Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Kualitas Pelayanan (Service Quality) dengan Kepuasan Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit: Literature Review Yusfa Ike Rustiana; Ervina Rachmawati; Atma Deharja; Gamasiano Alfiansyah
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v0i0.3151

Abstract

Kualitas pelayanan rumah sakit memiliki hubungan yang sangat erat dengan kepuasan pasien. Kepuasan pasien akan timbul apabila kinerja layanan kesehatan yang diperolehnya melebihi harapannya. Namun angka kepuasan pasien pada instalasi rawat inap di rumah sakit belum mencapai standar kepuasan yang telah ditetapkan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara kualitas pelayanan (service quality) dengan kepuasan pasien rawat inap di rumah sakit. Metode penelitian ini adalah literature review dengan menggunakan artikel yang dipublikasikan tahun 2011-2021 pada 3 database yaitu Portal Garuda, Crossref, dan Google Scholar sejumlah 14 artikel yang memenuhi kriteria. Berdasarkan hasil studi literatur dari artikel yang telah diperoleh, peneliti mengemukakan bahwa hasil uji antara kualitas pelayanan kesehatan berdasarkan lima dimensi servqual (reliability, assurance, tangibles, empathy, responsiveness) dengan kepuasan pasien rawat inap di rumah sakit memiliki nilai signifikansi yang berbeda-beda pada setiap dimensinya. Terdapat 11 literature yang menunjukkan adanya hubungan kelima dimensi kualitas pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien dan 3 literature menunjukkan tidak adanya hubungan terhadap beberapa dimensi. Saran yang dapat diberikan peneliti untuk pihak rumah sakit yaitu dengan meningkatkan ketepatan waktu pelayanan kepada pasien. Rumah sakit perlu mengadakan pelatihan keterampilan petugas secara berkala, memastikan bahwa seluruh pelayanan bebas risiko dengan selalu menjaga kebersihan dan kenyamanan ruang rawat inap serta melakukan pemeliharaan sarana dan prasarana secara berkala. Perlu adanya motivasi dari petugas kesehatan untuk proses penyembuhan pasien dan diharapkan pihak rumah sakit dapat memahami keluhan dan kebutuhan pasien dengan selalu mendengarkan dan memberikan solusi permasalahan pasien.
Evaluasi Tingkat Ketidaklengkapan Pengisian Rekam Medis Rawat Jalan dan Faktor Penyebab di Puskesmas Bangil Jihan Ghina Mumtaza; Atma Deharja; Dony Setiawan Hendyca Putra; Gandu Eko Julianto Suyoso
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 1 (2023): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i1.659

Abstract

Pada Puskesmas Bangil permasalahan ketidaklengkapan rekam medis berakibat pada keterlambatan pengembalian rekam medis. Berdasarkan studi pendahuluan yang telah dilakukan, diketahui pada bulan Januari-Maret 2022 ditemukan sebanyak 880 dari 6708 rekam medis rawat jalan yang tidak terisi lengkap dengan persentase mencapai 12,73%. Penelitian kualitatif dengan desain penelitian studi kasus ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab ketidaklengkapan rekam medis rawat jalan di Puskesmas Bangil menggunakan teori 5M. Data penelitian diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Permasalahan yang ditemukan diprioritaskan menggunakan metode USG serta disusun upaya perbaikan menggunakan metode brainstorming. Berdasarkan hasil penelitian diketahui faktor penyebab ketidaklengkapan rekam medis rawat jalan pada faktor man adalah rendahnya pengetahuan perawat terkait standar kelengkapan rekam medis serta belum dilakukan pelatihan internal. Pada faktor method belum tersedia SPO pengisian rekam medis. Pada faktor money keterbatasan dana serta belum terdapat anggaran khusus untuk pelatihan internal. Rekomendasi perbaikan yang dapat dilakukan antara lain sosialisasi kelengkapan rekam medis, penyusunan SPO pengisian rekam medis, serta perencanaan pelatihan internal.
Analisis Penyebab Keterlambatan Pengembalian Rekam Medis Rawat Inap di RSU Bhakti Husada Banyuwangi Dwi Lestari; Atma Deharja; Rossalina Adi Wijayanti; Angga Rahagiyanto
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 1 (2023): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i1.660

Abstract

Keterlambatan pengembalian rekam medis rawat inap di RSU Bhakti Husada Banyuwangi mencapai 33,82% hal tersebut masih jauh dari target standart pengembalian rekam medis rawat inap 100% setelah pasien pulang. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis penyebab keterlambatan pengembalian rekam medis rawat inap di Rumah Sakit Umum Bhakti Husada Banyuwangi. Jenis penelitian yang dilakukan yaitu kualitatif deskriptif. Subjek penelitian antara lain 3 perawat, 1 bidan, 1 petugas assembling dan 1 kepala rekam medis. Perawat dan bidan dalam subjek penelitian ini berperan sebagai informan utama yang terlibat langsung dalam proses pengembalian rekam medis rawat inap, sedangkan petugas assembling sebagain informan pendukung yang menerima pengembalian rekam medis serta kepala rekam medis yang bertugas mengevaluasi kegiatan pengelolaan rekam medis. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Hasil analisis keterlambatan waktu pengembalian rekam medis rawat inap yaitu kurangnya pengetahuan perawat dan bidan terhadap standart waktu dan Standar Operasional Prosedur (SOP) pengembalian rekam medis, ketidakdisiplinan dokter dan perawat dalam mengisi rekam medis, ketidaklengkapan pengisian rekam medis pasien rawat inap, belum adanya reward, belum optimalnya pemberian punishment serta kurangnya sosialisasi SOP. Saran dalam penelitian ini yaitu perlu dibuatnya SOP pengisian rekam medis, memberikan pemahaman kepada perawat dan bidan terkait standart waktu dan SOP pengembalian rekam medis melalui sosialisasi, melakukan sosialisasi SOP secara rutin minimal satu bulan sekali setiap awal bulan, mengadakan reward dan mempertimbangkan punishment agar memberikan efek jera kepada perawat dan bidan supaya lebih disiplin dalam mengembalikan berkas.
Analisis Faktor Penyebab Lamanya Waktu Tunggu Pelayanan Rawat Jalan di Klinik Suherman Aji Galih Pamenang; Dony Setiawan Hendyca Putra; Atma Deharja; Sabran Sabran
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 1 (2023): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i1.664

Abstract

Pelayanan rawat jalan di Klinik Rawat Inap Dr. M. Suherman Jember sudah cukup baik, akan tetapi masih terdapat masalah yaitu lamanya waktu tunggu pelayanan pasien rawat jalan yang berdampak pada kepuasan pasien. Berdasarkan observasi diketahui adanya lamanya waktu tunggu pelayanan pasien rawat jalan dengan jumlah waktu tunggu pelayanan pasien rata-rata 62 menit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab lamanya waktu tunggu pelayanan pasien rawat jalan di Klinik Rawat Inap Dr. M. Suherman Jember dengan menggunakan 5M. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, dokumentasi, untuk memprioritaskan masalah menggunakan NGT, untuk menyusun alternatif pemecahan masalah menggunakan brainstorming. Informan dari penelitian ini adalah 2 petugas rekam medis, 1 perawat, dan 1 dokter umum. Hasil penelitian didapatkan prioritas masalah berdasarkan variabel machine yaitu masih terdapat sistem error pada SIM Klinik, variabel man yaitu jumlah petugas pelayanan rawat jalan belum mencukupi yaitu pada shift pagi hanya terdapat 1 dokter umum sehingga jika ada pasien gawat darurat maka pasien umum harus menunggu dokter selesai melayani pasien gawat darurat. Alternatif pemecahan masalah yang didapat yaitu melakukan evaluasi dan perawatan rutin 1 bulan sekali terhadap sistem yang berlaku, menambahkan jumlah dokter untuk shift pagi.
Evaluasi SIMRS Menggunakan Metode PIECES di Instalasi Rekam Medis RSU PKU Muhammadiyah Kutowinangun Naim Khoirul Ummah; Atma Deharja; Selvia Juwita Swari; Bakhtiyar Hadi Prakoso
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 1 (2023): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i1.665

Abstract

RSU PKU Muhammadiyah Kutowinangun telah menggunakan SIMRS sejak tahun 2019 untuk membantu proses pelayanan kepada pasien. Namun, dalam penerapannya masih ditemukan beberapa kendala yaitu pada aspek information terdapat perbedaan data jumlah kunjungan pasien antara sistem dengan manual, aspek economic SIMRS belum terintegrasi dengan BPJS, serta aspek control yang meliputi username dan password belum diberikan kepada masing-masing petugas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi sistem informasi manajemen rumah sakit menggunakan metode PIECES (performance, information, economic, control, efficiency, service) di Instalasi Rekam Medis RSU PKU Muhammadiyah Kutowinangun. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa SIMRS PKU Muhammadiyah Kutowinangun di Instalasi Rekam Medis pada aspek information belum mampu memberikan kinerja baik, adanya perbedaan data jumlah kunjungan pasien antara di sistem dengan manual, fitur yang masih kurang lengkap dan tampilan yang membosankan. Informasi yang dihasilkan juga masih kurang dipercaya, serta integrasi yang kurang maksimal. Keamanan data belum sepenuhnya terjamin karena belum tersedianya username dan password bagi masing-masing petugas. Berdasarkan hasil evaluasi ini diharapkan pihak IT untuk memperbaiki kesalahan terkait perbedaan data antara sistem dengan manual dan melengkapi kekurangan sistem seperti fitur yang diperlukan dan memaksimalkan integrasi dengan aplikasi lain.
Upaya Perbaikan Kejadian Misfile Menggunakan Metode PDCA di Puskesmas Nogosari Jember Nanda Purnagiri Agatha; Atma Deharja; Rossalina Adi Wijayanti; Ida Nurmawati
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 1 (2023): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i1.667

Abstract

Kejadian misfile mempengaruhi mutu pelayanan di Puskesmas Nogosari Jember dengan persentase tertinggi 16% dan jumlah terendah 10%. Tujuan penelitian yaitu menyusun upaya perbaikan kejadian misfile menggunakan metode Plan, Do, Check, Action. Penelitian dilakukan di Puskesmas Nogosari Jember pada bulan Februari - April 2023 yang dilakukan secara kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, dokumentasi dan brainstorming. Subyek penelitian meliputi 1 petugas pendaftaran, 1 petugas filing, 1 dokter, 1 kepala tata usaha. Hasil skoring didapatkan prioritas penyebab masalah yakni tidak adanya tracer. Hasil penelitian pada tahap plan yaitu pembuatan tracer kemudian tahap do dilakukan implementasi tracer pada bulan Februari – Mei 2023. Tahapan check didapatkan hasil sebelum implementasi 12% dan hasil setelah implementasi 4%. Tahapan action, menetapkan SOP mengenai pengelolaan rekam medis diruang penyimpanan. Saran dari penelitian yakni petugas perlu mengikuti seminar, pelatihan, bekerja sesuai standar operasional, perlunya anggaran dana penunjang pengendalian rekam medis, rak diberikan label nomor penjajaran serta dilakukan retensi.
Analisis Desain Ergonomis Ruang Unit Kerja Rekam Medis di Puskesmas Cermee Kabupaten Bondowoso Fadellia Insyaf; Atma Deharja; Gamasiano Alfiansyah; Gandu Eko Julianto Suyoso
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 1 (2023): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i1.669

Abstract

Ruang unit kerja rekam medis di Puskesmas Cermee masih belum memenuhi aspek ergonomis. Hal ini menyebabkan petugas merasa tidak nyaman saat bekerja dan membuat petugas kurang leluasa saat bergerak. Tujuan penelitian ini menganalisis dan mendesain ruang unit kerja rekam medis secara ergonomis di Puskesmas Cermee. Jenis penelitian kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dokumentasi, pengukuran dan brainstorming. Subyek penelitian terdiri dari 1 kepala Puskesmas dan 4 petugas rekam medis. Hasil penelitian adalah desain rak penyimpanan ergonomis yang sudah disesuaikan dengan antropometri petugas dengan ukuran tinggi rak = 180,56 cm dan jarak antar rak = 45,8 cm. Perhitungan kebutuhan rak 5 tahun yang akan datang yaitu sebanyak 4 buah roll o’pack. Puskesmas diharapkan mengimplementasikan desain ruang unit kerja rekam medis baru dengan luas ruangan 10,5 m x 6 m yang sudah disesuaikan dengan alur pengolahan rekam medis.
Analisis Faktor Penyebab Terjadinya Misfile Rekam Medis di Bagian Filing Rumah Sakit Umum Ananda Puwokerto Irfan Arya Hidayatulloh; Atma Deharja; Ervina Rachmawati; Efri Tri Ardianto
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 1 (2023): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i1.674

Abstract

Penyeleggaraan rekam medis di Rumah Sakit Umum Ananda Purwokerto masih belum optimal. Hal ini dapat dilihat dari permasalahan yang terjadi ketika survei pendahuluan masih ditemukan berkas misfile sebanyak 50 berkas atau 3,83%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab terjadinya misfile rekam medis di bagian filing Rumah Sakit Umum Ananda Purwokerto. Jenis penelitian ini termasuk penelitian kualitatif menggunakan variabel man, material dan machine. Prioritas masalah menggunakan metode USG dan menyusun perbaikan masalah menggunakan brainstorming. Subjek penelitian terdiri dari 1 kepala instalasi rekam medis dan 4 petugas PMIK. Hasil penelitian menggunakan variabel man yaitu terdapat petugas berlatar belakang pendidikan bukan DIII rekam medis, jumlah petugas ruang filing kurang mencukupi dan hanya beberapa PMIK yang mengikuti pelatihan rekam medis. Variabel material yaitu rak penyimpanan yang kurang ergonomis dan ruang penyimpanan yang letaknya kurang strategis. Variabel machine yaitu desain dan penggunaan tracer masih belum optimal dan tidak terdapat checklist pengembalian rekam medis buku ekspedisi. Hasil prioritas masalah yaitu ruang penyimpanan terpisah menjadi 3 tempat yang letaknya kurang strategis. Upaya perbaikan masalah yaitu melakukan pembangunan ruang filing menjadi 1 ruangan yang lebih strategis.
Analisis Desain Formulir Informed Consent Pencabutan Gigi di Puskesmas Dringu Amelia Herdianti Purnama; Dony Setiawan Hendyca Putra; Atma Deharja; Demiawan Rachmatta Putro Mudiono
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 1 (2023): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i1.675

Abstract

Formulir informed consent merupakan formulir yang berisi pernyataan persetujuan atas tindakan medis dari pasien kepada dokter. Berdasarkan studi pendahuluan di Puskesmas Dringu pada bulan Juni 2022 didapatkan informasi bahwa terdapat beberapa ketidaksesuaian dengan standar pedoman dalam desain formulir yang digunakan yang dilihat dari 3 aspek. Segi aspek fisik dari bahan baku kertas mudah, dari segi aspek anatomi belum ditemukan nomor formulir, belum terdapat cara pengisian formular, dan belum ada autentifikasi dokter, saksi dan pasien, dari segi aspek isi belum mencantumkan informasi yang dibutuhkan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis dan desain pada formulir sebelumnya. Metode yang digunakan yaitu kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan FGD. Subjek penelitian ini adalah perekam medis, dokter gigi, petugas pendaftaran, dan kepala puskesmas. Penelitian ini menghasilkan desain formulir berdasarkan aspek fisik yaitu kertas F4 berat 80 gram, berwarna putih berbentuk persegi panjang. Untuk aspek anatomi telah dilakukan penyesuaian pada kepala formulir, perintah, badan formulir. Sedangkan untuk aspek isi yaitu penambahan informasi pada identitas pasien, informasi yang terkait tindakan dan penyesuaian urutan dan istilah yang digunakan. Disarankan perlu diadakan evaluasi berulang atau berkala untuk menilai apakah desain formulir persetujuan tindakan medis masih relevan untuk digunakan.
Analisis Faktor Penyebab Ketidaklengkapan dan Ketidakakuratan Kodefikasi Kasus Neoplasma di Rumah Sakit Tingkat III Baladhika Husada Jember Eden Shella Abia Cayuga; Dony Setiawan Hendyca Putra; Atma Deharja; Demiawan Rachmatta Putro Mudiono
Health & Medical Sciences Vol. 3 No. 3 (2026): May
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v3i3.682

Abstract

Kode yang lengkap pada diagnosis Neoplasma harus mencantumkan kode topografi dan morfologi berdasarkan ICD. Kode topografi adalah kode yang menggambarkan tempat asal neoplasma, sedangkan kode morfologi adalah kode yang menggambarkan jenis sel tumor dan aktivitas biologisnya. Berdasarkan observasi di Rumah Sakit Tingkat III Baladhika Husada Jember ditemukan 73% rekam medis yang memiliki kode topografi tidak lengkap sesuai ICD-10 dan 100% tidak lengkap karena tidak terdapat kode morfologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab ketidaklengkapan dan ketidakakuratan kodefikasi kasus Neoplasma. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan terdiri dari 3 koder rawat inap, 1 dokter spesialis onkologi, dan 1 kaur yanmed. Prioritas masalah menggunakan metode Skoring dengan upaya perbaikan menggunakan metode brainstorming. Hasil penelitian berdasarkan variabel individu yaitu pengetahuan petugas yang kurang. Variabel psikologi yaitu sikap dokter yang tidak segera mengisi diagnosis penyakit dan tidak menulis diagnosis secara spesifik, pelatihan belum merata, tidak adanya Reward dan Punishment. Variabel organisasi yaitu tidak terdapat SPO Kodefikasi Neoplasma, belum adanya monitoring dan evaluasi. Solusi permasalahan yaitu meminta bantuan pihak lain yang terkait untuk mengingatkan dokter dalam pengisian diagnosis, diadakan kegiatan yang menambah pengetahuan petugas seperti workshop/pelatihan secara merata terkait kodefikasi diagnosis kasus Neoplasma.
Co-Authors Adlien Fadillah Afrizal Noor Abidin Agni Candramawa Sholikha Aji Galih Pamenang Amelia Herdianti Purnama Andri Permana Wicaksono Angga Rahagiyanto Astiarini Arifin Atika Yuliandari Ayu Imelda Rosita Bakhtiyar Hadi Prakoso Cornelia Justicia Viana Dahlia Indah Amareta, Dahlia Indah Demiawan Rachmatta Putro Mudiono Dian Fadilah Ayu Lestari Dina Ayu Mashita Dismara Anggrelya Dito Yogo Waskito Diyana Wulandari dony setiawan hendyca putra Dwi Lestari Eden Shella Abia Cayuga Efri Tri Ardianto Elsa Mayori Erna Selviyanti Ervina Racmawati Ervina Rahmawati Esa Amanda Setiawan Evi Novitasari Fadellia Insyaf Fahirah Tamara Salim Feby Erawantini Finno Harta Dinata Firza Azis Fitriana Putri Gamasiano Alfiansyah Gandu Eko Julianto Suyoso Hikmah, Faiqatul Ilham Aditya Aji Indah Muflihatin Ines Meiyola Pradanthi Irene Anjar Pratiwi Irfan Arya Hidayatulloh Jalahan Pandeangan Jalahan Pandiangan Jamil, Nur Malika Jihan Ghina Mumtaza Ludvi Oktaviotika Nasikhatul Ikawangi Lutfiatun Nadibah Herman Maya Weka Santi Mila Imamatul Lutfiah Mochammad Choirur Roziqin Moh Maulana Muhammad Yunus Nabilah Khoirun Nissa' Nafa Maharani Naim Khoirul Ummah Nanda Purnagiri Agatha Nazilla Ade Nurlia Nofitalia Sawondari Nonik Aisyah Rohman Novia Zahroh Novita Nuraini nurmawati, ida Putri Alipiyah Nurazmi Rachmawati, Ervina Raisa Putri Ramadhani Ratih Ayuninghemi, Ratih Resti Aprilia Tri Hendaryanti Rossalina Adi Wijayanti Sabran Sabran Salma Firyal Nabila Selvia Juwita Swari Sustin Farlinda Tias Agustin Ayuningrum Veronika Vestine Yusfa Ike Rustiana Yusirwan Tabrani