryan Fahmi; Indra Prasetia; Amini Amini
Urwatul Wutsqo: Jurnal Studi Kependidikan dan Keislaman Vol. 15 No. 01 (2026): Sociocultural Islamic Education
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) IAI Al Urwatul Wutsqo - Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54437/urwatulwutsqo.v15i01.2901

Abstract

This study aims to empirically examine the effect of applying the Card Sort learning model and student learning styles on learning outcomes in Fiqh at MAS Al Ishlahiyah Binjai. The study uses a quantitative approach with a quasi-experimental design and a post-test only control group design. The research was conducted in the odd semester of the 2025/2026 academic year with a population of all 55 students in class X at MAS Al Ishlahiyah Binjai, using a saturated sampling technique. Class X-1 with 25 students was designated as the experimental class that was given the Card Sort learning model treatment, while class X-2 with 25 students was designated as the control class that used conventional learning. The independent variables in this study were the Card Sort learning model and student learning styles, while the dependent variable was the learning outcomes in Fiqh, which were measured through a multiple-choice cognitive test (post-test) that had been tested for validity and reliability with a reliability coefficient of 0.705. Data analysis was conducted using descriptive statistics, Kolmogorov–Smirnov normality test, variance homogeneity test (Levene Test), and hypothesis testing using Independent Sample t-test and ANOVA with a significance level of 0.05. The results showed that the average learning outcome of the experimental class was 84.32, which was higher than that of the control class, which was 71.56. The data were normally distributed and homogeneous, and the hypothesis test results showed a significance value of 0.000 (Sig. < 0.05), so it can be concluded that the Card Sort learning model and learning style had a significant effect on the learning outcomes of Fiqh subjects at MAS Al Ishlahiyah Binjai.
Efektivitas Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di MTs Negeri 1 Asahan Hermayani Hermayani; Akrim Akrim; Indra Prasetia
Jurnal Manajemen Pendidikan Dasar, Menengah dan Tinggi [JMP-DMT] Vol 7, No 1 (2026): JURNAL JMP-DMT
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jmp-dmt.v7i1.28864

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan efektivitas MGMP dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka belajar di MTs Negeri 1 Asahan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif studi kasus dimana pengumpulan data penelitian menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian ini yaitu : Kepala Sekolah, Ketua MGMP, Sekretaris MGMP dan Guru- Guru. Tempat penelitian ini yaitu : Mts Negeri 1 Asahan, Mts Raudatul Hasanah, Mts Negeri Al Barkah dan Mts An Nikmah. Teknik Analisa data ini dimulai dari : Reduksi Data, Penyajian Data, Menarik Kesimpulan. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa peran MGMP dalam melaksanakan implementasi kurikulum merdeka diantaranya yakniworkshop kukikulummerdeka, penyusunanmodul, penyusunan perangkat pembelajaran, pemaparan materi, presentasi dan koreksi. Efektivitas MGMP MTs Negeri 1 Asahan dalam implementasi kurikulum merdeka berkaitan dengan produk yang dihasilkan yakni mengembangkan kurikulum, silabus, modul ajar dan melakukan analisis materipelajaran, programtahunan, programsemester, rencana pelajaran dan modifikasi kurikulum merdeka belajar.