Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Digital pada Materi Kesetimbangan Statis Sisi Arbaina; Novika Lestari; Nurul Apsari
QUANTUM: Jurnal Pembelajaran IPA dan Aplikasinya Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/qjpia.v2i1.731

Abstract

Abstract: This study aims to develop digital-based teaching materials on static equilibrium materials as additional teaching materials for physics subjects. The sample in this development research was conducted on class X students of SMKN 1 Sayan. This research method is a research and development method. The flow of this research is to adopt the 4-D model. The research steps are definition, design, development, and dissemination. The types of research data are primary data and secondary data. Collecting data using observation, interviews, multiple choice questions and essays. The data analysis technique used is descriptive analysis technique. The results obtained that digital-based teaching materials for class X Agribusiness SMKN 01 Sayan can be developed through research and development have a feasibility level that belongs to the appropriate category, with a score for material experts that is 72.90%, while for media experts it is 77.85% , and for readability by students, which is 7.8%, with this digital-based teaching materials can be classified in the appropriate category, so it can be said that these digital-based teaching materials are suitable for use as teaching materials in the learning process. The conclusion of the research is that digital-based teaching materials on static equilibrium material in physics subjects can be developed.Keywords: Teaching Materials, Digital Based, Static EquilibriumAbstrak: Penelitian ini memiliki bertujuan yaitu mengembangkan sebuah bahan ajar berbasis digital pada materi kesetimbangan statis sebagai bahan ajar tambahan untuk mata pelajaran fisika. Sampel pada penelitian pengembangan ini dilakukan pada siswa kelas X SMKN 1 Sayan. Metode penelitian ini adalah metode penelitian dan pengembangan. Alur penelitian ini yaitu mengadopsi dari model 4-D. Langkah-langkah penelitian yaitu pendefinisian, perancangan, pengembangan, dan penyebaran. Jenis data penelitian adalah data primer dan data sekunder. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, soal pilihan ganda dan essay. Teknik analisis data yang di gunakan yaitu teknik analisis deskriptif.  Hasil penelitian diperoleh bahwa bahan ajar berbasis digital untuk kelas X Agribisnis SMKN 01 Sayan layak untuk dikembangkan. Hal ini dapat diketahui dari hasil validasi dari 4 orang ahli dengan skor rata-rata untuk ahli materi yaitu 76% dan untuk ahli media yaitu 77,85. Uji coba tahap kecil yang dilakukan dengan 8 orang siswa memperoleh nilai rata-rata 78%. Dengan ini bahan ajar berbasis digital dapat digolongkan dalam kategori layak, sehingga dapat dikatakan bahan ajar berbasis digital ini layak digunakan sebagai bahan ajar dalam proses pembelajaran. Kesimpulan hasil penelitian yaitu bahan ajar berbasis digital pada materi kesetimbangan statis pada mata pelajaran fisika yang telah dikembangkan dapat digunakan dalam proses belajar mengajar dikelas.Kata Kunci: Bahan Ajar, Berbasis Digital, Kesetimbangan Statis
Instrumen Penilaian Kemampuan Literasi Sains berbasis Indigenous Knowledge pada Materi Asam Basa Nurul Apsari
QUANTUM: Jurnal Pembelajaran IPA dan Aplikasinya Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.442 KB) | DOI: 10.46368/qjpia.v1i2.500

Abstract

Abstract: The right assessment instrument will result in the right measurement of scientific literacy ability as well. The research objective is to design an instrument for assessing scientific literacy skills based on Indigenous Knowledge. The design is carried out to produce an assessment instrument that can measure scientific literacy skills by relating it to aspects of Indigenous Knowledge. The method used is the Model of Educational Reconstruction (MER). The first stage is content structure analysis which consists of syllabus analysis, content analysis, context analysis, preparation of question grids and preparation of questions and the second stage is conducting empirical investigations. The data collection technique was non-test with the research instrument using a question validation sheet (scale 1-5). The data analysis technique used the Aiken's V formula. The results obtained 6 scientific literacy questions based on Indigenous Knowledge with valid categories and 4 scientific literacy questions based on Indigenous Knowledge with medium categories. The overall average value of V is 0.86 with a valid category.Keywords: Assessment instruments, scientific literacy, indigenous knowledge                                                                   Abstrak: Instrumen penilaian yang tepat akan menghasilkan pengukuran kemampuan literasi sains yang tepat pula. Tujuan Penelitian adalah melakukan perancangan instrumen penilaian kemampuan literasi sains berbasis Indigenous Knowledge. Perancangan dilakukan untuk menghasilkan instrumen penilaian yang dapat mengukur kemampuan literasi sains dengan mengaitkannya dengan aspek Indigenous Knowledge. Metode yang digunakan adalah Model of Educational Reconstruction (MER). Tahapan pertama adalah analisis struktur konten yang terdiri dari analisis silabus, analisis konten, analisis konteks, penyusunan kisi-kisi soal dan penyusunan soal dan tahap kedua adalah melakukan penyelidikan empirik. Teknik pengumpulan data adalah non tes dengan instrumen penelitian menggunakan lembar validasi soal (skala 1-5). Teknik analisis data menggunakan rumus Aiken’s V. Hasil penelitian diperoleh 6 soal literasi sains berbasis Indigenous Knowledge dengan kategori valid dan 4 soal literasi sains berbasis Indigenous Knowledge dengan kategori sedang. Rata-rata nilai V secara keseluruhan adalah 0,86 dengan kategori valid.Kata-kata kunci: Instrumen penilaian, literasi sains, indigenous knowledge
PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP HUBUNGAN ANTAR SUDUT MENGGUNAKAN MEDIA HUBANTSUKA PADA KELAS VII SMP NEGERI 7 NANGA PINOH IFANA RIA HANIFAH; LINDA DWI SAPUTRI; NURUL APSARI
AL KHAWARIZMI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 2 (2022): VOL 2 NO 2 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.506 KB) | DOI: 10.46368/kjpm.v2i2.748

Abstract

Abstrak : Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah terdapat peningkatan pemahaman konsep hubungan antar sudut setelah diberikan media hubantsuka di kelas VII SMP Negeri 7 Nanga Pinoh. Siswa belum memahami konsep hubungan antar sudut. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif jenis eksperimen dengan Pre-Experimental Design menggunakan bentuk One-Group Pretest-Posttest design. Populasi mencakup seluruh siswa kelas VII di SMP Negeri 7 Nanga Pinoh. Pengambilan sampel dengan teknik sampel total kelas VII dengan jumlah keseluruhan 25 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pemahaman konsep antara sebelum dan sesudah diberikan media hubantsuka yang memperoleh rata-rata nilai pretest sebesar 43,9 dan rata-rata nilai posttest sebesar 81,7. Data tersebut menunjukkan perbedaan sebesar 37,8. Artinya terdapat peningkatan pemahaman konsep hubungan antar sudut setelah diberikan media hubantsuka.Kata Kunci : Pemahaman Konsep, Hubungan Antar Sudut, Media HubantsukaAbstract : The purpose of this research was to find out whether there was an increase in understanding the concept of the relationship between angles after being given hubantsuka media in class VII SMP Negeri 7 Nanga Pinoh. Student don’t understand the concept of the relationship between angles. This research uses a quantitative method of experimental type with Pre-Experimental Designs using the form of One-Group Pretest-Posttest design. The population includes all seventh grade students at SMP Negeri 7 Nanga Pinoh. Sampling with a total sample technique of class VII with a total of 25 students. The results showed that there was an increase in concept understanding between before and after being given hubantsuka media which obtained an average pretest score of 43.9 and average posttest value of 81.7. The data shows a difference of 37.8. This means that there is an increase in understanding the concept of the relationship between angles after being given the hubantsuka media.           Keywords : Concept Understanding, Relationship Between Angles, Hubantsuka Media
KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA PADA MATERI BILANGAN PECAHAN BIASA DAN CAMPURAN QUEEN TITAH WIDI ISLAMI; Yumi Sarassanti; NURUL APSARI
AL KHAWARIZMI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.558 KB) | DOI: 10.46368/kjpm.v2i1.613

Abstract

Abstract: This study aims to describe students' mathematical communication skills in the material of ordinary and mixed fractions. The research subject is the seventh grade students of SMP Negeri 2 Nanga Pinoh and the object of this research is the students' mathematical communication skills. The type of research used in this research is descriptive qualitative research usingsurvey research methods. The instrument used is in the form of 3 test questions of mathematical communication skills in the form of descriptions. Research result obtained from the student's communication ability test showed that 43.5% of students answered according to the indicator of mathematical communication ability in writing and categorized as low and 63.05% of students answered according to the indicator of mathematical expression of communication ability and was categorized as moderate.Keywords: Mathematical Communication, Fractions Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis siswa pada materi bilangan pecahan biasa dan campuran. Dengan subjek penelitian adalah siswa kelas VII SMP Negeri 2 Nanga pinoh dan objek dalam penelitian ini adalah kemampuan komunikasi matematis siswa. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode penelitian survey. Adapun instrumen yang digunakan yaitu berupa 3 soal tes kemampuan komunikasi matematis berbentuk uraian. Hasil penelitian diperoleh dari tes kemampuan komunikasi siswa menunjukan bahwa 43,5% siswa menjawab sesuai indikator kemampuan komunikasi matematis menulis dan dikategorikan rendah serta 63,05% siswa menjawab sesuai indikator kemampuan komunikasi matematis ekspresi dan dikategorikan sedang.Kata Kunci: Komunikasi Matematis, Bilangan Pecahan
KORELASI PEMBELAJARAN DARING TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP REAKSI REDOKS Nurul Apsari
Bestari: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 2, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.203 KB) | DOI: 10.46368/bjpd.v2i1.301

Abstract

Abstract: The research objective was to identify correlations of online learning and understanding of the concept of redox reactions. This type of research is quantitative research. The research subjects were 60 students of class X SMAN 1 Nanga Pinoh. The research instrument was a description test to determine the understanding of the concept of redox reactions and a questionnaire sheet to determine the effectiveness of online learning. The data analysis technique uses the Pearson product moment correlation. The results of the analysis showed that rcount = 0.86 9 rtable = 0.254 (5%) and 0.330 (1%). The significance value is 0.001 and the coefficient of determination is 0.96 (96%). Based on the results of the analysis, it is concluded that there is a positive correlation between online learning and understanding the concept of redox reactions. The more effective online learning is, the better your understanding of the redox reaction concept will be.Keywords: Correlation, Online Learning, Redox Reactions Abstrak : Tujuan penelitian adalah mengindentifikasi korelasi pembelajaran daring dan pemahaman konsep reaksi redoks. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif. Subjek penelitian yaitu siswa kelas X SMAN 1 Nanga Pinoh  sebanyak 60 orang. Instrumen penelitian yaitu tes uraian untuk mengetahui pemahaman konsep terhadap reaksi redoks dan lembar angket digunakan untuk mengetahui keefektifan pembelajaran daring. Teknik analisis data menggunakan pearson product moment corellatio. Hasil analisis diperoleh bahwa rhitung = 0,869  rtabel = 0,254 (5%) dan 0,330 (1%). Nilai signifikansi 0,001 dan nilai koefisien determinasi 0,96 (96%). Berdasarkan hasil analisis disimpulkan bahwa terdapat korelasi positif antara pembelajaran daring dengan pemahaman konsep reaksi redoks. Semakin efektif pembelajaran daring  maka pemahaman konsep reaksi redoks juga akan semakin baik.Kata Kunci : Korelasi, Pembelajaran daring, Reaksi Redoks
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN KIMIA MENGGUNAKAN DISCOVERY LEARNING Nurul Apsari
Bestari: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 3, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.272 KB) | DOI: 10.46368/bjpd.v3i1.756

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada pembelajaran kimia dengan menggunakan model pembelajaran Discovery Learning. Bentuk penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian adalah siswa kelas X SMAN 1 Nanga Pinoh. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes dan non tes. Adapun instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi aktivitas, lembar keterlaksanaan pembelajaran dan tes hasil belajar. Tindakan dalam penelitian ini terdiri dari 3 siklus, masing-masing siklus terdiri dari tahap perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Hasil penelitian tindakan kelas menunjukkan adanya peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa. Pada siklus I aktivitas visual sebesar 40,54%, pada siklus II sebesar 72,97% dan pada siklus III sebesar 100%. Aktivitas motorik pada siklus I sebesar 78,38%, pada siklus II sebesar 94,59% dan pada siklus III 100%. Aktivitas oral siswa pada siklus I (18,92%), pada siklus II (35,14%) dan pada siklus III (40,54%). Aktivitas menulis siswa pada siklus I sebesar 45,95%, pada siklus II sebesar 78,38% dan pada siklus III sebesar 91,89%. Aktivitas siswa dalam mendengarkan pada siklus I sebesar 5,41%, pada siklus II sebesar 18,92% dan pada siklus III sebesar 21,62%. Aktivitas drawing siswa pada siklus I sebesar 8,11%, pada siklus II sebesar 13,51% dan pada siklus III sebesar 21,62%. Pada siklus I siswa yang mencapai ketuntasan belajar sebesar 54,05%, pada siklus II sebesar 59,45% dan pada siklus III sebesar 75,68%.
Keterampilan Generik Sains Mahasiswa dalam Blended Learning Eko Fery Haryadi Saputro; Novika Lestari; Nurul Apsari
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 12 No 3 (2022): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v12i3.672

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengukur keterampilan generik sains mahasiswa Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi ketika menerapkan blended learning. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi eksperiment design) tipe time-series. Penelitian ini dilakukan dari November 2021 sampai Januari 2022. Lokasi penelitian dilaksanakan di STKIP Melawi. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh mahasiswa STKIP Melawi semester tiga. Sampel berjumlah 114 mahasiswa. Instrumen dan pengumpulan data dilakukan secara tes. Analisis data penelitian ini menggunakan n-gain. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa peningkatan keterampilan generik sains setelah penerapan blended learning tergolong sedang. Hal tersebut ditunjukan dari 71,05% mahasiswa memperoleh nilai n-gain diantara 0,3 sampai 0,7. Dengan demikian, blended learning dapat digunakan dalam meningkatkan keterampilan generiks sains mahasiswa. Meskipun demikian, perlu dilakukan inovasi penelitian lebih lanjut terkait penerapan blended learning dengan dipadukan aktifitas lain agar mampu memaksimalkan peningkatan keterampilan generik.
Literasi Kimia Menggunakan Buku Digital Kimia Dasar Berbasis Sustainable Chemistry Nurul Apsari; Erlin Eveline
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 12 No 4 (2022): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v12i4.753

Abstract

Keterbatasan sumber belajar menjadi salah satu kendala dalam proses pembelajaran terutama ketika pandemi covid-19. Buku kimia dasar berbasis sustainable chemistry (SC) dapat menjadi solusi dan alternatif sumber belajar yang kekinian dan mudah diakses kapan saja dan dimana saja. Tujuan penelitian adalah mengetahui kelayakan buku digital kimia dasar berbasis SC dan mengetahui pengaruh penerapan buku digital kimia dasar berbasis SC terhadap kemampuan literasi kimia pada proses pembelajaran. Metode pada penelitian ini adalah research and development (R&D) menggunakan desain ADDIE dengan tahapan Analysis, Design, Develop, Implementation, dan Evaluation. Subjek penelitian adalah mahasiswa STKIP Melawi sebanyak 15 orang untuk uji keterbacaan, 60 orang pada uji skala besar (30 orang pada kelas kontrol dan 30 orang pada kelas eksperimen). Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan non tes. Instrumen non tes terdiri dari lembar validasi ahli materi dan ahli media untuk mengetahui kelayakan buku digital yang dikembangkan, angket respon peserta didik terhadap buku digital kimia dasar bermuatan SC (uji coba skala kecil), angket tanggapan peserta didik (skala luas). Instrumen penelitian tes berupa soal pretest dan postest untuk mengukur pengaruh penggunaan buku digital kimia dasar berbasis SC terhadap kemampuan literasi kimia. Teknik analisis data untuk mengetahui pengaruh produk terhadap literasi kimia menggunakan uji U-Mann Whitney. Hasil dari penelitian ini adalah buku digital kimia dasar berbasis SC dinyatakan layak untuk digunakan sebagai sumber belajar. Berdasarkan hasil uji menggunakan U-Mann Whitney diperoleh data bahwa Ho ditolak dan Ha diterima sehingga terdapat pengaruh penggunaan buku digital kimia dasar berbasis SC terhadap kemampuan literasi kimia.
Implementasi Discovery Learning dalam Eksperimen Fisika untuk Menumbuhkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Sri Wahyu Ningsih; Eko Fery Haryadi Saputro; Nurul Apsari
QUANTUM: Jurnal Pembelajaran IPA dan Aplikasinya Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/qjpia.v2i2.922

Abstract

Abstract: The purpose of the study was to find out whether discovery learning in physical experiments was able to grow students' critical thinking skills, and to know critical thinking skills in control and experimental class students. The samples of this study were students of class X Computer Network Engineering (TKJ), namely the experimental class and class X Office Administration (AP) vocational students, namely the control class at SMK Nusantara Nanga Pinoh. The research method used is a quasi-experimental research with quantitative research. The data collection technique used in this study is by means of tests and non-tests. The test in this study was using pretest and posttest questions, each consisting of 10 number of description questions, non-test using a student critical thinking skills questionnaire consisting of 25 statements. The results of the analysis obtained in the experimental class that students' critical thinking skills have increased seen from the growth of the posttest results and the suitability of the answers from the questionnaire, while teacher center-based learning in the control class did not experience growth as seen from the posttest results which even decreased.. Keywords: Discovery learning, critical thinking skillsAbstrak: Tujuan dari penelitian adalah mengetahui apakah discovery learning dalam eksperimen fisika mampu untuk menumbuhkan keterampilan berpikir kritis siswa, serta mengetahui perbandingan keterampilan berpikir kritis pada siswa kelas kontrol dan eksperimen. Sampel dari penelitian ini adalah siswa SMK kelas X Teknik Komputer Jaringan (TKJ) sebagai kelas eksperimen dan siswa SMK kelas X Administrasi Perkantoran (AP) sebagai kelas kontrol di SMK Nusantara Nanga Pinoh. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (Quasi Experimental Research) dengan jenis penelitian kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan cara tes dan non tes. Tes dalam penelitian ini adalah menggunakan soal pretest dan posttest, masing-masing terdiri dari 10 nomor soal uraian, nontes menggunakan angket keterampilan berpikir kritis siswa terdiri dari 25 pernyataan. Hasil analisis yang diperoleh pada kelas eksperimen yaitu keterampilan berpikir kritis pada siswa mengalami peningkatan dilihat dari pertumbuhan hasil posttest dan kesesuaian jawaban dari angket, sedangkan pembelajaran berbasis teacher center pada kelas kontrol tidak mengalami pertumbuhan dilihat dari hasil posttest yang bahkan mengalami penurunan.Kata-kata kunci: Discovery learning, keterampilan berpikir kritis
KEPUASAN PESERTA PELATIHAN IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA PADA MATA PELAJARAN IPA/FISIKA Novika Lestari; Rindah Permatasari; Erlin Eveline; Eko Fery Haryadi S; Nurul Apsari
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i2.15017

Abstract

Kurikulum merdeka adalah bentuk kurikulum pembelajaran intrakulikuler yang beragam dengan konten lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu dalam memahami konsep dan menguatkan kompetensi. Penerapan kurikulum merdeka pada jenjang SMP/SMA di Kabupaten Melawi masih terbatas pada beberapa sekolah penggerak. Akibatnya, masih banyak pendidik/guru di Kabupaten Melawi belum mengetahui penerapan kurikulum merdeka dalam pembelajaran. Padahal, rencana penerapan kurikulum merdeka akan dilaksanakan serentak di seluruh sekolah yang ada di Kabupaten Melawi. Metode pelaksanaan PKM adalah pendidikan masyarakat pada kelompok tidak produktif secara ekonomi, Peserta PKM adalah guru-guru MGMP Fisika dan IPA yang ada di Kabupaten Melawi. Pelaksanaan PKM dilaksanakan di Zoom Meeting yang diikuti oleh 67 peserta. Hasil kegiatan menunjukan bahwa kepuasan peserta kegiatan pelatihan implementasi kurikulum merdeka pada mata pelajaran IPA/Fisika adalah baik. Namun, masih ada beberapa yang perlu diperhatikan diantaranya kesiapan fasilitas kegiatan. Hal lain yang perlu dilakukan pada kegiatan selanjutnya adalah pendampingan penyusunan instrumen yang digunakan pada proses implementasi kurikulum merdeka secara langsung dan terbimbing.