Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PENGUATAN KOMPETENSI GURU MELALUI PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN PADA SATUAN PENDIDIKAN DI DESA KOMPAS RAYA KABUPATEN MELAWI Erlin Eveline; Novika Lestari; Eko Fery Haryadi Saputro; Rindah Permatasari; Nurul Apsari
Bestari: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/dpkm.v3i2.1052

Abstract

Abstract: The teacher's pedagogic competence is an important factor in the success of student learning in the classroom. Teachers must be able to plan and carry out learning. One of the competencies that teachers need to improve in the implementation of learning is related to learning media. Besides being able to use it, teachers need to be able to make learning media. However, in learning activities at SMPN 1 Pinoh Utara, the use of technology-based media that can be accessed online is difficult to implement due to limited internet networks. Flipbook and Ispring media can be used to overcome this problem because they can be accessed offline. This service aims to improve teacher competence in making technology-based learning media that can be accessed offline. The method used in this activity is training. The training was held on January 31, 2023 at SMPN 1 Pinoh Utara, Kompas Raya Village, Melawi Regency, and attended by 17 participants. During the activity, participants were given a pretest and posttest. The pretest was given a questionnaire to determine whether the participants were familiar with the Flipbook and Ispring applications as learning media. Posttest was given a satisfaction questionnaire on service activities. The material provided is the creation of learning media using the Flipbook and Ispring applications. The results obtained show that the participants: (1) are familiar with and able to make learning media using the Flipbook and Ispring applications, (2) Participants are satisfied with the community service activities. Only one participant stated that the time allotted was not suitable for delivering the material. Training can increase teacher competence in making learning media.Keywords: Teacher, competence, learning media, flipbook, ispring Abstrak: Kompetensi pedagogik guru menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan pembelajaran siswa di kelas. Guru harus mampu merencanakan dan melaksanakan pembelajaran. Salah satu kompetensi yang perlu ditingkatkan guru dalam pelaksanaan pembelajaran adalah berkaitan dengan media pembelajaran. Selain mampu menggunakan, guru perlu juga mampu membuat media pembelajaran. Namun, dalam kegiatan pembelajaran di SMPN 1 Pinoh Utara, penggunaan media berbasis teknologi dan dapat diakses secara online sulit diterapkan karena keterbatasan jaringan internet. Media Flipbook dan Ispring dapat dimanfaatkan untuk mengatasi permasalahan tersebut karena dapat diakses secara offline. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam pembuatan media pembelajaran berbasis teknologi dan dapat diakses secara offline. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pelatihan. Pelatihan dilaksanakan pada 31 Januari 2023 di SMPN 1 Pinoh Utara Desa Kompas Raya Kabupaten Melawi diikuti oleh 17 peserta. Selama kegiatan, peserta diberikan pretest dan posttest. Pretest diberikan angket untuk mengetahui apakah peserta telah mengenal aplikasi Flipbook dan Ispring sebagai media pembelajaran atau tidak. Posttest diberikan angket kepuasan terhadap kegiatan pengabdian. Materi yang diberikan adalah pembuatan media pembelajaran menggunakan aplikasi Flipbook dan Ispring. Hasil yang diperoleh menunjukkan peserta: (1) telah mengenal dan mampu membuat media pembelajaran dengan menggunakan aplikasi Flipbook dan Ispring, (2) Peserta puas dengan kegiatan pengabdian. Hanya satu orang peserta menyatakan bahwa waktu yang disediakan tidak sesuai untuk penyampaian materi. Pelatihan dapat meningkatkan kompetensi guru dalam membuat media pembelajaran. Kata kunci: Guru, kompetensi, media pembelajaran, flipbook, ispring
Modul Kimia Asam Basa Berbasis Indigenous Knowledge pada Masa Pandemi Covid-19 Nurul Apsari; Novika Lestari
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 13 No 3 (2023): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v13i3.1167

Abstract

Pada masa pandemi covid 19 peserta didik dituntut untuk dapat belajar secara mandiri. Modul dibutuhkan untuk melatih kemandirian belajar siswa. Pengembangan modul kimia asam basa berbasis Indigenous Knowledge (IK) bertujuan untuk mengetahui kelayakan modul kimia berbasis IK pada materi asam basa. Integrasi IK dalam pembelajaran bertujuan mendekatkan pengetahuan dengan budaya dan lingkungan sekitarnya. Metode penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan model 4D namun pada penelitian ini tahapan yang dilakukan adalah Define, Design dan Develop. Tahapan pertama pada penelitian ini adalah define yang terdiri dari analisis kebutuhan, analisis pembelajaran, analisis siswa dan analisis konten. Tahap Design merupakan tahap perancangan prototype produk (konten IK, penyajian dan templete, desain pembelajaran). Tahap Develop terdiri dari validasi modul, revisi produk, uji keterbacaan, dan revisi tahap kedua. Hasil validasi ahli terhadap modul yaitu aspek kelayakan isi adalah 4,2 (kategori sangat baik), kebahasaan adalah 3,7 (kategori baik), penyajian adalah 3,9 (kategori baik), aspek Indigenous Knowledge adalah 4,0 (kategori sangat baik) dan aspek literasi sains adalah 4,0 (kategori sangat baik). Hasil respon siswa yaitu aspek kelayakan isi adalah 4,5 (kategori sangat baik), kebahasaan adalah 4,2 (kategori sangat baik), penyajian adalah 4,5 (kategori sangat baik), aspek Indigenous Knowledge adalah 3,7 (kategori baik) dan aspek literasi sains adalah 3,5 (kategori baik). Hasil tanggapan guru yaitu aspek kelayakan isi adalah 4,2 (kategori sangat baik), kebahasaan adalah 3,9 (kategori baik), penyajian adalah 4,0 (kategori sangat baik), aspek Indigenous Knowledge adalah 4,2 (kategori sangat baik) dan aspek literasi sains adalah 3,9 (kategori baik). Dengan demikian, modul kimia berbasis IK layak digunakan sebagai sumber belajar pada materi asam basa. Impikasi dari kelayakan modul kimia berbasis IK adalah peningkatan kemampuan literasi sains siswa. Berdasarkan hasil uji Mann Whitney diketahui bahwa nilai signifikan ˂ 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan modul kimia berbasis IK terhadap kemampuan literasi sains siswa.
Modul IPA Berbasis Etnosains pada Kurikulum Merdeka untuk Penguatan Profil Pelajar Pancasila Eko Fery Haryadi Saputro; Erlin Eveline; Nurul Apsari
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 13 No 3 (2023): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v13i3.1177

Abstract

Implementasi kurikulum merdeka pada satuan pendidikan memerlukan sumber belajar yang sesuai dengan tujuan dan capaian pembelajaran. Modul IPA berbasis etnosains dapat digunakan tidak hanya untuk tercapainya tujuan pembelajaran IPA pada kurikulum merdeka tetapi juga memperkuat profil pelajar Pancasila. Modul IPA berbasis etnosains memuat pengetahuan masyarakat Suku Dayak Kubitn di Kabupaten Melawi dalam berladang dengan sudut pandang keilmuan atau teoritis. Tujuan penelitian adalah mengetahui kelayakan modul IPA berbasis etnosains pada kurikulum merdeka dan mengetahui pengaruh penerapan modul IPA berbasis etnosains pada kurikulum merdeka terhadap penguatan profil pelajar pancasila. Metode pada penelitian ini adalah Research and Development (R&D) menggunakan desain ADDIE dengan tahapan Analysis, Design, Develop, Implementation, dan Evaluation. Tahap Analysis terdiri dari analisis materi, analisis kebutuhan dan analisis karakteristik peserta didik. Tahap Design terdiri dari penyusunan templete modul IPA, konten etnosains di Kabupaten Melawi dan Prototype Produk. Tahap Develop terdiri dari validasi produk oleh ahli, revisi tahap pertama, uji keterbacaan (skala kecil), revisi tahap kedua, finalisasi produk. Tahap Implementation dilakukan untuk mengetahui pengaruh produk terhadap penguatan profil pelajar pancasila yang terdiri dari pelaksanaan pretest, uji lapangan (skala besar), postest. Tahap evaluasi dilakukan untuk mengetahui respon dan tanggapan peserta didik terhadap produk yang dikembangkan. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan non tes. Instrumen non tes terdiri dari lembar validasi ahli materi dan ahli media untuk mengetahui kelayakan modul IPA berbasis etnosains yang dikembangkan, angket respon peserta didik terhadap modul IPA berbasis etnosains angket tanggapan peserta didik (skala luas) dan lembar wawancara. Instrumen penelitian tes berupa soal pretest dan postest untuk mengukur pengaruh penggunaan modul IPA berbasis etnosains terhadap penguatan profil pelajar pancasila. Tahap Implementation diperoleh bahwa modul IPA berbasis etnosains layak digunakan sebagai sumber belajar materi pencemaran lingkungan. Tahap Evaluation menunjukkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan modul IPA berbasis etnosains terhadap penguatan profil pelajar Pancasila.
e-Modul Ethnophysics for Critical Thinking Skills in the Covid-19 Pandemic Lestari, Novika; Apsari, Nurul
Jurnal Penelitian & Pengembangan Pendidikan Fisika Vol 8 No 2 (2022): JPPPF (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Fisika), Volume 8 Issue 2, D
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/1.08202

Abstract

This study describes the development of an integrated ethno-physics module for critical thinking skills as supporting teaching materials during the Covid-19 pandemic. The development stages used were the 4D models. These stages included defining, designing, developing, and disseminating. The subjects of this study were material experts, media experts, and 50 students in Melawi Regency. The instruments were expert validation questionnaires, student perception questionnaires, and critical thinking tests. The resulting data are in the form of qualitative and quantitative data. The expert feasibility test uses the average score to the maximum score, while the user practicality test uses the average eligibility percentage. The trial design used was a pre-test and post-test group design. The statistical test used is parametric statistics with the help of SPSS 26. The study results show that the e-module ethnophysics have validly improved students’ critical thinking skills. This is shown by the results of validity, practicality, and effectiveness of e-module ethnophysics towards critical thinking during the Covid-19 pandemic.
Konsentrasi Belajar Siswa dalam Pembelajaran Tematik Kelas V SDN 5 Nanga Nuak Mardiana, Mardiana; Wulandari, Hesti; Apsari, Nurul
JURNAL PENDIDIKAN DASAR Vol 12, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/jpd.v12i1.2189

Abstract

This research was motivated by the discovery that students' concentration was different at the beginning and end of learning. This can be seen by the students' restless movements, some shivering, fear, and playing. In thematic learning, learning concentration is very important so that students can understand certain topics with combined subjects. The research aims to describe the learning concentration of class V students at SDN 5 Nanga Nuak in thematic learning. This research is a qualitative descriptive study. The subjects in this research were 24 class V students and were divided into three groups, namely high, medium and low student learning outcomes. Data collection techniques using observation, interviews and documentation. The research instrumen uses observation sheets, interviews and documentation. Data analysis techniques include data collection, data reduction, data presentation, drawing conclusions. Data validity with technical triangulation. The research results showed that students with high learning outcomes concentrated well during thematic learning. Students can pay close attention to the teacher's explanation and focus on the blackboard when the teacher explains using the blackboard, can ask and answer the teacher's questions, and participate actively in discussions. Students with moderate learning outcomes concentrate quite well during thematic learning. Some students looked enthusiastic and focused on paying attention to the teacher's explanation, but were still distracted by playing or chatting during the lesson. Students with low learning outcomes have poor concentration abilities during thematic learning. students who do not respond to the teacher's questions, are not active in discussions, and less enthusiasm, and are still playing and sleepy during learning.Penelitian ini dilatar belakangi dengan ditemukan bahwa konsentrasi siswa yang berbeda ketika diawal dan akhir pembelajaran. Hal tersebut dapat diketahui dengan adanya gerak-gerik siswa yang gelisah, ada yang mengobrol, mengantuk, dan bermain. Dalam pembelajaran tematik, konsentrasi belajar sangat penting agar siswa dapat memahami topik tertentu dengan mata pelajaran yang digabungkan. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan konsentrasi belajar siswa kelas V SDN 5 Nanga Nuak pada pembelajaran tematik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini yaitu siswa kelas V yang berjumlah 24 orang siswa dan di kelompok menjadi tiga yaitu hasil belajar siswa tinggi, sedang, dan rendah. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Keabsahan data dengan triagulasi teknik.  Hasil penelitian diperoleh bahwa siswa dengan hasil belajar tinggi berkonsentrasi dengan baik selama mengikuti pembelajaran tematik. Siswa dapat memperhatikan penjelasan guru dengan seksama dan berfokus pada papan tulis pada saat guru menjelaskan menggunakan papan tulis, dapat mengajukan dan menjawab pertanyaan guru, serta berpartisipasi aktif dalam diskusi. Siswa dengan hasil belajar sedang berkonsentrasi dengan cukup baik selama mengikuti pembelajaran tematik. Sebagian siswa terlihat bersemangat dan fokus memperhatikan penjelasan guru, akan tetapi masih teralihkan dengan bermain atau mengobrol selama pembelajaran berlangsung. Siswa dengan hasil belajar rendah memiliki kemampuan konsentrasi yang kurang baik selama mengikuti pembelajaran tematik. siswa yang kurang merespon terhadap pertanyaan guru, tidak aktif dalam diskusi, dan kurangnya semangat, serta masih bermain dan mengantuk saat mengikuti pembelajaran.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GUIDED DISCOVERY LEARNING TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA DENGAN MATERI USAHA DAN ENERGI Apsari, Nurul; Irawan, Pingki; Lestari, Novika
QUANTUM: Jurnal Pembelajaran IPA dan Aplikasinya Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/qjpia.v5i2.4449

Abstract

This study aims to determine how students' learning interests are after implementing the guided discovery learning model. This type of research is a qualitative descriptive study with a population of class X and a sample size of 29 students. Data collection techniques were carried out using non-tests with research instruments being questionnaires, observations and interviews. The data analysis technique used was descriptive analysis. The data analysis techniques used were data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Checking the validity of the data in this study was carried out using technical triangulation. The results showed that students were very interested in all indicators of interest (attention, feelings of pleasure, interest, involvement) using the Guided Discovery Learning model on the material of work and energy.
Konsentrasi Belajar Siswa dalam Pembelajaran Tematik Kelas V SDN 5 Nanga Nuak Mardiana, Mardiana; Wulandari, Hesti; Apsari, Nurul
JURNAL PENDIDIKAN DASAR Vol. 12 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/jpd.v12i1.2189

Abstract

This research was motivated by the discovery that students' concentration was different at the beginning and end of learning. This can be seen by the students' restless movements, some shivering, fear, and playing. In thematic learning, learning concentration is very important so that students can understand certain topics with combined subjects. The research aims to describe the learning concentration of class V students at SDN 5 Nanga Nuak in thematic learning. This research is a qualitative descriptive study. The subjects in this research were 24 class V students and were divided into three groups, namely high, medium and low student learning outcomes. Data collection techniques using observation, interviews and documentation. The research instrumen uses observation sheets, interviews and documentation. Data analysis techniques include data collection, data reduction, data presentation, drawing conclusions. Data validity with technical triangulation. The research results showed that students with high learning outcomes concentrated well during thematic learning. Students can pay close attention to the teacher's explanation and focus on the blackboard when the teacher explains using the blackboard, can ask and answer the teacher's questions, and participate actively in discussions. Students with moderate learning outcomes concentrate quite well during thematic learning. Some students looked enthusiastic and focused on paying attention to the teacher's explanation, but were still distracted by playing or chatting during the lesson. Students with low learning outcomes have poor concentration abilities during thematic learning. students who do not respond to the teacher's questions, are not active in discussions, and less enthusiasm, and are still playing and sleepy during learning.Penelitian ini dilatar belakangi dengan ditemukan bahwa konsentrasi siswa yang berbeda ketika diawal dan akhir pembelajaran. Hal tersebut dapat diketahui dengan adanya gerak-gerik siswa yang gelisah, ada yang mengobrol, mengantuk, dan bermain. Dalam pembelajaran tematik, konsentrasi belajar sangat penting agar siswa dapat memahami topik tertentu dengan mata pelajaran yang digabungkan. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan konsentrasi belajar siswa kelas V SDN 5 Nanga Nuak pada pembelajaran tematik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini yaitu siswa kelas V yang berjumlah 24 orang siswa dan di kelompok menjadi tiga yaitu hasil belajar siswa tinggi, sedang, dan rendah. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Keabsahan data dengan triagulasi teknik.  Hasil penelitian diperoleh bahwa siswa dengan hasil belajar tinggi berkonsentrasi dengan baik selama mengikuti pembelajaran tematik. Siswa dapat memperhatikan penjelasan guru dengan seksama dan berfokus pada papan tulis pada saat guru menjelaskan menggunakan papan tulis, dapat mengajukan dan menjawab pertanyaan guru, serta berpartisipasi aktif dalam diskusi. Siswa dengan hasil belajar sedang berkonsentrasi dengan cukup baik selama mengikuti pembelajaran tematik. Sebagian siswa terlihat bersemangat dan fokus memperhatikan penjelasan guru, akan tetapi masih teralihkan dengan bermain atau mengobrol selama pembelajaran berlangsung. Siswa dengan hasil belajar rendah memiliki kemampuan konsentrasi yang kurang baik selama mengikuti pembelajaran tematik. siswa yang kurang merespon terhadap pertanyaan guru, tidak aktif dalam diskusi, dan kurangnya semangat, serta masih bermain dan mengantuk saat mengikuti pembelajaran.
PERAN GURU DALAM MENANAM KARAKTER SOPAN SANTUN PADA MATA PELAJARAN PPKN KELAS III SEKOLAH DASAR Gedion, Oktavianus; Waridah, Waridah; Apsari, Nurul
JURNAL PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN SEKOLAH DASAR Vol. 1 No. 1 (2023): JANUARI
Publisher : STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/jppsd.v1i1.1006

Abstract

Tujuan penelitian ini mendiskripsikan tentang bagaimana peran guru dalam menanamkan  Karakter Sopan Santun pada mata pelajaran PPKN Siswa Kelas  III Sekolah Dasar Negeri 04 Ulak Muid. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, serta dalam proses pengumpulan data, peneliti menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan untuk analisisnya, peneliti menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif, yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi.Hasil dari penelitian ini yang melalui observasi, wawancara dengan guru peran guru dalam menanamkan  Karakter Sopan Santun merupakan pada mata pelajaran PPKN Siswa Kelas  III secara menyeluruh, sehingga peserta didik dapat menjadi anak yang sopan santun dalam berpenampilan, sopan santun dalam berkomunikasi serta sopan santun dalam berperilaku, Upaya guru PPKn dalam menanamkan karakter sopan santun pada siswa kelas III SDN 04 Ulak Muid yaitu dengan cara guru memberikan keteladanan, penegakan kedisiplinan, pembiasaan kepada siswa.tua.
ANALISIS IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN TEMATIK DI KELAS RENDAH SDN 06 EMANG BEMBAN Yanlatiabina, Franciska; Ason, Ason; Apsari, Nurul
JURNAL PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN SEKOLAH DASAR Vol. 1 No. 2 (2023): MEI
Publisher : STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/jppsd.v1i2.1141

Abstract

This study aims to (1) describe the implementation of thematic learning by low grade teachers (2) describe the constraints faced by low grade teachers when implementing thematic learning (3) describe the solutions designed and carried out by low grade teachers in overcoming obstacles thematic learning.This research was conducted in the lower grades of SDN 06 Emang Bemban, Pinoh Selatan District, Melawi Regency. This study uses a type of qualitative research through observation, interviews and documentation. The subjects in this study were low grade teachers at SDN 06 Emang Bemban and the object of this study was the implementation of thematic learning in low grades. Data collection techniques using observation, interviews and documentation. The research instrument used was observation sheets and interviews.The results of this study indicate that low grade teachers have implemented thematic learning, but there are several obstacles in the implementation process, namely; First, the lack of students' understanding of learning makes low grade teachers take initiatives to help students, one of the initiatives taken is to make learning separate or per subject. Second, the lack of use of learning media. Third, there are still teachers who have not been able to develop thematic lesson plans. By finding some of these obstacles, low grade teachers collaborated with the Education Unit at SDN 06 Emang Bemban to realize thematic learning that was carried out without experiencing any problems. 
PENERAPAN METODE DEMONSTRASI PADA PEMBELAJARAN IPA DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR DAN HASIL BELAJAR SISWA DI KELAS V SD NEGERI 28 KELAKIK Pujiastuti, Ami; Nugraha, Asep Eka; Apsari, Nurul
JURNAL PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN SEKOLAH DASAR Vol. 1 No. 3 (2023): SEPTEMBER
Publisher : STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/jppsd.v1i3.1399

Abstract

This classroom action research aims to increase learning motivation and student learning outcomes by applying the demonstration method in science learning. In particular, the researcher chose the demonstration method because in the learning process he used demonstrations or direct practice to clarify the meaning, process, and workings of an object related to science learning material in class V SD Negeri 28 Kelakik. The research method used is classroom action research (CAR) which refers to Arikunto's model, and the approach in this study uses an empirical approach that describes and explains the actual situation. Data collection techniques in this study used tests and non-tests. The results of the study at the pre-action stage average learning planning (APKG I) was 66.16%, the average learning implementation (APKG II) was 66.76%, the average learning motivation was 58.08%, and the average test results of learning by 66.66%. Whereas in the first cycle the average lesson plan (APKG I) was 76.16%, the average learning implementation (APKG II) was 76.18%, the average learning motivation was 72.41%, and the average test results of learning by 85.00%. In cycle II the average learning planning (APKG I) was 89.08%, the average learning implementation assessment (APKG II) was 94.16%, the average learning motivation assessment was 84.25%, and the average the average of the learning outcomes test is 99.16%. So that the range of improvement for each cycle from APKG I was 77.13%, APKG II was 79.19% which was categorized as good, student learning motivation was 71.58% and categorized as motivated, and the range of improvement on student learning achievement tests was 84.09 %. Thus it can be proven that the application of the demonstration method is very effective in increasing learning motivation and student learning outcomes