Claim Missing Document
Check
Articles

Pendampingan pengelolaan dan penataan potensi wisata nagari lubuak batingkok untuk meningkatkan ekonomi masyarakat Ernawati Ernawati; Khairi Budayawan; Lise Asnur; Elviza Yeni Putri
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39665

Abstract

AbstrakKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk mendukung pengelolaan dan penataan potensi serta sumber daya pariwisata di Objek Wisata Kilalang Nagari Lubuak Batingkok, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota. Nagari Lubuak Batingkok memiliki potensi wisata alam, wisata sejarah, dan wisata edukasi yang cukup besar, namun belum dikelola secara optimal dalam mendukung peningkatan ekonomi masyarakat. Permasalahan utama yang dihadapi mitra meliputi rendahnya pemahaman masyarakat terkait pengelolaan desa wisata, belum optimalnya pengembangan produk wisata dan UMKM, lemahnya promosi wisata, serta kurang optimalnya peran kelompok sadar wisata (Pokdarwis). Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan wisata, penguatan kelembagaan, pengembangan produk wisata dan promosi wisata, serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pariwisata berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan mulai Juni 2023 sampai November 2023 dengan melibatkan 25 peserta yang terdiri atas pemerintah nagari, Pokdarwis, pelaku UMKM, serta masyarakat setempat. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi analisis potensi dan sumber daya nagari, sosialisasi program, focus group discussion (FGD), transfer knowledge, pelatihan, pendampingan, monitoring, dan evaluasi program. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan desa wisata, pentingnya promosi wisata, pengembangan produk UMKM, serta penguatan kelembagaan Pokdarwis melalui pembentukan dan revitalisasi kepengurusan Pokdarwis Lembah Bungsu Nagari Lubuak Batingkok. Selain itu, kegiatan transfer knowledge terkait penataan kawasan wisata dan pengemasan produk lokal memberikan dampak positif terhadap kesiapan masyarakat dalam mendukung pengembangan destinasi wisata berbasis potensi lokal. Program ini diharapkan dapat menjadi langkah strategis dalam mewujudkan pengelolaan desa wisata yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Nagari Lubuak Batingkok. Kata kunci: desa wisata; nagari lubuak batingkok; pariwisata berkelanjutan; pengelolaan wisata; pokdarwis. AbstractThis community service program was conducted to support the management and development of tourism potential and resources at the Kilalang Tourism Area in Nagari Lubuak Batingkok, Harau District, Lima Puluh Kota Regency. Although the area has significant potential in nature, historical, and educational tourism, its management has not been optimal in supporting community economic development. The main problems faced by the community included limited understanding of tourism village management, weak tourism promotion, underdeveloped tourism products and micro, small, and medium enterprises (MSMEs), and the suboptimal role of the Tourism Awareness Group (Pokdarwis). This program aimed to improve community knowledge and skills in tourism management, institutional strengthening, tourism product development, and sustainable tourism awareness. The program was implemented from June to November 2023 and involved 25 participants consisting of village government officials, Pokdarwis members, MSME actors, and local communities. The methods used included potential analysis, program socialization, focus group discussions (FGD), knowledge transfer, training, mentoring, monitoring, and evaluation. The results showed increased community understanding of tourism village management, tourism promotion, MSME product development, and the strengthening of Pokdarwis institutions through the revitalization of Pokdarwis Lembah Bungsu. In addition, training on tourism area arrangement and local product packaging positively supported community readiness in developing local potential-based tourism destinations sustainably. Keywords: nagari lubuak batingkok; pokdarwis; sustainable tourism; tourism management; tourism village.
Penguatan kapasitas masyarakat dalam pengembangan Desa Wisata Maimbau Pulang Nagari Harau Kabupaten Lima Puluh Kota Ernawati Ernawati; Khairi Budayawan; Lise Asnur; Elviza Yeni Putri
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39664

Abstract

AbstrakKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk mendukung pengembangan Desa Wisata Nagari Harau “Maimbau Pulang” di Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, yang memiliki potensi wisata alam unggulan namun belum dikelola secara optimal. Permasalahan utama yang dihadapi mitra meliputi rendahnya pemahaman masyarakat terkait tata kelola objek wisata, minimnya pengelolaan atraksi wisata dan UKM, serta belum optimalnya kelembagaan kelompok sadar wisata (Pokdarwis). Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan desa wisata melalui penguatan kelembagaan, pelatihan tata kelola objek wisata, pembentukan Pokdarwis, serta implementasi sapta pesona pada kawasan wisata Aia Malanca. Kegiatan dilaksanakan mulai April 2021 sampai Desember 2021 dengan melibatkan 35 peserta yang terdiri atas pemerintah nagari, pengelola objek wisata, Pokdarwis, masyarakat setempat, dan mahasiswa Fakultas Pariwisata dan Perhotelan Universitas Negeri Padang. Metode pelaksanaan meliputi analisis kualitas sumber daya manusia, diskusi kelompok terarah (FGD), pelatihan, pendampingan, praktik lapangan, dan evaluasi program. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai sadar wisata, tata kelola destinasi, dan pengembangan atraksi wisata berbasis potensi lokal. Selain itu, terbentuknya Pokdarwis Aia Malanca menjadi langkah strategis dalam mendukung pengelolaan destinasi wisata secara berkelanjutan. Implementasi sapta pesona melalui kegiatan gotong royong dan penataan kawasan wisata juga memberikan dampak positif terhadap kebersihan, kenyamanan, dan daya tarik objek wisata. Program ini diharapkan dapat menjadi fondasi dalam pengembangan desa wisata berbasis masyarakat yang berkelanjutan dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Nagari Harau. Kata kunci: desa wisata; nagari harau; pokdarwis; sapta pesona; tata kelola wisata. AbstractThis community service program was conducted to support the development of the Nagari Harau Tourism Village “Maimbau Pulang” in Harau District, Lima Puluh Kota Regency, which has significant natural tourism potential but has not been optimally managed. The main challenges faced by the community included limited understanding of tourism destination management, inadequate management of tourism attractions and small-medium enterprises (SMEs), and weak institutional capacity of the Tourism Awareness Group (Pokdarwis). This program aimed to enhance community capacity in tourism village management through institutional strengthening, tourism management training, Pokdarwis establishment, and the implementation of Sapta Pesona principles in the Aia Malanca tourism area. The program was conducted from April to December 2021 and involved 35 participants consisting of village officials, tourism managers, Pokdarwis members, local communities, and students from the Faculty of Tourism and Hospitality, Universitas Negeri Padang. The methods included focus group discussions (FGD), training, mentoring, field practice, and program evaluation. The results showed increased community understanding of tourism awareness, destination management, and local potential-based tourism attraction development. In addition, the establishment of Pokdarwis Aia Malanca became a strategic step toward sustainable tourism management. The implementation of Sapta Pesona also positively improved the cleanliness, comfort, and attractiveness of the tourism area. This program is expected to support sustainable community-based tourism village development and improve community welfare in Nagari Harau. Keywords: community-based tourism; nagari harau; sapta pesona; tourism awareness group (Pokdarwis); tourism governance.